Monday, June 4, 2007

APLIKASI TEKNOLOGI CDMA DALAM KOMUNIKASI DATA DAN SUARA

Beberapa negara di ASIA telah mengimplementasikan teknologi CDMA untuk mengambil beberapa keuntungan dari bermacam-macam atribut yang dimilikinya.
CDMA (Code Division Multiple Access) menunjukkan harapan sebagai teknologi maju untuk memeneuhi kebutuhan komunikasi data dan suara tanpa kabel. Berlawanan dengan teknologi konvesional, yang mengimplementasikan selular dengan kapasitas channel yang tetap, maka CDMA mengoptimisasipenggunaan bandwith yang ada, menawarkan peningkatan dramatis didalam kapasitas traffic. CDMA mempunyai sifat operasi low-power membuatnya cocok khususnya untuk jaringan selular bergerak. Sebagai tambahan, ia dapat melayani aplikasi local loop tanpa kabel fixed-point yang sulit dengan kabel, dengan lokasi yang jaraknya jauh.

Tiga jenis teknologi telepon tanpa kabel
Ada tiga teknologi telepon tanpa kabel yaitu diantaranya, CDMA menggunakan teknologi spread-spectrum untuk mengedarkan sinyal informasi yang melalui bandwith yang lebar (1,25 MHz). Teknologi ini asalnya dibuat untuk kepentingan militer, menggunakan kode digital yang unik, lebih baik daripada channel atau frekuensi RF, untuk membedakan diantara pemanggil. Tidak seperti teknologi lainnya, yang menetapkan fixed-channel terseleksi untuk mengakomodasi kondisi worst-case, CDMA secara dinamis mengoptimalkan kapsitas panggilan dengan merespon faktor-faktor seperti rasio signal-to-noise.
Teknologi yang kedua yaitu AMPS (Advanced Mobile Phone Service) merupakan teknologi analog yang menggunakan FDMA (Frequency Division Multiple Access) untuk membagi-bagi bandwith radio yang tersedia ke pada sejumlah channel diskrit yang tetap. Dengan AMPS, bandwith 1,25 MHz yang diberikan untuk penggunaan selular dibagi menjadi channel dengan lebar 30 KHz, masing-masing hanya dapat melayani satu subscriber pada satu waktu. Satu subscriber mengakses sebuah channel maka tidak satupun subscriber lainnya dapat mengakses channel tersebut sampai panggilan pertam,a itu berhenti atau handed-off ke base station lainnya. Total bandwith 1,25 MHz dibagi dengan 30 KHz per channel yang akan menghasilkan kapasitas 42-channel, tetapi karena channel-channel tersebut tidak dapat digunakan juga oleh sel yang berdekatan, maka channel aktual yang digunakan per base-station dapat tereduksi sampai 6 atau lebih kecil.
Teknologi yang ketiga adalah TDMA (Time Division Multiple Access), merupakan sebuah teknologi digital, sama halnya yaitu dengan membagi-bagi spektrum yang tersedia kepada sejumlah channel diskrit yang tetap, meskipun masing-masing channel merepresentasikan time slot yang tetap daripada band frekunesi yang tetap. Sebagai contoh yang mengimplementasikan teknologi TDMA adalah GSM, yang membagi carriers berlebar 2300 KHz menjadi delapan time-division channel. Masing-masing channel TDMA diperuntukkan pada satu pemanggil, seperti halnya frequency slice yang diperuntukkan satu pemanggil pada teknologi FDMA.

Tinjauan terhadap teknologi CDMA
CDMA menawarkan sifat-sifat seperti berikut :
• Kapsitas yang lebih tinggi untuk mengatasi lebih banyak panggilan yang simultan per channel dibanding sistem yang ada.
Sistem CDMA menawarkan peningkatan kapasitas melebihi sistem AMPS analog sebaik teknologi selular digital lainnya. CDMA menghasilkan sebuah skema spread-spectrum yang secara acak menyediakan bandwith 1.250 KHz yang tersedia untuk masing-masing pemanggil 9600 bps bit rate.
• Meningkatkan call security.
Keamanan menjadi sifat dari pendekatan spread spectrum CDMA, dan kenytaannya teknologi ini pertama dibangun untuk menyediakan komunikasi yang aman bagi militer.

• Mereduksi derau dan interferensi lainnya.
CDMA menaikkan rasio signal-to-noise, karena lebarnya bandwith yang tersedia untuk pesan.
• Efisinsi daya dengan cara memperpanjang daya hidup baterai telepon
Salah satu karakteristik CDMAadalah kontrol power sebuah usaha untuk memperbesar kapasitas panggilan dengan memepertahankan kekonstanan level daya yang diterima dari pemanggil bergerak pada base station.
• Fasilitas kordinasi seluruh frekuensi melalui base-station base station.
Sistem CDMA menyediakan soft hand-off dari satu base-station ke lainnya sebagai sebuah roaming telepon bergrak dari sel ke sel. Ini bisa dimungkinkan karena sel CDMA yang berdekatan menghasilkan frekuensi carrier yang sama, menjadikan dua base-station secara simultan melayani roaming telepon bergerak pada sel titik transisi. Soft hand off ini kenyataanya tidak terdeteksi oleh pengguna.
• memungkinkan pengintegrasian layanan suara, data dan atau video
Fungsi spread-spectrum dan power-control yang memperbesar kapasitas panggil CDMA mengakibatkan bandwith yang cukup untuk bermacam-macam layanan data multimedia, dan skema soft hand-off menjamin tidak hilangnya data.

Implementasi CDMA
Beberapa negara ASIA sekarang telah memakai teknologi CDMA untuk mengambil beberapa keuntungan dari sifat-sifat yang dimilikinya.
China sebagi contoh telah telah berpindah ke CDMA untuk aplikasi WLL (Wireless Local Loop). Kemudian Korea Selatan telah mengupgrade teknologi sistemnya dengan baik untuk mengimplementasikan Personal Communication Services (PCS). Korea Selatan telah menambah 2000 subscriber setiap hari dan sekarang telah mempunyai dua juta subscriber untuk jaringan CDMAnya. Hongkong meningkatkan dua kali subscriber base dalam enam bulan, dan sekarang telah mempunyai 80.000 subscriber.

Berpindah dari AMPS ke CDMA
Indonesia juga sekarang telah mencoba untuk megupgrade sistem yang ada. P.T. Komunikasi Selular Indonesia (Komselindo) yaitu salah satu prusahaan jasa komunikasi di Indonesia telah membuat kontrak dengan Lucent Technology untuk mensuplay dan menginstall jaringan CDMA komersial di negara ini. Jaringan ini akan melayani Jakarta dan Bandung di Jawa Barat, Manado dan Ujung Pandang di Sulawesi, serta Medan, Padang dan Banda Aceh di Sumatra.
Filipina juga telah mengupgrade sistem AMPSnya. Pilipino Telephone Corporation (PILTEL), provider selular di Filipina, telah mengkontrak Lucent Technology utnuk mensuplay dan menginstall sebuah jaringan tanpa kabel CDMA., untuk melayani bagian utara dan selatan pulau Luzon.
Beberapa negara lainnya di ASIA juga telah berlih dari teknologi analog (AMPS) ke teknologi digital (CDMA) seperti Korea Selatan, China, Thailand dan India.
Lucent Technology akan membuat kontrak dengan perusahaan komunikasi di Thailand yaitu Thailand Total Access Communication (Public) Company Limited (TAC) untuk mensuplay dan menginstall jaringan tanpa kabel CDMA untuk melayani jasa telekomunikasi yang meliputi Bangkok dan bagian tengah dari Thailand. Sistemnya mempunyai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan sampai 150.000 subscriber. India seperti halnya Chinna telah menelti CDMA untuk WLL.
Dukungan vendor untuk perkembangan CDMA
Untuk pengembangn dan pengimplementasian teknologi ini tentu diperlukan vendor yang mendukung. Samsung Electronic Co. (SEC) mengumumkan telah menjual lebih dari satu juta set phone CDMA dan meraih lebih dari 1,4 juta subscriber baru dalam satu tahun. Telah diperhitungkan bahwa penjualan handset CDMA akan memberikan keuntungan $2 Miliyar. Kontrak SCE diantaranya mengekspor sebanyak 200.000 handset selular CDMA ke Hongkong juga kontrak dengan Russia, Shanghai, dan Rio de Janeiro.
Vendor CDMA lainnya seperti QUALCOMM telah mengumumkan perjanjian $300 juta dengan Tecom Great Wall Depelopment Company sebuah perusahaan telekomunikasi dari Beijing, Chinna, untuk penjualan telephone CDMA 800 MHz QUALCOMM. Juga QUALCOMM telah menjual ke customer-costumer di USA, Korea Selatan, dan Hongkong.

No comments: