<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680</id><updated>2012-02-01T20:54:21.953-08:00</updated><category term='musik'/><category term='my life'/><category term='telco'/><category term='jogjakarta'/><category term='IT'/><title type='text'>LOve JoGja n' Me</title><subtitle type='html'>science it must be useful .. keep learning</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-1554682279815160349</id><published>2010-03-23T02:15:00.000-07:00</published><updated>2011-05-14T00:07:42.152-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Redaman dan Dispersi: Parameter Budget Link Transmisi NGN</title><content type='html'>Permasalahan redaman dan dispersi mempunyai hubungan yang erat dengan penentuan jenis kabel optik yang akan digunakan dalam perencanaan jaringan transmisi NGN (SDH). Hal ini juga berkaitan dengan penentuan panjang gelombang yang digunakan pada tiap-tiap kabel optik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan dan trend teknologi NGN, Teknologi SDH memiliki Kemampuan delivery bandwidth yang cukup besar, saat ini mencapai STM-64 (10 Gbps). Kemampuan yang besar ini juga diikuti dengan resiko hilangnya informasi yang cukup besar pada saat performansi jaringan turun dibawah standar atau terjadi jaringan failure. Hal ini tentu tidak dikehendaki oleh operator, karena terjadinya failure atau turunnya performansi jaringan juga berarti hilangnya pendapatan dan kesempatan. Untuk itu jaringan transmisi ini harus memiliki kehandalan dan performansi yang baik dengan menerapkan standar performansi dan proteksi yang sesuai. Dua diantara parameter-parameter yang penting pada jaringan transmisi NGN yang menggunakan media fiber optik adalah redaman dan dispersi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Permasalahan redaman dan dispersi mempunyai hubungan yang erat dengan penentuan jenis kabel optik yang akan digunakan dalam perencanaan jaringan transmisi SDH. Hal ini juga berkaitan dengan penentuan panjang gelombang yang digunakan pada tiap-tiap kabel optik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Redaman&lt;br /&gt;Menurut rekomendasi ITU-T G.0653E, kabel serat optik harus mempunyai koefisien redaman 0.5 dB/km untuk panjang gelombang 1310 nm dan 0.4 dB/km untuk panjang gelombang 1550 nm. Tapi besarnya koefisien ini bukan merupakan nilai yang mutlak, karena harus mempertimbangkan proses pabrikasi, desain &amp;amp; komposisi fiber, dan desain kabel. Untuk itu terdapat range redaman yang masih diijinkan yaitu 0.3-0.4 dB/km untuk panjang gelombang 1310 nm dan 0.17-0.25 dB/km, untuk panjang gelombang 1550. Selain itu, koefisien redaman mungkin juga dipengaruhi spektrum panjang gelombang yang diperoleh dari hasil pengukuran pada panjang gelombang yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana, maka besarnya redaman (l) pada section kabel dapat dirumuskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/S6iLL7MVZwI/AAAAAAAAAlM/zicWOgy_NgM/s1600-h/rh1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 314px; height: 89px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/S6iLL7MVZwI/AAAAAAAAAlM/zicWOgy_NgM/s320/rh1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451760385916233474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimana,&lt;br /&gt;an = koefisien redaman fiber ke-n dalam elementary cable section;&lt;br /&gt;Ln = panjang fiber ke-n;&lt;br /&gt;m = jumlah total concatenated fiber dalam elementary cable section;&lt;br /&gt;as = mean splice loss;&lt;br /&gt;c = jumlah splices dalam elementary cable section;&lt;br /&gt;ac = mean loss of line connectors;&lt;br /&gt;y = jumlah line connectors dalam elementary cable section (jika tersedia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian parameter-parameter ini harus dialokasikan untuk margin kabel yang sesuai dengan modifikasi disain implementasi kabel (additional splices, extra cable lengths, ageing effects, temperature variations, dan lain-lain). Perumusan di atas belum mempertimbangkan faktor loss perangkat konektor. Maksudnya adalah loss yang digunakan untuk splice dan konektor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/S6iOxcEu7TI/AAAAAAAAAlU/obsVxvPIF7E/s1600-h/rh1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/S6iOxcEu7TI/AAAAAAAAAlU/obsVxvPIF7E/s320/rh1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451764328932764978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Spektrum Fiber Optik (Redaman, Dispersi dan Panjang Gelombang)&lt;br /&gt;Sumber:3rd Annual SDH &amp;amp; WDM Optical Networking Conference,1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Dispersi Kromatis&lt;br /&gt;Dispersi adalah peristiwa pelebaran pulsa yang disebabkan oleh keterbatasan material dan efek linear seperti polarisasi, material dan lainnya. Faktor dispersi ini akan mempengaruhi kualitas sinyal yang akan ditransmisikan dalam jaringan. Salah satu dispersi yang paling dominan dalam jaringan optik adalah dispersi kromatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koefisien dispersi kromatik harus mempertimbangkan beberapa faktor sebagai berikut :&lt;br /&gt;– Range panjang gelombang yang didijinkan yaitu l0min = 1300 nm and l0max = 1324 nm;&lt;br /&gt;– Nilai slope maksimum yang diijinkan yaitu S0max = –0.093 ps/(nm2 • km)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Batasan koefisien dispersi kromatik untuk rentang panjang gelombang 1260-1360 nm dapat dirumuskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/S6iPWkG213I/AAAAAAAAAlc/fOEXPJmaHhs/s1600-h/rh2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 44px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/S6iPWkG213I/AAAAAAAAAlc/fOEXPJmaHhs/s320/rh2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451764966744315762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Catatan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;– Besarnya l0min, l0max dan S0max untuk koefisien dispersi magnitudes D1 and D2 sama atau lebih kecil dengan koefisien dispersi kromatik seperti dalam tabel:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tabel 1. Besarnya koefisien dispersi kromatik terhadap panjang gelombang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/S6iPnYnTUEI/AAAAAAAAAlk/qlLhxaqyZ3s/s1600-h/rh3.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 75px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/S6iPnYnTUEI/AAAAAAAAAlk/qlLhxaqyZ3s/s320/rh3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451765255716950082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Pergunakanlah besaran D1(l) di atas untuk mendapatkan estimasi dispersi maksimum pada panjang gelombang 1550 nm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;– Untuk kapasitas dan sistem yang besar, mungkin lebih sesuai menggunakan range yang lebih rendah l0min, l0max, atau nilai S0max lebih kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;– Untuk pengukuran koefisien dispersi kromatik pada single mode fibre untuk routine basis tidak diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;C. Perkiraan Budget Link&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Parameter redaman dan dispersi merupakan parameter penting yang digunakan dalam perhitungan Budget Link transmisi NGN. Berdasarkan kedua parameter itu dan beberapa koefisien lainnya, seorang perencana jaringan yang melakukan perhitungan perkiraan budget link dapat menghitung nilai Daya transmit dan daya penerima sistem transmisi dan menyesuaikan disain agar dapat memenuhi kebutuhan standar daya di sisi penerima.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;C.1 Batas Minimum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Batas minimum : merupakan harga terbaik yang didapat sesuai dengan perhitungan secara teoritis. Rumus yang digunakan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan menggunakan asumsi redaman kabel sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1,3 µm : a = 1 dB + 0,39 dB / km 1,55 µm : a = 1 dB + 0,24 dB / km&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maka untuk batas minimum, misal untuk interface STM-16 pada tabel 3 akan didapat nilai jarak tempuh sinyal sebagai berikut;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;C.2 Batas Maksimum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Batas maksimum : merupakan harga terburuk yang masih perlu dipertimbangkan. Rumus yang digunakan adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/S6iQ54KfeyI/AAAAAAAAAls/Yae1uwCBqcM/s1600-h/rh4.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 39px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/S6iQ54KfeyI/AAAAAAAAAls/Yae1uwCBqcM/s320/rh4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451766672935320354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan menggunakan asumsi sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1,3 µm : a = 1 dB + 0,39 dB / km 1,55 µm : a = 1 dB + 0,24 dB / km&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maka untuk batas maksimum, misal untuk interface STM-16 pada tabel 3 akan didapat nilai jarak tempuh sinyal sebagai berikut;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/S6iRX529Y8I/AAAAAAAAAl0/ITOVmHFwSoc/s1600-h/rh5.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 34px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/S6iRX529Y8I/AAAAAAAAAl0/ITOVmHFwSoc/s320/rh5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451767188786340802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gambar 2. Path dan Section (link Point-to-Point)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sistem SDH eksisting saat ini yang umumnya ada di jaringan telekomunikasi di Indonesia adalah mengacu pada standard internasional rekomendasi ITU-T. Untuk jenis antarmuka optik, rekomendasi ITU-T yang sesuai adalah rekomendasi ITU-T Seri. G.957. Didalam rekomendasi ITU-T seri G.957 telah diatur seperti tabel dibawah ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tabel 2. Klasifikasi Antar Muka Optik dan Kode Aplikasinya sesuai ITU-T seri G.957&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam tabel diatas sesuai ITU-T seri G.957 tersebut telah diatur kode aplikasi dari antarmuka optik dengan L x y. Dimana L adalah aplikasi, x adalah level STM-N dan y adalah jenis sumber panjang gelombang,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tabel 3. Persyaratan Antarmuka Optik STM-16 sesuai ITU-T seri G.957&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;C.3 Pengaruh Dispersi Kromatis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk menganalisa pengaruh dispersi kromatis pada link budget, berikut dibawah ini sebuah contoh perhitungan untuk tujuan yang dimaksud.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nilai dispersi kromatis untuk dua tipe kabel yang ada adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. 1,3 µm : 2,5 ps/nm/km&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. 1,55 µm : : 19 ps/nm/km&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Maka jarak tempuh sinyal untuk interface STM-16, yang diperhitungkan dengan menggunakan perhitungan dispersi kromatis adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dengan melakukan analisa perhitungan diatas dan berbagai asumsi yang dibuat, maka didapat range jarak tempuh sinyal yang dimiliki oleh interface STM-16&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tabel 4. Range Jarak Tempuh Sinyal Interface STM-16&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berdasarkan uraian diatas, maka redaman dan dispersi mempunyai hubungan yang erat dengan penentuan jenis kabel optik yang akan digunakan dalam perencanaan jaringan transmisi NGN (SDH). Hal ini juga berkaitan dengan penentuan panjang gelombang yang digunakan pada tiap-tiap kabel optik. Parameter redaman dan dispersi merupakan parameter penting yang digunakan dalam perhitungan Budget Link transmisi NGN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhmad Ludfy, Penulis adalah salah seorang engineer lab transport – TELKOM RisTI- PT TELKOM yang terlibat dalam kegiatan assessment teknologi jaringan transport, khususnya jaringan optik dan jaringan data. Dilibatkan dalam beberapa proyek antara lain: strategi Implementasi softswitch TELKOM, Penyusunan Standard System dan Rilis Teknologi Softswitch.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Referensi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Akhmad Ludfy, Mustapa W, WDM Menuju Jaringan Masa Depan, Lab Transport DIVRisTI, Bandung-Indonesia, Tahun 1999&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Mike Sexton &amp;amp; Andy Reid, Transmission Networking: SONET and The Synchronous Digital Hierarchy, Artech House Boston London, 1992.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Riset Strategi Evolusi PSTN Ke NGN, 2002, RisTI-ITB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;4. Long Term Network Configuration Project, TELKOM-Sofrecom.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;5. Norio Kashima, Optical Transmission for the Subsriber Loop, Artech House Boston London, 1993.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;6. Fujitsu, White Paper Wave Division Multiplexing, Fujitsu Network Communications Inc.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;7. Dokumen 3rd Anuual SDH &amp;amp; WDM Optical Networking Conference,1999&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-1554682279815160349?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/1554682279815160349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=1554682279815160349&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/1554682279815160349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/1554682279815160349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2010/03/redaman-dan-dispersi-parameter-budget.html' title='Redaman dan Dispersi: Parameter Budget Link Transmisi NGN'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/S6iLL7MVZwI/AAAAAAAAAlM/zicWOgy_NgM/s72-c/rh1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-4564028751657005742</id><published>2009-01-02T06:06:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T00:29:08.144-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my life'/><title type='text'>im comming 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/SV4hTj9ZRsI/AAAAAAAAAik/oEEvSasS8RE/s1600-h/amazing.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/SV4hTj9ZRsI/AAAAAAAAAik/oEEvSasS8RE/s320/amazing.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286699632533522114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/SV4n_N2ofRI/AAAAAAAAAi8/Y4fxu86yKN4/s1600-h/me+n+friends.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 238px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/SV4n_N2ofRI/AAAAAAAAAi8/Y4fxu86yKN4/s320/me+n+friends.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286706979583589650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah sekian lama tak mengudara akhirnya di tahun baru ini blog ini tersentuh juga oleh empunya hehehee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari demi hari bulan demi bulan aku lalui untuk dapat menjadi yang lebih baik bahkan harus rela hijrah ke jakarta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posting pertamaku di 2009 ini ada sepotong lagu dari utopia dengan judul hujan.. lagu ini menginspirasi banyak orang karena memang liriknya yang oke..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so dengerin aja lagunya dan nikmati videonya &lt;br /&gt;lets cek it out..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak lupa aku ucapin happy new years 2009 semoga tahun ini menjadikan kita lebih baik dan tambah sukses selalu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;happy new years 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-4564028751657005742?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/4564028751657005742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=4564028751657005742&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/4564028751657005742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/4564028751657005742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2009/01/im-comming-2009.html' title='im comming 2009'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_DA3U90JnFaU/SV4hTj9ZRsI/AAAAAAAAAik/oEEvSasS8RE/s72-c/amazing.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-7185118274112346614</id><published>2008-06-19T06:01:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T06:34:20.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Bluetooth A2DP</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpbvK9YLKI/AAAAAAAAAY0/z_aI5MXT9IU/s1600-h/bluetooth22.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213580384588541090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpbvK9YLKI/AAAAAAAAAY0/z_aI5MXT9IU/s320/bluetooth22.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa waktu lalu teknologi Bluetooth hanya dianggap sebagai alternatif pemindah data serta berfungsi sebagai perantara. Sebab waktu dengan menggunakan bluetooth jauh lebih mudah dan tak merepotkan. Maka bluetooth sering dipakai untuk bertukar foto, phonebook, pun sejumlah data lain dalam teknologi ponsel. Untuk hal ini Bluetooth hanya dimanfaatkan layer datanya saja.&lt;br /&gt;Dengan model serupa bluethoot juga bisa dikreasikan sebagai jalur untuk melakukan chatting. Masalahnya, ngobrol maya ini hanya bisa dilakukan dalam jarak pendek, sesuai dengan daya jangkau Bluetooth itu sendiri. Karena itulah pemanfaatan Bluetooth seperti ini jadi kurang populer. Perkembangan teknologi Bluetooth yang kini sampai pada versi 2.0 &lt;strong&gt;A2DP (Advance Audio Distribution Profile)&lt;/strong&gt;memaksa pencipta tidak hanya memanfaatkannya sebagai jalur penghubung ponsel ke headset dengan memanfaatan layer suara (voice).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpa9d31tMI/AAAAAAAAAYc/oU5r_pMzdMo/s1600-h/bluetooth3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213579530672125122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpa9d31tMI/AAAAAAAAAYc/oU5r_pMzdMo/s320/bluetooth3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun tampaknya penggunaan layer data terasa kurang maksimal untuk sebuah bandwith Bluetooth yang cukup lebar. Oleh itu kemudian diadopsikan untuk mengantarkan audio berkualitas tinggi dari head unit (dan amplifier) ke speaker. Jadi sebenarnya teknologi yang diaplikasikan pada &lt;strong&gt;A2DP (Advance Audio Distribution Profile)&lt;/strong&gt; adalah memanfaatkan bandwith pada layer data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpbvcj9C2I/AAAAAAAAAY8/aRZfK_kRkis/s1600-h/bluetooth66.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213580389313743714" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpbvcj9C2I/AAAAAAAAAY8/aRZfK_kRkis/s320/bluetooth66.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya mengapa yang digunakan layer data, bukannya suara? Layer suara hanya memiliki bandwith sebesar 64 kbps. Bila digunakan tentu sangat mengurangi kualitas suara, bahkan akan banyak kehilangan interference. Bandingkan dengan layer data yang mencapai 723 kbps. Dengan bandwith selebar ini tentulah lebih memungkinkan untuk mengirim foto yang beresolusi tinggi, termasuk menjadi “jembatan” untuk audio bermutu tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekali lagi, bahwa Bluetooth seperti sifatnya yang menggunakan frekuensi radio jarak pendek, ia tetap punya keterbatasan. Jadi tak aneh bila dalam jarak lebih dari 10 meter umpamanya, sudah tak bisa bekerja optimal. Sound tiba-tiba terpotong, bahkan lagu tiba-tiba mati. Ini bukan kesalahan alat, tapi memang melebihi jangkauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi A2DP tak hanya berlaku buat ponsel dan headset. Sony, menjelang akhir tahun lalu mengenalkan produk micro hi-fi yang memiliki kemampuan tersebut. Produk tersebut berseri CMT-U1BT. Perangkat Bluetooth-nya tidak built-in namun disediakan dalam bentuk dongle yang siap dikoneksikan ke berbagai peralatan seperti ponsel. Dengan demikian, ponsel menjadi head unit yang kemudian sound-nya disalurkan ke audio system ini dan menyembur lewat dua speakernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpa9hC1q8I/AAAAAAAAAYk/or82Hr8nCNg/s1600-h/bluetooth4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213579531523566530" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpa9hC1q8I/AAAAAAAAAYk/or82Hr8nCNg/s320/bluetooth4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpa9rZdVDI/AAAAAAAAAYs/gWsOX6LJlcU/s1600-h/bluetooth5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213579534302794802" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpa9rZdVDI/AAAAAAAAAYs/gWsOX6LJlcU/s320/bluetooth5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi ini kemudian menciptakan para pabrikan audio untuk mengeluarkan berbagai fasilitas pendukung. Selain Sony, ada juga Bluesonic. Produk yang dikeluarkan memang tak selengkap Sony, karena hanya berupa speaker dock. Speakernya selain dilengkapi A2DP Bluetooth juga koneksi kabel dengan jack 2,5 mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nokia yang telah menghasilkan beberapa ponsel dengan kemampuan A2DP, juga menyajikan headset stereo A2DP. Untuk melakukan koneksi, setiap alat harus melakukan pairing. Diperlukan kode khusus untuk hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, juga bisa dinikmati, dongle Bluetooth yang berkaliber A2DP. Dengan dongle seperti ini memungkinkan untuk melakukan streaming lagu-lagu dari laptop atau PC ke spiker atau headset A2DP. Teknologi ini memang meringkas kabel sekaligus membuat koneksi yang lebih terbuka ke berbagai alat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;tulisan diambil dari simpatizone&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-7185118274112346614?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/7185118274112346614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=7185118274112346614&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/7185118274112346614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/7185118274112346614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2008/06/bluetooth-a2dp.html' title='Bluetooth A2DP'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpbvK9YLKI/AAAAAAAAAY0/z_aI5MXT9IU/s72-c/bluetooth22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-3071032116984347446</id><published>2008-06-19T05:24:00.000-07:00</published><updated>2008-06-19T06:22:16.396-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>teknologi bluetooth</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpRfBVxxaI/AAAAAAAAAXc/W2Ev0X-I5ag/s1600-h/bluetooth.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213569112012342690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpRfBVxxaI/AAAAAAAAAXc/W2Ev0X-I5ag/s320/bluetooth.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bluetooth adalah teknologi komunikasi wireless atau nirkabel yang beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bluetooth sendiri dapat berupa card yang bentuk dan fungsinya hampir sama dengan card yang digunakan untuk wireless local area network (WLAN) dimana menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11, hanya saja pada bluetooth mempunyai jangkauan jarak yang lebih pendek dan kemampuan transfer data yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya bluetooth diciptakan bukan hanya menggantikan kabel dalam melakukan pertukaran data, tetapi juga mampu menawarkan fitur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan layanan yang bermacam-macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bluetooth memberikan solusi dan layanan yang bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bluetooth merupakan teknologi yang berkembang sebagai jawaban atas kebutuhan komunikasi antar perlengkapan elektronik agar dapat saling mempertukarkan data dalam jarak yang terbatas menggunakan gelombang radio dengan frekuensi tertentu. Salah satu implementasi bluetooth yang populer adalah pada peralatan ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Sejarah Perangkat&lt;br /&gt;Nama bluetooth berawal dari proyek prestisius yang dipromotori oleh perusahaan-perusahaan raksasa internasional yang bergerak di bidang telekomunikasi dan komputer, di antaranya Ericsson, IBM, Intel, Nokia, dan Toshiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek ini di awal tahun 1998 dengan kode nama bluetooth, karena terinspirasi oleh seorang raja Viking (Denmark) yang bernama Harald Blatand. Raja Harald Blatand ini berkuasa pada abad ke-10 dengan menguasai sebagian besar daerah Denmark dan daerah Skandinavia pada masa itu. Dikarenakan daerah kekuasaannya yang luas, raja Harald Blatand ini membiayai para ilmuwan dan insinyur untuk membangun sebuah proyek berteknologi metamorfosis yang bertujuan untuk mengontrol pasukan dari suku-suku di daerah Skandinavia tersebut dari jarak jauh. Maka untuk menghormati ide raja Viking tersebut, yaitu Blatand yang berarti bluetooth (dalam bahasa Inggris) proyek ini diberi nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah table perkembangan teknologi Bluetooth :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpSTTf3XTI/AAAAAAAAAXk/OGeVi0bg_Bk/s1600-h/bluetooth+table.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213570010239687986" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpSTTf3XTI/AAAAAAAAAXk/OGeVi0bg_Bk/s320/bluetooth+table.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bluetooth menggunakan salah satu dari dua jenis frekuensi Spread Specturm Radio yang digunakan untuk kebutuhan wireless. Jenis frekuensi yang digunakan adalah Frequency Hopping Spread Spedtrum (FHSS), sedangkan yang satu lagi yaitu Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS) digunakan oleh IEEE802.11xxx. Transceiver yang digunakan oleh bluetooth bekerja pada frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific, and Medical).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada beberapa negara terdapat perbedaan penggunaan frekuensi dan channel untuk Bluetooth ini. Seperti di Amerika dan Eropa, frekuensi yang digunakan adalah dari 2400–2483,5 yang berarti menggunakan 79 channel. Cara perhitungannya sebagai berikut : untuk RF Channel yang bekerja frekuensi f = 2402+k MHz, di mana k adalah jumlah channel yang digunakan yaitu : 0 sampai dengan 78 = 2402+79 = 2481 MHz. Kemudian ditambah dengan pengawal frekuensi yang diset pada 2 MHz sampai dengan 3,5 MHz untuk lebar pita gelombang 1 MHz, sehingga totalnya menjadi 2481+2,5 = 2483,5 MHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Kerja Perangkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protokol bluetooth menggunakan sebuah kombinasi antara circuit switching dan packet switching. Bluetooth dapat mendukung sebuah kanal data asinkron, tiga kanal suara sinkron simultan atau sebuah kanal dimana secara bersamaan mendukung layanan data asinkron dan suara sinkron. Setiap kanal suara mendukung sebuah kanal suara sinkron 64 kb/s. Kanal asinkron dapat mendukung kecepatan maksimal 723,2 kb/s asimetris, dimana untuk arah sebaliknya dapat mendukung sampai dengan kecepatan 57,6 kb/s. Sedangkan untuk mode simetris dapat mendukung sampai dengan kecepatan 433,9 kb/s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perangkat yang memiliki teknologi wireless bluetooth akan mempunyai kemampuan untuk melakukan pertukaran informasi dengan jarak jangkauan sampai dengan 10 meter (~30 feet), bahkan untuk daya kelas 1 bisa sampai pada jarak 100 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem bluetooth terdiri dari sebuah radio transceiver, baseband link Management dan Control, Baseband (processor core, SRAM, UART, PCM USB Interface), flash dan voice code. sebuah link manager. Baseband link controller menghubungkan perangkat keras radio ke baseband processing dan layer protokol fisik. Link manager melakukan aktivitas-aktivitas protokol tingkat tinggi seperti melakukan link setup, autentikasi dan konfigurasi. Secara umum blok fungsional pada sistem bluetooth secara umum dapat dilihat pada Gambar 1 dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpUR-nnNzI/AAAAAAAAAX8/KznHWnBxZtg/s1600-h/sistem+bluetooth.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213572186478425906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpUR-nnNzI/AAAAAAAAAX8/KznHWnBxZtg/s320/sistem+bluetooth.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Blok fungsional sistem bluetooth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpUSE28CUI/AAAAAAAAAYE/cBO84mS-v54/s1600-h/layer2+sistem+bluetooth.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213572188153317698" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpUSE28CUI/AAAAAAAAAYE/cBO84mS-v54/s320/layer2+sistem+bluetooth.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2. Layer-layer pada sistem bluetooth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga buah lapisan fisik yang sangat penting dalam protokol arsitektur Bluetooth ini adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bluetooth radio, adalah lapis terendah dari spesifikasi Bluetooth. Lapis ini mendefinisikan persyaratan yang harus dipenuhi oleh perangkat tranceiver yang beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz ISM.&lt;br /&gt;2. Baseband, lapis yang memungkinkan hubungan RF terjadi antara beberapa unit Bluetooth membentuk piconet. Sistem RF dari bluetooth ini menggunakan frekuensi-hopping-spread spectrum yang mengirimkan data dalam bentuk paket pada time slot dan frekuensi yang telah ditentukan, lapis ini melakukan prosedur pemeriksaan dan paging untuk sinkronisasi transmisi frekuensi hopping dan clock dari perangkat bluetooth yang berbeda.&lt;br /&gt;3. LMP, Link Manager Protocol, bertanggung jawab terhadap link set-up antar perangkat Bluetooth. Hal ini termasuk aspek securiti seperti autentifikasi dan enkripsi dengan pembangkitan, penukaran dan pemeriksaan ukuran paket dari lapis baseband.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Bluetooth bekerja pada frekuensi 2.402GHz sampai 2.480GHz, dengan 79 kanal RF yang masing-masing mempunyai spasi kanal selebar 1 MHz, menggunakan sistem TDD (Time-Division Duplex). Secara global alokasi frekuensi bluetooth telah tersedia, namun untuk berbagai negara pengalokasian frekuensi secara tepat dan lebar pita frekuensi yang digunakan berbeda. Penggunaan spektrum frekuensi 2.4 GHz secara global belum diatur. Namun ada beberapa persyaratan yang harus diikuti dalam penggunaannya. Hal ini meliputi :&lt;br /&gt;Spektrum dibagi menjadi 79 kanal frekuensi (walaupun beberapa negara seperti Perancis dan Spanyol hanya menyediakan 23 kanal frekuensi saja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bandwidth dibatasi sampai 1 MHz per kanal.&lt;br /&gt;2. Penggunaan frekuensi hopping dalam metode pengiriman datanya&lt;br /&gt;3. Interferensi harus dapat diatasi dan ditangani dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi RF banyak menggunakan spektrum frekuensi ini, seperti HomeRF (sebuah spesifikasi untuk komunikasi RF dalam lingkungan perumahan); dan juga IEEE 802.11 juga menggunakan spektrum ini untuk spesifikasi dari teknologi Wireless LAN. Oven microwave juga beroperasi dalam range frekuensi ini, karena spektrum frekuensi ini belum dilisensikan, maka banyak teknologi yang menggunakannya, sehingga radio interferensi sangat memungkinkan untuk terjadi. Oleh karena itu persyaratan dan pengalamatan mutlak diperlukan bagi teknologi yang menggunakan spektrum 2.4 GHz ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi bluetooth didesain untuk memberikan keuntungan yang optimal dari tersedianya spektrum ini dan mengurangi interferensi RF. Semuanya itu akan terjadi karena bluetooth beroperasi menggunakan level energi yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi Masa Depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bluetooth merupakan teknologi yang berkembang sebagai jawaban atas kebutuhan komunikasi antar perlengkapan elektronik agar dapat saling mempertukarkan data dalam jarak yang terbatas menggunakan gelombang radio dengan frekuensi tertentu. Salah satu implementasi bluetooth yang populer adalah pada peralatan ponsel. Bluetooth adalah teknologi radio jarak pendek yang memberikan kemudahan konektivitas bagi peralatan-peralatan nirkabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem bluetooth menyediakan layanan komunikasi point to point maupun komunikasi point to multipoint. Produk bluetooth dapat berupa PC card atau USB adapter yang dimasukkan ke dalam perangkat. Perangkat-perangkat yang dapat diintegerasikan dengan teknologi bluetooth antara lain : mobile PC, mobile phone, PDA (Personal Digital Assistant), headset, kamera digital, printer, router dan masih banyak peralatan lainnya. Aplikasiaplikasi yang dapat disediakan oleh layanan bluetooth ini antara lain : PC to PC file transfer, PC to PC file synch (notebook to desktop), PC to mobile phone, PC to PDA, wireless headset, LAN connection via ethernet access point dan sebagainya. Contoh modul aplikasi beberapa peralatan yang kemungkinan dapat menggunakan teknologi bluetooth dapat dilihat seperti Gambar 3 dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpUSAID4zI/AAAAAAAAAYM/6unenJrzZbw/s1600-h/contoh+modul+sistem+bluetooth.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5213572186882958130" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpUSAID4zI/AAAAAAAAAYM/6unenJrzZbw/s320/contoh+modul+sistem+bluetooth.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3. Contoh modul aplikasi beberapa bluetooth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;artikel diambil dari tulisan &lt;strong&gt;Gun Gun Gunawan &lt;/strong&gt;untuk materi kuliah &lt;strong&gt;umy jogja&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-3071032116984347446?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/3071032116984347446/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=3071032116984347446&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/3071032116984347446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/3071032116984347446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2008/06/teknologi-bluetooth.html' title='teknologi bluetooth'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SFpRfBVxxaI/AAAAAAAAAXc/W2Ev0X-I5ag/s72-c/bluetooth.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-8192140363388341018</id><published>2008-05-20T21:26:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T22:43:26.023-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>Iwan fals - aku milikmu</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDOn5Jg8trI/AAAAAAAAAWg/wEZuwRSQmOQ/s1600-h/IF+dlm+Film+Kekasih+-+03+April+2008.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202686594791552690" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDOn5Jg8trI/AAAAAAAAAWg/wEZuwRSQmOQ/s320/IF%2Bdlm%2BFilm%2BKekasih%2B-%2B03%2BApril%2B2008.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian lama bang iwan nggak menelurkan album baru, sekarang kita di kejutkan dengan album terbarunya sekaligus menjadi original soundtract film kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah absen di dunia layar lebar selama bertahun-tahun, bang iwan fals comeback untuk menjajal kemampuannya di hadapan kamera. Berbicara tentang kemampuan aktingnya di layar lebar, Iwan mengatakan dirinya sempat canggung di awal-awal syuting. "Udah lama juga ga main film sih," ujarnya sambil tertawa kecil. Namun, setelah beberapa kali harus menjalani pengulangan pengambilan gambar, akhirnya ia mulai terbiasa. "Pikir-pikir, engga jauh beda dengan syuting video klip kan?" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diwawancarai secara terpisah, Pongky Jikustik&lt;span class="fullpost"&gt; yang lagunya Aku Milikmu dijadikan theme song film ini - juga mengaku mengalami hal serupa dengan Iwan, salah tingkah di awal-awal syuting. Meski demikian, ia merasa bangga karena bisa bermain film dengan Iwan. "Saya bangga banget bisa main satu frame dengan Mas Iwan Fals. Selama ini saya tidak pernah ketemu dengan Mas Iwan, kendati lagu saya dinyanyikan oleh Mas Iwan," katanya. Menyinggung tentang lagu Aku Milikmu yang dijadikan tema film, Pongky menuturkan bahwa semula lagu itu akan dinyanyikannya sendiri, tapi dalam proses dirasakan lebih tepat bila dinyanyikan oleh Iwan Fals. "Ketika tahu yang akan menyanyikan lagu itu Mas Iwan, nada dasarnya saya ubah, disesuaikan dengan karakter vokal Mas Iwan," katanya. Tidak ada kritik sosial dalam Aku Milikmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bang iwan mengatakan, saat ini tema-tema cinta memang perlu lebih banyak dikumandangkan. "Saya sendiri, sekarang, lebih memilih menyanyikan lagu yang memberikan keteduhan dan ketenangan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut liriknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Milikmu (OST Kekasih) - Iwan Fals&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupikir kau sudah&lt;br /&gt;Melupakan aku&lt;br /&gt;Ternyata hatimu&lt;br /&gt;Masih membara untukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:*&lt;br /&gt;Waktu 'kan berlalu&lt;br /&gt;Tapi tidak cintaku&lt;br /&gt;Ia mau menunggu&lt;br /&gt;Untukmu untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**&lt;br /&gt;Aku milikmu malam ini&lt;br /&gt;'kan memelukmu sampai pagi&lt;br /&gt;Tapi nanti bila ku pergi&lt;br /&gt;Tunggu aku disini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff:* dan **&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff:**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu aku disini 2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/109122914/Iwan_Fals_-_Aku_Milikmu.mp3"&gt;Download disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-8192140363388341018?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/8192140363388341018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=8192140363388341018&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/8192140363388341018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/8192140363388341018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2008/05/iwan-fals-aku-milikmu.html' title='Iwan fals - aku milikmu'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDOn5Jg8trI/AAAAAAAAAWg/wEZuwRSQmOQ/s72-c/IF%2Bdlm%2BFilm%2BKekasih%2B-%2B03%2BApril%2B2008.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-2025202934373320982</id><published>2008-05-19T02:54:00.001-07:00</published><updated>2008-05-19T02:56:39.442-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><title type='text'>Tutorial Instalasi &amp; Konfigurasi Mikrotik</title><content type='html'>Tutorial ini membahas proses instalasi dan konfigurasi Mikrotik sebagai Server. MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi linux yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal serta mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi perangkat minimal yang dibutuhkan yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. CPU dan motherboard - bisa dgn P1 ~ P4, AMD, cyrix asal yang bukan multi-prosesor&lt;br /&gt;b. RAM - minimum 32 MiB, maximum 1 GiB; 64 MiB atau lebih sangat dianjurkan, kalau mau dibuat proxy , dianjurkan 1GB… perbandingannya, 15MB di memori ada 1GB di proxy..&lt;br /&gt;c. HDD minimal 128MB parallel ATA atau Compact Flash, tidak dianjurkan menggunakan UFD, SCSI, S-ATA &lt;br /&gt;d. NIC 10/100 atau 100/1000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk&lt;br /&gt;mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk info lebih lengkap bisa dilihat di www.mikrotik.com Anda juga dapat mendownloadnya secara gratis disitus&lt;br /&gt;tersebut namun hanya Free trial untuk 24 jam saja karena Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang disediakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa membeli software MikroTik dalam bentuk “licence” di CITRAWEB, UFOAKSES, PC24 yang diinstall pada HardDisk yang sebelumnya download/dibuat MikroTik RouterOS ISO ke keping CD atau disk on module (DOM). Jika kita membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal pasang DOM pada slot IDE PC kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah langkah-langkah instalasi Mikrotik melalui CD :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Setup BIOS agar dapat Booting melalui CD&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDET95g8tMI/AAAAAAAAASs/zu0v5bS__RY/s1600-h/Mikrotik.1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201960998721598658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDET95g8tMI/AAAAAAAAASs/zu0v5bS__RY/s320/Mikrotik.1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pilih CDROM pada bagian 1st Boot Device, setelah itu tekan tombol ESCAPE lalu tekan F10 dan pilih ‘Yes’&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEUS5g8tNI/AAAAAAAAAS0/ty8hQnmP_bw/s1600-h/Mikrotik.2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201961359498851538" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEUS5g8tNI/AAAAAAAAAS0/ty8hQnmP_bw/s320/Mikrotik.2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Masukkan CD instalasi Mikrotik setelah Loading maka akan muncul jendela awal instalasi seperti pada gambar di&lt;br /&gt;bawah. Pilih semua paket instalasi menggunakan tombol panah dan tandai menggunakan tombol spasi [Space Bar], untuk mulai menginstall tekan huruf ‘i’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEUS5g8tOI/AAAAAAAAAS8/PM2UKaHNGag/s1600-h/Mikrotik.3.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201961359498851554" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEUS5g8tOI/AAAAAAAAAS8/PM2UKaHNGag/s320/Mikrotik.3.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tekan ‘y’ jika Anda ingin mempertahankan konfigurasi lama, jika ingin melakukan fresh install tekan ‘n’&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEVKpg8tPI/AAAAAAAAATE/Gh-FQRPeasY/s1600-h/Mikrotik.4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201962317276558578" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEVKpg8tPI/AAAAAAAAATE/Gh-FQRPeasY/s320/Mikrotik.4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tekan ‘y’ untuk lanjut ke proses pembuatan partisi dan format Harddisk&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEWAZg8tQI/AAAAAAAAATM/OAwPoa_NQDc/s1600-h/Mikrotik.5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201963240694527234" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEWAZg8tQI/AAAAAAAAATM/OAwPoa_NQDc/s320/Mikrotik.5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Proses pembuatan partisi dan format Harddisk&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEYD5g8tRI/AAAAAAAAATU/uKI32jN9u48/s1600-h/Mikrotik.6.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201965499847324946" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEYD5g8tRI/AAAAAAAAATU/uKI32jN9u48/s320/Mikrotik.6.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Proses instalasi paket-paket yang telah dipilih sedang berlangsung&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEYEJg8tSI/AAAAAAAAATc/2hb0frYNeNA/s1600-h/Mikrotik.7.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201965504142292258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEYEJg8tSI/AAAAAAAAATc/2hb0frYNeNA/s320/Mikrotik.7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Proses instalasi selesai, tekan ENTER untuk reboot, jangan lupa mengeluarkan CD instalasi Mikrotiknya&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEYEJg8tTI/AAAAAAAAATk/AXgC3diFuag/s1600-h/Mikrotik.8.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201965504142292274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEYEJg8tTI/AAAAAAAAATk/AXgC3diFuag/s320/Mikrotik.8.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Proses Loading untuk masuk ke sistem Mikrotik, tekan ‘y’ jika Anda ingin melakukan pengecekan pada Harddisk.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEYEJg8tUI/AAAAAAAAATs/IjjYLTI_wpA/s1600-h/Mikrotik.9.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201965504142292290" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEYEJg8tUI/AAAAAAAAATs/IjjYLTI_wpA/s320/Mikrotik.9.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Jendela Login, isi Login dengan admin sedang Password dikosongkan saja, lalu tekan ENTER&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEZO5g8tVI/AAAAAAAAAT0/orGOtop3BZk/s1600-h/Mikrotik.10.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201966788337513810" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEZO5g8tVI/AAAAAAAAAT0/orGOtop3BZk/s320/Mikrotik.10.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Jika Anda berhasil Login maka akan muncul tampilan Prompt seperti pada gambar&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEZO5g8tWI/AAAAAAAAAT8/CMbMi3m0jVI/s1600-h/Mikrotik.11.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201966788337513826" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEZO5g8tWI/AAAAAAAAAT8/CMbMi3m0jVI/s320/Mikrotik.11.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum masuk ke proses konfigurasi, agar lebih mudah dipahami berikut saya gambarkan topologi jaringan sebagai contoh kasus yang kemudian akan kita implementasikan dalam bentuk konfigurasi Mikrotik. Ini sebagai contoh saja, aslinya Anda harus menyesuaikan dengan kondisi jaringan Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEZO5g8tXI/AAAAAAAAAUE/09TqA4BWPPM/s1600-h/Mikrotik.12.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201966788337513842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEZO5g8tXI/AAAAAAAAAUE/09TqA4BWPPM/s320/Mikrotik.12.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar pada gambar topologi yang sudah dibuat, ada beberapa hal yang nantinya harus dilakukan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan IP Address untuk Interface Public dan Local pada Gateway Mikrotik, dimana Interface Public akan terkoneksi ke Jaringan Internet sedang Interface Local akan terkoneksi ke Jaringan Local.&lt;br /&gt;Menentukan IP Address disetiap Client, sesuaikan seperti pada gambar topologi.&lt;br /&gt;Menentukan Routing pada Gateway Mikrotik sehingga dirinya sendiri sudah harus bisa terkoneksi ke Internet.&lt;br /&gt;Mengaktifkan NAT pada Gateway Mikrotik agar setiap Client dapat terkoneksi ke Internet.&lt;br /&gt;Membatasi penggunaan bandwidth download dan upload untuk masing-masing Client, seperti terlihat pada gambar topologi.&lt;br /&gt;Dari hal-hal yang kita lakukan di atas menjadi panduan bagi kita untuk menentukan apa saja yang harus kita kerjakan, berikut langkah demi langkah proses konfigurasinya :&lt;br /&gt;1. Langkah-langkah konfigurasi IP Address Gateway Server Mikrotik&lt;br /&gt;a. Karena Gateway Mikrotik akan menghubungkan area local dan area public maka pada PC Gateway sudah&lt;br /&gt;harus terpasang minimal 2 buah Ethernet Card, dalam hal ini Interface Public dan Interface Local. Sebagai&lt;br /&gt;langkah awal kita harus memastikan bahwa kedua interface telah dikenali oleh PC Gateway.&lt;br /&gt;Untuk itu masuk ke sistem mikrotik setelah sebelumnya Login, lalu ketikkan perintah berikut pada prompt :&lt;br /&gt;[admin@MikroTik] &gt; interface ethernet print&lt;br /&gt;Jika kedua interface terdeteksi maka akan tampil seperti terlihat pada gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEZPJg8tYI/AAAAAAAAAUM/tpZeg9wJO9k/s1600-h/Mikrotik.13.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201966792632481154" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEZPJg8tYI/AAAAAAAAAUM/tpZeg9wJO9k/s320/Mikrotik.13.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Konfigurasi IP Address untuk kedua Interface&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEZPJg8tZI/AAAAAAAAAUU/Z3oEMGd6GUs/s1600-h/Mikrotik14.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201966792632481170" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEZPJg8tZI/AAAAAAAAAUU/Z3oEMGd6GUs/s320/Mikrotik14.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Konfigurasi IP Address Client-01, cara yang sama dilakukan pada Client-02 dan Client-03, yang berbeda&lt;br /&gt;hanyalah IP Address yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEaxZg8taI/AAAAAAAAAUc/GSBas5F3wqI/s1600-h/Mikrotik15.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201968480554628514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEaxZg8taI/AAAAAAAAAUc/GSBas5F3wqI/s320/Mikrotik15.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menentukan Routing Gateway Mikrotik agar bisa terkoneksi ke Internet&lt;br /&gt;a. Untuk melakukan konfigurasi pada Gateway Mikrotik kali ini kita akan menggunakan Tools bawaan Mikrotik&lt;br /&gt;sendiri yang bernama WINBOX, alasan utama menggunakan winbox karena aplikasi tersebut sudah&lt;br /&gt;berbasis GUI sehingga lebih mudah dan telah berjalan di atas OS Windows. Cara memperoleh aplikasi&lt;br /&gt;winbox yaitu dengan mendownloadnya dari Gateway Mikrotik via Web, untuk itu sebelumnya pastikan dulu&lt;br /&gt;PC Client telah terkoneksi ke Gateway Mikrotik. Cara termudah untuk memastikan hal itu adalah dengan&lt;br /&gt;melakukan tes PING dari Client ke Gateway Mikrotik, jika sudah ada pesan Reply berarti telah terkoneksi&lt;br /&gt;dengan baik. Selanjutnya pada client yang menggunakan OS Windows, buka Internet Explorer atau&lt;br /&gt;program Web Browser lainnya lalu pada Address ketikkan alamat IP dari Gateway Mikrotik.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEayZg8tbI/AAAAAAAAAUk/l0XRO5YtNsY/s1600-h/Mikrotik16.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201968497734497714" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEayZg8tbI/AAAAAAAAAUk/l0XRO5YtNsY/s320/Mikrotik16.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEaypg8tcI/AAAAAAAAAUs/J6NZYXfu0M0/s1600-h/Mikrotik17.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201968502029465026" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEaypg8tcI/AAAAAAAAAUs/J6NZYXfu0M0/s320/Mikrotik17.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Jalankan program winbox&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEaypg8tdI/AAAAAAAAAU0/Dt9CnvkbctU/s1600-h/Mikrotik18.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201968502029465042" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEaypg8tdI/AAAAAAAAAU0/Dt9CnvkbctU/s320/Mikrotik18.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEaypg8teI/AAAAAAAAAU8/RvqIIIg1DBQ/s1600-h/Mikrotik19.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201968502029465058" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDEaypg8teI/AAAAAAAAAU8/RvqIIIg1DBQ/s320/Mikrotik19.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Setting Routing ke Internet Gateway, lihat kembali gambar topologi jaringannya sebagai panduan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE3bpg8tfI/AAAAAAAAAVE/UCa6R9Zy9-Q/s1600-h/mikrotik+-20.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE3bpg8tfI/AAAAAAAAAVE/UCa6R9Zy9-Q/s320/mikrotik+-20.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201999992729679346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Mengaktifkan NAT pada Gateway Mikrotik agar setiap Client dapat terkoneksi ke Internet. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;a.    Buka Jendela Firewall, lalu buka buka table NAT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE3bpg8tgI/AAAAAAAAAVM/ObjekOZiy5w/s1600-h/mikrotik+-21.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE3bpg8tgI/AAAAAAAAAVM/ObjekOZiy5w/s320/mikrotik+-21.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201999992729679362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    Masukkan IP Address Client dalam aturan NAT agar Client dapat mengakses Internet. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE3cpg8thI/AAAAAAAAAVU/x282Hn4fySY/s1600-h/mikrotik+-22.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE3cpg8thI/AAAAAAAAAVU/x282Hn4fySY/s320/mikrotik+-22.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202000009909548562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangi langkah di atas untuk Client-02 dan Client-03.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tampilan tabel NAT seharusnya akan tampak seperti gambar berikut.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE3cpg8tiI/AAAAAAAAAVc/MCVpZjcBPY0/s1600-h/mikrotik+-23.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE3cpg8tiI/AAAAAAAAAVc/MCVpZjcBPY0/s320/mikrotik+-23.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202000009909548578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahapan ini seharusnya semua Client sudah bisa terkoneksi ke Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Membatasi penggunaan bandwidth untuk masing-masing Client tidak ada satupun Client yang akan memonopoli &lt;br /&gt;penggunaan  bandwidth.  Kita  akan  menggunakan  metode  “Queue  Tree”  untuk  membatasi  penggunaan &lt;br /&gt;bandwidth pada Client. Karena dengan metode Queue Tree kita akan lebih leluasa dalam menerapkan aturanaturan dalam pembatasan bandwidth, tidak demikian jika kita menggunakan metode “Simple Queue”. &lt;br /&gt;a.    Langkah pertama kita harus membuat aturan di Firewall pada tabel MANGLE, untuk memberikan tanda &lt;br /&gt; “mark” pada paket-paket yang masuk dan keluar dari Gateway Mikrotik ke masing-masing Client. &lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE6Epg8tjI/AAAAAAAAAVk/sKE2SJDfpz4/s1600-h/mikrotik+-24.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE6Epg8tjI/AAAAAAAAAVk/sKE2SJDfpz4/s320/mikrotik+-24.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202002896127571506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar  sebelumnya  merupakan  langkah  untuk  membuat  ‘Mark  Connection’  atau  penanda  koneksi, langkah selajutnya masih merupakan lanjutan dari langkah sebelumnya, namun kali ini kita akan membuat ‘Mark Packet’ atau penanda paket, silahkan ikuti langkah-langkah seperti pada gambar. &lt;br /&gt;Langkah  pertama  diawali  dengan  meng-klik  tanda  ‘+’  pada  Tab  Mangle,  seperti  ditunjukkan  pada langkah ke-4 pada gambar sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE9Npg8tkI/AAAAAAAAAVs/wFFrysheXjg/s1600-h/mikrotik+-24.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE9Npg8tkI/AAAAAAAAAVs/wFFrysheXjg/s320/mikrotik+-24.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202006349281277506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangi langkah pembuatan ‘Mark Connection’ dan ‘Mark Packet’ untuk Client-02 dan Client-03, yang &lt;br /&gt;berbeda  hanya  pada  bagian  :  Src.  Address,  New  Connection  Mark  dan  New  Packet  Mark  yang &lt;br /&gt;nantinya disesuaikan dengan Client-02 dan Client-03. Hasil akhirnya seperti pada gambar di bawah : &lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE9Npg8tlI/AAAAAAAAAV0/YRNusJzt3s4/s1600-h/mikrotik+-25.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE9Npg8tlI/AAAAAAAAAV0/YRNusJzt3s4/s320/mikrotik+-25.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202006349281277522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    Konfigurasi ‘Queue  Tree’,  untuk  besar  bandwidth  download  dan  upload  untuk  masing-masing  Client&lt;br /&gt;silahkan lihat kembali gambar topologi jaringan.&lt;br /&gt;Pengaturan bandwidth download untuk Client-01 &lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE-Cpg8tnI/AAAAAAAAAWA/99_4Lt2p2Co/s1600-h/mikrotik+-26.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE-Cpg8tnI/AAAAAAAAAWA/99_4Lt2p2Co/s320/mikrotik+-26.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202007259814344306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan bandwidth upload untuk Client-01&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE-Cpg8toI/AAAAAAAAAWI/n3xyJxGldhI/s1600-h/mikrotik+-27.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE-Cpg8toI/AAAAAAAAAWI/n3xyJxGldhI/s320/mikrotik+-27.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202007259814344322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan  langkah  yang  sama  untuk  mengatur  bandwidth  download  dan  upload  untuk  Client-02  dan Client-03. Bagian yang berbeda hanya pada : Name, Packet Mark, Limit at dan Max Limit. &lt;br /&gt;Tampilan Akhir pengaturan bandwidth untuk masing-masing Client akan terlihat seperti pada gambar berikut :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE_Fpg8tpI/AAAAAAAAAWQ/-Qdf77l-lKs/s1600-h/terakhir.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDE_Fpg8tpI/AAAAAAAAAWQ/-Qdf77l-lKs/s320/terakhir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202008410865579666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar di atas juga nantinya akan dimanfaatkan untuk memantau penggunaan bandwidth Download dan Upload pada masing-masing Client.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di tulis oleh Robi Kasamuddin dan di kutip dari oke.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-2025202934373320982?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/2025202934373320982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=2025202934373320982&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/2025202934373320982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/2025202934373320982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2008/05/tutorial-instalasi-konfigurasi-mikrotik.html' title='Tutorial Instalasi &amp; Konfigurasi Mikrotik'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SDET95g8tMI/AAAAAAAAASs/zu0v5bS__RY/s72-c/Mikrotik.1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-8124573923404806947</id><published>2008-05-05T03:31:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:27:38.274-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my life'/><title type='text'>liburan 1-4 mei 2008</title><content type='html'>jogja - semarang 1 mei 2008,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SB8AWVH0L6I/AAAAAAAAARE/rohSnT69nYk/s1600-h/tugu.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196872878635888546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SB8AWVH0L6I/AAAAAAAAARE/rohSnT69nYk/s320/tugu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;diawali keberangkatanku dari jogja 1 mei 2008, 11:00 wib aku berangkat dari jogja ( sebenernya pengen pulang gasik karena tidurnya masih molor ya sudah bangunnya kesiangan sampe jam 10:00 hehehe... ) start mulai dari jl. mentri supeno lalu menuju ke jl.babarsari ( ceritanya ngeterke cahyo edan sek nang kantore kekkee.. ) lom nyampe kantornyahh eh kita ngangkring dulu la wong laper jehh, selepas ngisi ferut aku lanjutkan nganterin kangmase cahyo edan..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;abis sholat dhuhur aku lanjutkan perjalanan ke semarang di mulai start jam 12.00 ( pase gak ngerti kekeke.. ) lewat UPN babrsari menuju ringroad ke jalan magelang ( posisi ngebut mode on 120 km/jam alias gas poll ), begini rutenyah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jl. menteri supeno - terminal lama - jl. glagahsari - sapen - UIN - lanjut ke jl.babrsari menuju TKP ( kantor cahyo edan.. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selepas jalan magelang perjalanan dilanjutkan dengan posisi mentok juga gas polll ( 120 km/jam rata - rata ) sekalian ngetes motor hehehehe... maklum lagi pengen pengennya ngebutzz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SB8AWlH0L7I/AAAAAAAAARM/_ZbTdRzM_4Y/s1600-h/simpang+lima.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196872882930855858" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SB8AWlH0L7I/AAAAAAAAARM/_ZbTdRzM_4Y/s320/simpang+lima.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;sesampai di semarang jam 14.14 wib. kamsud hati pengen main ke tempete alex eh ya elah malah terdampar di tirto agung 13 rumah4, abis pas ngecek sms anak anak pada di situ sehh... ya getu dech ada cewek cewekna yang semlohaii wesyahh maksute manis getu.. sms di luncurkan ke sodari ***** eh di ngerespons yang katanya : di kost ada mbak *** nanti lo nyampe sms ***** aja, hmmm semakin tambah cemangat ne anak tuks maen ke kost na.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;weits... setelah pintu di ketuk maksud hati cari mbak *** eh kok di bilangnya anak2 kos gak ada yach jadi bingung aku ( dalam hati wah di kerjain ini.. ) setelah tu aku sms si ***** eh anaknya muncul, weitsss cakepnaaaa baru liat yang kayak getu ( kayak iklan m150 kekeke.. ) terlihat gadis cantik nan jelita di depan aku wahh jadi ngiler ( patkey mode on ), ya udah ngobrol ngalor ngidul dengerin curhatnya dia.. weww gak nyangka cewek yang dulu aku anggep agak sombong ternyata anaknya supel ceriwis enaklah di ajakin ngobrol ( la tadinya nyari si mbak *** adanya ***** ) kerenlah ngobrolna sampe sampe sore pun tiba jam 4.50 an dia mau cari maem tuk berbuka ya udah sekalian dah la aku juga laper dari pagi cuman maem nasi kucing doang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya bisa boncengin dia dah, cari maem berdua lagi kekkeke... geer mode on lah, meluncurlah kami berdua ke warung mbak endang, la dia mau cari maem di situ je ya udah, sambil cengar cengir dalam hati kekeke.. tak lupa tas jaket aku titipin di rumah4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesempe di warung mbak endang cerita lagi la wong magribnya masih lama ee dianya ngobrolin yang punya warung katanya seh hidung yang punya warung di silikon, masa sech aku gak percaya getu lalu dia coba jelasin perbedaanya ( wah iya ya dalam hati.. ) maklum anak cewek apa2 bawaannya di perhatiin semua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tung tung tung magrib pun tiba akhirnya dia pun berbuka sama aku, setelah makan kita kembali ke kost na dia sambil menuju kost kita mampir ke masjid diponegoro temabalang ( halah yang di perempatan itu lohh.. ) sholat magrib dulu lah.. terus kita balik dech ke kost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lom nyampe di kost eee mbak *** menuju gerbang depan ma temennya boncengan, sambil pencet klakson kita ada di belakangnya hehhee.. mbak *** pun kaget liat aku boncengan ma ***** ya iyalah secara getu lohh.. sampe kost ngobrol ngalor ngidul lagi ma dia, sambil makan permen pemberian dia hehehe.. ya biasanya mbak *** ikutan nimbung ee kali ini malah buru2 ke dalem aneh, ya udah akhirnya kita pun ngobrol ber2 hehehe... sampe jam 9 nan. sms pun dateng dari temenku ojekk yang sudah akupun harus rela meninggalkannya la wong wes di tunggu di depan kampus tercinta getu lohh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di depan kampus kita ketemu arek2 suroboyo anyar ( ojek ), kita cari makan lagi ke bawah jembatan TOL makan sea food ( makasih ya traktirannya dalam rangka ultah ceritannya hehehe.. ) aku jack sama pacarnya... selepas makan kita ngoblol di GSG sambil cerita2 kerjaaan asik banget jadi pengen pindah :( , kapan jack ngajak akuhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah malem aku harus bobo, akhirnya kita bertiga berpisah di GSG aku menuju kost alex ( makasih ya lex dan nimbrung bobo... ) bobo dech sampe pagie...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semarang - jepara 2 mei 2008,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pagi pagi ku terus mandi tidak lupa menggosok gigi hehehehe... mandi cuyyy... sms pun di luncurkan ke ***** yang isinya daripada naik bis mending pulangnya barengan ajah ( soalnya pas ngobrol tadi malem dia hari ini mo pulang naik bis getu dech.. )&lt;br /&gt;nunggu sms lama eee gak di bales :( capek dech, eee pas mo pulkam ada sms dari dia yang isinya aku di ruruh duluan soalnya dia ada urusan di BAK, ya udah hari dah siang aku pun niat pulkam, eee setelah jumatan diannya sms lagie cuyy.. yang isinya bisa pulkam bareng wah serasa dunia indahhh banget sampe2 kayak orgil alias orang gila kekekek...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku pun segera meluncur ke rumah4 tuk jemput dia, dan kami pun pulang bersama eh perjalanan lewat pedurungan terus tembus jalan sayung demak, ee jebulnya jalan demak - jepara lagi di perbaiki ya sudah motor ane kotor dech.. meskipun kotor gak papa yang penting hepii.. sesampai di jepara dia minta di turunin sampe pertigaan gotri aja la wes meh doi jemput bapaknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SB8DqVH0MAI/AAAAAAAAAR0/JLwU6SoPBxE/s1600-h/perbaikan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196876520768155650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SB8DqVH0MAI/AAAAAAAAAR0/JLwU6SoPBxE/s320/perbaikan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;aku pun pulang but mampir ke es kesukaan saya yaitu di perempatan kalipuncang ada es campur ( nek aku ngarani es puter ndok cilik.. ) wah segerrrrr enak buangetzz.. selesei makan es aku pun pulang cuyyy terus bobo lagi wah gak kerasa capek banget..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malem mingguan 3 mei 2008,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sore sore setelah nyuci motor planning malem mingguan pun muncul, sms di luncurkan ke sodara eko isinya : ko dirumah gak aku meh maen di bales : yups.. setelah ketemu eko ngobrol2 bentar rencana malem mingguan muncul, di awali pengen nonton sunset di pantai kartini yang katanya sudah selesei direnovasi wah jadi tambah pengen liat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah sampe wahhh kerennn cuyy... keren bangetzz.. pantai kartini berubah jadi cantik tertata ditambah banyak arena bermain dan yang paling heboh ada kura -kura raksasa guedee.. tak terbayang buatnya gimana yachh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196872882930855890" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SB8AWlH0L9I/AAAAAAAAARc/wPTPy981ip4/s320/kura2.jpg" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SB8AW1H0L-I/AAAAAAAAARk/coXTm9mtrZ0/s1600-h/kura+kura.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196872887225823202" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SB8AW1H0L-I/AAAAAAAAARk/coXTm9mtrZ0/s320/kura+kura.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;lalu sambil melepas senja aku nonton sunset di area belakang kura2 yang ada jembatan di atas laut wuihhh keren...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selepas nonton sunset acara dilanjutkan magriban lalu makan mie ayam terus maen ke temenku cewek dech.. abis kangen juga sech la wong dah lama gak ketemu, ngobrol2 gak jelas sambil temenku godain adeknya yang udah kelas 1 sma hahahaha... sory cit nek eko nakal kekkee.. ya sudah ngobrol lama sampe jam 9 malem, hmm malam mingguan di sini juga akhirnya ketemu temen2 lama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jam menunjukkan 21.00 menandakan kita harus segera cabut, akhirnya kita berdua pamitan dari rumah ****** tuks pulang ke rumah masing2 habis dah ngatukss..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makasih tuks all my best friends..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jepara - jogja 4 mei 2008,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah gak terasa hari sudah berganti minggu lagi, berarti aku harus siap2 balik ke jogja lagi tapi kok masih molor hehehhee.. baru bangun jam 9nan hehehe.. tus makan trus mandi trus makan lagi nonton tv main komputer... yach ngobrol2 ma keluarga sampe siang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jam menunjukkan 4 sore aku baru selesei bangun tidur siang ( molor maneh hahahah.. ) aku pun bergegas mandi terus sholat ashyar lalu packhing2 tuks segera berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditemenin adekku aku pun meluncur dari rumah jam 4.30 sore sampe di gunung pati ( kampus adekku ) magribpun tiba, ya udah magriban dulu cuyy.. lalu perjalanan pun di lanjutkan sambil ngegasa mentok 120 km/jam sampe jogja jam 9 malam pas banget perkiraanku 2 jam dari semarang hehehhe... ya iyalah la wong ngebut getu lohh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SB8AWlH0L8I/AAAAAAAAARU/Xw0n9YHEp30/s1600-h/lawangsewu1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196872882930855874" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SB8AWlH0L8I/AAAAAAAAARU/Xw0n9YHEp30/s320/lawangsewu1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SB8DqFH0L_I/AAAAAAAAARs/cLX5PQIHnDA/s1600-h/joja+kembali.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196876516473188338" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SB8DqFH0L_I/AAAAAAAAARs/cLX5PQIHnDA/s320/joja+kembali.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampe di jogja sudah menanti gembel2 yang laen ( kita kan club gembel jogja keekeke.. ) ya sudah kebersamaanpun muncul kita makan2 ngobrol2 wah rame cuiyy..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya dengan segenap rasa kegembelan kita bersama lagi hahahaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;liburan ini aku akhiri dengan suka ria...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jogja-semarang-jepara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-8124573923404806947?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/8124573923404806947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=8124573923404806947&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/8124573923404806947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/8124573923404806947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2008/05/liburan-1-4-mei-2008.html' title='liburan 1-4 mei 2008'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SB8AWVH0L6I/AAAAAAAAARE/rohSnT69nYk/s72-c/tugu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-369130661355823284</id><published>2008-04-30T04:46:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:29:17.639-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jogjakarta'/><title type='text'>sekilas bus trans jogja</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBhfTFH0L1I/AAAAAAAAAQc/SjPpcxCXmTY/s1600-h/bis-transjogja.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195006951568977746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBhfTFH0L1I/AAAAAAAAAQc/SjPpcxCXmTY/s320/bis-transjogja.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata keren juga yach jogja punya bus trans jogja nyaman aman selaras dengan slogan jogja berhati nyaman hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut ada beberapa foto tentang bus trans jogja pokoknya maknyuss...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBhfTVH0L2I/AAAAAAAAAQk/lrNJc5IZiA0/s1600-h/2323820546_41715c2a67.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195006955863945058" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBhfTVH0L2I/AAAAAAAAAQk/lrNJc5IZiA0/s320/2323820546_41715c2a67.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suasana di dalam bus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBhfTVH0L3I/AAAAAAAAAQs/CaH2LnoxDoY/s1600-h/2399243725_fff8b89291.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195006955863945074" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBhfTVH0L3I/AAAAAAAAAQs/CaH2LnoxDoY/s320/2399243725_fff8b89291.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari samping...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBhfTlH0L4I/AAAAAAAAAQ0/HstT_Mtt0FY/s1600-h/trayek_transjogja.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195006960158912386" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBhfTlH0L4I/AAAAAAAAAQ0/HstT_Mtt0FY/s320/trayek_transjogja.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rute peta trans jogja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBhfUFH0L5I/AAAAAAAAAQ8/j9HqaeVZgBE/s1600-h/n6233008mz5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5195006968748846994" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBhfUFH0L5I/AAAAAAAAAQ8/j9HqaeVZgBE/s320/n6233008mz5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rambu rambu lajur bus trans jogja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berikut rute jalur bis trans jogja ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur 1A : TERMINAL PRAMBANAN - BANDARA ADISUCIPTO - STASIUN TUGU - MALIOBORO - JEC, dengan rute :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERMINAL PRAMBANAN - S5 Kalasan - Bandara ADISUCIPTO - S3 Maguwoharjo - JANTI (bawah) - S3. UIN Kalijaga - S4 Demangan - S4 Gramedia - S4 Tugu - Stasiun Tugu - MALIOBORO - S4 Kantor Pos Besar - S4 Gondomanan - S4 Pasar Sentul - S4 SGM - GEMBIRA LOKA - S4 Babadan Gedongkuning - JEC - S4 Blok O - Janti (atas) - S3 Maguwoharjo - Bandara ADISUCIPTO - S5 Kalasan - TERMINAL PRAMBANAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur 1B : TERMINAL PRAMBANAN - BANDARA ADISUCIPTO - JEC - KANTOR POS BESAR - PINGIT - UGM,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan rute :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERMINAL PRAMBANAN – S5.Kalasan – Bandara ADISUCIPTO – S3.Maguwoharjo – JANTI (lewat bawah) – S4.Blok-O – JEC - S4.Babadan Gedongkuning – GEMBIRALOKA – S4.SGM – S4.PasarSentul - S4.Gondomanan – S4.Kantor Pos Besar - S3.RS.PKU Muh – S3.Pasar Kembang - S4.Badran – Bundaran Samsat – S4.Pingit – S4.Tugu – S4. Gramedia – BUNDARAN UGM – S3.Colombo – S4.Demangan – S3.UIN Kalijaga – JANTI – S3.Maguwoharjo – BANDARA ADISUCIPTO – S5.Kalasan – TERMINAL PRAMBANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur 2A : TERMINAL JOMBOR - MALIOBORO – BASEN – KRIDOSONO – UGM – TERMINAL CONDONGCATUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan rute :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERMINAL JOMBOR - S4 Monjali - S4 Tugu - Stasiun Tugu - MALIOBORO - S4 Kantor Pos Besar - S4 Gondomanan - S4 Jokteng Wetan - S4 Tungkak - S4 Gambiran - S3 Basen - S4 Rejowinangun - S4 Babadan Gedongkuning - GEMBIRA LOKA - S4 SGM - S3 Cendana - S4 Mandala Krida - S4 Gayam - Flyover Lempuyangan - KRIDOSONO - S4 Duta Wacana - S4 Galeria - S4 Gramedia - BUNDARAN UGM - S3 Colombo - TERMINAL CONDONGCATUR - S4 Kentungan - S4 Monjali - TERMINAL JOMBOR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur 2B : TERMINAL JOMBOR – TERMINAL CONDONGCATUR – UGM – KRIDOSONO – BASEN – KANTOR POS BESAR – WIROBRAJAN - PINGIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan rute :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERMINAL JOMBOR – S4.Monjali – S4.Kentungan – TERMINAL CONDONGCATUR – S3.Colombo – BUNDARAN UGM – S4.Gramedia – KRIDOSONO – S4.DutaWacana - FlyoverLempuyangan - S4.Gayam – S4.Mandalakrida – S3.Cendana – S4.SGM – GEMBIRALOKA – S4.BabadanGedongkuning – S4.Rejowinangun – S3.Basen – S4.Tungkak – S4.Joktengwetan – S4.Gondomanan – S4.Kantor Pos Besar – S3.RS.PKU Muh. – S4.Ngabean – S4.Wirobrajan – S3.BPK – S4.Badran – Bundaran Samsat – S4.Pingit – S4.Tugu – S4.Monjali – TERMINAL JOMBOR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur 3A : TERMINAL GIWANGAN – KOTAGEDE – BANDARA ADISUCIPTO – RINGROAD UTARA – MM UGM – PINGIT – MALIOBORO – JOKTENG KULON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan rute :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERMINAL GIWANGAN – S4.Tegalgendu – S3.HS-Silver – Jl.NyiPembayun - S3.Pegadaian Kotagede – S3.Basen – S4.Rejowinangun – S4.Babadan Gedongkuning – JEC - S4.Blok-O – JANTI (lewat atas) - S3.Janti – S3.Maguwoharjo - Bandara ADISUCIPTO - S3.Maguwoharjo – Ringroad Utara – TERMINAL CONDONGCATUR – S4.Kentungan – S4.MM UGM - S4.MirotaKampus – S3.Gondolayu – S4.Tugu – S4.Pingit – Bundaran Samsat - S4.Badran – S3.PasarKembang – Stasiun TUGU - MALIOBORO – S4.Kantor Pos Besar – S3.RS.PKU Muh. – S4.Ngabean – S4.JoktengKulon – S4.PlengkungGading - S4.JoktengWetan – S4.Tungkak – S4.Wirosaban – S4.Tegalgendu – TERMINAL GIWANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur 3B : TERMINAL GIWANGAN – JOKTENG KULON – PINGIT – MM UGM – RINGROAD UTARA – BANDARA ADISUCIPTO – KOTAGEDE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan rute :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERMINAL GIWANGAN – S4.Tegalgendu - S4.Wirosaban – S4.Tungkak – S4.JoktengWetan – S4.PlengkungGading - S4.JoktengKulon – S4.Ngabean – S3.RS.PKU Muh. – S3.PasarKembang – S4.Badran – Bundaran Samsat – S4.Pingit – S4.Tugu – S3.Gondolayu – S4.MirotaKampus – S4.MM UGM - S4.Kentungan – TERMINAL CONDONGCATUR – Ringroad Utara – S3.Maguwoharjo – Bandara ADISUCIPTO – S3.Maguwoharjo – JANTI (lewat bawah) – S4.Blok-O – JEC - S4.Babadan Gedongkuning – S4.Rejowinangun – S3.Basen – S3.Pegadaian Kotagede – Jl.NyiPembayun - S3.HS-Silver – S4.Tegalgendu – TERMINAL GIWANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;info lebih lanjut &lt;a href="http://transjogja.net/"&gt;klik di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-369130661355823284?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/369130661355823284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=369130661355823284&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/369130661355823284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/369130661355823284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2008/04/sekilas-bus-trans-jogja.html' title='sekilas bus trans jogja'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBhfTFH0L1I/AAAAAAAAAQc/SjPpcxCXmTY/s72-c/bis-transjogja.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-2018443847734396070</id><published>2008-04-29T02:43:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:24:42.954-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>masih tetap tersenyum - PADI</title><content type='html'>ketika keretaku tak datang lagi&lt;br /&gt;menjemput cintaku yang telah lama mati&lt;br /&gt;seperti layaknya bintang tak bersinar&lt;br /&gt;namun aku masih tetap tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika kekasih ku meninggalkan aku&lt;br /&gt;ku tak tahu kemana dia telah pergi&lt;br /&gt;tak tersentuh tak terjamah&lt;br /&gt;tak kudengar lagi&lt;br /&gt;namun aku masih menikmati hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika keretaku telah datang kembali&lt;br /&gt;membawa cintaku tertera di dasar hati&lt;br /&gt;menawarkan kepedihan di antara tawa&lt;br /&gt;namun aku masih tetap tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun aku masih tetap tersenyum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rapidshare.com/files/13516329/Padi_-_Prolog_-_10_-_Masih_Tetap_Tersenyum.mp3.html"&gt;Download disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-2018443847734396070?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/2018443847734396070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=2018443847734396070&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/2018443847734396070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/2018443847734396070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2008/04/masih-tetap-tersenyum-padi.html' title='masih tetap tersenyum - PADI'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-2275556877212413685</id><published>2008-04-28T08:00:00.001-07:00</published><updated>2008-05-08T20:29:45.212-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>PERKEMBANGAN WIRELESS NETWORK</title><content type='html'>Berikut silsilah teknologi mobile..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.AMPS (ADVANCED MOBILE PHONE SYSTEM)&lt;br /&gt;a.Teknologi untuk telepon seluler analog yang lama&lt;br /&gt;b.Suara dikonversi menjadi gelombang radio FM dan dikomunikasikan dari telepon ke menara dan sebaliknya&lt;br /&gt;c.Hanya satu komunikasi suara dlm satu kanal radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.TDMA (TIME DIVISION MULTIPLE ACCESS)&lt;br /&gt;a.Teknologi digital yang membagi kanal radio menjadi slot waktu yang bervariasi.&lt;br /&gt;b.Menggunakan gelomb. radio dan FM&lt;br /&gt;c.Dalam sata kanal radio dapat digunakan untuk beberapa komunikasi dan kapasitasnya dpt meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.GSM (GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION)&lt;br /&gt;Standar eropa yang telah diadaptasikan keseluruh dunia. Teknologi yang digunakan: TDMA untuk komunikasi antar telepon dan menara (cell site). GSM adalah sistem telekomunikasi bergerak yang menggunakan sistem selular digital (sistem telekomunikasi bergerak / STB) . &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada dua macam GSM : &lt;br /&gt;a.STB Non Selular&lt;br /&gt;Sistem telekomunikasi bergerak yang memiliki daerah cakupan yang sangat luas. Mendirikan menara pemancar dan penerima.&lt;br /&gt;b.STB Selular.&lt;br /&gt;STB yang dibagi menjadi daerah yang lebih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur jaringan GSM :&lt;br /&gt;a.MS(Mobile Station) perangkat pelanggan&lt;br /&gt;i.Tranciever, display, digital signal processor, kartu pintar: Subscriber identity module (SIM).&lt;br /&gt;ii.MS dengan BSS berkomunikasi melalui Um Interface/radio link/air interface&lt;br /&gt;iii.Station Subsystem (SS) berkomunikasi dengan MSC melalui A interface.&lt;br /&gt;iv.Dlm GSM identitas panggilan dihub. dengan SIM bukan HPnya.&lt;br /&gt;b.BSS(Base Station Subsystem): kendali hub radio dengan MS&lt;br /&gt;c.NS/SS (Network Subsystem/switching system): yg melakukan switching antar pengguna jar. Bergerak/ tetap. Bagian utamanya: MSC(mobile services switching center).&lt;br /&gt;d.SIM (Subscriber identity module)&lt;br /&gt;i.Fasilitas mobilitas pribadi, jadi pelanggan dpt menggunakan layanan berlangganan tidak dengan terminal khusus.&lt;br /&gt;ii.Dengan memasukan SIM ke MS lain dpt melakukan panggilan dan menerima panggilan dan layanan lain dari terminal tersebut.&lt;br /&gt;iii.Kartu SIM ada password: PIN (personal identity number)&lt;br /&gt;e.PIN (personal identity number)&lt;br /&gt;i.Penggunaan PIN max 3 kali, apabila salah memasukan PIN berturut2 3 kali akan diblok. &lt;br /&gt;ii.Pengguna bisa mengatasi dengan memasukan PUK (Personal unblock key) dan jika 10 x salah berturut-turut maka kartu SIMnya Wassalam (diganti)&lt;br /&gt;f. Ukuran SIM&lt;br /&gt;i.Ukuran kredit card (ISO format)&lt;br /&gt;ii.Ukuran perangko (Plug-In Format)&lt;br /&gt;Ada Micro SIM Adapter&lt;br /&gt;Berfungsi untuk mengubah ukuran SIM dari dari perangko ke ISO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIM memiliki memori: untuk simpan data&lt;br /&gt;Besarnya bermacam: 1, 3, 8, s.d 16 KB yg dpt digunakan untuk simpan 300 nomor telpn dan 50 short message.&lt;br /&gt;g.IMSI (international mobile Subcriber Identity)&lt;br /&gt;Berfungsi untuk mengidentifikasi pelanggan ke dalam sistem, sandi rahasia untuk informasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMSI termasuk dalam bagian SIM.&lt;br /&gt;IMEI (international mobile Equipment Identity) dan IMSI tidak saling bergantung (independent) sehingga dapat digunakan untuk mobilitas personal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.CDMA(CODE DIVISION MULTIPLE ACCES)&lt;br /&gt;Teknologi digital yang baru yang menyebarkan multiple komunikasi suara, dan tiap komunikasi suara dibungkus dengan sebuah kode dan dalam kanal radio yang sangat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.GPRS(GENERAL PACKET RADIO SERVICES)&lt;br /&gt;Salah satu teknologi data tersambung (packet switched) yang dikembangkan pada jaringan GSM sekarang (2G). Kecepatan layanan ditingkatan menjadi 100 kbps sehingga dapat digunakan oleh GSM generasi 3 (3G)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.PCS(PERSONAL COMMUNICATION SYSTEM)&lt;br /&gt;Bangunan jaringan PCS agak mirip dengan anatomi tubuh manusia. Tulang kerangka adalah jaringan dan merupakan kerangka fisik dasar yang memungkinkan semua sistem beroperasi. Otot atau urat yang menghubungkan dan menggerakan tulang kerangka adalah aliran data yang menghubungkan komponen-komponen secara bersamaan dan memungkinkan seluruh sistem dapat beroperasi. Fungsi-fungsi jasmani adalah seperti memberi bahan bakar seluruh jaringan yang terjadi melalui fungsi operasi dan pemeliharaan. Sekarang, mari kita fokuskan bahasan kita pada tulang kerangka atau jaringan. Layanan digital yang menggunakan pita frekuensi yang lebih tinggi (1,9 GHz). Pita ini dikenalkan oleh AS. Keuntungannya: Biaya murah, personal unitnya kecil dan ringan, terhubung dengan jaringan exsternal. Implementasi pertama kali: CT-2 (second generation cordless telephony) di Inggris tahun 1991. berfungsi sebagai telepoint. CT-2 mengirim sinyal digital daya rendah(100 MW) dalam pita 864-868 MHz.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Parameter PCS :&lt;br /&gt;a. Harus dapat digunakan oleh public.&lt;br /&gt;b. Harga terjangkau.&lt;br /&gt;c. Transparan pada pegguna.&lt;br /&gt;d. Nilai tambah dan range kebutuhan komunikasi.&lt;br /&gt;e. Menjamin privasi.&lt;br /&gt;f. Antar muka yang seragam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PCS di Jepang, Berbasis pada konsep DECT dan dikenalkan pada tahun 1994: PHP system (Personal Hand Phone system). PHP beroperasi pada 1.895-1.907 MHz band dan berguna untuk rumah, kantor, telepoint.&lt;br /&gt;PCS di AS, dikenalkan pada tahun 1994-1995. FCC (federal Communication Commision) menjual izin pada BW: 1,85-1,99 GHz untuk aplikasi PCS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh tentang PCS&lt;br /&gt;a. Bentuk komunikasinya: suara, fax, data, paging.&lt;br /&gt;b. Pengguna diberi nomor pribadi.&lt;br /&gt;c. Jaringannya adalah jaringan data dan suara, sistem kabel dan tanpa kabel, telepon cordless, telepon bergerak, PSTN, dan PABX&lt;br /&gt;d. Biasanya untuk perusahaan yang punya anak cabang di berbagai dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori PCS&lt;br /&gt;a. Narrowband PCS&lt;br /&gt;Ditujukan untuk komunikasi suara dan two way paging. Range frekuensinya: 900Mhz (spesifiknya 901 s.d 912, 930-931, 940-941 MHz) Bandwidthnya dibatasi. Tidak dapat digunakan untuk transfer data dan suara pada kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;b. Wideband PCS&lt;br /&gt;Selain layanan suara dapat untuk layanan transfer file dan terhubung LAN. Range frekuensinya: 1850-1990 MHz. Dapat untuk transmisi suara dengan kualitas tinggi dan kecepatan transfer datanya baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan Perkembangan PCS&lt;br /&gt;a. Peningkatan infrastruktur perangkat keras&lt;br /&gt;b. Integrasi dari infrastruktur fisik yang sudah ada, sehingga kompatibel&lt;br /&gt;c. Globalitas layanan (service), yaitu jaringan dirutekan dengan server.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERANANAN WIRELESS PADA MOBILE DEVICE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para analis memperkirakan bahwa ledakan pertumbuhan industri wireless communication beberapa tahun terakhir akan terus berlanjut. Tahun 2006 jumlah pekerja yang mobile akan mencapai 105 juta atau 66 persen dari total pekerja (sumber IDC-1). Meta Group memperkirakan dalam 3 tahun 50 persen perusahaan akan mempunyai wireless email dan akan mendorong munculnya aplikasi-aplikasi wireless. Gartner memperkirakan bahwa tahun 2010, 80 persen dari key bisnis proses akan melekat dalam pekerja yang mobile. Meta Group memperkirakan bahwa tahun 2005, 95 persen industri laptop akan mengemas laptop dengan kemampuan mobile. Dampaknya wireless connectivity akan memjadi sesuatu yang normal/wajar tanpa melihat dari sisi bisnis sudah siap atau belum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan mobility yang fenomenal didorong oleh kebutuhan end-user dan perkembangan IP network yang sangat cepat. Dan dalam kenyataannya beberapa perusahaan mempunyai infrastruktur wireless yang dikembangkan secara independen oleh para pegawainya. Analisa dari Gartner memperkirakan satu dari lima perusahaan telah mengimplementasikan wireless LAN (WLAN) meskipun belum tentu CIO perusahaan tersebut tahu. Yang menggembirakan adalah banyak perusahaan telah mengenali kebutuhan mereka untuk mendukung perangkat mobile dan meningkatkan kemampuan.mobility.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen-departemen dalam pemerintahan, pusat kesehatan, lembaga pendidikan, dan industri-industri high technology dengan lingkungan kampus yang cukup luas dan populasi pegawai yang mobile cukup besar secara proaktif mengembangkan infrastruktur wireless dengan memadukan wireless access point dan wireless switching yang mendukung kemampuan roaming. Sementara IP based mobility berkembang dengan pesat, perusahaan-perusahaan juga mengembangkan aplikasi-aplikasi yang dapat mendukung produktivitas dan kepuasan pelanggan. Aplikasi seperti unified messaging, conferencing dan instant messaging mengalami pertumbuhan yang signifikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh dari IP based mobility, convergence applications, perangkat mobile yang kaya dengan fitur menawarkan peluang-peluang baru bagi perusahaan. Mereka dapat meningkatkan produktivitas karyawan dan meningkatkan layanan ke pelanggan dengan biaya yang rendah dibanding dengan solusi mobility dengan berbasis teknologi TDM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP Mobility&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobility adalah kemampuan untuk roaming dan masih dapat melakukan akses ke jaringan lain. Mobility seperti pada jaringan selular, memungkinkan user dalam suatu perusahaan berpindah ke corporate atau lokasi yang berbeda sepanjang wireless network masih tersedia. Pendekatan mobility adalah dengan mempertimbangkan tipe dari jaringan yang dipakai di berbagai macam waktu dan keadaan, seorang karyawan perusahaan dalam melaksanakan tugasnya dapat saja dalam keadaan sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  Di meja kerja dengan telepon meja&lt;br /&gt;•  Di ruang conference dengan wireless LAN&lt;br /&gt;•  Roaming/di luar kantor&lt;br /&gt;•  Sedang dalam kendaraan menuju kantor cabang&lt;br /&gt;•  Di hotel dengan koneksi PSTN atau Internet&lt;br /&gt;•  Di rumah dengan media akses ke telepon rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi kedepannya adalah menyediakan seamless mobility dengan user dapat memilih berbagai alternatif akses sesuai kondisi user, tentunya dengan mempertimbangkan biaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobility biasanya dibagi menjadi 3 dimensi:&lt;br /&gt;1. Physical Mobility: user dapat pindah diantara network-network yang tersedia dengan pertimbangan cost-effective. Pilihan network seperti Enterprise LAN, Enterprise WAN, wireless LAN, Internet dan PSTN.&lt;br /&gt;2. Identity Portability: User dapat roaming di berbagai infrastruktur jaringan yang berbeda dengan menggunakan identitas tunggal. Identitas tunggal bisa saja berupa nomor telepon, ini juga sangat berguna apabila ada karyawan yang keluar atau pindah maka identitas bisa diteruskan ke penggantinya sehingga customer tidak kehilangan kontak.&lt;br /&gt;3. User Interface Universality: User dapat menggunakan seluruh fitur dan aplikasi sesuai dengan tingkat otorisasi user, tentunya dengan menggunakan berbagai perangkat dan tipe akses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan implementasi IP mobility dapat dikelompokkan dalam empat kategori yaitu: &lt;br /&gt;• Security, &lt;br /&gt;• roaming, &lt;br /&gt;• device &lt;br /&gt;• portability. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Security: Ketika user sedang mobile, koneksi dan akses data mau tidak mau terjadi lintas multiple network boundaries, dimana masing-masing jaringan mempunyai kebijakan security tersendiri. Wireless network juga memerlukan proteksi dimana tidak semua user dapat masuk ke jaringan melalui akses point. Penyediaan autentikasi akses ke wireless network dan aplikasi-aplikasi yang didalamnya melalui wireless domain menjadi persyaratan penting dalam implementasi enterprise mobility ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roaming: Roaming dapat diartikan berpindah dari satu network boundary ke network lain selama komunikasi berlangsung. Roaming tidak hanya antar enterprise wireless LAN tetapi juga antar subnet. Roaming menyebabkan komunikasi terputus khususnya komunikasi yang bersifat real-time seperti komunikasi suara. Menjaga koneksi yang konsisten selama switch over dan hand-offs diantara wireless network merupakan faktor esensial dalam enterprise mobility terutama untuk mengakomodasi berbagai aplikasi dalam enterprise &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Devices: Mobility memungkinkan akses secara remote dengan menggunakan perangkat seperti IP Phone dan juga roaming. Ada dua persyaratan perangkat dalam mendukung mobility, pertama perangkat harus mampu berkomunikasi dengan perangkat lain dengan berbagai tipe akses. Dan yang kedua perangkat harus mempunyai kemampuan untuk mengakses berbagai aplikasi yang dibangun oleh enterprise. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Portability: Dalam jaringan yang konvensional, pemanggil mempunyai banyak pilihan nomor untuk menghubungi yang dipanggil (PSTN, Cellular, Office, and Home). Dan tentu saja akan lebih mudah kalau user yang dipanggil hanya mempunyai satu nomor identitas, dan identitas tersebut otomatis akan melekat pada apa saja perangkat dan akses yang sedang dipakai oleh user.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-2275556877212413685?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/2275556877212413685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=2275556877212413685&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/2275556877212413685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/2275556877212413685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2008/04/perkembangan-wireless-network.html' title='PERKEMBANGAN WIRELESS NETWORK'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-2949916815095955000</id><published>2008-04-28T07:00:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:29:45.212-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Kanal Rayleigh Fading pada Komunikasi CDMA</title><content type='html'>Tulisan ini akan membahas tentang kanal Fading yang sangat berpengaruh pada komunikasi bergerak, pada tulisan ini dibahas Kanal Rayleigh Fading yang merupakan model yang paling banyak dipakai untuk mensimulasikan suatu sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem spread spectrum memiliki banyak kelebihan diantaranya mampu menghilangkan pengaruh akibat multipath fading. Pada time domain, perlawanan terhadap multipath berdasar pada fakta bahwa bentuk sinyal PN yang terdelay akan mempunyai korelasi yang lemah dengan sinyal PN yang asli, dan akan muncul sebagai pemakai yang tidak berkorelasi sehingga akan diabaikan oleh penerima. Fenomena Fading yang terjadi dapat dimodelkan secara matematis menurut distibusi Rayleigh, dan lebih dikenal dengan Rayleigh Fading Model.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multipath fading yang menjadi masalah pada sistem komunikasi bergerak dapat dikurangi dengan memakai sistem Direct Sequence-CDMA yang menggunakan penerima jamak dan mengatur penerima-penerima tersebut untuk mendapatkan sinyal yang diinginkan yang disebut RAKE Receiver.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fading&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fading merupakan karakterisktik utama dalam propagasi radio bergerak. Fading dapat didefinisikan sebagai perubahan fase, polarisasi dan atau level dari suatu sinyal terhadap waktu. Definisi dasar dari fading yang paling umum adalah yang berkaitan dengan mekanisme propagasi yang melibatkan refraksi, refleksi, difraksi, hamburan dan redaman dari gelombang radio. Pada sistem komunikasi bergerak terdapat dua macam fading yaitu short term fading dan long term fading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Short term fading sebagian besar disebabkan oleh pantulan multipath suatu gelombang transmisi oleh penghambur lokal seperti rumah-rumah, gedung-gedung dan bangunan lain atau oleh halangan lain seperti hutan (pepohonan) yang mengelilingi suatu unit bergerak tetapi tidak oleh gunung atau bukit yang terletak diantara lokasi pemancar dan penerima. Berikut beberapa kondisi yang memberikan gambaran mengenai fenomena short term fading tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi I : Penerima dalam keadaan diam, dikelilingi oleh beberapa obyek yang bergerak seperti kendaraan lain (Gambar 1). Sinyal yang diterima akan menunjukkan adanya fading yang bergantung pada laju kendaraan dan jarak dari kendaraan-kendaraan tersebut terhadap unit penerima bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBXZOVH0LsI/AAAAAAAAAPU/6NYHkFEK3ho/s1600-h/unit+penerima+dalam+keadaan+diam.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194296585453055682" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBXZOVH0LsI/AAAAAAAAAPU/6NYHkFEK3ho/s320/unit+penerima+dalam+keadaan+diam.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1&lt;br /&gt;Kondisi 1 : Unit Penerima dalam keadaan diam&lt;br /&gt;Kondisi II : Unit penerima bergerak dengan kecepatan V, dianggap tidak ada penghambur diantara pemancar dan penerima (Gambar 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan Akibat Multipath&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem komunikasi bergerak, perambatan sinyal antara pemancar dan penerima melalui berbagai lintasan yang berbeda. Lintasan yang berbeda-beda tersebut mengakibatkan kuat sinyal penerimaan menjadi bervariasi.&lt;br /&gt;Adanya multipath ini memungkinkan sinyal yang dikirim dapat diterima meskipun lintasan terhalang, tetapi disamping itu dengan adanya multipath kondisi lingkungan akan selalu berubah-ubah, hal ini sangat mempengaruhi pada penerimaan sinyal pada penerima ditambah dengan posisi penerima yang bergerak. Masalah yang dapat ditimbulkan karena adanya multipath antara lain multipath fading, delay spread, Doppler shift dan intersymbol interference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Multipath Fading&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinyal yang diterima oleh penerima merupakan jumlah superposisi dari keseluruhan sinyal yang dipantulkan akibat banyak lintasan (multipath). Hal ini menyebabkan kuat sinyal yang diterima oleh penerima akan bervariasi dengan cepat, dan terjadi fenomena sinyal fading cepat (short term fading). Karena rendahnya antena MS dan adanya struktur bangunan yang mengelilingi MS, menyebabkan fluktuasi yang cepat pada penjumlahan sinyal-sinyal multipath menurut distribusi statistik yang disebut distribusi Rayleigh yang dikenal dengan Rayleigh Fading. Fading yang terjadi secara lambat akibat pengaruh efek bayangan dari berbagai halangan disebut fading lambat (shadowing). Fading ini mengakibatkan fluktuasi level daya yang diterima selama MS bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delay Spread&lt;br /&gt;Panjang lintasan dan perlakuan perlambatan gelombang yang berbeda-beda mengakibatkan sinyal-sinyal multipath sampai pada penerima dengan variasi waktu tunda. Sebuah impuls yang dikirimkan oleh pemancar akan diterima oleh penerima bukan lagi sebuah impuls melainkan sebuah pulsa dengan lebar penyebaran yang disebut delay spread. Delay spread ini dapat menimbulkan interferensi antar simbol, karena setiap simbol akan saling bertumbukan dengan simbol sebelum dan sesudahnya. Level interferensi antar simbol ini ditentukan oleh kecepatan transmisi bit. Jadi kecepatan transmisi bit atau simbol pada sistem komunikasi bergerak digital dibatasi oleh delay spread.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intersymbol Interference&lt;br /&gt;Pada suatu media waktu dispersif, laju transmisi Rb pada transmisi digital dibatasi oleh fenomena delay spread. Delay spread menyebabkan terjadinya intersymbol interference (ISI) pada transmisi data. Guna menghindari ISI, maka laju transmisi (Rb) sebaiknya tidak melebihi kebalikan dari harga delay spread.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doppler Shift&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doppler Shift merupakan perubahan frekuensi atau pergeseran frekuensi radio yang disebabkan oleh gerakan MS. Pergeseran frekuensi ini tergantung pada kecepatan dan arah gerak MS yang akan menyebabkan modulasi frekuensi acak pada sinyal radio bergerak. Pergeseran Doppler dipengaruhi propagasi lintasan jamak yang dapat memberikan pergeseran positif atau negatif pada saat yang sama untuk lintasan yang berbeda. Pada saat MS bergerak relatif terhadap BS, MS merasakan bergesernya frekuensi terima dari frekuensi pemancar. Doppler Shift dapat menyebabkan menurunnya kualitas suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rayleigh fading&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kanal komunikasi bergerak, distribusi Rayleigh biasa digunakan untuk menjelaskan perubahan waktu dari selubung sinyal fading datar (flat fading) yang diterima, atau selubung dari satu komponen multipath. Telah diketahui bahwa selubung dari jumlah antara dua sinyal derau gaussian membentuk distribusi Rayleigh. Gambar 4 menunjukkan sebuah sinyal selubung yang terdistribusi secara Rayleigh sebagai fungsi waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diketahui bahwa mean dan median hanya berbeda 0.55 dB dalam sinyal Rayleigh fading. Ingat bahwa median sering digunakan dalam prakteknya, data fading biasanya didapat dari percobaan dan distribusi yang teliti tidak bisa diasumsikan. Dengan menggunakan median sebagai nilai rata-rata, dapat dengan mudah membandingkan distribusi fading yang berbeda yang mungkin mempunyai variasi rata-rata yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2 menunjukkan Rayleigh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBXd5FH0LvI/AAAAAAAAAPs/jjBmot3BDCI/s1600-h/4444.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194301717938974450" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBXd5FH0LvI/AAAAAAAAAPs/jjBmot3BDCI/s320/4444.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2 Fungsi Kerapatan Probabilitas Rayleigh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Two-ray Rayleigh Fading&lt;br /&gt;Dalam sistem komunikasi bergerak modern dengan laju data yang tinggi, memodelkan efek dari multipath seperti fading menjadi sangat penting. Model multipath yang paling banyak digunakan untuk model simulasi adalah 2-ray Rayleigh fading yang independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rake Receiver&lt;br /&gt;Dalam sistem spread spectrum CDMA, laju chip jauh lebih besar daripada lebar pita fading datar dari kanal. Dimana teknik modulasi konvensional memerlukan equalizer untuk menghilangkan interferensi intersimbol. Kode spreading CDMA dirancang untuk menghasilkan korelasi yang sangat rendah diantara chip yang dikirim. Dapat dilihat bahwa delay spread propagasi dalam kanal radio hanya menghasilkan versi jamak dari sinyal yang dikirim pada penerima. Jika komponen multipath tersebut memiliki delay yang lebih besar dari durasi chip, maka komponen tersebut akan muncul seperti noise yang tidak berkorelasi pada penerima CDMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen multipath tidak bisa begitu saja diabaikan. Karena adanya informasi yang penting dalam komponen multipath, penerima CDMA dapat menggabungkan sinyal yang terdelay dengan sinyal langsung untuk memperbaiki SNR pada penerima, sistem ini dinamakan RAKE Receiver. RAKE Receiver menggabungkan sinyal-sinyal asli yang terdelay dengan memakai penerima yang memiliki korelasi yang terpisah untuk tiap sinyal multipath.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBXeuVH0LwI/AAAAAAAAAP0/Wckr-S34KMo/s1600-h/5555.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194302632767008514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBXeuVH0LwI/AAAAAAAAAP0/Wckr-S34KMo/s320/5555.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3 Implementasi M cabang RAKE Receiver&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 7 menunjukkan blok diagram RAKE Receiver untuk sinyal CDMA dimana komponen-komponen multipath tidak mempunyai korelasi antara satu dengan lainnya ketika delay propagasi lebih dari periode chip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah RAKE Receiver menggunakan korelator lebih dari satu untuk mendeteksi M komponen multipath yang terkuat. Output dari setiap korelator mempunyai bobot untuk memberikan perkiraan yang lebih baik dibandingkan dengan satu komponen. Demodulasi dan pengambilan keputusan bit (bit decision) tergantung pada output dari korelator M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar ruangan (outdoor), delay antara komponen multipath mempunyai nilai cukup besar dan jika laju chip telah ditentukan, autokorelasi yang rendah dari spread spectrum CDMA dapat membuktikan bahwa antara komponen multipath akan tidak berkorelasi satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diasumsikan terdapat M korelator yang digunakan dalam penerima CDMA untuk menangkap M komponen multipath yang terkuat. Pemberian bobot digunakan untuk memberikan kombinasi linier dari output korelator untuk deteksi bit. Korelator 1 telah disinkronkan untuk multipath yang terkuat m1. Komponen multipath m2 datang lebih lambat  daripada komponen m1. Korelator kedua disinkronkan untuk m2. Korelator ini mempunyai korelasi yang erat dengan m2 tetapi mempunyai korelasi yang rendah dengan m1. Perlu diingat bahwa jika hanya menggunakan satu korelator pada penerima, jika output dari korelator tersebut rusak karena fading, penerima tidak dapat membetulkan kerusakan tersebut. Pengambilan keputusan bit yang berdasarkan penggunaan satu korelator akan menghasilkan bit error rate (BER) yang tinggi. Pada RAKE Receiver, jika output dari satu korelator rusak oleh fading, korelator yang lain mungkin tidak rusak, dan sinyal yang rusak tidak dihitung pada saat proses pemberian bobot. Keputusan yang diambil berdasar pada kombinasi dari M keputusan statistik terpisah yang ditawarkan oleh RAKE Receiver dapat mengatasi pengaruh akibat fading dan memperbaiki penerimaan CDMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Membuat permodelan secara matematis sangat perlu dilakukan untuk mengetahui performansi suatu sistem, dalam tulisan ini saya mencoba memberikan aspek matematis dari suatu fading dimana salah satu permodelan fading dalam komunikasi bergerak adalah Rayleigh Fading. Pada tulisan mendatang akan ditampilkan hasil dari simulasi sistem spread spectrum dengan menggunakan RAKE Receiver untuk mengurangi gangguan akibat Multipath Fading. Tulisan ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan tambahan untuk penelitian pada sistem komunikasi spread spectrum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/spread-spektrum-teknologi-komunikasi.html"&gt;artikel spread speaktrum bisa di lihat disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-2949916815095955000?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/2949916815095955000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=2949916815095955000&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/2949916815095955000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/2949916815095955000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2008/04/kanal-rayleigh-fading-pada-komunikasi.html' title='Kanal Rayleigh Fading pada Komunikasi CDMA'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBXZOVH0LsI/AAAAAAAAAPU/6NYHkFEK3ho/s72-c/unit+penerima+dalam+keadaan+diam.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-4939932391547813978</id><published>2008-04-25T06:43:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:29:45.213-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Perbedaan GSM dan CDMA</title><content type='html'>Berikut sedikit gambaran mengenai perbedaan GSM serta CDMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GSM: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;standar teknologi eropa generasi kedua (2G) &lt;br /&gt;GSM 900 = uplink: 890 - 915 MHz &lt;br /&gt;downlink : 935- 960 MHz &lt;br /&gt;duplex spacing: 45 MHz &lt;br /&gt;lebar kanal : 200KHz &lt;br /&gt;modulasi : GMSK &lt;br /&gt;multiple access : FDMA-TDMA (satu kanal RF punya 8 kanal TDMA) &lt;br /&gt;GSM 1800 = uplink : 1710 - 1785MHz &lt;br /&gt;downlink : 1805 - 1880 MHz &lt;br /&gt;Duplex spacing : 95 MHz &lt;br /&gt;lebar kanal RF : 200KHz &lt;br /&gt;multiple access : FDMA-TDMA (s.d.a) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CDMA :&lt;br /&gt;standar teknologi generasi kedua(2G) amerika &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CDMA 800 = uplink : 824 - 849 MHz (kalo CDMA 1900: 1850 - 1910 MHz) &lt;br /&gt;downlink : 869 - 894 MHz (kalo CDMA 1900 : 1930 - 1990 MHz) &lt;br /&gt;lebar kanal : 1.25 MHz &lt;br /&gt;chip rate : 1.228 Mcps &lt;br /&gt;multiple access : CDMA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb : fren dan esia menggunakan cdma 800 sedangkan flexi ma starone tu pake cdma 1900 ma 800&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-4939932391547813978?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/4939932391547813978/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=4939932391547813978&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/4939932391547813978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/4939932391547813978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2008/04/perbedaan-gsm-dan-cdma.html' title='Perbedaan GSM dan CDMA'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-2482980469580271294</id><published>2008-04-25T06:20:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:29:45.214-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Interface BSS pada GSM</title><content type='html'>Interface&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interface (antar muka) dibutuhkan untuk mengenali suatu sistem dengan sistem yang lainnya. Jika interface tidak bisa dikenali maka komunikasi yang diinginkan tidak mungkin terjadi. Dalam GSM/DCS terdapat 4 BSS Interface yaitu Air Interface (Um), A-Bis Interface, A-Sub interface dan A-Interface. Pada bagian ini akan membahas mengenai air Interface secara detail mulai dari Physical Layer yang membahas Logical Channel DSM/DCS, Data Link Layer untuk access protocol, Network Layer yang berisi Connection Management, Mobility Management dan Radio Resource Management. Pada bagian ini juga kita bisa mengetahui bagai mana proses Call Setup, Mobile Originating Call (MOC), Mobile Terminating Call (MTC), Location Up date dan Hand Over&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. AIR INTERFACE&lt;br /&gt;Merupakan interface antara MS (mobile station) dan BTS (Base Transmission Sistem). Pada interface ini speech dan data yang ditansmisikan melalui Physical Channel. Media yang digunakan adalah udara. Didalam air interface dibagi menjadi 3 layer yang masing masing fungsi layer ini sangat spesifik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layer 1 merupakan bagian dari air interface yang tugasnya adalah sebagai logical channel. Channel di air Iinterface ini dibagi 2 kelompok penting yaitu :&lt;br /&gt;A. Traffic Chanel (TCH)&lt;br /&gt;B. Signaling Channel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layer 2 merupakan media untuk access protocol dalam hal ini digunakan untuk LAPD (Link Access Protol Dedicated) Channel, yang juga berfungsi untuk melindungi transmisi jika terjadi gangguan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layer 3 berisi data yang dibagi menjadi 3 bagian penting untuk pengaturan management data yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Connection Management&lt;br /&gt;yang didalamnya terdapat management untuk pengaturan percakapan (call control), Supplementary service support yang digunakan untuk call forwarding dan Layanan pengenalan nomor merupakan layanan call line identification presentation (CLIP), call line identification restriction (CLIR), dan SMS (Short Messege Service).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mobility Management&lt;br /&gt;yang tugasnya menyampaikan pesan antara MS dan MSC yang dikirimkan melalui A-bis dan A-Interface. Fungsi utamanya adalah mensupport mobilitas pengguna sehingga informasi network untuk pemberian lokasi channel dan menyediakan identitas yang dibutuhkan antara MS dan network. Mobility management dibutuhkan untuk Autentification,indentification, Information procedure, location update, IMSI Attact/detach, periodic updating dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. RADIO RESOURCE MANAGEMENT&lt;br /&gt;Pada Radio Resource Management pesan antara MS dan BTS atau BSC akan disampaikan melalui Abis interface. Bagian ini digunakan untuk pengaturan common transmission resource, sebagai contoh digunakan pada physical channel dan data link connection pada control channel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Physical Layer 1 Air Interface&lt;br /&gt;Pada layer 1 speech dan data ditransmisikan melewati media udara pada Air (Um) interface. Physical channel didefinisikan sebagai specific carrier (Radio Frequency Carrier) dengan menggunakan range frequency GSM/DCS yang terdiri dari 174 Channel (seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya : NE BSS part 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBHcEVH0LqI/AAAAAAAAAPE/9Nq0CnY_kFk/s1600-h/layer3.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193173812282404514" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBHcEVH0LqI/AAAAAAAAAPE/9Nq0CnY_kFk/s320/layer3.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(lihat gambar 1. Layer Pada Air Interface)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layer 1 berhubungan langsung dengan layer 3 yang prosesnya diatur oleh channel management dan measurement control. Sedangkan Hubungan Layer 1 dan 2 untuk fungsi-fungsi : Burst transmission , error detection dan correction serta supervisi radio link control. Selain itu Layer 1 digunakan untuk mencari BCCH (Broardcase common channel dan DCCH (Dedicated Control Channel) dari MS setelah pengalokasian channel dari Base Station.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.1 Logical Channel dalam GSM/DCS&lt;br /&gt;Dibagi menjadi 2 type logical channel : Traffic channel dan Signaling Channel&lt;br /&gt;A. Traffic Channel : Digunakan untuk mengirimkan code speech dan data informsi dari mobile subscriber (MS) . Ada 2 bentuk traffic channel yang didifinisikan sebagai Full rate traffic channel yaitu traffic channel transmisi speech dan data pada air interface ditransmisikan dengan kecepatan 13 kbit/s dan data 9,6 kbit/s dan Half Rate Traffic channel yaitu speech yang ditransmisikan pada air interface 6.5 kbit/s dan data 4.8 kbit/s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Signaling Channel : Digunakan untuk pensinyalan dari MS ke BTS, yang mana pada channel ini dibagi menjadi 3 type :&lt;br /&gt;- Broardcase Control Channel (BCCH) yang digunakan untuk singkronisasi&lt;br /&gt;dan mengirimkan specific data dari BTS ke MS yang bekerja pada Down link&lt;br /&gt;(Signaling dari BTS ke MS). BCCH ini dibagi lagi dalam beberapa fungsi yaitu Frequency Correction Channel (FCCH) yang bertugas untuk mengawasi ketepatan frequensi agar bisa berkomunikasi dengan MS. Synchronization Channel (SCH) yang bertugas untuk melanjutkan perjuangan dari FACCH setelah bersingkronisasi dengan MS selanjutnya dilakukan checking prosedur untuk memeriksa informasi yang berisi BSIC (Base Station Identification Code) dan TDMA frame number dan Broardcase Control Channel (BCCH) yang berisi informasi dimana MS membutuhkan referensi untuk ke cell mana akan ditempatkan. Digunakan pada saat Channel combination, frequensi hopping dan cell identification.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Commond Control Channel (CCCH) yang digunakan untuk pengontrolan akses dari BTS atau dari MS yang bekerja pada frequency up link dan down link. Channel ini dibagi lagi menjadi 4 bagian penting Yaitu : Paging Channel yang digunakan untuk proses call dari BTS ke MS yang bekerja pada frequency down link. Notification Channel yang bertugas sebagai notifikasi MS pada Voice group dan voice boardcase call, bagian ini juga bekerja pada frequency down link. Random Access Channel yang digunakan untuk permohonan signaling channel dari network atau untuk respon dari paging channel dan Access Grant Channel (AGCH) yang bekerja pada saat proses signaling channel oleh BTS untuk MS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dedicated Control Channel (DCCH) yang dibagi menjadi 3 channel penting yaitu : Stand alone Dedicated Control Channel (SDCCH) yang digunakan 2 arah BTS dan MS untuk call setup. Authentification dan fungsi signaling juga dilakukan oleh channel ini. Slow Associated Control Channel (SACCH) yang selalu dipasangkan dengan SDCCH dan TCH. Informasi pensinyalan untuk control dan parameter pengukuran dilakukan lewat channel ini. Pada BTS informasi spesifik network ditransmisikan menggunakan SACCH menjaga agar MS selalu up to date pada setiap perubahan parameter cell. Juga control command pada time advance dan power control ditransmisikan BTS via SACCH. Fast Associated Control Channel (FACCH) yang akan diaktivekan pada saat memerlukan penambahan signaling pada situasi mendesak (contoh : pada saat handover).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBHcElH0LrI/AAAAAAAAAPM/i7VJgP9nppE/s1600-h/logical+channel+GSM.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193173816577371826" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBHcElH0LrI/AAAAAAAAAPM/i7VJgP9nppE/s320/logical+channel+GSM.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar: Logical Channel pada GSM/DCS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Um Interface (Air intrerface) pada bagian terdahulu telah dijelaskan mengenai layer 1. Pada episode ini akan kita lanjutkan mengenai layer 2 dan 3 yang akan membahas secara detail fungsi, struktur, dan hal-hal apa yang akan dilakukan pada layer 3 pada Um (air Interface),&lt;br /&gt;1. Layer 2 (Data link Layer) pada Um interface&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada um/air interface layer 2 sering juga disebut dengan data link layer atau dalam istilah GSMnya disebut dengan Linking. Di layer ini informasi yang akan dikirmkan akan dilindungi dari gangguan yang akan terjadi. Tugas dari layer ini adalah mendeteksi gangguan dan melakukan perbaikan, melakukan stabilisasi transmisi atau dengan kata lain memberikan garansi terbebas dari gangguan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Layer 3 (Network Layer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada layer 3 terdapat 3 fungsi penting yaitu :&lt;br /&gt;A. Radio Resource management functions&lt;br /&gt;Pada Radio resource management pesan dikirimkan antara MS (mobile subscbriber) dan Base Transciever Station (BTS) atau Base Station Controller (BSC). Pesan pada radio resourse akan dikirimkan pada A-bis interface dalam Radio Signalink Link (RSL) atau Direct Tranfer Application Part (DTAP) kea rah BSC.&lt;br /&gt;Pada bagian ini hal-hal yang mendasar yang dilakukan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pada Idle mode procedure (pada saat MS pada kondisi tidak melakukan percakapan):&lt;br /&gt;a. Melakukan broadcast informasi dari MS ke BSS atau sebaliknya.&lt;br /&gt;b. Melakukan Paging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pada saat dedicated mode (pada saat ms sedang melakukan aktivitas) hal hal penting yang dilakukan pada fungsi radio resource management adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Pada saat channel assignment procedure (prosedur dimana pembagian untuk penempatan channel dari BTS ke MS).&lt;br /&gt;b. Hand over procedure (Pada saat MS akan melakukan perpindahan dari suatu cell ke cell yang lainnya.&lt;br /&gt;c. Pada saat prosedur penambahan channel.&lt;br /&gt;d. Pada saat pelepasan channel (channel release procedure)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pada saat Radio Resources Establishment procedure (Pada saat procedure pembukaan&lt;br /&gt;Radio resource).&lt;br /&gt;a. Pada saat memasuki dedicated mode permohonan untuk procedure penempatan&lt;br /&gt;channel dengan cepat yang biasa nya terjadi pada saat hand over.&lt;br /&gt;b. Pada saat prosedur pengaksesan untuk up link&lt;br /&gt;c. Notification prosedur untuk call setup, hand over dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Mobility Management&lt;br /&gt;Pada Mobility management menyampaikan pesan antara MS dan MSC tanpa dipengaruhi dari sisi BSS. Pesan tersebut dikirimkan melalui A-bis dan A-Interface dalam RSL (Radio Signaling Link) ataupun DTAP (Direct Transfer Application Part) ke BSC. Fungsi utamanya adalah mensupport mobilitas pengguna sehingga informasi network untuk pemberian lokasi channel dan menyediakan identitas yang dibutuhkan antara MS dan network.&lt;br /&gt;Prosedur dasar yang dilakukan dalam Mobility Management adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Mobility Management Common Prosedure : suatu Prosedur Mobility Management yang dilakukan dalam keadaan biasa yaitu pada saat merealokasikan TMSI (Temporary Mobile subscriber Idensifier), Autentifikasi, Identifikasi, IMSI detach,prosedur pembatalan dan pada saat prosedur informasi pada Mobility Management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mobility Management specific Prosedure : suatu prasedur dimana Mobility management memerlukan prosedur khusus yaitu pada saat Location update, periodic updating dan pada saat IMSI attach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Connection Management Sub layer service provision : suatu prosedur pada saat connection management sublayer untuk layanan yang bersyarat yaitu :&lt;br /&gt;Mobility Management Connection establishment (pembukaan hubungan pada Mobility management), Mobility Management connection Information transfer Phase dan pada saat Mobility Management Connection release.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Connection Management&lt;br /&gt;Connection Management terdiri dari : Call Control, Short Massage dan&lt;br /&gt;Supplementary Service Support. Pada bagian ini pesan dikirimkan antara MS dan MSC&lt;br /&gt;oleh karena itu sebagian besar dipertimbangkan untuk segera dilaksanakan.&lt;br /&gt;Selain Call Control pada connection management terdapat juga Supplementary&lt;br /&gt;service support yang digunakan untuk call forwarding dan Layanan pengenalan nomor&lt;br /&gt;yang merupakan layanan call line identification presentation (CLIP), call line identification&lt;br /&gt;restriction (CLIR), dan SMS (Short Messege Service).&lt;br /&gt;Prosedur mendasar yang dilakukan pada call control adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Prosedur pembukaan panggilan (Call establishment prosedur) : suatu prosedur&lt;br /&gt;pembuka pada saat akan melakukan panggilan dimana pada prosedur ini terdapat prosedur pada saat akan melakukan panggilan (Mobil originating call) dan pada saat penerimaan panggilan (Mobil terminating Call).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Prosedur Signaling sampai pada kondisi active pada prosedur ini terdapat : User&lt;br /&gt;Notification, call rearrangement, user initiated level up dan down grading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Call Clearing suatu prosedur dimana dilakukan (clearing) percakapan, pada prosedur ini terdapat clearing yang dilakukan oleh mobile station dan ada juga clearing yang dilakukan oleh network serta clearing yang dilakukan secara berbarengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Proses Location update pada Um interface&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Location Update akan dilakukan mobile station pada saat :&lt;br /&gt;1. MS pindah kelokasi area yang lain ( Normal location up dating)&lt;br /&gt;2. Pada saat network membutuhkan informasi updating (Priodic updating)&lt;br /&gt;3. Pada saat IMSI attach/detach (pada saat mematikan atau menghidupkan handphone)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat Mobile Station mendapatkan signal dari BTS yang lain dan menemukan location Area Identification (LAI) yang baru pada BCCH, Maka MS akan melakukan permohonan Signaling Dedicated Control Channel (SDCCH) lewat RACH (Random Access Channel) ke network tersebut. Setelah mendapatkan Signaling Channel yang terdapat pada AGCH (Access Grand Channel) MS melakukan set up pada layer 2 connection termasuk melakukan Set Asynchronous Balance Mode pada layer 3 message yaitu permohonan location update (location update request). Sebagai indikasi tambahan MS menginformasikan bahwa permohonan location update yang akan dilakukan adalah Normal location update (bukan priodik ataupun IMSI attch /detach).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VLR (Visitor Location Register) akan menentukan IMSI berdasarkan pada TIMSI dan LAI dan memungkinkan juga dari pemeriksaan VLR sebelumnya dan ketentuan admistrasi dari HLR (Home Location Register). Sebelum dilakukan konfirmasi location update dan memberikan TMSI baru ke mobile station, VLR melakukan pembuktian (authentication request dan authentication response) dan mengaktivekan ciphering (Ciphering mode command dan ciphering mode complete).&lt;br /&gt;Setelah melakukan proses diatas maka TMSI baru akan dialokasikan dengan pesan yang dikodekan pada kondisi ini location update telah diterima dan mobile station merespon dengan realokasi TMSI yang lengkap, selanjutnya Base station melepaskan radio resource connection.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-2482980469580271294?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/2482980469580271294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=2482980469580271294&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/2482980469580271294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/2482980469580271294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2008/04/interface-bss-pada-gsm.html' title='Interface BSS pada GSM'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/SBHcEVH0LqI/AAAAAAAAAPE/9Nq0CnY_kFk/s72-c/layer3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-3129464010003357182</id><published>2008-04-25T05:50:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:29:45.214-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>perangkat perangkat di BTS GSM</title><content type='html'>Sedikit tentang perangkat perangkat GSM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antenna BTS (bentuknya persegi panjang), berfungsi mengakomodasi hubungan antara Mobile equipment (hp) dan perangkat BTS yang terhubung dengan antenna tsb. Sedangkan fungsi antenna MW (bentuknya seperti genderang), biasanya untuk mengakomodasi hubungan antara BTS dan BSC. Output power untuk BTS, terus terang saya tidak begitu mengerti. Sedangkan untuk perangkat radio MW, biasanya sekitar 27 dBm atau 0.5W (untuk frek. 7 atau 8 GHz), dan sekitar 25 atau 23 dBm (untuk frek. yang lebih tinggi). Tapi, output power dari perangkat radio MW, juga tergantung lebar bidang (bandwidth) yang dipancarkan. Semakin besar bandwidhtnya, semakin kecil output powernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antenna BTS secara umum ada dua type : OMNI antenna dan PANEL antenna.&lt;br /&gt;Antenna yg berbentuk Parabola adalah antenna untuk Microwave (Transmission system). Ada macam-macam antenna utk MW: Grid pack, horn,etc.) Salah satu fungsi penutup tersebut untuk melindungi element didalam antenna, untuk menahan tiupan angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada antenna Microwave (MW) Radio, yang bentuknya seperti rebana genderang, itu termasuk jenis high performance antenna. Biasanya ada 2 brand, yaitu Andrew and RFS. Ciri khas dari antenna high performance ini adalah bentuknya yang seperti gendang, dan terdapat penutupnya, yang disebut radome. Fungsi radome antara lain untuk melindungi komponen antenna tsb, dari perubahan cuaca sekitarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antenna Gain bermacam-macam, untuk GSM yang di pasang di semi-urban biasanya berkisar antara 15-18 dB. Untuk antenna MW, tergantung dari diameter antenna tersebut, semakin besar diameternya, semakin besar gain antenna tsb, berkisar antara 30-40 dB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antenna GSM bisa dual band bisa juga single band. Jadi utk antenna dualband, GSM900 dan GSM1800 BTS bisa diconnect ke antenna yang sama. Kalau pake single band antenna, biasanya antenna GSM900 lebih besar daripada antenna GSM1800 (dari prinsip dipole antenna = 1/2 lambda) Transmisi untuk BTS sebagian besar memakai MW atau leased line, jarang ynag memakai Fibre Optic, alasannya nggak efisien dg FO, krn 1 BTS umumnya hanya membutuhkan 1x2Mb link. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pita 900/1800 MHz, itu merupakan frekuensi yang dipancarkan oleh antenna BTS dan merupakan frekuensi yang ditangkap oleh Mobile Equipment (handphone kita). Sedangkan antar link BTS, komunikasinya lewat BSC dan MSC. Jadi, antar BTS tidak bisa saling berkomunikasi secara langsung. Koneksi dari BTS ke BSC itu biasanya pake MW radio, karena biasanya cuma butuh 1x2MBps (E-1). Sedangkan dari BSC ke MSC, biasanya menggunakan Microwave dengan kapasitas besar, sampai 1xSTM-1, atau menggunakan koneksi FO (untuk kota-kota besar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat yang ada didalam Shelter site : BTS, Microwave indoor unit dan Rectifier system.ruangan ber-AC dg tujuan untuk menjaga suhu didalam ruangan pada suhu optimum (+20C) sehingga life time equipment akan terjaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTS biasanya dicatu dengan DC supply (-48 V), yang dihasilakn oleh Rectifier system. Rcetifier system ini dilengkapi dengan battery yang akan memback-up systam bial main PLN mati, biasanya back-up time berkisar antara 2 - 4 jam tergantung dari desainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pemandu gelombang (Wave Guiding) diaplikasikan ke jalur transmisinya dalam 1 BTS, Pemandu Gelombang merupakan media solid (bukan udara) yang digunakan untuk mengantarkan gelombang microwave (RF). Penggunaan secara praktis (dilapangan), wave guide ini biasa juga disebut sebagai feeder. Wave Guide ini digunakan pada radio MW yang full indoor ==&gt; biasanya untuk kapasitas transmisi yang besar, sampai dengan NxSTM-1 (dimana N=bilangan bulat, Sedangkan, untuk radio MW yang mempunyai kapasitas agak kecil, sampai 16x2 Mbps (16 E1), biasanya menggunakan radio MW indoor dan outdoor type. Nah, interface antara indoor unit (IDU) dan oudoor unit (ODU), biasanya menggunakan coaxial cable (IF cable), karena gelombang yang pancarkan dari IDU ke ODU adalah pada level IF. Dari ODU ke antenna, biasanya langsung menempel (untuk frek. lebih dari 10 GHz), jadi tidak dibutuhkan pemandu gelombang. Sedangkan untuk frek. 7 atau 8 GHz, dimana ODU dan antenna tidak menempel, digunakan low loss cable, untuk menghantarkan gelombang RF, dari ODU ke antenna. Meskipun demikian, tren yang ada saat ini, MW radio yang tidak full indoor type, sudah bisa mengakomodasi traffic sampai level STM-1. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frekuensi mempengaruhi besarnya sel yang diinginkan, tetapi yang paling utama adalah faktor desain dari operator yang bersangkutan. Penentuan jarak antar BTS, itu dipengaruhi banyak hal. Diantaranya kepadatan pengguna pada area tsb atau jangkauan yang ingin dicapai oleh BTS tsb. Kedua hal tsb, sangat berlawanan. Bila kita ingin mendapatkan jangkauan yang luas untuk 1 BTS, maka jumlah pelanggan yang dilayani akan berkurang. Karena pada sistem GSM, tiap BTS sudah mempunyai alokasi frekuensi tersendiri, yang biasa disebut FA (frequency assignment). Karena tiap GSM menganut sistem TDMA (time division Multiple Access), maka tiap frekuensi bisa dibagi-bagi dalam 8 time slot. Tiap time slot, hanya bisa diisi oleh 1 orang pelanggan, dalam 1 waktu. Pada tiap BTS, bisa dialokasikan beberapa frekuensi (FA), tergantung dari design networknya. Jadi, bila sang designer menginginkan jumlah pelanggan yang bisa dilayani dalam 1 daerah banyak, maka dia harus meletakkan banyak BTS dalam 1 daerah (coverage dari BTS tsb jadi sempit) ==&gt; diaplikasikan dalam daerah perkotaan. Begitu juga sebaliknya, bila sang designer menginginkan coverage yang luas untuk tiap BTS, maka ia harus mengorbankan jumlah pelanggan dalam area tsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk CDMA, menggunakan sistem yang berbeda. Karena platform dari CDMA adalah spreadspectrum (menyebarkan informasi dalam suatu lebar spektrum tertentu), maka penentuan jumlah pelanggan didasarkan pada kemampuan dari mesin CDMA untuk membangkitkan kode-kode unik, yang akan membedakan masing-masing pelanggan. Jadi, semua pelanggan dalam area BTS tsb menggunakan frekuensi yang sama, tapi tiap-tiap pelanggan yang akan berkomunikasi dengan BTS tsb akan mempunyai kode unik, yang hanya bisa diidentifikasi oleh BTS tsb. Apakah ada batasan jumlah pelanggan dalam 1 BTS CDMA? Pasti ada. Karena penambahan jumlah pengguna dalam 1 area, akan meningkatkan error yang kemungkinan terjadi (teori CDMA dan spreadspektrum). Jadi, para operator CDMA tinggal menentukan maximum error yang diizinkan, dan jumlah pelanggan maksimum yang bisa dilayani oleh BTS CDMA akan mengikuti perhitungan tsb. Nah, ini dia yang menjelaskan mengapa kalau untuk CDMA, 1 BTS bisa mempunyai jarak yang sangat jauh, dengan BTS lain (terutama didaerah pedesaan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perbedaan BTS dan BSC (Base Station Controller)&lt;br /&gt;Karena BSC merupakan "Controller" dari BTS, jadi BSC ini dikoneksikan dengan beberapa BTS, sehingga yang "agak tampak dari luar" adalah BSC site biasanya punya Antenna MW transmisi yang lebih banyak. Juga Site BSC biasanya lebih besar, dengan adanya perangkat Genset, TRS yang lebih banyak dst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grounding BTS berbeda dg penangkal petir. Fungsi utama dari grounding untuk menjaga impedansi tetap stabil, mencegah kebocoran rambatan listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interkoneksi BTS&lt;-&gt;BSC&lt;-&gt;MSC, biasanya masih menggunakan MW radio ==&gt; ini hanya pada level phisical layer (OSI layer 1). Oya, persinyalan antara BTS&lt;-&gt;BSC adalah proprietary, maksudnya setiap vendor (ericsson, nokia, siemens, alcatel, huawei, etc.) mempunyai protokol khusus tersendiri. Jadi, BTS-nya ericsson, nggak bakalan bisa dihubungkan ke BSC-nya nokia, dan sebaliknya. Sedangkan untuk interkoneksi BSC&lt;-&gt;MSC, biasanya menggunakan MW radio dengan kapasitas lebih besar, atau menggunakan fiber optik. Nah, kalo dari BSC ke MSC, itu sudah ada pengaturan persinyalannya. Biasanya disebut CCS-7 (common channel signalling, versi 7). tapi kalo udah ada yang versi 8,  Jadi, BSC nokia, bisa aja dikoneksikan ke MSC-nya ericsson atau siemens. Begitu juga sebaliknya. Oya, interface dari BTS ke BSC adalah E1, sedangkan dari BSC ke MSC, biasanya juga E1. Tapi ada juga yang mesti STM-1. Tergantung spesifikasi dari masing-masing vendor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada microwave radio, memang rentan untuk terjadi interferensi, terutama dalam kota-kota yang besar. Nah, setiap band frekuensi, dibagi menjadi beberapa sub-band, biasanya ditandai dengan alphabetical. Kemudian, setiap sub-band biasanya masih terdiri dari beberapa channel. Kiat untuk menghindari iterferensi adalah dengan melakukan tes RFI (radio frekuensi interference), sebelum kita membuat (manufacture) dan meng-instal perangkat MW radio kita. RFI test dilakukan dengan melakukan scanning terhadap frekuensi tertentu, pada daerah tertentu. Tujuan RFI ini adalah untuk mengetahui, apakah pada frekuensi tertentu subband tertentu dan channel tertentu, sudah ada yang menggunakan atau belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frequency bervariasi, mulai 7, 8, 13, 15,18, 23, 26 , 38 GHz. Didalam band tersebut msh ada Sub-band lagi, jadi hrsnya msg-msg operator punya lokasi tersendiri dari pemerintah untuk menghindari interferensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-3129464010003357182?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/3129464010003357182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=3129464010003357182&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/3129464010003357182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/3129464010003357182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2008/04/perangkat-perangkat-di-bts-gsm.html' title='perangkat perangkat di BTS GSM'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-6907274097586147381</id><published>2008-04-25T05:31:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:29:45.215-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Sistem Telepon Selular Digital GSM</title><content type='html'>Sebelum GSM, di Indonesia telah ada 2 jenis telepon selular analog, yaitu AMPS (Advances Mobile Phone System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Jenis telepon selular digital lainnya yang akan segera dioperasikan di Indonesia adalah DAMPS (Digital AMPS). Tulisan ini mengupas latar belakang, teknologi dan perkembangan GSM &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;STKB selular sistem analog yang beroperasi di Eropa bersifat sangat regional, di mana masing-masing negara mengoperasikan sistem yang berbeda dan tidak kompatibel satu dengan yang lain. Di Jerman dan Portugal beroperasi sistem C-NET yang dikembangkan oleh Siemens, di Perancis beroperasi sistem RC-2000, di Belandan dan negara Skandinavia beroperasi sistem NMT yang dikembangkan Ericson, sedangkan di Inggris Raya beroperasi sistem TACS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing sistem dikembangkan dengan teknologi yang berbeda, sehingga tidak ada kompatibilitas satu dengan yang lain. Akibatnya setiap sistem hanya dapat dioperasikan di wilayah negara yang tertentu. Kondisi ini sangat tidak menunjang kegiatan mobilitas masyarakat negara Eropa yang sering berada di negara lain, baik untuk tujuan bisnis maupun wisata. Ditambah lagi dengan rencana terbentuknya European Community, kondisi tersebut sama sekali tidak dapat dipertahankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan masing-masing sistem analog yang beroperasi hanya nasional disebabkan adanya orientasi interest yang berbeda bagi masing-masing pengelola, yakni PTT. Akibatnya, pemasaran terbatas hanya satu negara dan tidak dapat mendapatkan jumlah pelanggan yang cukup besar. Tetap diperlukan dukungan infrastruktur yang lengkap dan mahal, sehingga konsekuensinya adalah timbulnya harga jual yang mahal serta biaya pemakaian yang cukup tinggi. Oleh sebab itu pemakai selular terbatas hanya mereka yang benar-benar mampu dan memerlukan, bukan sebagai sarana telekomunikasi yang mencapai segenap lapisan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar pemikiran tersebut dan tanpa menguntungkan salah satu sistem yang telah beroperasi serta untuk menciptakan sistem yang jauh lebih baik dari yang sudah ada, maka Perancis (France Telecom) dan Jerman (Bundespost) sepakat untuk memelopori munculnya teknologi digital selular yang kemudian dikenal dengan nama GSM, dengan didukung oleh industri telekomunikasi di kedua negara tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pengkajian yang sangat mendalam, akhirnya ETSI (European Telecommunication Standard Institute) dapat menerima GSM sebagai standar Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan tahun 1991, jaringan GSM muncul untuk pertama kalinya, dimana salah satu pelopornya adalah Deutsche Bundespost melalui anak perusahaannya Detecom siap untuk mengoperasikan GSM pada 1 Juli 1991, yang dikenal dengan nama D1 Network. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan dengan munculnya standarisasi GSM, sistem lain yang beroperasi di Eropa perlahan-lahan hilang. Ini berarti hilangnya sebagian besar pasar sistem non GSM. Hal tersebut mempengaruhi minat industri untuk mengembangkan teknologi sistem lama yang ada (CNET, RC 2000, NMT, TACS). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan GSM &lt;br /&gt;Dalam konferensi WARC (World Administrative Radio Conference) tahun 1979, ditetapkan bahwa frekwensi 860 Mhz - 960 Mhz dialokasikan untuk komunikasi selular di kemudian hari. Dengan penetapan ini berarti band frekuensi selebar 2 x 25 Mhz khusus disiapkan untuk sistem selular digital. &lt;br /&gt;Tahun 1982, dengan dipelopori oleh Jerman dan Perancis, maka CEPT (Conference Europeance d'Administration de Post et Telecommunication) menetapkan GSM sebagai standar digital selular untuk Eropa. Dan tahun 1985, Jerman, Perancis, Itali dan Inggris bersatu untuk mengembangkan standarisasi GSM. Tahun 1987 di tanda tangani Memorandum of Understanding pemakaian GSM oleh 14 negara Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target pembangunan GSM : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1991 adalah permulaan pengoperasian jaringan GSM &lt;br /&gt;Tahun 1993 meliputi semua kota besar &lt;br /&gt;Tahun 1995 mencapai semua jalan raya antar kota. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kenyataannya, banyak terjadi hambatan dalam penerapan GSM, sehingga target operasional GSM tidak terpenuhi. Walaupun semua infrastruktur telah siap sejak pertengahan 1991, namun realisasi pengoperasian secara komersil baru dapat dimulai kuartal terakhir 1992. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi ini menunjukkan bahwa GSM merupakan teknologi yang sangat kompleks dan memerlukan pengkajian cukup lama untuk mencapai kesepakatan standar. Disamping itu GSM menjadi ajang perebutan pengaruh dan kompetisi baik dari masing-masing operator di tiap negara, maupun industri telekomunikasi yang memproduksi GSM. Keuntungan bisnis yang besar akan diperoleh pihak yang berhasil memasukkan usulan standarnya. Tidak heran apabila standar type approval untuk hand phone baru dapat disepakati pada September 1992, karena harus mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam memproduksi sistem GSM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun standarisasi GSM baru saja terselesaikan dan pengoperasiannya baru saja dimulai, bahkan belum merata ke seluruh Eropa, namun dengan mengantisipasi perkembangan GSM yang sangat pesat serta tingkat kepadatan pelayanan per area yang tinggi, maka arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS 1800, yakni Digital Celular System pada alokasi frekwensi 1.800 MHz. Dengan frekwensi tersebut, akan dicapai kapasitas pelanggan yang semakin besar per satuan sel. Di samping itu, dengan luas sel yang semakin kecil akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar hand phone, sehingga bahaya radiasi yang timbul terhadap organ kepala, sebagaimana dikhawatirkan pada akhir-akhir ini, akan dapat dieliminasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan GSM &lt;br /&gt;Alokasi frekwensi : &lt;br /&gt;Transmit : 935 MHz - 960 MHz &lt;br /&gt;Receive : 890 MHz - 915 MHz &lt;br /&gt;Modulasi : TDMA (Time Division Multiple Access) &lt;br /&gt;Caarier spacing : 200 KHz untuk 8 kanal &lt;br /&gt;Jaringan GSM selular, terdiri atas : &lt;br /&gt;MSC (Mobile Switching Center), sebagai switching system &lt;br /&gt;BSS (Base Station Subsystem), sebagai pengirim dan penerima sinyal radio dari dan ke pelanggan &lt;br /&gt;OS (Out Station), sebagai terminal pelanggan yang bersifat bergerak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan dari GSM yang tidak terdapat pada sistem analog maupun pada American Digital Cellular (ADC) adalah adanya standardisasi interface antar masing-masing sub sistem. Dengan demikian, GSM menjanjikan suatu sistem yang tidak harus dimonopoli oleh satu merek. Dalam arti bahwa Switching, Base Station, dan Out Station dapat berasal dari merek/pemasok yang berbeda. Kondisi ini jelas sangat menguntungkan pihak operator, karena tidak ada ketergantungan sama sekali terhadap satu supplier. &lt;br /&gt;Ketidaktergantungan kepada satu pemasok tersebut memungkinkan karena adanya standardisasi yang jelas : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Interface, antara MSC dengan BSS &lt;br /&gt;A Bis Interface, antara BSC dengan BTS &lt;br /&gt;Um Interface, antara BSS dengan Out Station. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standardisasi A-bis Interface belum sepenuhnya terselesaikan, sehingga sampai saat ini BSS secara lengkap pada umumnya dipasok dari satu mere. &lt;br /&gt;Standardisasi A Interface dan Um Interface terbukti telah berhasil dengan baik. Jaringan D1 / Detecon merupakan kombinasi dari MSC dari Siemens dan BSS dari Philips, D2 / Mannesman merupakan kombinasi dari MSC SEL dan BSS dari Alcatel (Walaupun sekarang SEL dalam group Alcatel, namun subsistem MSC dan subsistem BSS berasal dari industri yang berbeda). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena fungsinya yang sangat kompleks, maka MSC dilengkapi dengan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Home Location Register (HLR) untuk menyimpan data permanen dari semua pelanggan. &lt;br /&gt;-Visitor Location Register (VLR) untuk menyimpan data pelanggan yang bersifat temporer disesuaikan dengan area tempat pelanggan berada. &lt;br /&gt;-Authentication Register (AuC) untuk keperluan pemeriksaan validasi pelanggan. &lt;br /&gt;-Equipment Identity Register (EIR) untuk menyimpan nomer identitas pelanggan. &lt;br /&gt;-Mobile Switching Center (MSS) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MSC merupakan inti dari jaringan selular, dimana MSC berperan untuk inter koneksi hubungan pembicaraan, baik antar pelanggan selularr maupun antar selular dengan jaringan telepon kabel PSTN, ataupun dengan jaringan data. &lt;br /&gt;MSC memberikan pelayanan kepada pelanggan meliputi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Bearer Services : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3,1 KHz telephony &lt;br /&gt;Synchronous data 0,3 Kbit/s - 2,4 Kbit/s &lt;br /&gt;PAD Services &lt;br /&gt;Alternated speech/data &lt;br /&gt;*Teleservices : &lt;br /&gt;Telephony &lt;br /&gt;Emergency calls &lt;br /&gt;Telefax &lt;br /&gt;Short message services &lt;br /&gt;*Supplementary services : &lt;br /&gt;Call forwading &lt;br /&gt;Charging services &lt;br /&gt;Call bearing services &lt;br /&gt;Closed user group &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Home Location Register (HLR) &lt;br /&gt;HLR berfungsi untuk penyimpan semua data dan informas mengenai pelanggan yang tersimpan secara permanen, dalam arti tidak tergantung pada posisi pelanggan. HLR bertindak sebagai pusat inforamsi pelanggan yang setiap waktu akan diperlukan oleh VLR untuk merealisasi terjadinya komunikasi pembicaraan. VLR selalu berhubungan dengan HLR dan memberikan informasi posisi pelanggan berada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visitor Location Register (VLR) &lt;br /&gt;VLR berfungsi untuk menyimpan data dan informasi pelanggan, dimulai pada saat pelanggan memasuki suatu area yang bernaung dalam wilayah MSC VLR tersebut (melakukan Roaming). Adanya informasi mengenai pelanggan dalam VLR memungkinkan MSC untuk melakukan hubungan baik Incoming (panggilan masu) maupun Outgoing (panggilan keluar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VLR bertindak sebagai data base pelanggan yang bersifat dinamis, karena selalu berubah setiap waktu, menyesuaikan dengan pelanggan yang memasuki atau berpindah naungan MSC. Data yang tersimpan dalam VLR secara otomatis akan selalu berubah mengikuti pergerakan pelanggan. Dengan demikian akan dapat dimonitor secara terus menerus posisi dari pelanggan, dan hal ini akan memungkinkan MSC untuk melakukan interkoneksi pembicaraan dengan pelanggan lain. VLR selalu berhubungan secara intensif dengan HLR yang berfungsi sebagai sumber data pelanggan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Authentication Center (AuC) &lt;br /&gt;AuC menyimpan semua informasi yang diperlukan untuk memeriksa keabsahan pelanggan, sehingga usaha untuk mencoba mengadakan hubungan pembicaraan bagi pelanggan yang tidak sah dapat dihindarkan. Disamping itu AuC berfungsi untuk menghindarkan adanya pihak ke tiga yang secara tidak sah mencoba untuk menyadap pembicaraan. &lt;br /&gt;Dengan fasilitas ini,maka kerugian yang dialami pelanggan sistem selular analog saat ini akibat banyaknya usaha memparalel, tidak mungkin terjadi lagi pada GSM. Sebelum proses penyambungan switching dilaksanakan sistem akan memeriksa terlebih dahulu, apakah pelanggan yang akan mengadakan pembicaraan adalah pelanggan yang sah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AuC menyimpan informasi mengenai authentication dan chipering key.Karenae fungsinya yang mengharuskan sangat khusus, authentication mempunyai algoritma yang spesifik, disertai prosedur chipering yang berbeda untuk masing-masing pelanggan. Kondisi ini menyebabkan AuC memerlukan kapasitas memory yang sangat besar. Wajar apabila GSM memerlukan kapasitas memory sangat besar pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena fungsinya yang sangat penting, maka operator selular harus dapat menjaga keamanannya agar tidak dapat diakses oleh personil yang tidak berkepentingan. Personil yang mengoperasikan dilengkapi dengan chipcard dan juga password identitas dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Equipment Identity Register (EIR) &lt;br /&gt;EIR memuat data-data peralatan pelanggan yang dibagi atas 3 (tiga) kategori, yakni : &lt;br /&gt;Peralatan yang diijinkan untuk mengadakan hubungan pembicaraan kemanapun. &lt;br /&gt;Peralatan yang dibatasi dan hanya diijinkan mengadakan hubungan pembicaraan ketujuan yang terbatas. &lt;br /&gt;Peralatan yang sama sekali tidak diijinkan untuk berkomunikasi. &lt;br /&gt;Kebaradaan EIR belum distandardisasi secara penuh, oleh karena itu belum dioperasikan di semua operator Eropa. Masih diperlukan klasifikasi di Eropa dan penyempurnaan yang berkaitan dengan aspek hukum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Base Station Subsystem (BSS) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Base Transceiver Station (BTS) &lt;br /&gt;BTS berfungsi sebagai interkoneksi antara infra struktur sistem selular dengan Out Station.BTS harus selalu memonitor Out Station yang masuk ataupun yang keluar dari sel BTS tersebut. Luas jangkauan dari BTS sangat dipengaruhi oleh lingkungan, antara lain topografi dan gedung tinggi.BTS sanga berperan dalam menjaga kualitas GSM, terutamaa dalam hal frekwensi hoping dan antena diversity. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Base Station Controller (BSC) &lt;br /&gt;Pada umumnya setiap BSS terdiri atas beberapa Base Transceiver Station, dengan masing-masing BTS mempunyai area yang berbeda.Namun demikian selalu ada area yang over lapping, sehingga kontinuitas komunikasi Out Station dengan infrastruktur selular tetap terjaga. &lt;br /&gt;BSC sangat diperlukan untuk mengaur perpindahan Out Station dari satu BTS ke BTS lainnya.Perpindahan area ditentukan dari beda kekuatan sinyal antara 2 (dua) BTS Oper Lapping.Fungsi BSC : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interfacing antara BSC-MSC, BSC-BTS dan BSC-OMC &lt;br /&gt;Alokasi kanal BSC-BTS &lt;br /&gt;Indikasi channel blocking antara BSC-MSC &lt;br /&gt;Pengaturan frekwensi hoping &lt;br /&gt;Pengaturan konfigurasi kanal &lt;br /&gt;Pengaturan enkripsi &lt;br /&gt;Proses Handover &lt;br /&gt;Pengaturan broadcasting channel &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup &lt;br /&gt;Dengan telah disepakatinya GSM sebagai satu-satunya sistem selular di Eropa, maka sistem analog yang ada secara perlahan dan pasti akan hilang dari peredaran. Di samping itu telah banyak negara di luar Eropa, bahkan beberapa negara di Asia telah menetapkan untuk menerapkan sistem GSM, termasuk Indonesia. &lt;br /&gt;Tingkat pemasaran GSM sangat tinggi.Sebagai contoh adalah Jerman, pada bulan Agustus 1992, jumlah pelanggan baru mencapai 20.000 unit.Pada Januari 1993 pelanggan GSm telah mencapai 200.000 unit.Pertambahan per bulan minimal mencapai angka 20.000 unit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GSM memberikan banyak keunggulan dibandingkan dengan sistem analog yang ada : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Dapat melakukan International Roaming &lt;br /&gt;-Tidak terpaku kepada satu pemasok, sehingga tidak terjadi monopoli &lt;br /&gt;-Validitas pelanggan diperiksa sebelum hubungan pembicaraan terlaksana &lt;br /&gt;-Dengan fasilitas frekwensi hoping, tidak ada pihak ke tiga yang secara tidak sah dapat ikut mendengarkan pembicaraan. &lt;br /&gt;-Kualitas suara yang lebih baik dan lebih peka. &lt;br /&gt;-Kapasitas pelanggan yanglebih besar. &lt;br /&gt;-Features pelanggan yang lebih beragam, paging, facsimile, dan ISDN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nb : tulisan ini adalah kumpulan dari beberapa artikel&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-6907274097586147381?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/6907274097586147381/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=6907274097586147381&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/6907274097586147381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/6907274097586147381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2008/04/sistem-telepon-selular-digital-gsm.html' title='Sistem Telepon Selular Digital GSM'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-3706001399926538011</id><published>2008-02-03T20:17:00.000-08:00</published><updated>2008-05-08T20:29:45.216-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Tutorial Wimax</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aSCemO9gI/AAAAAAAAAJA/yWqMsWbn03M/s1600-h/wimax.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aSCemO9gI/AAAAAAAAAJA/yWqMsWbn03M/s320/wimax.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162974594097673730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;WiMax memiliki potensi untuk menggantikan banyak teknologi yang digunakan pada infrastruktur telekomunikasi . Pada konfigurasi fixed wireless ( nirkabel tetap ) dapat menggantikan jaringan kabel tembaga yang dimiliki oleh perusahaan telepon, juga menggantikan infrastruktu TV Cable yang menggunakan kabel coaxial dengan service tambahan berupa Internet Service Provider . Pada varian mobile teknologi . WiMax memiliki potensi untuk mengganti jaringan cellular .WiMax atau Worlwide Interoperability for Microwace Acess adalah sebuah standart yang dikeluarkan oleh IEEE atau Institute of Electrical and Electronic Engineers ( www.ieee.org  ), standarisasi didesain pada 802.16-2004 ( Fixed Wireless Application ) dan 802.16e-2005 ( mobile wireless ) . Perkumpulan industri dagang / Wimax ForumTM ( http://www.wimaxforum.org ) memberikan definisi bahwa WiMax adalah sebagai alternative  “last mile” akses broadband wireless ( broadband wireless access / BWA ) terhadpa cable modem service , Digital Subscriber Line (DSL) atau T1/E1 service .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aVW-mO9iI/AAAAAAAAAJQ/g58FU0MaZuY/s1600-h/wimax+01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aVW-mO9iI/AAAAAAAAAJQ/g58FU0MaZuY/s320/wimax+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162978244819875362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Figure 1 WiMAX memiliki dampak potensial yang dapat mempengaruhi segala format / platform teknologi telekomunikasi service , Digital Subscriber Line (DSL) atau T1/E1 service .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fixed WiMAX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang membuat WiMAX menjadi suatu teknologi yang menarik adalah karena rentang pengembangan aplikasi menjadi semakin mungkin dan masuk akal dan tidak terbatas  hanya pada akses internet broadband , T1/E1 untuk kepentingan bisnis , Voice Over IP ( Voip ) sebagai backbone perusahaan telepon , (IPTV) senagai pengganti TV cable , backbone untuk Wi-Fi hotspots dan menara telepon celular , jasa telepon mobile, mobile data TV , jasa emergency mobile , pengganti  kabel fiber optic untuk backbone wireless . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMax memberikan service fixed(tetap), portable atau mobile non-line-of-sight ( NLOS) terhadap sebuah station subscriber / device terkoneksi , yang dikenal sebagai sebuah alat customer premise equipment (CPE) . Beberapa tujuan dari WiMAX sendiri bersangkutan dengan kemampuan WiMAX itu sendiri dalam menangani service coverage area sekita 6 mil dari sebuah WiMax Base Station untuk point-to-multipoint , non-line-of-sight . Kemampuan ini dapat memberikan kemampuan sampai dengan 40 megabits per second (Mbps)  untuk fixed dan aplikasi portable .Site / Pusat WiMAX Cell dapat memberikan bandwith yang cukup untuk mensuport ratusan dari kepentingan bisnis dengan kecepata setara dengan T1 dan ribuan pelanggan rumahan yang memiliki koneksi setara dengan service DSL dari satu base station .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aXSOmO9jI/AAAAAAAAAJY/jy7lO_1oWeI/s1600-h/wimax+02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aXSOmO9jI/AAAAAAAAAJY/jy7lO_1oWeI/s320/wimax+02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162980362238752306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fixed WiMAX menawarkan biaya yang lebih efektif terhadap solusi point to point dan point to multipoint .&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mobile WiMAX&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aeY-mO9lI/AAAAAAAAAJo/0S6lsdV_Syo/s1600-h/wimax+03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aeY-mO9lI/AAAAAAAAAJo/0S6lsdV_Syo/s320/wimax+03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162988174784263762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Mobile WiMAX memungkinkan berbagai macam perangkat telekomunikasi untuk bergerak fungsi menjadi mobile &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobile WiMAX membawa aplikasi fixed wireless  untuk melangkah lebih jauh dan memberikan kemampuan kepada aplikasi-aplikasi berbasis telepon ke skala yang lebih besar . Sebagai contoh , mobile WiMAX memberikan kemampuan streaming video untuk melakukan broadcast terhadap perangkat kamera polisi yang berada di dalam mobil ataupun berbagai macam alat yang bergereak diatas 100 kilometer / jam . Potensi yang dimiliki ini dapat menggantikan kemampuan telepon selular dan data mobile yang didapatkan dari operator telepon seperti EvDo, EvDv dan HSDPA . Mobile WiMax memiliki nilai penting untuk penggabungan service seperti mobile TV dan game online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Wimax bukanlah Wifi&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6ae5-mO9mI/AAAAAAAAAJw/yQNFVE7qc2A/s1600-h/wimax+04.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6ae5-mO9mI/AAAAAAAAAJw/yQNFVE7qc2A/s320/wimax+04.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162988741719946850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana Wi-Fi mengcover sebuah kantor atau coffee shop , sementara WiMAX mengcover sebuah kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling sering terdengar tentang deskripsi WiMAX di media bahwa WiMAX adalah pengembangan dari Wi-Fi . Pada kenyataanya bahwa WiMAX lebih dari itu . Tidak hanya WiMAX menawarkan eksponen range dan troughput yang lebih besar dari Wi-Fi ( Secara teknis , berbicara tentang 802.11b, meskipun varian-varian baru dari 802.11 menawarkan pengembangan-pengembangan secara substansi dari  varian “b” – 802.11b) , WiMAX juga menawarkan tingkatan carrier dari quality of service ( QoS) dan keamanan . Wi-Fi sendiri selama ini memiliki permasalahan dengan keamanannya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Varian “b” dari 802.11 menawarkan tidak adanya prioritas untuk trafikpenggunaan yang ideal untuk voice ataupun video. Batasan range dan troughput dari Wi-Fi berarti bahwa Wi-Fi Service Provider harus membangun dan menyaipakan banyak akses point untuk mengcover area dan service yang sama digunakan untuk  jumlah layanan  customer yang digunakan oleh sebuah / satu WiMAX base station . Group kelompok kerja IEEE 802.11  sudah melakukan approval terhadap upgrading untuk 802.11 dan QOS nya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggabungkan voice/suara dan data semudah menggunakan radio FM ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6agjemO9pI/AAAAAAAAAKI/6IDW8dp9BBk/s1600-h/wimax+05.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6agjemO9pI/AAAAAAAAAKI/6IDW8dp9BBk/s320/wimax+05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162990554196145810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penggabungan Data dan Suara semudah menggunakan Radio FM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba ketika anda memvisualisasikan keadaan dimana anda menghidupkan FM Radion di kantor anda . Anda akan menerima informasi ( berita , cuaca , berita olahraga ) dari layanan tersebut ( Stasiun Radio FM ) dan perangkat keras yang digunakan adalah Radio FM dengan antenanya . WiMAX sendiri dapat dijabarkan sebagai seuatu hal yang sama dengan cara kerja Radio FM diatas . Dimana base station ( radio dan antena ) dimisalkan untuk stasiun radio kemudian melakukan pengiriman informasi / data ( akses internet , VoIP, IPTV) dan alat berlangganan seperti WiMAX CPE yang digunakan untuk menerima layanan . Perbedaan besarnya adalah WiMAX adalah layanan dua arah yang interaktif .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arsitektur Wireless&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian berikut akan diberikan konsep gambaran simpel dan daftar istilah yang akan menolong pembaca untuk dapat mengerti bagaimana WiMAX bekerja dan akan membantu pembaca untuk dapat melakukan komunikasi dengan industri WiMAX .&lt;br /&gt;Arsitektur Wireless : point-to-point dan point-to-multipoint&lt;br /&gt;Ada 2 skenario dalam pengembangan teknologi wireless baik point-to-point dan point-to-multipoint.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Point-to-point (P2P)&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6afYOmO9nI/AAAAAAAAAJ4/4t85f77CDIY/s1600-h/wimax+06.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6afYOmO9nI/AAAAAAAAAJ4/4t85f77CDIY/s320/wimax+06.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162989261410989682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Point-to-point biasanya digunakan ketika ada dua titik kepentingan dimana kondisi adalah satu titik pengirim dan satu titik sebagai penerima . Skenario ini juga digunakan untuk proses media transportasi / melakukan proses tranportasi dari sumber data ( data center , fasilitas colocation server , fiber POP , kantor pusat , dan lain lain ) ke klien / pelanggan atau juga digunakan sebagai titik untuk distribusi dengan menggunakan metode arsitektur point to multipoint . Sebagai suatu arsitektur yang disebut dengan penyebaran / beam dengan terfokus diantara 2 rentang titik dan troughput dari point-to-point radio yang lebih besar daripada produk point-to-multipoint.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Point-to-Multipoint (PMP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dilihat pada gambar diatas dimana point-to-multipoint dapat diartikan sama dengan distribusi . Satu base station dapat melayani ratusan dari pelanggan yang berbeda-beda baik yang bersangkutan dengan bandwith dan layanan yang disediakan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Line of sight (LOS) atauu Non-line of sight (NLOS)?&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6amzumO9qI/AAAAAAAAAKQ/nn49-ZtopZQ/s1600-h/wimax+07.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6amzumO9qI/AAAAAAAAAKQ/nn49-ZtopZQ/s320/wimax+07.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162997430438786722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Konfigurasi point-to point dan point-to-multipoint&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perbedaan antara line of sight dan non-line of sight .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa-masa awal teknologi ( sebagai contoh LDMS,MMD) yang kurang sukses kalau mau dibilang tidak sukses dalam penerapannya untuk pasar yang masal yang disebabkan karena ketidak mampuan untuk memberikan layanan yang berbasiskan skenarion non-line-of-sight . Hal ini menyebabkan keterbatasan jumlah pelanggan yang dapat dijangkau dan memberikan biaya yang tinggi untuk penyediaan base station dan perangkat CPE , sehingga menyebakan rencan bisnis yang dikembangkan mengalami kegagalan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX memiliki fungsi terbaik pada situasi line of sight dan tidak seperti teknologi sebelumnya , WiMAX memberikan rentang / range dan troughput yang dapat diterima meskipun pelanggan tidak dalam wilayah line of sight terhadap base station . Bangunan-bangunan yang terdapat antara base station dan pelanggan menurunkan range/ rentang jarak dan troughput itu sendiri , tetapi dalam lingkungan wilayah perkotaan , sinyal radio masih cukup kuat untuk memberikan pelayanan yang memuaskan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan yang diberikan oleh WiMAX teknologi yang dapat melakukan pelayanan dalam konsep non-line-of-sight , menyebabkan Service Provide atau penyedia jasa yang menggunakan WiMAX dapat menjangkau banyak pelanggan dalam kantor-kantor yang berada dalam gedung untuk mendapatkan pelanggan dengan biaya yang rendah dikarenakan banyak pelanggan yang dapat diperoleh hanya dari satu base station .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Radio WiMAX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari WiMAX adalah Radio WiMAX itu sendiri . Sebuah radio terdiri dari sebuah transmitter ( pengirim ) dan sebuah receiver ( penerima ) .&lt;br /&gt;WiMAX Radios menjalankan proses listrik osilasi pada sebuah frekwensi yang dikenal sebagai carrier frekwensi ( pada WiMAX biasanya diantara 2 dan 11 GHz . Sebuah radio dapat disamakan dengan sebuah perangkat networking seperti router atau bridge yang didalam perangkat tersebut di manage oleh software dan dibentuk pada papan sirkuit yang berisikan kumpulan chip set yang komples .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX aristektur merupakan arsitektur yang simple , dibangun dengan dua komponen utama yaitu radio dan antenna . Banyak produk WiMAX yang menawarkan perangkat radio base station terpisah dengan antennanya . Sebaliknya , banyak perangkat CPE yang ditawarkan merupakan 2 jenis solusi yaitu CPE dengan sebuah antenna untuk luar gedung dan CPE sebagai perangkat langganan didalam ruangan , seperti gambar berikut :&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aoCemO9rI/AAAAAAAAAKY/NE3SU54gXIE/s1600-h/wimax+08.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aoCemO9rI/AAAAAAAAAKY/NE3SU54gXIE/s320/wimax+08.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162998783353484978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan utama dari model tersebut adalah radio terlindung dari perubahan cuaca yang ekstre dan juga kelembaban dimana dapat mengurangi kinerja dan ketahanan radio . Sebagai tambahan , atenna outdorr akan mengoptimalkan link budget ( kinerja dari koneksi wireless ) antara transmitter dan receiver , khususnya pada scenario line of sight . Antena yang terkoneksi melalui media kabel ke Radio WiMAX disebut sebagai pigtail . Satu aturan sederhana tentang instalasi wireless adalah usahakan agar panjang pigtail sependek mungkin . Kenapa ? Semakin panjang pigtail akan semaik banyak sinyal yang lost antara antenna dan radio . Kabel LMR-400 sebagai contoh akan kehilangan sekitar 1dB untuk setiap 3 m kabel .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Radio dan Tempat Penyimpanannya .&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aoXumO9sI/AAAAAAAAAKg/niDr2Z2pfSQ/s1600-h/wimax+09.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aoXumO9sI/AAAAAAAAAKg/niDr2Z2pfSQ/s320/wimax+09.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162999148425705154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio ditempatkan pada sebuah casing tahan cuaca dan tidak jauh dari antena&lt;br /&gt;Foto diatas menunjukan bahwa radio WiMAX dipasangkan dengan sebuah casing . perhatikan dari kiri ke kanan :&lt;br /&gt;a) kabel grounding yang terdapat pada casing&lt;br /&gt;b) Koneksi Ethernet ke sumber data&lt;br /&gt;c) Heliax / pigtail kabel ke antenna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya untuk memastikan kalau antenna ditempatkan setinggi mungkin dengan mengingat keuntungan dari topologi line-of-sight dan juga diusahakan agar panjang pigtail sependek mungkin ? Satu pendekatan yang mungkin dilakukan adalah dengan meletakkan radio dekat dengan atap yang dipasangkan radio dan casingnya . Dipertimbangkan untuk casing / tempat penyimpanan radio sudah termasuk criteria berikut :&lt;br /&gt;a) faktor keamanan&lt;br /&gt;b) Daya tahan terhadap cuaca , dengan kondisi dingin atau panas diharapkan radio masih dapat berfungsi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup / casing yang terbuat dari papan metal atau fibergalass dengan sebuah kunci akan memberikan keamanan . Berikut akan diberikan penjelasan bagaimana temperature yang paling cocok untuk digunakan oleh radio WiMAX , radio itu sendiri dapat digunakan pada suhu ideal – 20 f sampai dengan 120 f . Dimana radio itu sendiri akan memproduksi panas yang disebabkan oleh proses operasi kerjanya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Antena WiMAX&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6apBOmO9uI/AAAAAAAAAKw/ze7ML3OJ1aM/s1600-h/wimax+10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6apBOmO9uI/AAAAAAAAAKw/ze7ML3OJ1aM/s320/wimax+10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5162999861390276322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aqC-mO9vI/AAAAAAAAAK4/YL8pA82p1UA/s1600-h/wimax+11.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aqC-mO9vI/AAAAAAAAAK4/YL8pA82p1UA/s320/wimax+11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163000990966675186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antena Omni directional digunakan untuk konfigurasi point-to-multipoint&lt;br /&gt;Halangan utama pada penggunaan antenna omni directional adalah penggunaan dan penghamburan energi yang besar dalam proses mem-broadcast 360 derajat . Hal ini menjadi batasan terhadap jarak dan kekuatan akhir sinyal . Omni directional sangat ideal digunakan pada situasi dimana subscriber / pelanggan yang banyak berada sangat dekat dengan Base Station . Sebagai contoh dari aplikasi omni directional ada hotspot WiFi dimana cakupan area 100 meter dan pelanggan yang terkoneksi dikonsentrasikan pada area yang tidak terlalu besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Antena Sectoral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antena Sector / Sektoral difokuskan pada area yang terfokus&lt;br /&gt;Perangkat antenna sectoral , dengan memfokuskan penyebaran sinyal pada sebuah area yang difokuskan , memberikan cakupan area yang lebih luas dan energi / power yang digunakan lebih sedikit . Banyak operator lebih memilih untuk menggunakan antenna sektoral untuk mengcover 360 derajat service area daripada menggunakan antenna omni directional , hal ini berkaitan dengan kinerja yang lebih baik untuk antenna sektoral .&lt;br /&gt;http://farm3.static.flickr.com/2291/2031188245_9ff2e1002c_m.jpg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Antena Panel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6asJemO9wI/AAAAAAAAALA/6J7EN9cbPiU/s1600-h/wimax+13.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6asJemO9wI/AAAAAAAAALA/6J7EN9cbPiU/s320/wimax+13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5163003301659080450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Antena Panel sering digunakan untuk kebutuhan aplikasi point-to-point&lt;br /&gt;Antena Panel biasanya berbentuk panel datar dengan ukuran kurang lebih 30 cm persegi . Antena panel dapat dikonfigurasikan dengan baik untuk penggunaan casing / box yang berbentuk persegi empat . Konfigurasi daya dilakukan dengan memberikan aliran listrik melalui kabel ethernet yang dikoneksikan ke radio/antenna . Sumber daya listrik semacam ini dikenal dengan Power over Ethernet ( PoE) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-3706001399926538011?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/3706001399926538011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=3706001399926538011&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/3706001399926538011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/3706001399926538011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2008/02/tutorial-wimax.html' title='Tutorial Wimax'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/R6aSCemO9gI/AAAAAAAAAJA/yWqMsWbn03M/s72-c/wimax.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-4412802460038205830</id><published>2007-08-06T11:22:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:29:45.216-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>fiber optik?</title><content type='html'>Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan.&lt;br /&gt;Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core).&lt;br /&gt;Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdqtHhcqMI/AAAAAAAAAHA/l9PPw6V5em8/s1600-h/satu1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdqtHhcqMI/AAAAAAAAAHA/l9PPw6V5em8/s320/satu1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095658826739001538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrdzh3hcqVI/AAAAAAAAAII/awnTzvmm5b4/s1600-h/satu10.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrdzh3hcqVI/AAAAAAAAAII/awnTzvmm5b4/s320/satu10.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095668529070123346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jenis Fiber Optik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Single-mode fibers&lt;br /&gt;Mempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nanometer)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdrQnhcqNI/AAAAAAAAAHI/iM3BuqATikE/s1600-h/satu2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdrQnhcqNI/AAAAAAAAAHI/iM3BuqATikE/s320/satu2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095659436624357586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Multi-mode fibers&lt;br /&gt;Mempunyai inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nanometer)&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdrrHhcqOI/AAAAAAAAAHQ/rJw2QOog6Uo/s1600-h/satu3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdrrHhcqOI/AAAAAAAAAHQ/rJw2QOog6Uo/s320/satu3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095659891890890978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdsGnhcqPI/AAAAAAAAAHY/n1zParMXX-A/s1600-h/satu4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdsGnhcqPI/AAAAAAAAAHY/n1zParMXX-A/s320/satu4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095660364337293554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar dalam fiber optik berjalan melalui inti dengan secara memantul dari cladding, dan hal ini disebut total internal reflection, karena cladding sama sekali tidak menyerap sinar dari inti. Akan tetapi dikarenakan ketidakmurnian kaca sinyal cahaya akan terdegradasi, ketahanan sinyal tergantung pada kemurnian kaca dan panjang gelombang sinyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan Fiber Optik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murah : jika dibandingkan dengan kabel tembaga dalam panjang yang sama.&lt;br /&gt;Lebih tipis: mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga.&lt;br /&gt;Kapasitas lebih besar.&lt;br /&gt;Sinyal degradasi lebih kecil.&lt;br /&gt;Tidak mudah terbakar : tidak mengalirkan listrik.&lt;br /&gt;Fleksibel.&lt;br /&gt;Sinyal digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Fiber Optik Dibuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Making a preform glass cylinder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses ini disebut modified chemical vapor deposition (MCVD).&lt;br /&gt;Silikon dan germanium bereaksi dengan oksigen membentuk SiO2 dan GeO2.&lt;br /&gt;SiO2 dan GeO2 menyatu dan membentuk kaca.&lt;br /&gt;Proses ini dilakukan secara otomatis dan membutuhkan waktu beberapa jam.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdsgXhcqQI/AAAAAAAAAHg/d0WMVghNsnM/s1600-h/satu5.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdsgXhcqQI/AAAAAAAAAHg/d0WMVghNsnM/s320/satu5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095660806718925058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drawing the fiber from the preform&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah proses pertama selesai preform dimasukkan kedalam fiber drawing tower.&lt;br /&gt;Kemudian dipanaskan 1900-2200 derajat celcius sampai meleleh.&lt;br /&gt;Lelehan tersebut jatuh melewati laser mikrometer sehingga preform membentuk benang.&lt;br /&gt;Dilakukan proses coating dan UV Curing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrds2nhcqRI/AAAAAAAAAHo/zmlZGDmFgI4/s1600-h/satu6.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrds2nhcqRI/AAAAAAAAAHo/zmlZGDmFgI4/s320/satu6.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095661188971014418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Testing the Finished Optical Fiber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tensile strength: harus mampu menahan 100.000 lb/inch2 atau lebih.&lt;br /&gt;Refractive index profile : menghitung layar untuk pemantulan optik.&lt;br /&gt;Fiber geometry : diameter Core, dimensi cladding, diameter cloating adalah seragam.&lt;br /&gt;Attenuation : menghitung kekuatan sinyal dari berbagai panjang gelombang dan jarak.&lt;br /&gt;Information carrying capacity : bandwith&lt;br /&gt;Chromatic dispersion : penyebaran berbagai panjang gelombang sinar melalui core.&lt;br /&gt;Operating temperature&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabel Optik Yang Sering Digunakan&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdtJHhcqSI/AAAAAAAAAHw/kI7PXkvm6cM/s1600-h/satu7.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdtJHhcqSI/AAAAAAAAAHw/kI7PXkvm6cM/s320/satu7.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095661506798594338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdtWXhcqTI/AAAAAAAAAH4/bPQJQrvXQIo/s1600-h/satu8.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdtWXhcqTI/AAAAAAAAAH4/bPQJQrvXQIo/s320/satu8.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095661734431861042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdtlHhcqUI/AAAAAAAAAIA/Wj1ArxGwXKM/s1600-h/satu9.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdtlHhcqUI/AAAAAAAAAIA/Wj1ArxGwXKM/s320/satu9.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095661987834931522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kabel serat optik dibuat sekecil-kecilnya (mikroskopis) agar tak mudah patah/retak, tentunya dengan perlindungan khusus sehingga besaran wujud kabel akhirnya tetap mudah dipasang. Satu kabel serat optik disebut sebagai core. Untuk satu sambungan/link komunikasi serat optik dibutuhkan dua core, satu sebagai transmitter dan satu lagi sebagai receiver. Variasi kabel yang dijual sangat beragam sesuai kebutuhan, ada kabel 4 core, 6 core, 8 core, 12 core, 16 core, 24 core, 36 core hingga 48 core. Satu core serat optik yang terlihat oleh mata kita adalah masih berupa lapisan pelindungnya (coated), sedangkan kacanya sendiri yang menjadi inti transmisi data berukuran mikroskopis, tak terlihat oleh mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kabel dikenal dua macam, kabel udara (KU) dan kabel tanah (KT). Kabel udara diperkuat oleh kabel baja untuk keperluan penarikan kabel di atas tiang. Baik KU maupun KT pada lapisan intinya paling tengah diperkuat oleh kabel khusus untuk menahan kabel tidak mudah bengkok (biasanya serat plastik yang keras). Di sekeliling inti tersebut dipasang beberapa selubung yang isinya adalah core serat optik, dilapisi gel (katanya berfungsi juga sebagai racun tikus) dan serat nilon, dibungkus lagi dengan bahan metal tipis hingga ke lapisan terluar kabel berupa plastik tebal. Dari berbagai jenis jumlah core, besaran wujud akhir kabel tidaklah terlalu signifikan ukuran diameternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memotong kabel serat optik sangat mudah, cukup menggunakan gergaji kecil. Sering terjadi maling-maling tembaga salah mencuri, niatnya mencuri kabel tembaga yang laku di pasar besi/loak malah menggergaji kabel serat optik. Yang sulit adalah mengupasnya, namun hal ini dipermudah dengan pabrikan kabel menyertakan serat nilon khusus di bawah lapisan terluar yang keras sehingga cukup dikupas sedikit dan nilon tersebut berfungsi membelah lapisan terluar hingga panjang yang diinginkan untuk dikupas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa dikupas? Tentunya untuk keperluan penyambungan atau terminasi. Kita lihat dulu bagaimana pulsa cahaya bekerja di dalam serat kaca yang sangat sempit ini. Kabel serat optik yang paling umum dikenal dua macam, multi-mode dan single-mode. Transmitter cahaya berupa Light Emitting Diode (LED) atau Injection Laser Diode (ILD) menembakkan pulsa cahaya ke dalam kabel serat optik. Dalam kabel multi-mode pulsa cahaya selain lurus searah panjang kabel juga berpantulan ke dinding core hingga sampai ke tujuan, sisi receiver. Pada kabel single-mode pulsa cahaya ditembakkan hanya lurus searah panjang kabel. Kabel single-mode memberi kelebihan kapasitas bandwidth dan jarak yang lebih tinggi, hingga puluhan kilometer dengan skala bandwidth gigabit.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrd0gHhcqWI/AAAAAAAAAIQ/SzD--AUCsMI/s1600-h/satu11.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrd0gHhcqWI/AAAAAAAAAIQ/SzD--AUCsMI/s320/satu11.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095669598516980066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrd0vHhcqXI/AAAAAAAAAIY/-oy8DfGZm7c/s1600-h/satu12.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrd0vHhcqXI/AAAAAAAAAIY/-oy8DfGZm7c/s320/satu12.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095669856215017842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti kaca kabel single-mode umumnya berdiameter 8,3-10 mikron (jauh lebih kecil dari diameter rambut), dan pada multi-mode berukuran 50-100 mikron. Pulsa cahaya yang ditembakkan pada single mode adalah cahaya dengan panjang gelombang 1310-1550nm, sedangkan pada multi-mode adalah 850-1300nm.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrd1enhcqYI/AAAAAAAAAIg/kRNWY_wCuZo/s1600-h/satu13.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrd1enhcqYI/AAAAAAAAAIg/kRNWY_wCuZo/s320/satu13.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095670672258804098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung kabel serat optik berakhir di sebuah terminasi, untuk hal tersebut dibutuhkan penyambungan kabel serat optik dengan pigtail serat optik di Optical Termination Board (OTB), bisa wallmount atau 1U rackmount. Dari OTB kabel serat optik tinggal disambung dengan patchcord serat optik ke perangkat multiplexer, switch atau bridge (converter to ethernet UTP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyambungan kabel serat optik disebut sebagai splicing. Splicing menggunakan alat khusus yang memadukan dua ujung kabel seukuran rambut secara presisi, dibakar pada suhu tertentu sehingga kaca meleleh tersambung tanpa bagian coated-nya ikut meleleh. Setelah tersambung, bagian sambungan ditutup dengan selubung yang dipanaskan. Alat ini mudah dioperasikan, namun sangat mahal harganya. Inilah sebabnya meskipun harga kabel fiber optik sudah jauh lebih murah namun alat dan biaya lainnya masih mahal, terutama pada biaya pemasangan kabel, splicing dan terminasinya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrd2M3hcqZI/AAAAAAAAAIo/oEKFUBZoRwY/s1600-h/satu14.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrd2M3hcqZI/AAAAAAAAAIo/oEKFUBZoRwY/s320/satu14.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095671466827753874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pigtail yang disambungkan ke kabel optik bisa bermacam-macam konektornya, yang paling umum adalah konektor FC. Dari konektor FC di OTB ini kita tinggal menggunakan patchcord yang sesuai untuk disambungkan ke perangkat. Umumnya perangkat optik seperti switch atau bridge menggunakan konektor SC atau LC. Cukup menyulitkan ketika menyebut jenis konektor yang kita kehendaki kepada penjual, FC, SC, ST, atau LC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kabel optik terpasang di OTB dilakukan pengujian end-to-end dengan menggunakan Optical Time Domain Reflectometer (OTDR). Dengan OTDR akan didapatkan kualitas kabel, seberapa besar loss cahaya dan berapa panjang kabel totalnya. Harga perangkat OTDR ini sangat mahal, meskipun pengoperasiannya relatif mudah. OTDR ini digunakan pula pada saat terjadi gangguan putusnya kabel laut atau terestrial antar kota, sehingga bisa ditentukan di titik mana kabel harus diperbaiki dan disambung kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keperluan sederhana misalnya sambungan fiber optik antar gedung pada jarak ratusan meter (hingga 15km) kini teknologi bridge/converter-nya sudah semakin murah dengan kapasitas 100Mbps, sedangkan untuk full gigabit harga switch/module-switch-nya masih mahal. Jadi, meskipun harga kabel serat optik sudah di kisaran Rp10.000/m namun total pemasangannya membengkak karena ada biaya SDM yang menarik dan memasang kabel, biaya splicing setiap core-nya, pemasangan OTB, pengujian OTDR, penyediaan patchcord dan perangkat optiknya sendiri (switch/bridge).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada 2 tipe design kabelnya&lt;br /&gt;1.Loose-tube construction (buat instalasi di luar ruangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Tight buffer construction (buat di dalam gedung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabel fiber optic ini juga gak ada interfen ke kabel fiber lain. Gak ada gannguan crosstalk seperti pada copper media.Tapi bukan berarti media ini sempuran ato kagak ada gangguannya, kalo instalasi nya kagak beres.&lt;br /&gt;bisa terjadi&lt;br /&gt;&gt;&gt; Scattering&lt;br /&gt;&gt;&gt; Microbend, Macrobend&lt;br /&gt;&gt;&gt; Masalah splicing yg gak bener&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-4412802460038205830?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/4412802460038205830/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=4412802460038205830&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/4412802460038205830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/4412802460038205830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/08/fiber-optik.html' title='fiber optik?'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdqtHhcqMI/AAAAAAAAAHA/l9PPw6V5em8/s72-c/satu1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-8162911085552030567</id><published>2007-08-06T10:44:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:29:45.217-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>SDH pada Fiber optik</title><content type='html'>Synchronous Digital Hierarchy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Synchronous Digital Hierarchy (SDH) merupakan hirarki pemultiplekan yang berbasis pada transmisi sinkron yang telah ditetapkan oleh CCITT (ITU-T). Dalam dunia telekomunikasi, rentetan pemultiplekan sinyal-sinyal dalam transmisi menimbulkan masalah dalam hal pencabangan dan penyisipan (drop and insert) yang tidak mudah serta keterbatasan untuk memonitor dan mengendalikan jaringan transmisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kemunculan SDH, standar transmisi yang ada dikenal dengan PDH (Plesiochronous Digital Hierarchi) yang sudah lama ditetapkan oleh CCITT. Suatu jaringan plesiochronous tidak menyinkronkan jaringan tetapi hanya menggunakan pulsa-pulsa detak (clock) yang sangat akurat di seluruh simpul penyakelarnya (switching node) sehingga laju slip di antara berbagai simpul tersebut cukup kecil dan masih bisa diterima (misalnya plus/minus 50 bit atau 5x10-5 untuk jaringan/kanal 2,048 atau 1,544 Mbps). Mode operasi seperti ini barangkali memang merupakan suatu implementasi yang paling sederhana karena bersifat menghindari pendistribusian pewaktuan di seluruh jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bahwa PDH tidak begitu cocok untuk mendukung perkembangan teknik pengendalian dan pemrosesan sinyal untuk masa kini yang makin banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan penyedia layanan telekomunikasi. Dalam PDH, sebuah peralatan transmisi tertentu umumnya hanya menangani dengan baik satu fungsi tertentu saja dalam jaringan, sementara dalam SDH, ada integrasi dari berbagai tipe peralatan yang berbeda-beda yang mampu memberikan kebebasan baru dalam perancangan jaringan. Sudah bukan merupakan berita baru bahwa SDH dapat dipergunakan untuk transmisi optik kapasitas besar, pengaturan lalu lintas komunikasi dan restorasi jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SDH memiliki dua keuntungan pokok : fleksibilitas yang demikian tinggi dalam hal konfigurasi-konfigurasi kanal pada simpul-simpul jaringan dan meningkatkan kemampuan-kemampuan manajemen jaringan baik untuk payload trafic-nya maupun elemen-elemen jaringan. Secara bersama-sama, kondisi ini akan memungkinkan jaringannya untuk dikembangkan dari struktur transport yang bersifat pasif pada PDH ke dalam jaringan lain yang secara aktif mentransportasikan dan mengatur informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran-tawaran spesifik yang diciptakan oleh SDH diantaranya termasuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Self-healing; yakni pengarahan ulang (rerouting) lalu lintas komunikasi secara otomatis tanpa interupsi layanan.&lt;br /&gt;* Service on demand; provisi yang cepat end-to-end customer services on demand.&lt;br /&gt;* Akses yang fleksibel; manajemen yang fleksibel dari berbagai lebarpita tetap ke tempat-tempat pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar SDH juga membantu kreasi struktur jaringan yang terbuka, sangat dibutuhkan dalam lingkup yang kompetitif sekarang ini bagi perusahaan-perusahaan penyedia layanan telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hirarki dan Komponen pada SDH&lt;br /&gt;Sebelum munculnya SDH, hirarki pemultiplekan sinyal digital untuk Amerika/Kanada, Jepang dan Eropa berbeda-beda seperti dinyatakan pada tabel 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdegXhcqGI/AAAAAAAAAGQ/FdNMrnde4pk/s1600-h/satu.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095645413556136034" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdegXhcqGI/AAAAAAAAAGQ/FdNMrnde4pk/s320/satu.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Gambar 1Gambar 1 tersebut terlihat bahwa pada level atau tingkat yang paling tinggi, jaringan transport SDH adalah jaringan n x STM-1 (n x 155 Mbps).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdfTnhcqHI/AAAAAAAAAGY/mVuihdUMKZk/s1600-h/dua.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095646294024431730" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdfTnhcqHI/AAAAAAAAAGY/mVuihdUMKZk/s320/dua.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STM-1 (Synchronous Transport Module) adalah modul transport sinkron level-1 . Sebuah frame tunggal STM-1 dinyatakan dengan sebuah matriks yang terdiri dari sembilan baris dan 270 kolom. Frame ini dibentuk dari 2430 byte, setiap byte terdiri dari 8 bit. Frame STM-1 berisi dua bagian, bagian SOH (Section Overhead) dan bagian VC (Virtual Container) yang merupakan payload-nya. Gambar 2 menyatakan struktur frame STM-1, Gambar 3 menyatakan struktur VC-nya, sedang Gambar 4 menyatakan alokasi byte pada SOH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2SOH menyediakan informasi antara dua buah LTE (Line Terminating Equipment) tentang frame alignment, pemonitoran BER (Bit Error Rate) dan transfer informasi antara dua buah LTE dan sebagainya. Sedangkan VC digunakan untuk mentransportasikan sinyal-sinyal tributary-nya (sinyal masukan individual yang diumpankan ke multiplekser) melalui sebuah jalur. Setiap VC terdiri dari sebuah POH (Path Overhead) dan sebuah Container. Gambar 3POH seperti tercantum dalam Gambar 2 membawa informasi antara titik-titik asembly dan disasembly seperti pemeriksaan paritas, pelabelan jalur, pemonitoran alarm, dan monitoring kinerja. Sebuah Container membawa sinyal tributary, sedang pointer menunjukkan lokasi dari bit pertama pada VC-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrdg4HhcqII/AAAAAAAAAGg/VhZaP0zIqoE/s1600-h/tiga.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095648020601284738" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrdg4HhcqII/AAAAAAAAAGg/VhZaP0zIqoE/s320/tiga.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdhRnhcqJI/AAAAAAAAAGo/JzgUdoCVatQ/s1600-h/empat.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095648458687948946" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdhRnhcqJI/AAAAAAAAAGo/JzgUdoCVatQ/s320/empat.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdhkXhcqKI/AAAAAAAAAGw/XcKjcKpcHpc/s1600-h/lima.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095648780810496162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdhkXhcqKI/AAAAAAAAAGw/XcKjcKpcHpc/s320/lima.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur umum Jaringan SDH&lt;br /&gt;Arsitektur jaringan SDH secara umum adalah seperti terlihat pada Gambar 5. Level yang paling tinggi, jaringan transport SDH adalah n x STM-1 (n x 155 Mbps), yang dihubungkan secara bersilangan oleh peralatan DXC 4/4 (Digital Cross Connect ). Penjelasan singkat mengenai DXC ini adalah sebagai berikut; pada telekomunikasi digital, sinyal-sinyal digital diarahkan atau dirutekan ke lokasi sentral-sentral telepon yang disebut DXC ini. DXC ini berfungsi untuk menyediakan tempat bagi interkoneksi hubungan-hubungan jalur kawatnya (hardwire) serta pemeliharaan rutin maupun troubleshooting-nya. Setiap tipe sinyal digital ini memiliki penyakelar digitalnya sendiri-sendiri, misalnya pada sinyal digital DS-1 pada 1,544 Mbps disebut DXC-1, DS-4 pada 274,176 Mbps disebut DXC-4. DXC 4/4 berarti merupakan penghubung antar sesama jaringan pada pemultiplekan hirarki ke 4.&lt;br /&gt;Gambar 5&lt;br /&gt;Tugas utama jaringannya adalah menyediakan trunk kapasitas besar antara sentral-sentral telepon dengan DXC 4/4 untuk memungkinkan restorasi yang cepat terhadap koneksi-koneksi jika sebuah simpul jatuh atau gagal berfungsi (mengalami gangguan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan DXC 4/4 dan peralatan terminal jalur untuk n x STM-1 (n x 155 Mbps), lebarpita yang paling kecil ditangani oleh jaringan transport, granularitasnya (salah satu bagian kanal sebelum pemultiplekan) adalah STM-1 (ekivalen dengan kanal-kanal 63 x 2 Mbps atau 1890 x 64 kbps). Hirarki jaringan turun lebih bawah, DXC 4/1 (penghubung hirarki ke 4 dengan hirarki ke 1) memecah lebarpita STM-1 menjadi level VC-12 (yang membawa E1). Setiap VC-12 dapat dirutekan secara individual ke simpul DXC 4/1 lainnya atau ke dalam jaringan akses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui suatu kombinasi DXC 4/4 dan 4/1, granularitas dari jaringan transport menjadi E1 atau 2 Mbps (untuk Amerika T1 = 1,544Mbps). Sebuah DXC 4/1 digunakan untuk menyediakan granularitas VC-12 (E1) di antara lapisan-lapisan transport dan lapisan akses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan akses SDH umumnya tersusun dalam ring-ring (bentuk-bentuk cincin) STM-1. ADM 4/1 (Add and Drop Multiplexer) untuk mendemultiplek aliran STM-1 ke aliran E1, atau memultiplek aliran E1 ke dalam aliran STM-1 (hirarki ke 4 dengan hirarki ke 1). Sedang aliran-aliran E1 disediakan bagi para pengguna akhir melalui antarmuka standar G.703.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengacu pada gambar 5 tersebut, seperti telah disinggung di atas, jaringan SDH dibagi menjadi dua lapisan (layer); lapisan transport dan lapisan akses. Lapisan transport terdiri dari peralatan-peralatan DXC yang berlokasi di sentral-sentral telepon serta koneksi-koneksi kapasitas tinggi di antara sentral-sentral telepon. Sedang lapisan akses terdiri dari peralatan ADM yang berlokasi di sentral-sentral telepon atau kabinet-kabinet di jalanan, yang merupakan penyedia lebarpita saluran bagi para pengguna akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrdh0XhcqLI/AAAAAAAAAG4/WxVaI7MvRWw/s1600-h/enam.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5095649055688403122" style="FLOAT: left; MARGIN: 0pt 10px 10px 0pt; CURSOR: pointer" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Rrdh0XhcqLI/AAAAAAAAAG4/WxVaI7MvRWw/s320/enam.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evolusi Jaringan PDH ke SDH&lt;br /&gt;Karena format transmisi SDH dirancang untuk mengatasi keterbatasan PDH, maka semua perusahaan telekomunikasi memang ditantang untuk memperkenalkan transmisi SDH ke dalam jaringan-jaringan PDH yang sudah mereka bangun lebih dulu. Isu yang penting adalah masalah keseimbangan antara keuntungan-keuntungan yang ditawarkan oleh SDH dan hambatan biaya dalam investasi jaringan. Untuk itu diperlukan strategi mengenai evolusi jaringan dari PDH ke SDH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga alternatif utama, yang masing-masing memiliki keuntungan dan kerugian. Perusahaan telekomunikasi mungkin perlu untuk mengadopsi suatu strategi campuran sebagai jawaban yang terbaik bagi kondisi lingkungannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga alternatif tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Top-down (metode level atau layer)&lt;br /&gt;* Bottom-up (metode pulau atau branch)&lt;br /&gt;* Paralel (Metode overlay)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode lapisan teristimewa relevan dengan perusahaan layanan telekomunikasi yang masih memperkenalkan digitalisasi pada level trunk dari jaringan yang dimilikinya atau bagi yang membutuhkan untuk mendukung layanan-layanan baru pada lapisan-lapisan yang lebih atas dari jaringan-jaringan antar urban (sebagai contoh untuk koneksi MAN-MAN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pokoknya adalah penghematan biaya untuk transportasi kapasitas besar dalam menangani pertumbuhan lalu lintas komunikasi. Dalam strategi ini introduksi untuk SDH dimulai pada level tulangpunggung/supernode level dengan sedikit simpul-simpul yang dihubungkan dengan sistem-sistem STM-16 atau STM-4 SDH. Interkoneksi ke suatu jaringan PDH adalah dengan sebuah gateway (gerbang penghubung), umumnya pada port-port cross connect dan persediaan port-port cross connect yang memadai untuk mendukung semua fungsionalitas PDH dan SDH yang diperlukan. Ini merupakan suatu aspek yang penting dari perencanaan jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah berikut adalah mengubah lapisan-lapisan berikutnya yang lebih rendah ke SDH, dan memindahkan gateway-nya ke titik dimana keuntungan-keuntungan SDH paling dapat dijamin. Dengan demikian SDH memberikan keuntungan secara penuh bagi lapisan-lapisan yang lebih tinggi dan secara selektif pada lapisan-lapisan yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi dengan metode pulau adalah memasang SDH pada simpul-simpul jaringan pada level tengahan maupun level bawah, yakni menyediakan pulau-pulau SDH untuk komunitas tertentu (sebagai contoh pusat-pusat perdagangan dan finansial). Dengan pendekatan lapisan, dibutuhkan gateway-gateway untuk jaringan PDH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada level ini, beberapa cross-connect utamanya akan menjadi produk-produk pitalebar (wideband), menginterkoneksi sistem-sistem transport STM-1 melalui antarmuka-antarmuka 155 Mbps (atau 140 Mbps melalui sebuah antarmuka gateway), dengan menyalurkan dan memadukan fasilitas pada VC level 1, 2 dan 3 yang dibawa dalam kecepatan 2 Mbps atau 1,5 Mbps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui metode paralel, SDH diinstalasi dalam sebuah jaringan overlay (yang ditumpang-tindihkan) di samping jaringan PDH nya dalam beberapa simpul. Tujuannya adalah untuk mengimplementasikan layanan-layanan baru tertentu (seperti videoconferencing dan interkoneksi LAN/LAN) serta memperoleh keuntungan dari semua fungsi SDH sesegera mungkin, dan menyediakan perbaikan-perbaikan dalam hal kualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gateway bagi jaringan PDH masih dibutuhkan, meskipun ada segregasi (pemisahan) antara layanan-layanan lama dan baru antara fasilitas-fasilitas SDH dan PDH. Penting juga bahwa semua peralatan yang diperlukan untuk menyediakan fungsionalitas SDH secara penuh dalam SDH yang ditumpang-tindihkan ini sudah dipasang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi ini menarik bagi perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan lalu lintas komunikasi yang cepat, dan bagi yang berharap untuk menambahkan fungsionalitas SDH (sebagai contoh, untuk menawarkan premium services; yakni pemanggil/penelpon yang ditarik biaya pulsa dengan tarif khusus, yang biasanya diterapkan pada layanan-layanan informasi) selagi mereka menambah kapasitas jaringannya.&lt;br /&gt;Implikasi Layanan&lt;br /&gt;Untuk memaksimumkan keuntungan-keuntungan teknologi SDH yang dapat diraih, sangatlah perlu untuk mempertimbangkan lapisan-lapisan yang berbeda yang ada dalam suatu jaringan telekomunikasi. Ada dua lapisan jaringan layanan di atas jaringan transport multiguna, yang mana SDH menyediakan suatu layanan transportasi aliran bit yang sifatnya transparan. Artinya bahwa jaringan transport itu sendiri tidak menyadari isi dari payload yang dibawa dari A ke B (sebagai contoh, apakah suatu jalur telekomunikasi sedang membawa suara atau data).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi-aplikasi pelanggan yang baru dan layanan-layanan dengan nilai tambah muncul pada lapisan jaringan layanan pada level yang lebih tinggi dan dapat mengambil bentuk yang sulit untuk diramalkan (seperti aplikasi-aplikasi multimedia). Bagian bawah dari kedua lapisan layanan ini umumnya mencakup jaringan-jaringan layanan dasar dan jaringan-jaringan overlay layanan khusus. jaringan-jaringan layanan-merupakan suatu area dari evolusi yang lebih dapat diprediksi. Jaringan-jaringan layanan dasar mencakup aplikasi-aplikasi suara, ISDN dan radio bergerak (mobile), seperti GSM, mengingat jaringan-jaringan overlay untuk layanan-layanan khusus (sebagai contoh jalur sewa 64 kbps yang disediakan untuk pelanggan-pelanggan kelompok perusahaan/industri). Pola-pola pertumbuhan lalu lintas suara (telepon) umumnya stabil, tetapi layanan-layanan yang berkembang dengan pesat seperti GSM dalam beberapa kasus mengharuskan pembangunan dari jaringan transport overlay sepanjang maupun di atas jaringan multiguna. Dalam kondisi normal, karakteristik yang memang sudah menjadi sifat dari suatu jaringan yang sudah ada seyogyanya harus membuat overlay ini, yang sifatnya lebih merupakan suatu perkecualian daripada suatu keharusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sebuah layanan baru diperkenalkan melalui area geografis yang luas, hal ini tentunya tidak diperlukan untuk menggandakan jaringan-jaringan overlay untuk dirancang dan diimplementasikan. Perencanaan jaringan yang tepat pada tingkat-tingkat awal dari suatu proyek dapat menjamin bahwa jaringan transport multiguna dari awalnya akan dapat menghubungkan sebagian besar pelanggan-pelanggan potensial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan-layanan barunya dapat juga dikaitkan dengan aplikasi-aplikasi jaringan cerdas (IN; Intelligent Network), jaringan data atau jaringan bergerak (mobile). Tak seperti lapisan-lapisan layanan, evolusi dari lapisan jaringan transport agak sulit diprediksi, tetapi umumnya dapat dicirikan dengan kondisi pertumbuhan keseluruhan yang perlahan-lahan, dengan fase yang bersifat periodik terhadap pertumbuhan yang cepat.&lt;br /&gt;Akses dalam Kenyataan&lt;br /&gt;Untuk menyediakan lebarpita tingkat bawah sub-2Mbps dalam lingkup SDH, beberapa pabrik menyediakan akses frekuensi suara pada ADM 4/1 mereka untuk memultipleks dan mendemultipleks aliran E1. Ini bukan merupakan bagian dari hirarki SDH dan sifatnya memang tidak berbeda dengan pemultiplekan dan pendemultiplekan suatu aliran E1 yang diberikan oleh peralatan PDH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diinginkan adanya pemultiplekan orde pertama untuk membuat kanal 64 kbps selalu tersedia bagi penggunanya, beberapa ADM 4/1 sebenarnya mempunyai keterbatasan kemampuan cross connect 1/0 (hubungan hirarki ke 0 atau 64 kbps ke hirarki pertama atau E1) untuk menyalurkan dan memadukan kanal-kanal ke dalam aliran-aliran E1 sebelum mengemasnya ke dalam struktur VC-12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak rekayasawan (engineer) jaringan menganggap bahwa DXC-DXC 1/0 tidak lagi dibutuhkan, bila cross connection 1/0 dapat dibuat dalam ADM-nya. Jika ADM-ADM nya dimungkinkan dapat memenuhi dalam skala kecil provisi rangkaian 64 kbps, sedang mereka tidak mempunyai kemampuan cross connection maupun pengaturan terhadap DXC 1/0, maka ketergantungan semata-mata pada ADM-ADM untuk cross connection dapat menimbulkan banyak masalah bagi para operator jaringan SDH yang menyediaan layanan-layanan sub E-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam merencanakan migrasi ke SDH secara penuh, para operator jaringan harus mempertimbangkan dua peran yang dibawa oleh DXC 1/0 dalam memberikan layanan n x64 kbps secara efisien sepanjang jaringan campuran SDH/PDH: yakni menyalurkan dan memadukan layanan n x 64 kbps tersebut ke dalam akses jaringan dan memusatkannya (hubbing) ke dalam jaringan transportasi inti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapasitas tinggi yang dimiliki DXC 1/0 membuatnya sangat efisien untuk menyalurkan dan memadukan lalu lintas komunikasi 64 kbps maupun n x 64 kbps sebelum menuju ke jaringan SDH. Hubbing dengan DXC -DXC 1/0 dalam jaringan transport meniadakan kebutuhan untuk suatu meshing yang lengkap di jalur highway E1 melalui transport jaringan SDH untuk memberikan layanan-layanan sub-E1. DXC 1/0 dapat digunakan untuk memecah-mecah fasilitas E1 menjadi sebuah level 64 kbps DXC dan mengemas kembali mereka untuk transmisi berikutnya. Strategi penyebaran DXC 1/0 dengan cara ini juga akan memungkinkan suatu sistem manajemen jaringan "sub-E1" yang dihamparkan secara paralel dengan keseluruhan sistem manajemen SDH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan ADM secara ring (bentuk cincin) pada lapisan akses SDH dapat dipandang sebagai suatu entiti dengan antarmuka antara E1 dengan saluran 64 kbps dengan kemampuan cross connect, namun demikian dapatkah cincin ADM ini dipandang sebagai sebuah DXC 1/0?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun kunci perbedaan antara cincin ADM yang memiliki kemampuan 1/0 dan sebuah DXC 1/0 yang benar adalah dalam hal kapasitas maksimum. Antarmuka STM-1 (atau STM-4, jika tersedia) akan membentuk hambatan yang bersifat bottle neck untuk mentransportasikan kanal-kanal 64 kbps melalui ring atau cincin tersebut. Batasannya adalah 1890 kanal atau 63 E1. Selagi cincinnya bersifat unidirectional, kondisi ini tidak dapat dibuat untuk yang keduakalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika sebuah flexmux dengan kemampuan terintegrasi 1/0 digunakan dalam kombinasi dengan sebuah ADM 4/1? Sebuah flexmux umumnya memultipleks laju bit rendah dan kanal-kanal frekuensi suara ke dalam beberapa aliran E1 dan mungkin juga dihubungkan dengan port-port E1 dari sebuah ADM 4/1. Selama sejumlah saluran keluar (outgoing) E1 dalam sebuah flexmux dibatasi pada dua atau tiga, mereka harus diisi selengkap mungkin. Pemaduan ini mungkin dibentuk dengan menggunakan kemampuan cross connection dari flexmux-nya, yakni sebuah kanal masuk (frekuensi suara) ditempatkan ke dalam aliran E1 yang diberikan ke ADM 4/1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan 1/0 dalam ADM 4/1 dan flexmuxnya digunakan untuk memadukan lalu lintas komunikasi menuju sisi high end jaringannya. Namun demikian, ring ADM 4/1 akan bertindak sebagai sebuah DXC 1/0 hanya dalam kasus berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* ADM 4/1 mempunyai kemampuan DXC 1/0 non-blocking antara tributary E1 dan aliran 63 E1 yang dikemas dalam aliran STM-1 yang dikerjakan melalui ADM 4/1-nya.&lt;br /&gt;* Sejumlah tributary E1 dalam virtual cross connect tidak melampaui 63.&lt;br /&gt;* Kemampuan 1/0 digunakan untuk memadukan lalu lintas pada level akses ditinjau dari arah jaringannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio Gelombang Mikro SDH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun optik fiber secara prinsip telah menjadi medium pilihan untuk transmisi long-haul maupun dari sudut pandang kapasitasnya, radio gelombang mikro SDH masih dibutuhkan oleh banyak perencana jaringan. Alasan pokoknya adalah berkaitan dengan masalah ekonomi, kecepatan penyebaran dan keamanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi ekonomi, radio SDH menyediakan solusi yang paling ekonomis bagi para perencana jaringan jika infratruktur yang ada (sebagai contoh menara, shelter, power-plant dan sistem-sistem pengumpan antena) yang sudah ada dapat dimanfaatkan lagi ketika ijin melintasi suatu daerah memang telah dimiliki lebih dulu. Juga daerah yang tidak cocok medannya (seperti bergunung-gunung atau melintasi bangunan-bangunan air/bendungan) membuat penyebaran fiber sangatlah mahal. Pertimbangannya adalah bahwa untuk implementasi sebuah jaringan fiber, bagian terbesar pengeluaran modal awalnya untuk intalasi kabel-kabel fiber, yang sifatnya tidak tergantung pada kapasitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil studi ekonomi gabungan yang dilakukan oleh Northern Telecom (Nortel) dan Stentor (aliansi dari perusahaan-perusahaan operator telepon di Kanada), yang bertujuan menentukan perancangan jaringan transmisi paling hemat biaya untuk pemasangan rute sepanjang 2000 km, yang berbasis pada kapasitas yang dibutuhkan maupun kondisi-kondisi lapangan, menunjukkan bahwa untuk kondisi lingkungan yang sulit, radio lebih hemat biaya untuk kapasitas sampai 2,5 Gbps (setara dengan 16 x STM-1). Untuk kondisi lingkungan medan yang tidak berat, jaringan fiber menjadi lebih hemat biaya untuk kapasitas yang lebih besar daripada 310 Mbps (setara dengan 2 x STM-1). Berdasar pada studi ini, Stentor dapat mengoptimalkan perancangannya sepanjang 6500 km jaringan sinkron kapasitas besar Trans Canadian secara ekonomis dengan penyebaran baik melalui fiber maupun radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dicatat di sini ialah bahwa studi perbandingan biaya tersebut berbasis pada rute fiber dan radio yang bersifat tunggal. Betapapun untuk memenuhi tujuan-tujuan ketersediaan yang bersifat long-haul dari ITU-T, sebuah rute ganda (dual) fiber (yang berarti difersitas rute) dibutuhkan, yang umumnya untuk mengkompensasi penyusutan/pengurangan kabel, yang terjadi secara rata-rata dua sampai tiga kali pertahun per rute sepanjang 1000 km. Harap dicatat bahwa dalam mendesain jaringan telekomunikasi selalu ada istilah degradasi/penurunan kualitas kerja kabel maupun berbagai peralatannya karena faktor usia, tak terkecuali pada optik fiber. Setiap pemotongan kabel dapat membutuhkan sampai 12 jam untuk reparasi. Dibanding dengan rute-rute radio long-haul yang dapat dirancang sebesar 99,98 persen ketersediannya untuk jarak sampai dengan 6500 km, yang jika dikonversikan menjadi kurang dari dua jam down time per tahun dengan menggunakan sebuah rute tunggal. Oleh sebab itu, jika studi ini diperuntukkan bagi perbandingan rute radio tunggal versus rute fiber ganda, yang memberikan ketersediaan jaringan yang sama, radio akan memiliki keuntungan dalam hal biaya bahkan dalam kapasitas yang lebih besar maupun kondisi-kondisi lingkungan yang disebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi kecepatan penyebaran, radio SDH menawarkan penyebaran yang lebih cepat dan menghasilkan pendapatan yang lebih cepat pula daripada fiber, terutama ketika infrastruktur yang ada dapat digunakan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensinya, strategi penyebaran yang praktis bagi para perencana jaringan adalah menyebarkan jaringan radio SDH pada awalnya. Kemudian, ketika pendapatan/pemasukan bagi perusahaan telah diperoleh, dan kapasitas yang dibutuhkan naik, sebuah rute fiber lalu disebarkan supaya diperoleh bermacam-macam rute dan media jaringan maupun untuk mendudukkan fiber bagi kapasitas yang lebih tinggi yang bersifat potensial (sekitar 10 Gbps) jika memang dikehendaki dan memungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi keamanan, jaringan radio, yang terdiri dari sheltered radio site yang berjarak setiap 40 sampai 60 km, adalah lebih mudah untuk diamankan daripada jaringan fiber. Jaringan-jaringan fiber lebih sulit untuk diamankan karena keseluruhan rute fiber memang harus dilindungi dari berbagai macam gangguan alam dan tangan usil.&lt;br /&gt;Integrasi Radio SDH dengan Elemen-elemen Jaringan Fiber&lt;br /&gt;Untuk memaksimumkan keuntungan-keuntungan radio SDH, radio harus dapat berfungsi sebagai pelengkap bagi suatu jaringan fiber sinkron. Betapapun, supaya radio SDH dapat diinteroperasikan dan diintegrasikan dengan elemen-elemen jaringan optik fiber, rancangannya harus mengarah pada beberapa parameter, termasuk kapasitas dan pertumbuhannya, manajemen jaringan, penyesuaian terhadap evolusi standar-standar SDH, antarmuka dan kinerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Sebagai sebuah teknologi bagi pembangunan jaringan transport, SDH sangat bermanfaat bagi operator jaringan yang bertujuan untuk menyediakan perbedaan-perbedaan layanan transport yang variasinya luas. SDH bersifat transparan bagi pengguna akhir, sebagai layanan yang ada yang berkualitas lebih baik maupun sebagai suatu layanan kapasitas besar yang baru secara keseluruhannya. Sebaliknya pada ATM (Mode Transfer Asinkron), yang digunakan sekarang ini untuk koneksi data kecepatan tinggi dan dapat dipandang sebagai berbasis pada level layanan, akhirnya ketika ia nantinya menjadi lebih bersifat generik, ATM akan berpindah turun ke lapisan jaringan transport untuk menyediakan layanan-layanan transport multiguna bagi lapisan layanan yang lebih atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tulis Oleh : Drs. Sunomo&lt;br /&gt;Dosen Jurusan Elektro FPTK IKIP Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-8162911085552030567?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/8162911085552030567/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=8162911085552030567&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/8162911085552030567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/8162911085552030567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/08/sdh-pada-fiber-optik.html' title='SDH pada Fiber optik'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RrdegXhcqGI/AAAAAAAAAGQ/FdNMrnde4pk/s72-c/satu.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-1939178903535531336</id><published>2007-06-14T04:02:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:29:45.217-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>konsep VPN</title><content type='html'>Perpaduan teknologi tunneling dan enkripsi membuat VPN (Virtual Private Network) menjadi teknologi yang luar biasa dan membantu banyak sekali pekerjaan penggunanya.&lt;br /&gt;Pada edisi sebelumnya telah disinggung sedikit mengenai apa itu teknologi VPN, di mana penggunaannya dan apa saja teknologi yang membentuknya. Kini akan dibahas satu per satu lebih mendetail tentang teknologi pembentuk VPN tersebut, yaitu tunneling dan enkripsi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RnEg3gXKb5I/AAAAAAAAAFg/pwk0qTxmOwk/s1600-h/konsep+vpn.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RnEg3gXKb5I/AAAAAAAAAFg/pwk0qTxmOwk/s320/konsep+vpn.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5075874392975241106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kedua teknologi ini tidak bisa ditawar dan diganggu-gugat lagi dalam membentuk sebuah komunikasi VPN. Kedua teknologi ini harus dipadukan untuk mendapatkan hasil yang sempurna, yaitu komunikasi data aman dan efisien. Aman berarti data Anda tetap terjaga kerahasiaan dan keutuhannya. Tidak sembarang pihak dapat menangkap dan membaca data Anda, meskipun data tersebut lalu-lalang di jalur komunikasi publik. Keutuhan yang tetap terjaga maksudnya tidak sembarang orang dapat mengacaukan isi dan alur data Anda. Hal ini perlu dijaga karena jika sudah lewat jalur publik, banyak sekali orang iseng&lt;br /&gt;yang mungkin saja menghancurkan data Anda di tengah jalan. Untuk itulah, mengapa kedua teknologi ini sangat berperan penting dalam terbentuknya solusi komunikasi VPN.&lt;br /&gt;Apa Saja Teknologi Tunneling ?&lt;br /&gt;Untuk membuat sebuah tunnel, diperlukan sebuah protokol pengaturnya sehingga tunnel secara logika ini dapat berjalan dengan baik bagaikan koneksi point-to-point sungguhan. Saat ini, tersedia banyak sekali protokol pembuat tunnel yang bisa digunakan. Namun, tunneling protocol yang paling umum dan paling banyak digunakan terdiri dari tiga jenis di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Layer 2 Tunneling Protocol (L2TP)&lt;br /&gt;L2TP adalah sebuah tunneling protocol yang memadukan dan mengombinasikan dua buah tunneling protocol yang bersifat proprietary, yaitu L2F (Layer 2 Forwarding) milik Cisco Systems dengan PPTP (Point-to-Point Tunneling Protocol) milik Microsoft.&lt;br /&gt;Pada awalnya, semua produk Cisco menggunakan L2F untuk mengurus tunneling-nya, sedangkan operating system Microsoft yang terdahulu hanya menggunakan PPTP untuk melayani penggunanya yang ingin bermain dengan tunnel. Namun saat ini, Microsoft Windows NT/2000 telah dapat menggunakan PPTP atau L2TP dalam teknologi VPN-nya.&lt;br /&gt;L2TP biasanya digunakan dalam membuat Virtual Private Dial Network (VPDN) yang dapat bekerja membawa semua jenis protokol komunikasi didalamnya. Selain itu, L2TP juga bersifat media independen karena dapat bekerja di atas media apapun. L2TP memungkinkan penggunanya untuk tetap dapat terkoneksi dengan jaringan lokal milik mereka dengan policy keamanan yang sama dan dari manapun mereka berada, melalui koneksi VPN atau VPDN. Koneksi ini sering kali dianggap sebagai sarana memperpanjang jaringan lokal milik penggunanya, namun melalui media publik.&lt;br /&gt;Namun, teknologi tunneling ini tidak memiliki mekanisme untuk menyediakan fasilitas enkripsi karena memang benar-benar murni hanya membentuk jaringan tunnel. Selain itu, apa yang lalu-lalang di dalam tunnel ini dapat ditangkap dan dimonitor dengan menggunakan protocol analizer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Generic Routing Encapsulation (GRE)&lt;br /&gt;Protokol tunneling yang satu ini memiliki kemampuan membawa lebih dari satu jenis protokol pengalamatan komunikasi. Bukan hanya paket beralamat IP saja yang dapat dibawanya, melainkan banyak paket protokol lain seperti CNLP, IPX, dan banyak lagi. Namun, semua itu dibungkus atau dienkapsulasi menjadi sebuah paket yang bersistem pengalamatan IP. Kemudian paket tersebut didistribusikan melalui sistem tunnel yang juga bekerja di atas protokol komunikasi IP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan tunneling GRE, router yang ada pada ujung-ujung tunnel melakukan enkapsulasi paket-paket protokol lain di dalam header dari protokol IP. Hal ini akan membuat paket-paket tadi dapat dibawa ke manapun dengan cara dan metode yang terdapat pada teknologi IP. Dengan adanya kemampuan ini, maka protokol-protokol yang dibawa oleh paket IP tersebut dapat lebih bebas bergerak ke manapun lokasi yang dituju, asalkan terjangkau secara pengalamatan IP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi yang cukup banyak menggunakan bantuan protokol tunneling ini adalah menggabungkan jaringan-jaringan lokal yang terpisah secara jarak kembali dapat berkomunikasi. Atau dengan kata lain, GRP banyak digunakan untuk memperpanjang dan mengekspansi jaringan lokal yang dimiliki si penggunanya. Meski cukup banyak digunakan, GRE juga tidak menyediakan sistem enkripsi data yang lalu-lalang di tunnel-nya, sehingga semua aktivitas datanya dapat dimonitor menggunakan protocol analyzer biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*IP Security Protocol (IPSec)&lt;br /&gt;IPSec adalah sebuat pilihan tunneling protocol yang sangat tepat untuk digunakan dalam VPN level korporat. IPSec merupakan protokol yang bersifat open standar yang dapat menyediakan keamanan data, keutuhan data, dan autentikasi data antara kedua peer yang berpartisipasi di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPSec menyediakan sistem keamanan data seperti ini dengan menggunakan sebuah metode pengaman yang bernama Internet Key Exchange (IKE). IKE ini bertugas untuk menangani masalah negosiasi dari protokol-protokol dan algoritma pengamanan yang diciptakan berdasarkan dari policy yang diterapkan pada jaringan si pengguna. IKE pada akhirnya akan menghasilkan sebuah sistem enkripsi dan kunci pengamannya yang akan digunakan untuk autentikasi pada sistem IPSec ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Teknologi Enkripsinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain teknologi tunneling, teknologi enkripsi dalam VPN juga sangat bervariasi. Sebenarnya teknologi enkripsi bukan hanya milik VPN saja, namun sangat luas penggunaannya. Enkripsi bertugas untuk menjaga privasi dan kerahasiaan data agar tidak dapat dengan mudah dibaca oleh pihak yang tidak berhak. Secara garis besar teknik enkripsi terbagi atas dua jenis, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Symmetric Encryption&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Symmetric Encryption dikenal juga dengan nama sebutan secret key encryption. Enkripsi jenis ini banyak digunakan dalam proses enkripsi data dalam volume yang besar. Selama masa komunikasi data, perangkat jaringan yang memiliki kemampuan enkripsi jenis ini akan mengubah data yang berupa teks murni (cleartext) menjadi berbentuk teks yang telah diacak atau istilahnya adalah ciphertext. Teks acak ini tentu dibuat dengan menggunakan algoritma. Teks acak ini sangat tidak mudah untuk dibaca, sehingga keamanan data Anda terjaga.&lt;br /&gt;Pertanyaan selanjutnya, bagaimana data acak tersebut dibuka oleh pihak yang memang ditujunya? Untuk membuka data acak ini, algoritma pengacak tadi juga membuat sebuah kunci yang dapat membuka semua isi aslinya. Kunci ini dimiliki oleh si pengirim maupun si penerima data. Kunci inilah yang akan digunakan dalam proses enkripsi dan dekripsi ciphertext ini.&lt;br /&gt;Digital Encryption Standar (DES) merupakan sebuah algoritma standar yang digunakan untuk membuat proses symmetric encryption ini. Algoritma ini diklaim sebagai yang paling umum digunakan saat ini. Algoritma DES beroperasi dalam satuan 64-bit blok data. Maksudnya, algoritma ini akan menjalankan serangkaian proses pengacakan 64-bit data yang masuk untuk kemudian dikeluarkan menjadi 64-bit data acak. Proses tersebut menggunakan 64-bit kunci di mana 56-bit-nya dipilih secara acak, 8 bit nya berasal dari parity bit dari data Anda. Kedelapan bit tersebut diselipkan di antara ke 56-bit tadi. Kunci yang dihasilkan kemudian dikirimkan ke si penerima data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sistem enkripsi demikian, DES tidaklah mudah untuk ditaklukkan Namun seiring perkembangan teknologi, DES sudah bisa dibongkar dengan menggunakan superkomputer dalam waktu beberapa hari saja. Alternatif untuk DES adalah triple DES (3DES) yang melakukan proses dalam DES sebanyak tiga kali. Jadi kunci yang dihasilkan dan dibutuhkan untuk membuka enkripsi adalah sebanyak tiga buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asymmetric Encryption&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enkripsi jenis ini sering disebut sebagai sistem public key encryption. Proses enkripsi jenis ini bisa menggunakan algoritma apa saja, namun hasil enkripsi dari algoritma ini akan berfungsi sebagai pelengkap dalam mengacakan dan penyusunan data. Dalam enkripsi jenis ini diperlukan dua buah kunci pengaman yang berbeda, namun saling berkaitan dalam proses algoritmanya. Kedua kunci pengaman ini sering disebut dengan istilah Public Key dan Private Key.&lt;br /&gt;Sebagai contohnya, Andi dan Budi ingin berkomunikasi aman dengan menggunakan sistem enkripsi ini. Untuk itu, keduanya harus memiliki public key dan private key terlebih dahulu. Andi harus memiliki public dan private key, begitu juga dengan Budi. Ketika proses komunikasi dimulai, mereka akan menggunakan kunci-kunci yang berbeda untuk mengenkrip dan mendekrip data. Kunci boleh berbeda, namun data dapat dihantarkan dengan mulus berkat algoritma yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme pembuatan public dan private key ini cukup kompleks. Biasanya key-key ini di-generate menggunakan generator yang menjalankan algoritma RSA (Ron Rivest, Adi Shamir, Leonard Adleman) atau EL Gamal. Hasil dari generator ini biasanya adalah dua buah susunan angka acak yang sangat besar. Satu angka acak berfungsi sebagai public key dan satu lagi untuk private key. Angka-angka acak ini memang harus dibuat sebanyak dan seacak mungkin untuk memperkuat keunikan dari key-key Anda.&lt;br /&gt;Menggenerasi key-key ini sangat membutuhkan proses CPU yang tinggi. Maka itu, proses ini tidak bisa dilakukan setiap kali Anda melakukan transaksi data. Dengan kata lain, enkripsi jenis ini tidak pernah digunakan untuk mengamankan data yang sesungguhnya karena sifatnya yang kompleks ini. Meskipun demikian, enkripsi ini akan sangat efektif dalam proses autentikasi data dan aplikasinya yang melibatkan sistem digital signature dan key management.&lt;br /&gt;Bagaimana Memilih Teknologi VPN yang Tepat?&lt;br /&gt;Teknologi VPN begitu banyak pilihannya untuk Anda gunakan. Bagaimana memilih yang terbaik untuk Anda? Teknologi VPN yang terbaik untuk Anda sangat tergantung pada kebutuhan traffic data yang ingin lalu-lalang diatasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi IPSec merupakan pilihan utama dan yang paling komplit untuk memberikan solusi bagi jaringan VPN level enterprise. Namun sayangnya, IPSec hanya mendukung traffic yang berbasiskan teknologi IP dan paket-paket yang berkarakteristik unicast saja. Jadi jika karakteristik data Anda yang ingin dilewatkan VPN sesuai dengan kemampuan IPSec, maka tidak perlu lagi menggunakannya karena IPSec relatif lebih mudah dikonfigurasi dan di-troubleshoot. Namun jika traffic Anda terdiri dari protokol-protokol selain IP atau komunikasi IP berkarakteristik multicast, maka gunakanlah GRE atau L2TP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GRE sangat cocok digunakan jika Anda ingin membuat komunikasi site-to-site VPN yang akan dilewati oleh berbagai macam protokol komunikasi. Selain itu, GRE juga sangat cocok digunakan dalam melewati paket-paket IP multicast seperti yang banyak digunakan dalam routing protocol. Sehingga cocok digunakan sebagai jalur komunikasi antar-router. GRE akan mengenkapsulasi segala traffic tanpa peduli sumber dan tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk jaringan yang banyak dilalui oleh traffic untuk keperluan Microsoft networking, L2TP sangat pas untuk digunakan di sini. Karena hubungannya yang erat dengan protokol PPP, L2TP juga sangat cocok digunakan dalam membangun remote-access VPN yang membutuhkan dukungan multiprotokol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang menjadi kendala adalah baik GRE maupun L2TP tidak ada yang memiliki sistem enkripsi dan penjaga keutuhan data. Maka dari itu, biasanya dalam implementasi kedua teknologi VPN ini digabungkan penggunaannya dengan IPSec untuk mendapatkan fasilitas enkripsi dan mekanisme penjaga integritas datanya.&lt;br /&gt;Aman dan Nyaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VPN memang terbentuk dari perpaduan kedua teknologi yang telah dijabarkan secara garis besar di atas. Ada sebuah prinsip yang berkembang di kalangan praktisi komunikasi data yang mengatakan bahwa “komunikasi data yang aman tidak akan pernah nyaman”. Prinsip tersebut mungkin ada kalanya benar, di mana Anda harus membuat policy-policy yang memusingkan kepala, teknik-teknik tunneling dan enkripsi apa yang akan Anda gunakan, dan rule-rule yang sangat ketat dan teliti untuk menghadang semua pengacau yang tidak berhak mengakses data Anda. Namun, teknologi VPN mungkin bisa dikecualikan dalam prinsip tersebut.&lt;br /&gt;Memang benar, performa jaringan VPN tidak akan bisa sebaik jaringan pribadi yang sesungguhnya. Waktu latensi yang besar pasti menyertai ke manapun VPN pergi. Selain itu, jaringan ini sangat sensitif terhadap gangguan yang terjadi di tengah jalan entah di mana. Namun, semua risiko tersebut masih mungkin diterima karena jika sudah terkoneksi, kenyamanan luar biasa bisa Anda nikmati. Lebih dari itu, bagi Anda praktisi bisnis, banyak sekali aplikasi bisnis yang bisa dibuat dengan menggunakan VPN. Selamat belajar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-1939178903535531336?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/1939178903535531336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=1939178903535531336&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/1939178903535531336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/1939178903535531336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/konsep-vpn_14.html' title='konsep VPN'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RnEg3gXKb5I/AAAAAAAAAFg/pwk0qTxmOwk/s72-c/konsep+vpn.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-3421864378438399186</id><published>2007-06-07T04:44:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:29:45.218-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Konsep CDMA</title><content type='html'>Konsep CDMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti artikel artikel sebelumnya mengenai GSM, WIMAX, Spread spektrum, kini akan mengulas mengenai konsep cdma, CDMA yang artinya Code Division Multiple Access mengalihkan perhatian pada awal abad 21. Dia akan mengganti teknologi analog contoh AMPS dan kompetitornya seperti GSM. Pada saat bersamaan B-CDMA yang merupakan model komunikasi baru yang efisien akan berkembang ke arah PCS dan menjadi pilihan umum untuk WLL di dunia. roadband CDMA sepenuhnya layak untuk diaplikasikan di WLL, PCS dan wireless berbasis satelit yang akan datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada versi yang akan datang dari CDMA akan menyediakan servis-servis dengan bandwidth data yang tinggi (termasuk ISDN, video dan multimedia) yang tidak dapat disediakan oleh teknologi narrowband.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Dasar Perencanaan&lt;br /&gt;Filosofi umum dari desain jaringan telekomunikasi adalah mendapatkan performansi terbaik dengan biaya implementasi yang minimal. Performansi radio meliputi kualitas kanal kontrol / signalling dan juga kanal suara. Dalam kaitan ini, ukuran dari kualitas transmisi adalah S/(I + N) atau biasa disebut RF signal to impairement ratio. Seorang engineer harus menganalisa S/(I + N) untuk dua kondisi, yang pertama pada kondisi S/(I + N) yang terburuk , sedangkan yang kedua pada kondisi S/(I + N) rata-rata yang dicapai oleh jaringan yang didesain. Dalam hal ini, kondisi performansi rata-rata akan menunjukkan ukuran persepsi pelanggan mengenai kualitas yang akhirnya bermuara pada kepuasan pelanggan. Sedangkan analisa terburuk adalah untuk mencegah berbagai kondisi terburuk yang mungkin saja terjadi.&lt;br /&gt;Memanglah sulit untuk mencapai performansi yang diharapkan pada lingkungan komunikasi mobile yang sangat kompleks. Oleh karena itu seorang engineer diharapkan memiliki berbagai pengetahuan untuk melakukan optimalisasi sistem yang nantinya akan melibatkan berbagai solusi kompromi dari berbagai kondisi trade off yang nantinya akan dihadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem CDMA2000 1x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Teknik Multiple Access&lt;br /&gt; Code Division Multiple Access (CDMA) merupakan salah satu teknik multiple access yang banyak diaplikasikan untuk seluler maupun fixed wireless. Konsep dasar dari teknik multiple access yaitu memungkinkan suatu titik dapat diakses oleh beberapa titik yang saling berjauhan dengan tidak saling mengganggu. Teknik multiple access mempunyai arti bagaimana suatu spektrum radio dibagi menjadi kanal-kanal dan bagaimana kanal-kanal tersebut dialokasikan untuk pelanggan sebanyak-banyaknya dalam satu sistem.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CDMA merupakan teknologi multiple access yang membedakan satu pengguna dengan pengguna lainnya menggunakan kode-kode khusus dalam lebar pita frekuensi yang ditentukan. Sistem CDMA merupakan pengembangan dari dua sistem multiple access sebelumnya. CDMA memiliki konsep multiple access yang berbeda dengan Time Division Multiple Access (TDMA) dan Frequency Division Multiple Access (FDMA) karena sistem ini memanfaatkan kode-kode digital yang spesifik untuk membedakan satu pengguna dengan pengguna lainnya.&lt;br /&gt; CDMA memiliki beberapa keunggulan dibandingkan teknik multiple access lainnya, yaitu :&lt;br /&gt;1. Memiliki pengaruh interferensi yang kecil antara sinyal yang satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;2. Memiliki tingkat kerahasiaan yang tinggi dimana hal ini berkaitan dengan proses acak pada teknik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep Dasar  Sistem Spektral Tersebar&lt;br /&gt;Code Division Multiple Access adalah teknik akses jamak yang didasarkan pada sistem komunikasi spektral tersebar, dimana masing-masing pengguna diberikan suatu kode tertentu yang akan membedakan satu pengguna dengan pengguna lainnya. Mulanya sistem ini dikembangkan pada kalangan militer karena kehandalannya dalam melawan derau yang tinggi, sifat anti jamming, dan kerahasiaan data yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Sistem Spektral Tersebar&lt;br /&gt;Secara definitif, sistem komunikasi spektral tersebar merupakan suatu teknik modulasi dimana pengirim sinyal menduduki lebar pita frekuensi yang jauh lebih besar dari pada spektrum minimal yang dibutuhkan untuk menyalurkan suatu informasi. Konsep ini didasarkan pada teori C.E Shannon untuk kapasitas saluran, yaitu :&lt;br /&gt;C = W log2 (1 + S/N)&lt;br /&gt;Dimana :  C  = kapasitas kanal transmisi (bps)&lt;br /&gt;  W = lebar pita frekuensi transmisi (Hz)&lt;br /&gt;  N  = daya derau (Watt)&lt;br /&gt;  S  = daya sinyal (Watt)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari teori diatas terlihat bahwa untuk menyalurkan informasi yang lebih besar pada saluran ber-noise dapat ditempuh dengan dua cara yaitu :&lt;br /&gt;1. Dengan cara konvensional, dimana W kecil dan S/N besar.&lt;br /&gt;2. Cara penyebaran spektrum, dimana W besar dan S/N kecil.&lt;br /&gt; Pada sistem spektral tersebar sinyal informasi disebar pada pita frekuensi yang jauh lebih lebar dari pada lebar pita informasinya. Penyebaran ini dilakukan oleh suatu fungsi penebar yang bebas terhadap sinyal informasinya berupa sinyal acak semu (psedorandom) yang memiliki karakteristik spektral mirip derau (noise), disebut pseudorandom noise (PN code).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada beberapa teknik modulasi yang dapat digunakan untuk menghasilkan spektrum sinyal tersebar antara lain Direct Sequence Spread Spectrum (DS-SS) dimana sinyal pembawa informasi dikalikan secara langsung dengan sinyal penyebar yang berkecepatan tinggi, Frequency Hopping Spred Spectrum (FH-SS) dimana frekuensi pembawa sinyal informasi berubah-ubah sesuai dengan deretan kode yang diberikan dan akan konstan selama periode tertentu yang disebut T (periode chip). Time Hopping Spread Spectrum (TH-SS) dimana sinyal pembawa informasi tidak dikirimkan secara kontinu tetapi dikirimkan dalam bentuk short burst yang lamanya burst tergantung dari sinyal pengkodeannya, dan hybrid modulation yang merupakan gabungan dari dua atau lebih teknik modulasi di atas yang bertujuan untuk menggabungkan keunggulan masing-masing teknik. Teknik modulasi yang paling banyak dipakai saat ini, termasuk pada sistem CDMA2000 1x, adalah Direct Sequence Spread Spectrrum (DS-SS) karena realisasinya lebih sederhana dibandingkan teknik modulasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada DS-SS, sinyal pembawa didemodulasi secara langsung oleh data terkode yang merupakan deretan data yang telah dikodekan dengan deretan kode berkecepatan tinggi yang dibangkitkan oleh suatu Pseudo Random Generator (PRG) dan memiliki karakteristik random semu karena dapat diprediksi dan bersifat periodik. Sinyal yang telah tersebar ini kemudian dimodulasi dengan menggunakan teknik modulasi BPSK, QPSK, atau MSK. Pada sistem CDMA2000 1x digunakan teknik modulasi QPSK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi Broadband CDMA (B-CDMA)&lt;br /&gt;Teknologi B-CDMA dikembangkan dari teknik CDMA. B-CDMA merupakan teknologi alternatif Wireless Acces pada era Digital Broadband dengan penjelasan sebagai berikut: &lt;br /&gt;• Merupakan teknologi digital spread spektrum lanjutan untuk kepentingan komersial, yang memberikan berbagai kelebihan dibanding copper, cable, microwave dan bahkan sistem komunikasi radio lainnya, seperti :&lt;br /&gt; kualitas suara yang tinggi (32 kb/s)&lt;br /&gt; karakteristik fade sangat baik&lt;br /&gt; performansi indoor sangat baik&lt;br /&gt; dinamik data rate (on demand) : 32 kb/s ~ 144 kb/s&lt;br /&gt;• Pemilihan frekuensi secara fleksibel (300 ~ 2500 MHz)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CDMA pada dasarnya dikembangkan oleh militer di Amerika dan kemudian dikomersialkan oleh perusahaan di Amerika oleh Qualcomm dan dikembangkan dengan standar IS-95. Tipikal frekuensi operasi untuk IS-95 adalah 800 MHz. Versi Broadband yang baru B-CDMA, akan diterapkan untuk tiga band frekuensi : &lt;br /&gt;• DCS 1800 (1,71 sampai 1,785 Ghz, dan dari 1,805 sampai 1,880 GHz)&lt;br /&gt;• US-PCS (1,85 sampai 1,9 GHz dan 1,93 sampai 1,99 GHz)&lt;br /&gt;• CEPT (2 sampai 2,7 GHz)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan penting yang lain dengan narrowband CDMA didesain untuk bandwidth 1,25 MHz untuk setiap direction. Untuk B-CDMA pada umumnya menggunakan bandwidth 7 MHz, 10,5 MHz, 14 MHz dan 15 MHz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bandwidth yang lebih lebar akan menyediakan level of fade resistance yang lebih besar, yang akan menghasilkkan performansi yang lebih besar untuk output power yang sama, atau mengurangi syarat power untuk menyediakan range coverage yang sama. Selanjutnya, pertambahan bandwidth sangat identik dengan penambahan kapasitas untuk mendukung layanan-layanan dengan bandwidth yang lebih tinggi dan menambah fleksibilitas untuk service gabungan. Dalam arti bahwa satu sistem broadband dapat melayani berbagai macam service secara simultan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi Broadband CDMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Broadband CDMA sedang dikembangkan untuk empat aplikasi utama ; rural wireless local loop, urban wireless local loop, personal communications system (PCS), Global Mobile Personal Communcations by Satellite (GMPCS) dan IMT-2000, s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar WLL&lt;br /&gt;Beberapa pengamat percaya bahwa market internasional untuk WLL , secara khusus dari Asia, selama beberapa waktu akan lebih besar daripada untuk cellular atau PCS. Beberapa negara Asia, seperti India mempunyai kurang dari 1 (satu) telepon per 100 (seratus) penduduk dan rata-rata di dunia mencapai 11 atau 12 telepon per 100 penduduk. Perkiraaan untuk waktu dekat bahwa di dunia akan membutuhkan sekitar 1 miliiar telepon dimana setengahnya akan disuplai dari mobile telepon dengan tipe solusi WLL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rural WLL&lt;br /&gt;Teknologi broadband CDMA secara khusus pantas untuk area yang sangat sulit atau untuk daerah yang mahal jika diterapkan jaringan kabel. Aplikasi WLL adalah sangat penting untuk negara-negara Asia karena mempunyai penetrasi yang rendah sehingga dapat sebagai pemasangan subscriber yang extra. Sekarang teknologi WLL, khususnya B-CDMA lebih murah diinstal daripada kabel tembaga. Wireless sedang menjadi pilihan teknologi yang ditetapkan pada service fixed telepon yang dikembangkan di dalam area regional Asia dan tempat lainnyya. &lt;br /&gt;Menurut InterDigital, WLL dapat diinstal pada harga di bawah US$ 1.000 per line, dan akan semakiin menurun pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urban WLL&lt;br /&gt;Pada daerah urban dan suburban, WLL Broadband CDMA akan menghapuskan atau mengurangi dari pemasangan kabel yang baru. &lt;br /&gt;Broadband CDMA menyediakan generasi yang akan datang untuk teknologi wireless telekomunikasi, dari basik voice melalui 2 Mbps data untuk service mobile dan fix pada residensial, dan lingkungan urban. Sistem juga mampu menyediakan layanan sekualitas wireline seperti voice, fax, ISDN (2B + D) dan service leased line. Broadband CDMA juga mensupport service untuk telepon coin dan telepon smart card. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===================================================================================&lt;br /&gt;o FSU :&lt;br /&gt;FSU (Fixed Subscriber Unit) diletakkan di sisi pelenggan, menyediakan line interface untuk menghubungkan telepon analog dan ISDN. Di samping itu juga mendukung untuk aplikasi POTS dan service yang akan datang, leased line, ISDN dan software download baik outdoor maupun indoor.&lt;br /&gt;o RCS :&lt;br /&gt;RCS (Radio carrier Station) merupakan terminasi air interface pada access radio dan merupakan interface dengan RDU (Radio Distribution Unit) melalui link terestrial.&lt;br /&gt;o RDU&lt;br /&gt;RDU (Radio Distribution Unit) menghubungkan ke lokal exchange melalui interface V5.1. Satu RDU dapat dipakai sampai 4 RCS.&lt;br /&gt;====================================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PCS&lt;br /&gt;PCS akan menyediakan penambahan level mobility dengan service wideband. Teknologi Broadband CDMA mendukung option dengan range yang lebar dari harga yang paling murah per line dan kapasitas yang paling tinggi untuk service yang akan datang. &lt;br /&gt;Broadband CDMA akan menyediakan portabel handset, mirip dengan selular tetapi availabel untuk data rate yang lebih tinggi. &lt;br /&gt;Handset dengan mobilittas yang terbatas biasanya direncanakan sebagai extension untuk sistem WLL broadband CDMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GMPCS&lt;br /&gt;Global Mobile Personal Communications by Satelite akan menghubungkan pelanggan-pelanggan anytime, anywhere di bumi lewat hubungan secara langsung lewat Low Earth Orbit (LEO) atau Intermediate Circular Orbit (ICO), tergantung dari sistem yang digunakan. Terminal dual mode dari sistem GSM dan CDMA akan dapat digunakan pada tahun 2000, dimana service-service komersial akan dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMT 2000&lt;br /&gt;IMT 2000 dikenal juga dengan istilah FPLMTS (Future Public Land Mobile Telecommunication System). Untuk aplikasi generasi ke 3 ini masih diajukan proposal kepada badan standarisasi : TIA, ETSI dan ARIB (badan standarisasi di Amerika, Eropa dan Jepang) sebagai syarat pada implentasi IMT 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan CDMA&lt;br /&gt;Sebelum dibahas keuntungan dari penggunaan broadband CDMA maka akan dibahas terlebih dahulu kelebihan metode akses CDMA dengan metode akses lainnya (TDMA dan FDMA). Keunggulan CDMA jika diaplikasikan pada sistem selular adalah : &lt;br /&gt;1. Co-exixt dengan selular CDMA &lt;br /&gt;Dua sistem seluler FDMA dan CDMA dapat beroperasi secara bersama-sama. Perancang selular CDMA dapat memberikan solusi dengan memperkenalkan unit bergerak dual mode FDMA/CDMA pada pelanggan. &lt;br /&gt;2. Tidak membutuhkan equalizer &lt;br /&gt;Bila lajju trannsmisi lebih besar daripada 10 kbps dalam FDMA dan TDMA, sebuah equaliser dibutuhkan untuk mengurangi intersimbol iinterference yang dibutuhkan leh timme delay spread. Dalam CDMA hanya dibutuhkan korelator sebagai penggganti equalizer pada penerima untuk despreading sinyal spread spectrum. &lt;br /&gt;3. Satu radio per site &lt;br /&gt;Hanya satu radio yang dibutuhkan pada tiap sel atau pada tiap sektor. &lt;br /&gt;4. Tidak membutuhkan guard time dan guard band &lt;br /&gt;Guard time dibutuhkan dalam CDMA antara time slot sedangka guard band dibutuhkan pada FDMA untuk menjaga interferensi antar kanal. &lt;br /&gt;5. Tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi &lt;br /&gt;Pada TDMA dan FDMA, pengelolaan frekuensi merupakan tugas kritis untuk diselesaikan. Karena hanya terdapat satu kanal radio bersama pada CDMA, tidak ada pengelolaan frekuensi yang dibutuhkkan. &lt;br /&gt;6. Soft capasity &lt;br /&gt;Kapasiats sistem CDMA ditentukan oleh interferensi diri. Dalam usaha untuk mempunyai banyak user berkomunikasi secara suimultan, interferensi cochannel memberikan batasan jumlah user yang aktif secara simultan. &lt;br /&gt;7. Soft handoff &lt;br /&gt;Soft handoff dapat dilakukan dalam CDMA karena setiap sel menggunakan frekuensi yang sama. &lt;br /&gt;8. Proteksi dari penyadapan dan jamming. &lt;br /&gt;Anti sadap dan jamming secara inheren terdapat dalam sistem komunikasi spread spektrum. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keuntungan utama dari solusi Broadband CDMA adalah flexibilitas. Sistem CDMA menyediakan untuk aplikasi komunikasi pada skala besar dan kecil dengan cost efektif yang diperhitungkan. Untuk bisnis selanjutnya dapat menyediakan service voice dan ISDN data, seperti fax, email dan high speed internet access. Ketika sistem Broadband CDMA dapat ditambah dengan mudah dan cepat ke jaringan existing tanpa delay dan gangguan daripada instalasi kabel telepon. Koneksi ke jaringan LAN untuk email dan sharing resources sperti printer dan mesin fax dapat dikonfigurasi dengan mudah. &lt;br /&gt;Sistem Broadband CDMA dapat memungkinkan operator untuk menawarkan service yang baru seperti ISDN (144 kbps), leased line dan bandwidth on demand (2 Mbps). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Broadband sangat mengurangi efek yang menyebabkan multipath fading, terutama pada kondisi yang sebenarnya, menyebarkan range dari 7 sampai 30 MHz. Dengan bertambahnya bandwidth dapat mengurangi face margin yang diharuskan sampai 3 dB jika diterapkan pada sistem narrowband. Cell station yang baru dan reuse frekuensi pada sistem CDMA dapat ditambahkan tanpa harus memodifikasi parameter-parameter cell yang lain. Dengan penyediaan bandwidth yang lebih besar oleh Broadband CDMA akan mengijinkan lebih dari pemakai per channel, tetapi lebih sedikit cell per geographic area. Dengan demikian akan lebih simpel prosedur manajemen network. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cell-cell pada Broadband CDMA dapat dengan mudah diaplikasikan di daerah urban, suburban atau rural dimana kepadatan pelanggan berbeda. Broadband CDMA menggunakan teknik pengkodean suara seperti pada jaringan publik (32 ADPCM dan 64 PCM) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan B-CDMA di Indonesia&lt;br /&gt;Jika dipakai sebagai sistem selular maka B-CDMA sudah memasuki generasi ke tiga pada aplikasi IMT 2000 (International mobile telecommunications system). Teknologi ini akan memasuki pasar pada tahun 2000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ini berbeda dengan sistem CDMA pita sempit (narrow band) dan sedang dikembangkam di Indonesia oleh PT Komselindo yang kini sebagai operator AMPS (Advance Mobile Phone System). Ia juga berbeda dengan D-AMPS (Digital-AMPS) yang distandarkan pada IS-136. Tetapi DAMPS atau GSM akan dengan mudah migrasi ke B-CDMA. &lt;br /&gt;CDMA pita lebar sedang dicoba pada frekuensi 2 GHz, ia bisa menyediakan layanan internet yang di PT TELKOM disebut dengan PASOPATI dan multimedia . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan-percobaan yang sudah dilakukan, antara lain oleh NTT DoCoMo dari Jepang yang akan segera menerapkan teknologi W-CDMA (Wideband code division multiple access) pada tahun 2000 di gelombang 5 MHz. W-CDMA merupakan sebutan untuk B-CDMA di Jepang. &lt;br /&gt;Yang menjadi pesaing utama dari B-CDMA adalah teknologi TD-CDMA (Time Diivision-Code Division Multiple Access. Jika TDMA membagi-bagi frekuensi secara vertikal, sementara CDMA membaginya secara horisontal, maka TD-CDMA lebih hemat lagi sebab dapat memotong-motong frekuensi lebih kecil lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan penyelenggara seluler dan administrator se-Asia Pasifik di forum Asia Pasific Interest Group (APIG), GSM MoU ketujuh belum sepakat terhadap pilihan Wide Band atau Broadband CDMA yang akan menjadi trend teknologi seluler GSM generasi ke tiga pada abad 21 mendatang. Kendati begitu Indonesia merekomendasi WB-CDMA sebagai pilihan ketimbang TD-CDMA yang dianggap futuristic. Apalagi Jepang melalui NTT DoCoMo turut terlibat bersama Ericsson dan Nokia dalam pengembangan sistem WB-CDMA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi ketiga berupa CDMA pita lebar bukan merupakan generasi seluler yang terakhir. Generasi berikut akan muncul pada dasawarsa pertama abad 21, yang akan lebih canggih dalam menyediakan layanan, dibanding generasi sebelumnya. Yang jelas siklus tiap generasi semakin pendek yang selain menguntungkan pengguna seluler sekaligus juga merugikannya. Keuntungannya, pelanggan bisa mendapatkan apa saja layanan yang diinginkannya, tetapi ruginya barang yang digunakan akan berusia pendek. Kerugiannya lagi jika frekuensi dan operator yang ditunjuk berbeda dengan yang sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-3421864378438399186?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/3421864378438399186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=3421864378438399186&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/3421864378438399186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/3421864378438399186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/konsep-cdma_07.html' title='Konsep CDMA'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-1741940272345382219</id><published>2007-06-06T04:47:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:30:41.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Broadband CDMA</title><content type='html'>Broadband CDMA : Teknologi Wireless Masa Depan&lt;br /&gt;Banyak industri telekomunikasi sekarang percaya bahwa Code Division Multiple Access (CDMA) spread spektrum akan mengalihkan perhatian pada awal abad 21. Dia akan mengganti teknologi analog contoh AMPS dan kompetitornya seperti GSM. &lt;br /&gt;Pada saat bersamaan B-CDMA yang merupakan model komunikasi baru yang efisien akan berkembang ke arah PCS dan menjadi pilihan umum untuk WLL di dunia. &lt;br /&gt;Broadband CDMA sepenuhnya layak untuk diaplikasikan di WLL, PCS dan wireless berbasis satelit yang akan datang. &lt;br /&gt;Pada versi yang akan datang dari CDMA akan menyediakan servis-servis dengan bandwidth data yang tinggi (termasuk ISDN, video dan multimedia) yang tidak dapat disediakan oleh teknologi narrowband. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Broadband CDMA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar teknologi CDMA, dilihat dari spread signalnya relative lebih besar dari teknologi selular lainnya, pengurangan problem propagasi (multipath dan fading). Dikenal dua standar untuk aplikasi dengan metode akses CDMA. Standar yang dimaksud adalah IS-95 dan poprietary. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Broadband CDMA mengambil konsep ini lebih lanjut oleh pengurangan multipath-fading, penawaran kapasitas dalam tiap cell dan kualitas suara yang lebih baik. Bandwidth yang luas juga membuat mungkin features ke depan termasuk ISDN dan bandwidth on demand. Broadband CDMA dengan wireless mempunyai potensi untuk menyediakan "transparan" local loop dengan fungsi penuh seperti wireline. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Broadband CDMA sebagai WLL didesain untuk menyediakan layanan fixed dan mobiile yang dikoneksikan dengan PSTN dari layanan POTS (Plain Old Telephone Service) ke features-features selanjutnya seperti ISDN dan bandwidth on demand. Service-service akan termasuk voice, high speed fax, data dan multimedia, termasuk juga video. Teknologi ini memungkinkan aplikasi ISDN ke desktop fixed wiireless dan mobile wireless. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi Broadband CDMA (B-CDMA)&lt;br /&gt;Teknologi B-CDMA dikembangkan dari teknik CDMA. B-CDMA merupakan teknologi alternatif Wireless Acces pada era Digital Broadband dengan penjelasan sebagai berikut: &lt;br /&gt;• Merupakan teknologi digital spread spektrum lanjutan untuk kepentingan komersial, yang memberikan berbagai kelebihan dibanding copper, cable, microwave dan bahkan sistem komunikasi radio lainnya, seperti :&lt;br /&gt; kualitas suara yang tinggi (32 kb/s)&lt;br /&gt; karakteristik fade sangat baik&lt;br /&gt; performansi indoor sangat baik&lt;br /&gt; dinamik data rate (on demand) : 32 kb/s ~ 144 kb/s&lt;br /&gt;• Pemilihan frekuensi secara fleksibel (300 ~ 2500 MHz)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CDMA pada dasarnya dikembangkan oleh militer di Amerika dan kemudian dikomersialkan oleh perusahaan di Amerika oleh Qualcomm dan dikembangkan dengan standar IS-95. Tipikal frekuensi operasi untuk IS-95 adalah 800 MHz. Versi Broadband yang baru B-CDMA, akan diterapkan untuk tiga band frekuensi : &lt;br /&gt;• DCS 1800 (1,71 sampai 1,785 Ghz, dan dari 1,805 sampai 1,880 GHz)&lt;br /&gt;• US-PCS (1,85 sampai 1,9 GHz dan 1,93 sampai 1,99 GHz)&lt;br /&gt;• CEPT (2 sampai 2,7 GHz)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan penting yang lain dengan narrowband CDMA didesain untuk bandwidth 1,25 MHz untuk setiap direction. Untuk B-CDMA pada umumnya menggunakan bandwidth 7 MHz, 10,5 MHz, 14 MHz dan 15 MHz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bandwidth yang lebih lebar akan menyediakan level of fade resistance yang lebih besar, yang akan menghasilkkan performansi yang lebih besar untuk output power yang sama, atau mengurangi syarat power untuk menyediakan range coverage yang sama. Selanjutnya, pertambahan bandwidth sangat identik dengan penambahan kapasitas untuk mendukung layanan-layanan dengan bandwidth yang lebih tinggi dan menambah fleksibilitas untuk service gabungan. Dalam arti bahwa satu sistem broadband dapat melayani berbagai macam service secara simultan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi Broadband CDMA&lt;br /&gt;Broadband CDMA sedang dikembangkan untuk empat aplikasi utama ; rural wireless local loop, urban wireless local loop, personal communications system (PCS), Global Mobile Personal Communcations by Satellite (GMPCS) dan IMT-2000, semua akan digambarkan seperti di bawah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar WLL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengamat percaya bahwa market internasional untuk WLL , secara khusus dari Asia, selama beberapa waktu akan lebih besar daripada untuk cellular atau PCS. Beberapa negara Asia, seperti India mempunyai kurang dari 1 (satu) telepon per 100 (seratus) penduduk dan rata-rata di dunia mencapai 11 atau 12 telepon per 100 penduduk. Perkiraaan untuk waktu dekat bahwa di dunia akan membutuhkan sekitar 1 miliiar telepon dimana setengahnya akan disuplai dari mobile telepon dengan tipe solusi WLL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rural WLL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi broadband CDMA secara khusus pantas untuk area yang sangat sulit atau untuk daerah yang mahal jika diterapkan jaringan kabel. Aplikasi WLL adalah sangat penting untuk negara-negara Asia karena mempunyai penetrasi yang rendah sehingga dapat sebagai pemasangan subscriber yang extra. Sekarang teknologi WLL, khususnya B-CDMA lebih murah diinstal daripada kabel tembaga. Wireless sedang menjadi pilihan teknologi yang ditetapkan pada service fixed telepon yang dikembangkan di dalam area regional Asia dan tempat lainnyya. &lt;br /&gt;Menurut InterDigital, WLL dapat diinstal pada harga di bawah US$ 1.000 per line, dan akan semakiin menurun pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urban WLL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada daerah urban dan suburban, WLL Broadband CDMA akan menghapuskan atau mengurangi dari pemasangan kabel yang baru. &lt;br /&gt;Broadband CDMA menyediakan generasi yang akan datang untuk teknologi wireless telekomunikasi, dari basik voice melalui 2 Mbps data untuk service mobile dan fix pada residensial, dan lingkungan urban. Sistem juga mampu menyediakan layanan sekualitas wireline seperti voice, fax, ISDN (2B + D) dan service leased line. Broadband CDMA juga mensupport service untuk telepon coin dan telepon smart card. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o FSU :&lt;br /&gt;FSU (Fixed Subscriber Unit) diletakkan di sisi pelenggan, menyediakan line interface untuk menghubungkan telepon analog dan ISDN. Di samping itu juga mendukung untuk aplikasi POTS dan service yang akan datang, leased line, ISDN dan software download baik outdoor maupun indoor.&lt;br /&gt;o RCS :&lt;br /&gt;RCS (Radio carrier Station) merupakan terminasi air interface pada access radio dan merupakan interface dengan RDU (Radio Distribution Unit) melalui link terestrial.&lt;br /&gt;o RDU&lt;br /&gt;RDU (Radio Distribution Unit) menghubungkan ke lokal exchange melalui interface V5.1. Satu RDU dapat dipakai sampai 4 RCS.&lt;br /&gt;PCS&lt;br /&gt;PCS akan menyediakan penambahan level mobility dengan service wideband. Teknologi Broadband CDMA mendukung option dengan range yang lebar dari harga yang paling murah per line dan kapasitas yang paling tinggi untuk service yang akan datang. &lt;br /&gt;Broadband CDMA akan menyediakan portabel handset, mirip dengan selular tetapi availabel untuk data rate yang lebih tinggi. &lt;br /&gt;Handset dengan mobilittas yang terbatas biasanya direncanakan sebagai extension untuk sistem WLL broadband CDMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GMPCS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Global Mobile Personal Communications by Satelite akan menghubungkan pelanggan-pelanggan anytime, anywhere di bumi lewat hubungan secara langsung lewat Low Earth Orbit (LEO) atau Intermediate Circular Orbit (ICO), tergantung dari sistem yang digunakan. Terminal dual mode dari sistem GSM dan CDMA akan dapat digunakan pada tahun 2000, dimana service-service komersial akan dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMT 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMT 2000 dikenal juga dengan istilah FPLMTS (Future Public Land Mobile Telecommunication System). Untuk aplikasi generasi ke 3 ini masih diajukan proposal kepada badan standarisasi : TIA, ETSI dan ARIB (badan standarisasi di Amerika, Eropa dan Jepang) sebagai syarat pada implentasi IMT 2000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan CDMA&lt;br /&gt;Sebelum dibahas keuntungan dari penggunaan broadband CDMA maka akan dibahas terlebih dahulu kelebihan metode akses CDMA dengan metode akses lainnya (TDMA dan FDMA). Keunggulan CDMA jika diaplikasikan pada sistem selular adalah : &lt;br /&gt;1. Co-exixt dengan selular CDMA &lt;br /&gt;Dua sistem seluler FDMA dan CDMA dapat beroperasi secara bersama-sama. Perancang selular CDMA dapat memberikan solusi dengan memperkenalkan unit bergerak dual mode FDMA/CDMA pada pelanggan. &lt;br /&gt;2. Tidak membutuhkan equalizer &lt;br /&gt;Bila lajju trannsmisi lebih besar daripada 10 kbps dalam FDMA dan TDMA, sebuah equaliser dibutuhkan untuk mengurangi intersimbol iinterference yang dibutuhkan leh timme delay spread. Dalam CDMA hanya dibutuhkan korelator sebagai penggganti equalizer pada penerima untuk despreading sinyal spread spectrum. &lt;br /&gt;3. Satu radio per site &lt;br /&gt;Hanya satu radio yang dibutuhkan pada tiap sel atau pada tiap sektor. &lt;br /&gt;4. Tidak membutuhkan guard time dan guard band &lt;br /&gt;Guard time dibutuhkan dalam CDMA antara time slot sedangka guard band dibutuhkan pada FDMA untuk menjaga interferensi antar kanal. &lt;br /&gt;5. Tidak membutuhkan alokasi dan pengelolaan frekuensi &lt;br /&gt;Pada TDMA dan FDMA, pengelolaan frekuensi merupakan tugas kritis untuk diselesaikan. Karena hanya terdapat satu kanal radio bersama pada CDMA, tidak ada pengelolaan frekuensi yang dibutuhkkan. &lt;br /&gt;6. Soft capasity &lt;br /&gt;Kapasiats sistem CDMA ditentukan oleh interferensi diri. Dalam usaha untuk mempunyai banyak user berkomunikasi secara suimultan, interferensi cochannel memberikan batasan jumlah user yang aktif secara simultan. &lt;br /&gt;7. Soft handoff &lt;br /&gt;Soft handoff dapat dilakukan dalam CDMA karena setiap sel menggunakan frekuensi yang sama. &lt;br /&gt;8. Proteksi dari penyadapan dan jamming. &lt;br /&gt;Anti sadap dan jamming secara inheren terdapat dalam sistem komunikasi spread spektrum. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keuntungan utama dari solusi Broadband CDMA adalah flexibilitas. Sistem CDMA menyediakan untuk aplikasi komunikasi pada skala besar dan kecil dengan cost efektif yang diperhitungkan. Untuk bisnis selanjutnya dapat menyediakan service voice dan ISDN data, seperti fax, email dan high speed internet access. Ketika sistem Broadband CDMA dapat ditambah dengan mudah dan cepat ke jaringan existing tanpa delay dan gangguan daripada instalasi kabel telepon. Koneksi ke jaringan LAN untuk email dan sharing resources sperti printer dan mesin fax dapat dikonfigurasi dengan mudah. &lt;br /&gt;Sistem Broadband CDMA dapat memungkinkan operator untuk menawarkan service yang baru seperti ISDN (144 kbps), leased line dan bandwidth on demand (2 Mbps). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Broadband sangat mengurangi efek yang menyebabkan multipath fading, terutama pada kondisi yang sebenarnya, menyebarkan range dari 7 sampai 30 MHz. Dengan bertambahnya bandwidth dapat mengurangi face margin yang diharuskan sampai 3 dB jika diterapkan pada sistem narrowband. Cell station yang baru dan reuse frekuensi pada sistem CDMA dapat ditambahkan tanpa harus memodifikasi parameter-parameter cell yang lain. Dengan penyediaan bandwidth yang lebih besar oleh Broadband CDMA akan mengijinkan lebih dari pemakai per channel, tetapi lebih sedikit cell per geographic area. Dengan demikian akan lebih simpel prosedur manajemen network. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cell-cell pada Broadband CDMA dapat dengan mudah diaplikasikan di daerah urban, suburban atau rural dimana kepadatan pelanggan berbeda. Broadband CDMA menggunakan teknik pengkodean suara seperti pada jaringan publik (32 ADPCM dan 64 PCM) &lt;br /&gt;Kemungkinan B-CDMA di Indonesia&lt;br /&gt;Jika dipakai sebagai sistem selular maka B-CDMA sudah memasuki generasi ke tiga pada aplikasi IMT 2000 (International mobile telecommunications system). Teknologi ini akan memasuki pasar pada tahun 2000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ini berbeda dengan sistem CDMA pita sempit (narrow band) dan sedang dikembangkam di Indonesia oleh PT Komselindo yang kini sebagai operator AMPS (Advance Mobile Phone System). Ia juga berbeda dengan D-AMPS (Digital-AMPS) yang distandarkan pada IS-136. Tetapi DAMPS atau GSM akan dengan mudah migrasi ke B-CDMA. &lt;br /&gt;CDMA pita lebar sedang dicoba pada frekuensi 2 GHz, ia bisa menyediakan layanan internet yang di PT TELKOM disebut dengan PASOPATI dan multimedia . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan-percobaan yang sudah dilakukan, antara lain oleh NTT DoCoMo dari Jepang yang akan segera menerapkan teknologi W-CDMA (Wideband code division multiple access) pada tahun 2000 di gelombang 5 MHz. W-CDMA merupakan sebutan untuk B-CDMA di Jepang. &lt;br /&gt;Yang menjadi pesaing utama dari B-CDMA adalah teknologi TD-CDMA (Time Diivision-Code Division Multiple Access. Jika TDMA membagi-bagi frekuensi secara vertikal, sementara CDMA membaginya secara horisontal, maka TD-CDMA lebih hemat lagi sebab dapat memotong-motong frekuensi lebih kecil lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan penyelenggara seluler dan administrator se-Asia Pasifik di forum Asia Pasific Interest Group (APIG), GSM MoU ketujuh belum sepakat terhadap pilihan Wide Band atau Broadband CDMA yang akan menjadi trend teknologi seluler GSM generasi ke tiga pada abad 21 mendatang. Kendati begitu Indonesia merekomendasi WB-CDMA sebagai pilihan ketimbang TD-CDMA yang dianggap futuristic. Apalagi Jepang melalui NTT DoCoMo turut terlibat bersama Ericsson dan Nokia dalam pengembangan sistem WB-CDMA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi ketiga berupa CDMA pita lebar bukan merupakan generasi seluler yang terakhir. Generasi berikut akan muncul pada dasawarsa pertama abad 21, yang akan lebih canggih dalam menyediakan layanan, dibanding generasi sebelumnya. Yang jelas siklus tiap generasi semakin pendek yang selain menguntungkan pengguna seluler sekaligus juga merugikannya. Keuntungannya, pelanggan bisa mendapatkan apa saja layanan yang diinginkannya, tetapi ruginya barang yang digunakan akan berusia pendek. Kerugiannya lagi jika frekuensi dan operator yang ditunjuk berbeda dengan yang sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-1741940272345382219?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/1741940272345382219/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=1741940272345382219&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/1741940272345382219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/1741940272345382219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/broadband-cdma.html' title='Broadband CDMA'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-1130584121652243908</id><published>2007-06-06T04:43:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:30:41.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>GSM1x, Kompromi antara CDMA2000 dengan GSM</title><content type='html'>Kehadiran Telkomflexi dari Telkom yang kemudian disusul dengan produk Esia dari Ratelindo dan akan segera menyusul layanan dari Mobile-8 dimana ketiganya berbasis teknologi CDMA 2000—baik itu CDMA 2000-1x maupun CDMA 2000-1x EV-DO —memang sedikit banyak menimbulkan permasalahan pada sisi operator seluler berbasis GSM.&lt;br /&gt;Bagaimana tidak, ketika hampir seluruh operator GSM mulai mengaktifkan layanan GPRS yang mengedepankan layanan ‘always connected’ ke jaringan dan kemampuan mengirim data, suara dan image serta tentunya koneksi ke Internet, ternyata justru kehadiran CDMA menjadi sebuah booming yang lebih heboh dan bahkan sampai sekarang jumlah pelanggan semakin bertambah dengan cepat. Terutama karena layanan ini menjanjikan tarif yang lebih murah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang mengemukan adalah apakah yang akan terjadi pada jaringan GSM yang telah eksis ini? Apakah harus dilakukan set up ulang jaringan yang berarti harus melakukan re-investasi lagi? Apakah mungkin terjadi aliansi antar operator GSM melawan operator CDMA? Atau apakah bisa mengkompromikan antara layanan berbasis GSM dan CDMA?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ide yang adalah melakukan konvergensi antar jaringan yang ada, yaitu platform GSM dan CDMA—dalam hal ini CDMA 2000. GSM1x, demikian istilah yang diberikan pada keseluruhan jaringan yang ‘digabung’ tersebut. Kedua jaringan tersebut digabungkan dengan sebuah sistem media yang berfungsi mengkonversi (mengubah) protokol dari masing-masing jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GSM1x bisa dikatakan sebuah lompatan bagi operator GSM yang ingin menggelar layanan wireless generasi ketiga (3G). GSM1x dikembangkan oleh Qualcomm, perusahaan pemegang lisensi atas teknologi CDMA, dengan memanfaatkan jaringan inti (core networks) GSM sebagai jaringan utamanya, dan memanfaatkan BTS (Base Transceiver Station) dari CDMA 2000-1x sebagai interface ke handset (ponsel) pelanggan. Seperti diketahui bahwa keunggulan GSM adalah dari coverage area yang luas, sementara CDMA justru memiliki coverage area yang lebih sempit, namun unggul pada sisi kapasitas bandwidth yang lebih besar dan efisiensi spektrum frekuensi. Diharapkan dengan begitu, layanan mampu mencakup area yang cukup luas dan mampu mentransfer data lebih besar dan lebih cepat.&lt;br /&gt;Sebenarnya dengan teknoogi GPRS yang telah dimiliki oleh operator GSM—Telkomsel, Satelindo dan Excelcomindo—‘status’ mereka adalah operator generasi dua setengah (2,5G) dan bukan lagi 2G. Dengan adanya layanan GPRS maka pengguna akan merasakan layanan yang selalu terhubung (always connected) meskipun tidak sedang menggunakan layanan GPRS. Oleh karena itu, jika hendak menggelar layanan 3G, ada tiga opsi yang bisa dilakukan:&lt;br /&gt;Pertama, menggelar layanan EDGE (Enhance Data Rate for Global Evolution) yang tetap berbasis jaringan GSM yang telah eksis. EDGE menggunakan struktur kanal, perencanaan frekeuensi, protokol dan coverage area yang sama dengan jaringan GSM yang telah ada. EDGE memberikan perbaikan standar pada interface (antar muka) radio GSM yang akan mampu memberikan data rate lebih tinggi, juga meningkatkan efisiensi pemakaian spektrum untuk layanan data. EDGE mampu melayanai 3 kali lebih banyak dari layanan GPRS, yang berarti menaikkan data rate 3 kali. Dengan begitu, EDGE memberikan layanan yang sama dengan layanan WCDMA, namun dengan kecepatan transfer data yang lebih rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, menggelar layanan CDMA berbasis GSM yang disebut WCDMA (Wideband CDMA). Permasalahan yang dijumpai tentu terkait dengan investasi yang jauh lebih besar dibandingkan implementasi EDGE. Selain itu, dari perangkat handset yang ada sekarang juga belum ada yang mendukung multi-mode, GSM/GPRS/WCDMA. Ini bisa menjadi satu persoalan tambahan dimana infrastruktur siap, namun terminal belum tersedia.&lt;br /&gt;Ketiga, melakukan konvergensi layanan CDMA dan GSM dengan menggelar layanan GSM1x pada band GSM. Layanan ini berguna bagi pengguna yang membutuhkan roaming GSM-CDMA 2000 maupun tidak. Bagi yang membutuhkan roaming, tentu saja handsetnya berkemampuan dualmode, GSM/CDMA, sementara yang tidak membutuhkan roaming hanya cukup berponsel GSM saja atau CDMA saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penggelaran GSM1x ini perlu dilakukan pembebasan 1,23 MHz rentang frekuensi GSM yang ada untuk digunakan oleh CDMA 2000-1x yang memiliki kemampuan kapasitas data sampai dengan 350 Kbps atau CDMA 2000-1x EV-DO sampai dengan 1.500 Kbps. Cara lain adalah dengan menggunakan frekuensi dimana CDMA 2000-1x dapat beroperasi, misalnya pada frekuensi 800, 900, 1800, 1900, dan 2100 MHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikatakan bahwa GSM1x akan mengeksploitasi keunggulan masing-masing teknologi—GSM maupun CDMA—dengan menggabungkan kelebihan GSM dalam aplikasi-aplikasi dan coverage areanya dan kelebihan CDMA yang memiliki kapasitas lebih besar dan efisien dalam operasi frekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan ketiga ini memang agaknya cukup feasible bila diterapkan oleh para operator GSM, terutama dilihat dari time-to-market dan biaya investasinya. Time-to-market berarti kapanpun operator GSM akan beralih ke GSM1x maka infrastruktur jaringan maupun terminal (handset) yang mendukung platform GSM dan CDMA sudah mulai tersedia. Salah satunya adalah Samsung Electronics yang menyatakan merilis handset yang mendukung kedua platform tadi. Samsung sendiri memproduksi handset GSM, CDMA 2000 dan bahkan memegang proyek pembangunan jaringan CDMA milik operator baru, Mobile-8.&lt;br /&gt;Biaya investasi berarti bahwa operator GSM yang ingin beralih ke GSM1x dapat melakukan investasi untuk BTS CDMA 2000, dan cukup melakukan penambahan komponen GSM1x mobile switching node tanpa melakukan modifikasi apa pun pada jaringan GSM yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan lainnya adalah dengan melakukan penambahan GSM1x global gateway dan melakukan kerja sama dengan operator CDMA yang ada tanpa perlu adanya modifikasi jaringan yang ada, baik GSM maupun CDMA 2000. Dengan begitu ada kemungkinan terwujudnya konvergensi jaringan GSM/GPRS Telkomsel dengan jaringan CDMA Telkom. Atau jaringan GSM/GPRS Satelindo dengan jaringan CDMA Indosat. Secara keseluruhan biaya investasi yang diperlukan relatif kecil karena seluruh komponen jaringan yang ada tetap dapat dipergunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ponsel CDMA 2000 yang beredar sekarang juga sudah menggunakan kartu SIM seperti pada GSM, yang pada CDMA 2000 dikenal dengan nama RUIM (Removable User Identity Module). Agaknya hal ini bisa menjadi salah satu pendorong konvergensi menuju GSM1x. Karena slot pada RUIM sama dengan slot pada kartu SIM maka pelanggan dapat saja menggunakan ponsel CDMA 2000-1x yang memiliki slot ini dan memasukan kartu SIM GSM, sehingga dapat digunakan sebagai ponsel GSM1x dengan beberapa software upgrade secara otomatis dari operator GSM atau CDMA saat pertama kali dihidupkan. Hal yang sama juga berlaku sebaliknya, pongguna GSM juga dapat menggunakan fasilitas CDMA 2000 jika dia berada di wilayah dimana dia terdaftar sebagai subscriber CDMA. &lt;br /&gt;Yang perlu ditunggu adalah hadirnya ponsel yang bukan hanya dual-mode namun juga dual-slot. Dengan begitu pelanggan GSM maupun CDMA tidak perlu repot-repot memasang dan melepas kartunya (SIM atau RUIM) ketika akan berpindah layanan. Cukup dengan mematikan ponsel kemudian menyalakan kembali dan di menu awal ada pilihan karingan yang akan digunakan, GSM atau CDMA. Hebat bukan?&lt;br /&gt;Operator yang telah menerapkan GSM1x adalah China Unicom, salah satu operator terbesar di Cina ini menggelar layanan percobaan untuk melihat performansi dan kemampuan roaming baik CDMA dan GSM dengan GSM1x ini. Selain itu, Vodafone juga melakukan percobaan yang sama pada jaringan GSM/GPRS di Eropa dan CDMA di Amerika. Tampaknya mereka ingin menjajaki roaming antara keduanya tanpa perlu penggantian ponsel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut ditunggu gebrakan dari masing-masing operator—GSM maupun CDMA, dan tentu saja dari pihak pembuat kebijaka (regulator) dalam hal ini Dirjen Postel mengenai kebijakan yang akan diambil dalam ‘menyelamatkan’ bisnis di dunia telekomunikasi seluler ini. Karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa dalam jangka panjang bisnis GSM akan terancam dengan kahadiran CDMA ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==================================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;subset measurement = pengukuran yang dilakukan di frequency SUB-Band dari system cellular (GSM), sedangkan fullset = pengukuran di full band. &lt;br /&gt;Misalnya di GSM900, dibagi menjadi menjadi 2 SUB BAND: sub band H = Tx Frequency : 942.5 - 960 MHz dan Sub band 935 - 960 MHz, sedangkan fullband nya dari 925 - 960 MHz, &lt;br /&gt;demikian juga dengan GSM 1800, juga dibagi dalam 2 Sub band: A &amp; B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==================================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-1130584121652243908?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/1130584121652243908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=1130584121652243908&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/1130584121652243908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/1130584121652243908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/gsm1x-kompromi-antara-cdma2000-dengan.html' title='GSM1x, Kompromi antara CDMA2000 dengan GSM'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-4542319112672304312</id><published>2007-06-06T04:41:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:30:41.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>GSM vs CDMA</title><content type='html'>SAAT ini masyarakat pengguna telpon seluler mengenal dua kubu besar, yaitu GSM dan CDMA. Keduanya jelas dapat dipakai untuk menelpon, karena memang fungsi utamanya memang itu. Yang agak berbeda adalah fungsi-fungsi tambahannya dan kualitas masing-masing fitur. Lalu bagaimana kita membandingkan keduanya? Artkel ini akan menguraikan agak rinci beberapa sisi teknologi GSM dan CDMA&lt;span class="fullpost"&gt;, semata-mata untuk menambah wawasan pembaca terhadap teknologi yang sehari-hari kita pakai ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kita mengenal GSM sebagai singkatan dari Global System for Mobile Communication dan CDMA adalah Code Division Multiple Access. Kita juga sudah tahu bahwa pemain (operator) besar GSM adalah Indosat, Telkomsel, dan XL sementara pemain CDMA adalah Telkom Flexi, StarOne, dan Esia. Sebenarnya, mana yang lebih baik antara teknologi CDMA dan GSM? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertanyaan sederhana tetapi sulit dijawab. Kalau kita menganut semboyan pemenangnya adalah suara terbanyak, dapat kita lihat Tabel 1 yang dikutip dari Wireless Intelligence. Data tersebut mencakup data hingga kuartal ke-3 tahun 2005, jadi masih cukup up-to-date. Semua teknologi telpon (baik nirkabel maupun telpon kabel) dan banyaknya pengguna dapat dilihat pada tabel tersebut. Dari tabel 1 terlihat bahwa dari semua pemakai telpon di dunia ini yang berjumlah 2 miliar lebih, sekitar 2/3-nya (sejumlah 1,5 miliar lebih) menggunakan GSM. Pemakai CDMA hanya 63 juta orang. Memang masih ada variasi lain dari CDMA dan GSM (misalnya CDMA 1x EV-DO dan TDMA), tetapi tambahan angkanya juga tidak banyak mempengaruhi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda ingin tahu dari pengguna telpon GSM yang mencapai 1,5 miliar lebih itu tersebar ke belahan bumi mana saja, silahkan lihat Tabel 2. Dalam tabel tersebut terlihat bahwa pemakai GSM sebagian besar ada di Asia (sebanyak 37,4%) dan Eropa (39,2%). Di Amerika dan Kanada, bahkan sangat sedikit, karena kurang dari 4%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak mengherankan, karena memang Amerika Serikat dan Kanada menggunakan teknologi CDMA untuk layanan telpon seluler mereka. Mereka pasti punya alasan yang kuat untuk memilih teknologi tersebut. Di Asia sendiri, dua negara kuatnya, Jepang dan Korea, tidak menggunakan GSM! Jangan heran bila Anda berwisata ke Jepang dan membeli ponsel di sana, tidak akan dapat dipakai di Indonesia. (Anehnya, kedua negara tersebut sangat sukses memasarkan ponsel GSM ke negara lain.) Kedua negara maju Asia ini pasti juga punya alasan mengapa tidak suka kepada GSM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mari kita lihat teknologi apa saja yang dimiliki masing-masing teknologi ponsel tersebut, meskipun sebenarnya tidak tepat dan memang tidak mudah memisahkan keduanya. Ada baiknya kita lihat juga sejarah perkembangan telpon -khususnya telpon seluler-di dunia ini. Anda pasti pernah mendengar teknologi 3G (dibaca ‘tri-ji’, singkatan dari third generation, atau generasi ketiga teknologi telpon seluler). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi ponsel dimulai dari 0G, 1G, 2G, 3G, dan tahun 2006 ini akan muncul teknologi 4G. Sekarang kita masih banyak menggunakan teknologi 2G. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi 0G diluncurkan pada tahun 1971 di Finlandia, yang menjadi negara pertama menjual teknologi telpon mobil (berasal dari kata mobile yang artinya ‘bergerak’. Telpon mobil bentuknya seperti pesawat komunikasi yang digunakan para tentara di medan perang. Ada kotak sebesar kopor dan pesawat telpon seperti handset untuk telpon rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 10 tahun kemudian, teknologi 1G (first generation atau generasi pertama) yang mulai tanpa kabel atau nirkabel (dan sudah disebut seluler) mulai diproduksi dan dijual di beberapa negara Eropa, misalnya negara-negara Skandinavia, Rusia, Perancis, Italia, dan Jerman. Teknologi ini sering disebut teknologi NMT (Nordic Mobile Telephone), karena memang dirancang oleh negara-negara Eropa sebelah utara (hingga sekarang pun produsen ponsel terbesar di dunia masih mereka pegang). Pada teknologi 1G ini, juga mulai dikenalkan sistem AMPS di Amerika Serikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam kurun waktu hampir 10 tahun, menjelang tahun 1990an, muncullah teknologi 2G (second generation atau generasi kedua). Perbedaan utama dengan teknologi 1G adalah teknologi 2G sudah menggunakan sistem digital, sedang 1G masih analog. Dengan sistem analog, pembicaraan seseorang dapat disadap dengan mudah. Pada waktu telpon AMPS mulai dipasarkan di Indonesia dulu, pembicaraan dengan telpon AMPS dapat disadap dengan pesawat radio komunikasi (rig). Dengan teknologi 2G yang sudah digital, penyadapan seperti ini tidak dimungkinkan lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi 2G dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu TDMA (time division multiple access) dan CDMA (code division multiple access). TDMA sendiri berkembang ke dalam beberapa versi, yaitu GSM di Eropa, IDEN di Amerika, PDC di Jepang. Sedangkan CDMA berkembang pesat di AS dan Kanada. Kemampuan mencolok teknologi 2G adalah tidak hanya dapat digunakan untuk telpon, tetapi juga untuk SMS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi 2G ada perbaikan cukup signifikan, sehingga muncullah variannya, yaitu 2.5G dan 2.75G. Varian ini tidak dibuat oleh konsorsium, tetapi sebagai strategi pemasaran oleh beberapa pabrik ponsel. Ciri khas teknologi 2.5G (generasi dua setengah) adalah teknologi GPRS (global package radio service) yang dapat digunakan untuk berkirim data dalam jumlah besar, tidak seperti SMS yang hanya dapat mengirim dan menerima alfanumerik saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi 2.5G ini ada juga yang menamakannya dengan generasi 2.75G, karena lebih dekat dengan teknologi 3G. Teknologi 2.5G (atau 2.75G) ini, di sistem GSM disebut sistem EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) sedang pada sistem CDMA disebut dengan CDMA 2000 1x. Keduanya memiliki kecepatan transfer data mendekati 144KB/detik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi 2G inilah yang hari ini banyak kita gunakan, meskipun kita sudah sesekali mendengar kalau operator ponsel di Indonesia sudah menguji coba sistem 3G. Kemampuan yang dimiliki oleh generasi 3G adalah kecepatan transfer datanya yang sangat tinggi dan dalam jumlah banyak, sehingga bahkan dapat digunakan untuk aplikasi telepon video. Beberapa merek ponsel juga sudah mengeluarkan ponsel yang diberi label “3G ready”. Saat ini, teknologi ini masih terhitung mahal, sehingga belum begitu mendapat sambutan dari pasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun di berbagai belahan dunia teknologi 3G belum berhasil, lain halnya di Korea Selatan dan Jepang, yang telah sedemikian maju teknologi ponselnya. Mereka sudah memiliki ponsel seukuran kartu kredit yang juga dapat digunakan untuk melihat televisi satelit. Gambarnya sudah barang tentu sangat jernih dan suaranya yahud, tidak seperti video streaming yang sering kita lihat di televisi kita untuk memantau arus lalu lintas di beberapa kota besar dan gambarnya terlihat tidak halus dan terputus-putus. Di Jepang, saat ini pengguna teknologi 2G sudah menyusut sebesar 40% dan diperkirakan tahun 2006 nanti akan semakin habis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi 4G saat ini sudah mulai dikembangkan di beberapa negara pioner ponsel. Mereka menjanjikan kapasitas transfer data hingga sebesar 100MB/detik. Kalau janji para pembuatnya terpenuhi, kita dapat mengirim data atau film DVD hanya dalam waktu 40 detik saja (tidak sampai satu menit!). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perbandingan, kecepatan tertinggi teknologi 2G yang kita pakai sekarang ini adalah 144KB/detik, meskipun dalam kenyataannya kita sudah beruntung kalau dapat menggunakan 5KB/ detik saja dalam mentransfer data! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ke dalam beberapa generasi di atas diatur oleh ITU (International Telecommunication Union) yang berkedudukan di Jenewa, Swiss. ITU bertugas mengatur penggunaan frekuensi dan teknik komunikasi di seluruh dunia. ITU didirikan pada 17 Mei 1865 di Paris dan merupakan badan di bawah naungan PBB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-4542319112672304312?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/4542319112672304312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=4542319112672304312&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/4542319112672304312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/4542319112672304312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/gsm-vs-cdma.html' title='GSM vs CDMA'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-8127536652350638733</id><published>2007-06-06T04:32:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:30:41.064-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Konsep GSM</title><content type='html'>Konsep GSM &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GSM ( GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION ),Sebelum GSM, di Indonesia telah ada 2 jenis telepon selular analog, yaitu AMPS (Advances Mobile Phone System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Jenis telepon selular digital lainnya yang akan segera dioperasikan di Indonesia adalah DAMPS (Digital AMPS). Tulisan ini mengupas latar belakang, teknologi dan perkembangan GSM &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STKB selular sistem analog yang beroperasi di Eropa bersifat sangat regional, di mana masing-masing negara mengoperasikan sistem yang berbeda dan tidak kompatibel satu dengan yang lain. Di Jerman dan Portugal beroperasi sistem C-NET yang dikembangkan oleh Siemens, di Perancis beroperasi sistem RC-2000, di Belandan dan negara Skandinavia beroperasi sistem NMT yang dikembangkan Ericson, sedangkan di Inggris Raya beroperasi sistem TACS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing sistem dikembangkan dengan teknologi yang berbeda, sehingga tidak ada kompatibilitas satu dengan yang lain. Akibatnya setiap sistem hanya dapat dioperasikan di wilayah negara yang tertentu. Kondisi ini sangat tidak menunjang kegiatan mobilitas masyarakat negara Eropa yang sering berada di negara lain, baik untuk tujuan bisnis maupun wisata. Ditambah lagi dengan rencana terbentuknya European Community, kondisi tersebut sama sekali tidak dapat dipertahankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan masing-masing sistem analog yang beroperasi hanya nasional disebabkan adanya orientasi interest yang berbeda bagi masing-masing pengelola, yakni PTT. Akibatnya, pemasaran terbatas hanya satu negara dan tidak dapat mendapatkan jumlah pelanggan yang cukup besar. Tetap diperlukan dukungan infrastruktur yang lengkap dan mahal, sehingga konsekuensinya adalah timbulnya harga jual yang mahal serta biaya pemakaian yang cukup tinggi. Oleh sebab itu pemakai selular terbatas hanya mereka yang benar-benar mampu dan memerlukan, bukan sebagai sarana telekomunikasi yang mencapai segenap lapisan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar pemikiran tersebut dan tanpa menguntungkan salah satu sistem yang telah beroperasi serta untuk menciptakan sistem yang jauh lebih baik dari yang sudah ada, maka Perancis (France Telecom) dan Jerman (Bundespost) sepakat untuk memelopori munculnya teknologi digital selular yang kemudian dikenal dengan nama GSM, dengan didukung oleh industri telekomunikasi di kedua negara tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui pengkajian yang sangat mendalam, akhirnya ETSI (European Telecommunication Standard Institute) dapat menerima GSM sebagai standar Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan tahun 1991, jaringan GSM muncul untuk pertama kalinya, dimana salah satu pelopornya adalah Deutsche Bundespost melalui anak perusahaannya Detecom siap untuk mengoperasikan GSM pada 1 Juli 1991, yang dikenal dengan nama D1 Network. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperkirakan dengan munculnya standarisasi GSM, sistem lain yang beroperasi di Eropa perlahan-lahan hilang. Ini berarti hilangnya sebagian besar pasar sistem non GSM. Hal tersebut mempengaruhi minat industri untuk mengembangkan teknologi sistem lama yang ada (CNET, RC 2000, NMT, TACS). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan GSM &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konferensi WARC (World Administrative Radio Conference) tahun 1979, ditetapkan bahwa frekwensi 860 Mhz - 960 Mhz dialokasikan untuk komunikasi selular di kemudian hari. Dengan penetapan ini berarti band frekuensi selebar 2 x 25 Mhz khusus disiapkan untuk sistem selular digital. &lt;br /&gt;Tahun 1982, dengan dipelopori oleh Jerman dan Perancis, maka CEPT (Conference Europeance d'Administration de Post et Telecommunication) menetapkan GSM sebagai standar digital selular untuk Eropa. Dan tahun 1985, Jerman, Perancis, Itali dan Inggris bersatu untuk mengembangkan standarisasi GSM. Tahun 1987 di tanda tangani Memorandum of Understanding pemakaian GSM oleh 14 negara Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target pembangunan GSM : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1991 adalah permulaan pengoperasian jaringan GSM &lt;br /&gt;Tahun 1993 meliputi semua kota besar &lt;br /&gt;Tahun 1995 mencapai semua jalan raya antar kota. &lt;br /&gt;Di dalam kenyataannya, banyak terjadi hambatan dalam penerapan GSM, sehingga target operasional GSM tidak terpenuhi. Walaupun semua infrastruktur telah siap sejak pertengahan 1991, namun realisasi pengoperasian secara komersil baru dapat dimulai kuartal terakhir 1992. &lt;br /&gt;Situasi ini menunjukkan bahwa GSM merupakan teknologi yang sangat kompleks dan memerlukan pengkajian cukup lama untuk mencapai kesepakatan standar. Disamping itu GSM menjadi ajang perebutan pengaruh dan kompetisi baik dari masing-masing operator di tiap negara, maupun industri telekomunikasi yang memproduksi GSM. Keuntungan bisnis yang besar akan diperoleh pihak yang berhasil memasukkan usulan standarnya. Tidak heran apabila standar type approval untuk hand phone baru dapat disepakati pada September 1992, karena harus mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam memproduksi sistem GSM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun standarisasi GSM baru saja terselesaikan dan pengoperasiannya baru saja dimulai, bahkan belum merata ke seluruh Eropa, namun dengan mengantisipasi perkembangan GSM yang sangat pesat serta tingkat kepadatan pelayanan per area yang tinggi, maka arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS 1800, yakni Digital Celular System pada alokasi frekwensi 1.800 MHz. Dengan frekwensi tersebut, akan dicapai kapasitas pelanggan yang semakin besar per satuan sel. Di samping itu, dengan luas sel yang semakin kecil akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar hand phone, sehingga bahaya radiasi yang timbul terhadap organ kepala, sebagaimana dikhawatirkan pada akhir-akhir ini, akan dapat dieliminasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaringan GSM &lt;br /&gt;Alokasi frekwensi : &lt;br /&gt;Transmit : 935 MHz - 960 MHz &lt;br /&gt;Receive : 890 MHz - 915 MHz &lt;br /&gt;Modulasi : TDMA (Time Division Multiple Access) &lt;br /&gt;Caarier spacing : 200 KHz untuk 8 kanal&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jaringan GSM selular, terdiri atas : &lt;br /&gt;MSC (Mobile Switching Center), sebagai switching system &lt;br /&gt;BSS (Base Station Subsystem), sebagai pengirim dan penerima sinyal radio dari dan ke pelanggan &lt;br /&gt;OS (Out Station), sebagai terminal pelanggan yang bersifat bergerak. &lt;br /&gt;Keistimewaan dari GSM yang tidak terdapat pada sistem analog maupun pada American Digital Cellular (ADC) adalah adanya standardisasi interface antar masing-masing sub sistem. Dengan demikian, GSM menjanjikan suatu sistem yang tidak harus dimonopoli oleh satu merek. Dalam arti bahwa Switching, Base Station, dan Out Station dapat berasal dari merek/pemasok yang berbeda. Kondisi ini jelas sangat menguntungkan pihak operator, karena tidak ada ketergantungan sama sekali terhadap satu supplier. &lt;br /&gt;Ketidaktergantungan kepada satu pemasok tersebut memungkinkan karena adanya standardisasi yang jelas : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A Interface, antara MSC dengan BSS &lt;br /&gt;A Bis Interface, antara BSC dengan BTS &lt;br /&gt;Um Interface, antara BSS dengan Out Station. &lt;br /&gt;Standardisasi A-bis Interface belum sepenuhnya terselesaikan, sehingga sampai saat ini BSS secara lengkap pada umumnya dipasok dari satu mere. &lt;br /&gt;Standardisasi A Interface dan Um Interface terbukti telah berhasil dengan baik. Jaringan D1 / Detecon merupakan kombinasi dari MSC dari Siemens dan BSS dari Philips, D2 / Mannesman merupakan kombinasi dari MSC SEL dan BSS dari Alcatel (Walaupun sekarang SEL dalam group Alcatel, namun subsistem MSC dan subsistem BSS berasal dari industri yang berbeda). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena fungsinya yang sangat kompleks, maka MSC dilengkapi dengan : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Home Location Register (HLR) untuk menyimpan data permanen dari semua pelanggan. &lt;br /&gt;-Visitor Location Register (VLR) untuk menyimpan data pelanggan yang bersifat temporer disesuaikan dengan area tempat pelanggan berada. &lt;br /&gt;-Authentication Register (AuC) untuk keperluan pemeriksaan validasi pelanggan. &lt;br /&gt;-Equipment Identity Register (EIR) untuk menyimpan nomer identitas pelanggan. &lt;br /&gt;-Mobile Switching Center (MSS) &lt;br /&gt;MSC merupakan inti dari jaringan selular, dimana MSC berperan untuk inter koneksi hubungan pembicaraan, baik antar pelanggan selularr maupun antar selular dengan jaringan telepon kabel PSTN, ataupun dengan jaringan data. &lt;br /&gt;MSC memberikan pelayanan kepada pelanggan meliputi : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Bearer Services : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3,1 KHz telephony &lt;br /&gt;Synchronous data 0,3 Kbit/s - 2,4 Kbit/s &lt;br /&gt;PAD Services &lt;br /&gt;Alternated speech/data &lt;br /&gt;*Teleservices : &lt;br /&gt;Telephony &lt;br /&gt;Emergency calls &lt;br /&gt;Telefax &lt;br /&gt;Short message services &lt;br /&gt;*Supplementary services : &lt;br /&gt;Call forwading &lt;br /&gt;Charging services &lt;br /&gt;Call bearing services &lt;br /&gt;Closed user group &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Home Location Register (HLR) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HLR berfungsi untuk penyimpan semua data dan informas mengenai pelanggan yang tersimpan secara permanen, dalam arti tidak tergantung pada posisi pelanggan. HLR bertindak sebagai pusat inforamsi pelanggan yang setiap waktu akan diperlukan oleh VLR untuk merealisasi terjadinya komunikasi pembicaraan. VLR selalu berhubungan dengan HLR dan memberikan informasi posisi pelanggan berada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visitor Location Register (VLR) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VLR berfungsi untuk menyimpan data dan informasi pelanggan, dimulai pada saat pelanggan memasuki suatu area yang bernaung dalam wilayah MSC VLR tersebut (melakukan Roaming). Adanya informasi mengenai pelanggan dalam VLR memungkinkan MSC untuk melakukan hubungan baik Incoming (panggilan masu) maupun Outgoing (panggilan keluar). &lt;br /&gt;VLR bertindak sebagai data base pelanggan yang bersifat dinamis, karena selalu berubah setiap waktu, menyesuaikan dengan pelanggan yang memasuki atau berpindah naungan MSC. Data yang tersimpan dalam VLR secara otomatis akan selalu berubah mengikuti pergerakan pelanggan. Dengan demikian akan dapat dimonitor secara terus menerus posisi dari pelanggan, dan hal ini akan memungkinkan MSC untuk melakukan interkoneksi pembicaraan dengan pelanggan lain. VLR selalu berhubungan secara intensif dengan HLR yang berfungsi sebagai sumber data pelanggan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Authentication Center (AuC) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AuC menyimpan semua informasi yang diperlukan untuk memeriksa keabsahan pelanggan, sehingga usaha untuk mencoba mengadakan hubungan pembicaraan bagi pelanggan yang tidak sah dapat dihindarkan. Disamping itu AuC berfungsi untuk menghindarkan adanya pihak ke tiga yang secara tidak sah mencoba untuk menyadap pembicaraan. &lt;br /&gt;Dengan fasilitas ini,maka kerugian yang dialami pelanggan sistem selular analog saat ini akibat banyaknya usaha memparalel, tidak mungkin terjadi lagi pada GSM. Sebelum proses penyambungan switching dilaksanakan sistem akan memeriksa terlebih dahulu, apakah pelanggan yang akan mengadakan pembicaraan adalah pelanggan yang sah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AuC menyimpan informasi mengenai authentication dan chipering key.Karenae fungsinya yang mengharuskan sangat khusus, authentication mempunyai algoritma yang spesifik, disertai prosedur chipering yang berbeda untuk masing-masing pelanggan. Kondisi ini menyebabkan AuC memerlukan kapasitas memory yang sangat besar. Wajar apabila GSM memerlukan kapasitas memory sangat besar pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena fungsinya yang sangat penting, maka operator selular harus dapat menjaga keamanannya agar tidak dapat diakses oleh personil yang tidak berkepentingan. Personil yang mengoperasikan dilengkapi dengan chipcard dan juga password identitas dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Equipment Identity Register (EIR) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EIR memuat data-data peralatan pelanggan yang dibagi atas 3 (tiga) kategori, yakni : &lt;br /&gt;Peralatan yang diijinkan untuk mengadakan hubungan pembicaraan kemanapun. &lt;br /&gt;Peralatan yang dibatasi dan hanya diijinkan mengadakan hubungan pembicaraan ketujuan yang terbatas. &lt;br /&gt;Peralatan yang sama sekali tidak diijinkan untuk berkomunikasi. &lt;br /&gt;Kebaradaan EIR belum distandardisasi secara penuh, oleh karena itu belum dioperasikan di semua operator Eropa. Masih diperlukan klasifikasi di Eropa dan penyempurnaan yang berkaitan dengan aspek hukum. &lt;br /&gt;Base Station Subsystem (BSS) &lt;br /&gt;Base Transceiver Station (BTS) &lt;br /&gt;BTS berfungsi sebagai interkoneksi antara infra struktur sistem selular dengan Out Station.BTS harus selalu memonitor Out Station yang masuk ataupun yang keluar dari sel BTS tersebut. Luas jangkauan dari BTS sangat dipengaruhi oleh lingkungan, antara lain topografi dan gedung tinggi.BTS sanga berperan dalam menjaga kualitas GSM, terutamaa dalam hal frekwensi hoping dan antena diversity. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Base Station Controller (BSC) &lt;br /&gt;Pada umumnya setiap BSS terdiri atas beberapa Base Transceiver Station, dengan masing-masing BTS mempunyai area yang berbeda.Namun demikian selalu ada area yang over lapping, sehingga kontinuitas komunikasi Out Station dengan infrastruktur selular tetap terjaga. &lt;br /&gt;BSC sangat diperlukan untuk mengaur perpindahan Out Station dari satu BTS ke BTS lainnya.Perpindahan area ditentukan dari beda kekuatan sinyal antara 2 (dua) BTS Oper Lapping.Fungsi BSC : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interfacing antara BSC-MSC, BSC-BTS dan BSC-OMC &lt;br /&gt;Alokasi kanal BSC-BTS &lt;br /&gt;Indikasi channel blocking antara BSC-MSC &lt;br /&gt;Pengaturan frekwensi hoping &lt;br /&gt;Pengaturan konfigurasi kanal &lt;br /&gt;Pengaturan enkripsi &lt;br /&gt;Proses Handover &lt;br /&gt;Pengaturan broadcasting channel &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup &lt;br /&gt;Dengan telah disepakatinya GSM sebagai satu-satunya sistem selular di Eropa, maka sistem analog yang ada secara perlahan dan pasti akan hilang dari peredaran. Di samping itu telah banyak negara di luar Eropa, bahkan beberapa negara di Asia telah menetapkan untuk menerapkan sistem GSM, termasuk Indonesia. &lt;br /&gt;Tingkat pemasaran GSM sangat tinggi.Sebagai contoh adalah Jerman, pada bulan Agustus 1992, jumlah pelanggan baru mencapai 20.000 unit.Pada Januari 1993 pelanggan GSm telah mencapai 200.000 unit.Pertambahan per bulan minimal mencapai angka 20.000 unit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GSM memberikan banyak keunggulan dibandingkan dengan sistem analog yang ada : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Dapat melakukan International Roaming &lt;br /&gt;-Tidak terpaku kepada satu pemasok, sehingga tidak terjadi monopoli &lt;br /&gt;-Validitas pelanggan diperiksa sebelum hubungan pembicaraan terlaksana &lt;br /&gt;-Dengan fasilitas frekwensi hoping, tidak ada pihak ke tiga yang secara tidak sah dapat ikut mendengarkan pembicaraan. &lt;br /&gt;-Kualitas suara yang lebih baik dan lebih peka. &lt;br /&gt;-Kapasitas pelanggan yanglebih besar. &lt;br /&gt;-Features pelanggan yang lebih beragam, paging, facsimile, dan ISDN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-8127536652350638733?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/8127536652350638733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=8127536652350638733&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/8127536652350638733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/8127536652350638733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/konsep-gsm.html' title='Konsep GSM'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-7812176937753630755</id><published>2007-06-05T03:23:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:30:41.065-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>WiMAX VS 3G</title><content type='html'>Belakangan ini teknologi WiMAX telah menjadi primadona perbincangan dan diskusi baik diantara vendor maupun operator telekomunikasi dunia. Dengan kemampuan yang lebih dibanding teknologi BWA (Brodband Wireless Access) sebelumnya WiMAX menjadi salah satu penantang 3G (sistem seluler generasi ke-3) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan akses kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan munculya WiMAX secara otomatis akan&lt;font class="fullpost"&gt; menimbulkan persaingan antara pengusung WiMAX dengan vendor pengusung 3G. Masing-masing saling berlomba menunjukkan kebolehan dan keunggulan baik yang terkait dengan teknologi, layanan, investasi (nilai ekonomis) maupun dalam kemudahan penggunaan dan pemeliharaannya. Seperti diketahui telah banyak negara yang mengimplementasikan teknologi 3G (Indonesia masih trial) namun untuk WiMAX masih dalam proses sertifikasi. Kalaupun ada yang mengimplementasikan masih menggunakan teknologi pre WiMAX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak faktor penentu untuk suksesnya implementasi suatu teknologi. Dengan demikian sangat perlu diperhatikan tentunya bagi operator yang akan mengoperasikan teknologi WiMAX atau 3G. Artikel berikut merupakan sekilas uraian perbandingan antara teknologi WiMAX dan teknologi 3G. Tentunya dalam proses evaluasi yang lebih tajam diperlukan adanya kajian yang lebih mendalam menyangkut aspek teknis maupun aspek ekonomis. Selain itu perlu dibedakan antara kajian untuk operator incumbent maupun bagi operator baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi 3G&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan 3G merupakan layanan komunikasi bergerak yang menjanjikan peningkatan bandwidth hingga 384 Kbps ketika diakses dalam keadaan berjalan (nomadic), sementara untuk di kendaraan bergerak kecepatannya sekitar 128 KBps dan sampai 2 MBps bila dalam kondisi diam. Teknologi yang bisa digunakan untuk memberikan layanan 3G bisa berbasis GSM (W-CDMA) atau CDMA (CDMA2000). Namun karena dari awal teknologi di 2G-nya didominasi oleh sistem GSM maka untuk 3G-nya saat ini juga masih banyak berkembang dari teknologi W-CDMA. Diantara kedua teknologi 3G dimaksud juga saling berkompetisi antara yang berbasis GSM dan CDMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar berikut mendeskripsikan evolusi teknologi seluler (GSM &amp; CDMA) menuju ke 3G.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmU6xQXKbxI/AAAAAAAAAEY/N0ln1ZEEmFI/s1600-h/wimax1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmU6xQXKbxI/AAAAAAAAAEY/N0ln1ZEEmFI/s320/wimax1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072525173182852882" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Evolusi Sistem Seluler ke 3G&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi WiMAX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu WiMAX merupakan teknologi yang sangat baru. Bahkan pengujian perangkat dari beberapa vendor untuk mendapat sertifikat ”WiMAX” baru dimulai sekitar bulan Agustus 2005. Untuk standar WiMAX mobile (IEEE 802.16e) baru disahkan sekitar pertengahan tahun 2006. Sementaa itu WiMAX yang akan berkembang saat ini masih comply ke standar IEEE 802.16-2004 yang diaplikasikan untuk solusi fixed.&lt;br /&gt;Sedangkan di teknologi WiMAX diawali dengan standar 802.16 kemudian diperbaharui ke 802.16 (REVd) dan dikembangkan ke untuk melayani pelanggan mobile (802.16e). Tabel berikut menerangkan berbagai standar evolusi di WiMAX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1. Perkembangan Standar WiMAX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmU7qQXKbyI/AAAAAAAAAEg/ru2_rI6Spu0/s1600-h/wimax2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmU7qQXKbyI/AAAAAAAAAEg/ru2_rI6Spu0/s320/wimax2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072526152435396386" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk Life Cycle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa pada implementasi sebuah teknologi atau produk maka mata rantai dari life cycle produk dimaksud akan melalui 4 tahapan yaitu product development, introduction to market, Mature Market dan product phase-out.&lt;br /&gt;Perbedaan antara WiMAX dan 3G saat ini adalah bahwa untuk WiMAX tahapannya baru memasuki product development dan sedang introduction to market. Sedangkan 3G sedang mengalami 2 tahapan yaitu introduction to market dan mature market (untuk beberapa negara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk fase product phase-out tentunya masih belum diketahui, perlu dilakukan kajian lebih mendalam terkait dengan waktu (berapa tahun) kedua teknologi tersebut mampu bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar berikut mendeskripsikan produk Life Cycle antara teknologi WiMAX dan 3G.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmU8KAXKbzI/AAAAAAAAAEo/iAHoYe03hfY/s1600-h/wimax3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmU8KAXKbzI/AAAAAAAAAEo/iAHoYe03hfY/s320/wimax3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072526697896242994" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2. Life Cycle WiMAX &amp; 3G&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat dari sisi layanan (speed) yang bisa diberikan, maka WiMAX mampu melampaui 3G. Tabel berikut diambil dari CSBF research yang menggambarkan perbandingan berbagai teknologi ke depan termasuk 3G dan WiMAX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 2. Perbandingan Data rate (speed) antara 3G &amp;amp; WiMAX&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmU9EQXKb0I/AAAAAAAAAEw/uHFM1qW2lN0/s1600-h/wimax4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmU9EQXKb0I/AAAAAAAAAEw/uHFM1qW2lN0/s320/wimax4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072527698623622978" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian keunggulan WiMAX adalah terlihat dari sisi kecepatannya. Dengan demikian secara otomatis akan banyak memberikan layanan yang menarik dibanding 3G.&lt;br /&gt;Namun bila difokuskan pada kemampuan mobility-nya, 3G masih unggul dibanding WiMAX. Apalagi saat ini (tahun 2005) WiMAX baru difokuskan untuk pelanggan fixed dan baru tahun 2006 mulai difokuskan untuk pelanggan bergerak (nomadic).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran perbandingan tingkat mobilitas antara WiMAX dan 3G dapat dilihat seperti terlampir di bawah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmU93QXKb1I/AAAAAAAAAE4/gGtydU_60oA/s1600-h/wimax5.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmU93QXKb1I/AAAAAAAAAE4/gGtydU_60oA/s320/wimax5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072528574796951378" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3. Mobility antara 3G vs WiMAX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut deskripsi di atas, maka WiMAX sangat cocok untuk kondisi low mobility namun high bandwidth. Sedangkan 3G diperuntukkan untuk high mobility dengan data rate yang rendah.&lt;br /&gt;Disamping perbedaan di atas dari awal teknologi seluler termasuk 3G adalah diperuntukkan untuk pelanggan personal. Lain dengan teknologi WiMAX yang pada awalnya diimplementasikan untuk backhaul maupun akses broadband. Ke depan setelah mengikuti standar 802.16 e WiMAX baru cocok untuk aplikasi mobile (nomadic).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana di Indonesia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus  di Indonesia ke dua teknologi baik WiMAX maupun 3G masih belum ditetapkan frekuensinya dan operator yang berhak siapa dan dapat berapa MHz. Kasus penerapan 3G diperkirakan masih menunggu waktu yang cukup lama. Operator lama yang baru melakukan trial adalah Telkomsel dan Indosat sedangkan operator baru yang telah memegang lisensi 3G adalah Natrindo dan Cyber Access Communication (CAC). Sementara di WiMAX sendiri dari regulasi baru menginformasikan kemungkinan penerapannya di kisaran band 2,3 GHz; 3,5 GHz; dan 5,8 GHz. Frekuensi persis dan nama operatornya belum ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan dan Saran&lt;br /&gt;-         WiMAX sangat cocok digunakan untuk pelanggan dengan tingkat mobilitas yang rendah namun kebutuhan bandwidthnya tinggi.&lt;br /&gt;-         3G fokus pada pelanggan dengan tingkat kebutuhan mobilitas tinggi sedangkan kebutuhan bandwidthnya lebih rendah.&lt;br /&gt;-          Dari sisi time to market 3G mendahului dibanding dengan WiMAX.&lt;br /&gt;-         Dalam perkembanganya 3G dikembangkan untuk pelanggan personal sedangkan WiMAX awalnya dikembangkan untuk bachaul, akses,  baru ke personal.&lt;br /&gt;-         Perlu segera ketetapan dari pemerintah berkaitan dengan frekuensi WiMAX dan 3G.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artikel diambil dari : Gunadi Dwi Hantoro, Penulis adalah Engineer di Lab Wireless TELKOMRisTI. Saat ini penulis sedang melakukan kajian dan riset teknologi WiMAX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-7812176937753630755?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/7812176937753630755/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=7812176937753630755&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/7812176937753630755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/7812176937753630755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/wimax-vs-3g.html' title='WiMAX VS 3G'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmU6xQXKbxI/AAAAAAAAAEY/N0ln1ZEEmFI/s72-c/wimax1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-8464833532190923989</id><published>2007-06-05T02:44:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:30:41.066-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Sistem pendukung standar WiMAX : Sistem Antena Adaptif</title><content type='html'>Sistem antena ini kadang2 juga disebut sebagi Smart Antenna. Kenapa disebut smart, karena antena ini bisa secara cerdas menghasilkan beam atau arah radiasi yang sesuai ke arah user (MS) yang diinginkan serta menghilangkan sinyal-sinyal interferer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem antena adaptif terdiri dari&lt;span class="fullpost"&gt;yang namanya array antenna, atau susunan antena. Dari namanya aja keliatan kalo sistem ini terdiri dari lebih dari satu buah elemen antena. Kemudian masing-masing elemen akan dicatu oleh catuan independen dengan amplitude dan fasa yang berbeda2, sehingga dari hasil "penjumlahan" sinyal radiasi masing2 elemen, dihasilkan pola beam yang diinginkan. Yaitu mengarah ke MS tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amplitude dan fasa yang berubah2 sesuai lingkunagn dapat dimungkinkan berkat adanya DSP yang menyertai sistem antena ini (makanya disebut smart). Nantinya pada DSP akan ditanamkan algoritma pembobotan (weighting) yang akan menentukan amplitude dan fasa masing2 elemen antena tadi. Algoritma yang gw tau seperti LMS-CMA, eigenbeamforming...trus banyak lagi ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ini jelas berbeda dengan antena directional biasa yang hanya menghasilkan pola pancar ke arah sesuai desainnya. Gak bisa berubah2 sesuai kondisi lapangan. Sedangkan pada sistem adaptif, pola pancar berubah2 tergantung kondisi lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja dengan kemampuan seperti ini, WiMAX dapat menghandle lebih banyak user dari pada sistem antena biasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;802.16d itu nantinya akan digunakan untuk broadband fixed wireless access (mobilitas terbatas kayak flexy gitu...) kalo 802.16e aplikasinya buat yang mobile BWA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keduanya mendukung mobilitas, maka kondisi NLOS merupakan suatu konsekuensi dari mobilitas tersebut. So...teknologi2 diatas ada di standar 802.16d ato 802.16e. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk WiMAX, ntar ada dua jenis BS yang diproduksi, yaitu standar BS dan full featured BS. Kalo standar BS punya kemampuan yang bersifar mandatory (ya...biasa aj..) dengan batasan keluaran RF (Radio Frequency) power yang telah ditentukan. Sedangkan full featured BS sudah dilengkapi dengan kemampuan opsional tadi... kayak Tx/Rx diversity, sub channelization, ama ARQ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengenai mungkin ato nggaknya menggunakan metode modulasi &amp; tipe antena yang sama dg fix? (maksudnya yang mobile..?) &lt;br /&gt;justru... skema modulasi adaptif itu di ciptakan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kondisi lingkungan yang berubah-ubah (yang di wakili dengan nilai SNR) karena mobilitas user. So buat yang mobile skema modulasi adaptif ini merupakan faktor perbaikan yang kudu di pasang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo masalah antenanya...gw pikir modulasi yang digunakan apa aj nggak ngaruh ama antena yang di gunain...kan udah beda level... &lt;br /&gt;Yang beda cuman di level mod/demod aja.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai sekarang telkomsel pun belom memakai WiMAX, cuman di BS memang benar kalau telkomsel sudah memakai produk NOKIA yang bisa langsung upgrade ke WiMAX, tinggal nambah modul tersendiri aja... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; alokasi pita frekuensi eksisting di Indo yang sudah di alokasikan buat layanan BWA (sesuai dengan rekomendasi WiMAX forum : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- pita frekuensi 2.0 GHz (2050 - 2070 MHz) &lt;br /&gt;- pita frekuensi 2.4 GHz (2400 - 2483.5 MHz) &lt;br /&gt;- pita frekuensi 2.5 GHz (2500 - 2520 MHz ama 2670 - 2690MHz) &lt;br /&gt;- pita frekuensi 3.3 GHz (3300 - 3400 MHz) &lt;br /&gt;- pita frekuensi 3.5 GHz (3400 - 3700 MHz) &lt;br /&gt;- pita frekuensi 5.8 GHz (5725 - 5825 MHz) &lt;br /&gt;- pita frekuensi 10.5 GHz (10150 - 10300 MHz ama 10500 - 10650 MHz) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&gt; spektrum 2.5 GHz: &lt;br /&gt;pada pita frekuensi 2500-2690 MHz masih teknologi microwave link lama di beberapa lokasi tertentu, sejak tahun 1980an (Rec. ITU-R F.283). Sedangkan pita frekuensi 2520-2670 MHz digunakan untuk sistem komunikasi satelit penyiaran digital oleh Indovision kalo ga salah..(cakupan Nasional sejak 1997). Tahun 2001 telah dialokasikan untuk beberapa penyelenggara BWA di pita frekuensi 2500 - 2520 MHz dan 2670-2690 MHz. BW yang di alokasikan sebesar 2x20 MHz dengan lebar kanal 6 MHz. &lt;br /&gt;oh ya ga lupa spektrum IMT 2000 juga memiliki pita tambahan di daerah spektrum ini... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; spektrum 3.5 GHz: &lt;br /&gt;tahun 2000, 3.5 GHz ini ditetapkan untuk layanan BWA dan sharing frekuensi dengan satelit. Di kota-kota, BWA diberlakukan status skunder, sedangkan di non perkotaan berstatus primer. Ijin sejumlah penyelenggara BWA diberikan pada alokasi 3410-3497.5 MHz dan 3510-3597.5 MHz (FDD). Penyelenggara satelit, yang masih menggunakan ext.C band sampai sekarang adlaah Telkom, PSN ama AceS. teru karena ada keluhan dari para operator satelit tentang gangguan interferensi, maka di sepakati melalui forum koordinasi antar operator BWS dan Satelit bahwa BWA hanya dapat menggunakan 5 kanal, dari semula direncakan 25 kanal, status primer dan sekunder masih tetap diberlakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; spektrum 5.8 GHz &lt;br /&gt;Pita frekuensi 5.8 GHz (5725 - 5825 MHz) di Indo masi bersifat licensed, dan pada 2001 telah diberikan kepada sejumlah penyelenggara BWA sebanyak 5 kanal dengan lebar per kanal 15 MHz. Teknologi yang digunakan adalah spread spectrum dengan teknik TDD, dan penggunaannya dilakukan secara bersama (sharing)...ada Kep dirjen yang ngatur... &lt;br /&gt;pada frekuensi 5.8 GHz juga merupakan salahs atu pita frekuensi Wi-Fi di beberapa negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat kondisi itu semua tergantung kita mau make frekuensi yang mana... &lt;br /&gt;kalo di Indo, rencananya mau pake 3.5 GHz untuk tahap awal implementasi di Indo. &lt;br /&gt;karena test interoperability oleh WiMAX forum dilakukan pada frekuensi 3.5 GHz. Secara komersil, produksi penerapan WiMAX akan dimulai dari frekuensi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Standart 802.16d biasanya digunakan untuk rural area. &lt;br /&gt;Sedangkan di Urban memakai standart 802.16e yang mobilitasnya tinggi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-8464833532190923989?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/8464833532190923989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=8464833532190923989&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/8464833532190923989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/8464833532190923989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/sistem-pendukung-standar-wimax-sistem.html' title='Sistem pendukung standar WiMAX : Sistem Antena Adaptif'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-4808428248322380723</id><published>2007-06-05T02:28:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:30:41.066-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access)</title><content type='html'>WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membedakan WiMAX dengan Wi-Fi adalah &lt;span class="fullpost"&gt;standar teknis yang bergabung di dalamnya. Jika WiFi menggabungkan standar IEEE 802.11 dengan ETSI (European Telecommunications Standards Intitute) HiperLAN sebagai standar teknis yang cocok untuk keperluan WLAN, sedangkan WiMAX merupakan penggabungan antara standar IEEE 802.16 dengan standar ETSI HiperMAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar keluaran IEEE banyak digunakan secara luas di daerah asalnya, Amerika, sedangkan standar keluaran ETSI meluas penggunaannya di daerah Eropa dan sekitarnya. Untuk membuat teknologi ini dapat digunakan secara global, maka diciptakanlah WiMAX. Kedua standar yang disatukan ini merupakan standar teknis yang memiliki spesifikasi yang sangat cocok untuk menyediakan koneksi berjenis broadband lewat media wireless atau BWA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinjauan teknologi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMax adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan standar dan implementasi yang mampu beroperasi berdasarkan jaringan nirkabel IEEE 802.16, seperti WiFi yang beroperasi berdasarkan standar Wireless LAN IEEE802.11. Namun, dalam implementasinya WiMax sangat berbeda dengan WiFi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada WiFi, sebagaimana OSI Layer, adalah standar pada lapis kedua, dimana Media Access Control (MAC) menggunakan metode akses kompetisi, yaitu dimana beberapa terminal secara bersamaan memperebutkan akses. Sedangkan MAC pada WiMax menggunakan metode akses yang berbasis algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers. Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal muli-jalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak keuntungan yang didapatkan dari terciptanya standardisasi industri ini. Para operator telekomunikasi dapat menghemat investasi perangkat, karena kemampuan WiMAX dapat melayani pelanggannya dengan area yang lebih luas dan tingkat kompatibilitas lebih tinggi. Selain itu, pasarnya juga lebih meluas karena WiMAX dapat mengisi celah broadband yang selama ini tidak terjangkau oleh teknologi Cable dan DSL (Digital Subscriber Line).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX salah satu teknologi memudahkan mereka mendapatkan koneksi Internet yang berkualitas dan melakukan aktivitas. Sementara media wireless selama ini sudah terkenal sebagai media yang paling ekonomis dalam mendapatkan koneksi Internet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Area coverage-nya sejauh 50 km maksimal dan kemampuannya menghantarkan data dengan transfer rate yang tinggi dalam jarak jauh, sehingga memberikan kontribusi sangat besar bagi keberadaan wireless MAN dan dapat menutup semua celah broadband yang ada saat ini. Dari segi kondisi saat proses komunikasinya, teknologi WiMAX dapat melayani para subscriber, baik yang berada dalam posisi Line Of Sight (posisi perangkat-perangkat yang ingin berkomunikasi masih berada dalam jarak pandang yang lurus dan bebas dari penghalang apa pun di depannya) dengan BTS maupun yang tidak memungkinkan untuk itu (Non-Line Of Sight). Jadi di mana pun para penggunanya berada, selama masih masuk dalam area coverage sebuah BTS (Base Transceiver Stations), mereka mungkin masih dapat menikmati koneksi yang dihantarkan oleh BTS tersebut.&lt;br /&gt;Selain itu, dapat melayani baik para pengguna dengan antena tetap (fixed wireless) misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal, toko-toko, dan sebagainya, maupun yang sering berpindah-pindah tempat atau perangkat mobile lainnya. Mereka bisa merasakan nikmatnya ber-Internet broadband lewat media ini. Sementara range spektrum frekuensi yang tergolong lebar, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX. Atau mungkin Anda tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa dibawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless.&lt;br /&gt;Semua itu mungkin-mungkin saja dengan adanya teknologi WiMAX. Namun tampaknya, Anda harus bersabar sebentar karena teknologi ini masih membutuhkan waktu untuk dapat tersedia di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-4808428248322380723?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/4808428248322380723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=4808428248322380723&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/4808428248322380723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/4808428248322380723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/wimax-worldwide-interoperability-for.html' title='WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access)'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-3673272448344755394</id><published>2007-06-05T02:22:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:30:41.067-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Konsep WIMAX</title><content type='html'>WiMAX &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) di cetuskan oleh WiMAX Forum yang di bentuk pada April 2001, untuk mempromosikan interoperabilitas dan penyesuaian standar IEEE 802.16, yang secara resmi bernama WirelessMAN. Forum ini mendefinisikan WiMAX sebagai “sebuah standar teknologi yang dapat memungkinkan penyampaian akses wireless broadband jarak jauh sebagai alternatif dari kabel dan DSL.” &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar untuk teknologi WiMAX memakai frekuensi antara 10 gigahertz dan 66 gigahertz. Selain itu, ia juga memakai frekuensi antara 2 gigahertz dan 11 gigahertz. Ini berarti WiMAX mencakup frekuensi 2,4 gigahertz yang di negara tertentu merupakan frekuensi bebas lisensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"WiMAX is not a technology, but rather a certification mark, or 'stamp of approval' given to equipment that meets certain conformity and interoperability tests for the IEEE 802.16 family of standards. A similar confusion surrounds the term Wi-Fi (Wireless Fidelity), which like WiMAX, is a certification mark for equipment based on a different set of IEEE standards from the 802.11 working group for wireless local area networks (WLAN). Neither WiMAX, nor Wi-Fi is a technology but their names have been adopted in popular usage to denote the technologies behind them. This is likely due to the difficulty of using terms like 'IEEE 802.16' in common speech and writing." – OECD[1] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Technical overview &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WiMAX adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan standar interoperabilitas implementasi dari jaringan wireless IEEE 802.16, agak mirip dengan cara Wi-Fi yang menjadi interoperabilitas implementasi standar WirelessLAN IEEE 802.11. Tetapi WiMAX sangatlah berbeda dari Wi-Fi dalam cara kerjanya. &lt;br /&gt;Pada Wi-Fi, Medium Access Controller ("MAC") menggunakan contention access, yaitu semua terminal pelanggan yang ingin melewatkan data melalui wireless access point (“AP”) harus berkompetisi untuk mendapatkan perhatian AP dalam basis interrupt yang acak. Hal ini dapat menyebabkan node-node yang berada pada jarak yang jauh dari AP terinteruppt secara berulang-ulang oleh node-node yang lebih dekat, sehingga menurunkan throughput sistem. Oleh karena itu layanan seperti VoIP (Voice over IP) atau IPTV yang membutuhkan QoS tertentu sulit untuk di layani dalam jumlah user yang besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan 802.16, MAC menggunakan scheduling algorithm, dimana terminal-terminal pelanggan harus berkompetisi sekali saja yaitu pada saat pertama kali memasuki jaringan. Setelah itu setiap pelanggan dialokasikan sebuah time-slot oleh base station. Time-slot ini dapat membesar dan mengecil (sesuai kebutuhan pelanggan), tetapi tetap untuk setiap terminal pelanggan, yang berarti pelanggan lain tidak bisa menggunakannya. Scheduling algorithm ini stabil dalam kondisi overload dan over subscription (tidak seperti 802.11). IEEE 802.16 juga dapat lebih efisien dalam penggunaan Bandwidth. Scheduling Algorithm juga memungkinkan base station untuk mengontrol parameter-parameter QoS dengan menyeimbangkan pemesanan timeslot antara aplikasi yang di butuhkan oleh terminal pelanggan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya standar IEEE 802.16 menspesifikasikan WiMAX pada rentang frekuensi 10 sampai 66 GHz. Kemudian pada tahun 2004 802.16a di update menjadi 802.16-2004 (juga biasa di sebut 802.16d), yaitu dengan menambahkan dukungan untuk rentang frekuensi 2 sampai 11 GHz. 802.16d kemudian di update lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005. 802.16e menggunakan scalable OFDM (orthogonal frequency division multiple access) sebagai pengganti versi non scalable pada 16d. Hal ini membawa potensi manfaat dalam masalah coverage, self installation, power consumption, frequency re-use dan efisiensi bandwidth. 16e juga menambahkan kemampuan layanan mobilitas penuh. &lt;br /&gt;Standar yang paling menarik perhatian adalah 802.16d dan 802.16e, karena pada standar tersebut menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga sinyal lebih tahan terhadap pelemahan (attenuation), juga meningkatkan jangkauan dan kemampuan penetrasi gedung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesifikasi WiMAX memperbaiki keterbatasan-keterbatasan standar Wi-Fi dengan menyediakan bandwidth dan jangkauan yang lebih lebar, serta enkripsi yang lebih kuat. WiMAX mendukung konektivitas antara jaringan endpoint tanpa membutuhkan jalur Line Of Sight (“LOS”) pada kondisi lingkungan yang mendukung. Pada aplikasi Non-LOS membutuhkan 16d. dan varian 16e. karena frekuensi yang dibutuhkan lebih rendah. Hal ini bergantung pada sinyal multipath yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uses for WiMAX &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep yang salah kaprah ada yang menyebutkan bahwa WiMAX dapat mentransmisikan data 70 Mbps, dengan jarak 70 mil, pada kecepetan lebih dari 70 mph. Konsep diatas mumgkin dapat dibenarkan secara terpisah pada kondisi lingkungan yang ideal, namun ketiganya tidak bisa di penuhi secara simultan. WiMAX memiliki beberapa kesamaan dengan DSL, dimana DSL dapat memiliki bandwidth yang tinggi atau jarak yang jauh, tetapi keduanya tidak bisa dipenuhi secara bersama-sama. Kesamaan lainnya adalah pada WiMAX bandwidth di bagi berdasarkan pelanggan yang berada pada sector radio, jadi ada banyak pelanggan yang aktif di dalam satu sector, sehingga tiap pelanggan akan mendapatkan bandwidth yang lebih kecil. &lt;br /&gt;Bandwidth dan jangkauan WiMAX membuatnya cocok untuk beberapa potensi aplikasi di bawah ini: &lt;br /&gt;• Menghubungkan hotspot-hotspot Wi-Fi antar satu dengan yang lain, dan menghubungkannya dengan bagian (jaringan) lain dari Internet. &lt;br /&gt;• Menyediakan alternatif jaringan wireless selain kabel dan DSL untuk akses broadband jarak jauh &lt;br /&gt;• Mendukung layanan mobile data berkecepatan tinggi dan layanan telekomunikasi (4G) &lt;br /&gt;Broadband Access &lt;br /&gt;Banyak perusahaan kabel dan telepon tradisional (PSTN) akhir-akhir ini secara aktif mencoba potensi WiMAX untuk konektivitas jarak jauh. Hal ini dapat menghasilkan harga yang lebih kompetitif untuk pelanggan rumah maupun pelanggan corporate. Dalam area yang tidak memiliki jaringan kabel telelpon existing, WiMAX dapat memungkinkan akses jaringan broadband yang sampai saat ini belum ada. Untuk pelanggan rumah, sudah di siapkan layanan yang dapat mendukung line telepon dan koneksi internet yang mudah di install. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobile applications &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi WiMAX untuk menggunakan jaringan mobile yang existing sangatlah besar, sebab antena WiMAX dapat “berbagi” satu buah tower sel tanpa mengganggu antena seluler yang sudah ada. Beberapa perusahaan (operator) seluler menilai WiMAX sebagai salah satu cara meningkatkan bandwidth untuk variasi layanan data dan aplikasi, bahkan Sprint/Nextel telah mengumumkan pada pertengahan 2006 akan menginvestasikan US$ 3 milliar untuk pengembangan teknologi WiMAX dalam beberapa tahun ke depan. Hal tersebut berhubungan dengan kemampuan teknologi WiMAX dalam mendukung bandwidth yang tinggi (“backhaul”) untuk trafik internet dan seluler dari remote area ke sebuah internet backbone. Walaupun efektivitas biaya WiMAX dalam aplikasi remote area akan lebih tinggi, namun hal ini tidak terbatas pada aplikasi tersebut saja, bahkan dimungkinkan akan dapat mengurangi biaya E1/T1 backhaul. Keterbatasan infrastruktur kabel pada beberapa negara berkembang dapat diatasi dengan WiMAX, karena biaya untuk menginstal sebuah stasiun WiMAX pada tower seluler eksisting atau bahkan dengan tower sendiri nampaknya lebih kecil jika dibandingkan dengan biaya pembangunan kabel. WiMAX sangat cocok di terapkan paad area yang memiliki kepadatan populasi rendah dan permukaan yang datar. Untuk negara-negara yang tidak mempunyai infrastruktur kabel karena mahalnya biaya dan kondisi geografi yang tidak menguntungkan, WiMAX dapat menjadi solusi infrastruktur yang murah, decentralized, mudah dibangun, dan efektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spectrum Allocations for WiMAX &lt;br /&gt;Spesifikasi 802.16 menggunakan spectrum RF yang sangat lebar. Tetapi, spesifikasi tersebut tidak sama dengan ijin yang di berikan pada tiap Negara. Tidak ada lisensi spectrum WiMAX yang berlaku secara global. Di Amerika, segmen yang tersedia paling besar adalah di sekitar 2.5 GHz, dan sudah dimiliki oleh Sprint Nextel. Di belahan bumi lain, band frekuensi yang paling banyak digunakan adalah sekitar 3.5 GHz, 2.3/2.5 GHz, dengan 2.3/2.5 GHz yang paling banyak digunakan di asia. &lt;br /&gt;Sebenarnya di Amerika Serikat ada kemungkinan untuk menerapkan WiMAX pada Band 700MHz, tetapi ternyata band tersebut sudah di gunakan untuk TV analog, dan menunggu untuk digunakan juga oleh digital TV (sekitar tahun 2009). Pada beberapa kasus, mungkin akan ada beberapa pihak yang akan menggunakan band tersebut jjika memang band tersebut belum digunakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya akan lahir beberapa varian dari 802.16, bergantung pada kondisi regulasi lokal dan spectrum berapa yang akan digunakan, tetapi walau apapun yang terjadi standar radio frekuensi yang mendasari adalah sama. Peralatan WiMAX mungkin tidak akan seportable spesifikasi yang telah ditentukan, bahkan jika dibandingkan dengan Wi-Fi yang memiliki kanal pada spectrum yang tidak memiliki lisensi dan tidak terikat regulasi. &lt;br /&gt;Alokasi spektrum radio saat ini-pun sepertinya berubah-ubah. Alokasi yang sekarang ini biasa dilakukan adalah 5MHz atau 7MHz per kanal. Secara teori semakin lebar alokasi kanal radio yang di berikan, maka semakin tinggi bandwidth trafik yang dapat didukung WiMAX. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standards &lt;br /&gt;Standar 802.16 yang paling baru adalah IEEE Std 802.16e-2005 [1], disetujui pada bulan December 2005. sebelumnya telah distandarisasi IEEE Std 802.16-2004 [2]. Yang menggantikan IEEE Std 802.16-2001, 802.16c-2002, dan 802.16a-2003. &lt;br /&gt;IEEE Std 802.16-2004 (802.16d) di gunakan untuk fixed system saja. Sedangkan 802.16e menambahkan komponen mobilitas pada standarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IEEE 802.16e &lt;br /&gt;IEEE 802.16-2005 (secara resmi di namakan Mobile WiMAX, namun masih sering dikenal sebagai 802.16e) memberikan perbaikan pada skema modulasi yang digunakan pada fixed WiMAX. Hal ini membuat WiMAX dapat digunakan untuk aplikasi fixed wireless maupun mobile Non-LOS, terutama dengan menambahkan teknik OFDMA. &lt;br /&gt;SOFDMA (Scalable OFDM) adalah perbaikan atas OFDM256 untuk aplikasi NLOS dengan : &lt;br /&gt;• Memperbaiki coverage NLOS dengan menggunakan skema advanced antenna diversity, dan hybrid-Automatic Retransmission Request (hARQ) &lt;br /&gt;• Meningkatkan gain (penguatan) sistem dengan menggunakan denser sub-channelization, sehingga meningkatkan penetrasi indoor. &lt;br /&gt;• Memerkenalkan teknik pengkodean dengan kinierja yang tinggi seperti Turbo Coding, dan Low Density Parity Check (LDPC), sehingga meningkatkan keamanan dan kinerja NLOS. &lt;br /&gt;• Memperkenalkan downlink sub-channelization, sehingga memungkinkan administrator jaringan untuk mengatur coverage dan kapasitas &lt;br /&gt;• Memperbaiki coverage dengan memperkenalkan Adaptive Antenna Systems (AAS) dan Teknologi Multiple Input Multiple Output (MIMO) &lt;br /&gt;• Mengurangi ketergantungan bandwidth kanal pada sub carrier-spacing, sehingga memungkinkan kinerja yang sama walaupun dengan spasi carrier yang berbeda-beda (1.25 MHz sampa14 MHz). &lt;br /&gt;• Memperbaiki algoritma Fast Fourier Transform (FFT) sehingga dapat mentolerir delay spread yang lebih besar, dan meningkatkan ketahanan terhadap multipath interference. &lt;br /&gt;SOFDMA dan OFDMA 256 tidaklah saling kompatibel sehingga sebagian besar peralatan harus diganti. Tetapi, beberapa manufaktur berencana untuk menyediakan jalur migrasi untuk peralatan yang lebih tua sehingga kompatibel dengan SOFDMA, yang akan mempermudah transisi pada jaringan yang sudah menggunakan investasi OFDMA256. &lt;br /&gt;Similar technologies &lt;br /&gt;WiMAX adalah kerangka kerja untuk pengembangan teknologi wireless yang memandang jauh ke depan. Lebih baru lagi 3GPP 4G seluler, 802.22 Cognitive Radio RAN (Rural Area Network), dan 802.20, High Speed Mobile Broadband Wireless Access (MBWA) Working Group, telah beralih untuk menggunakan sistem yang sama, yaitu multi-channel scalable OFDM, HARQ, FEC, MIMO-AAS dan teknologi pelengkap lainnya yang berasal dari WiMAX. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UMTS &lt;br /&gt;Untuk beberapa aplikasi, UMTS dapat menjadi saingan WiMAX. UMTS sudah dikembangkan di eropa dan sebagian besar operator seluler di negara-negara lain. Teknologi HSDPA memungkinkan transmisi data pada kanal downlink sampai 8-10 Mbps. UMTS juga mendukung kanal sirkuit yang di opimasi untuk trafik suara dan video. Pada Juli 2005 alokasi frekuensi untuk WiMAX di eropa telah di blok oleh prancis dan finlandia yang merupakan negara manufaktur yang telah berinvestasi besar pada teknologi UMTS. &lt;br /&gt;Aktivitas standarisasi 3GPP yang paling baru adalah lebih mengembangkan advanced system yang berbasis OFDM (daripada CDMA). Platform 3G Long Term Evolution (LTE) akan berbasis pada MIMO-OFDM, yang sistemnya sama dengan WiMAX / 802.16e-2005. &lt;br /&gt;EV-DO &lt;br /&gt;Evolution data Optimized adalah standar wireless broadband radio yang di kembangkan oleh penyedia layanan telepon seluler CDMA di seluruh dunia. Di standarisasi oleh 3GPP2, sebagai bagian dari keluarga standar CDMA. &lt;br /&gt;HIPERMAN &lt;br /&gt;Di eropa standar yang sama dengan 802.16 adalah HIPERMAN. WiMAX forum sedang bekerja untuk memastikan interoperabilitas 802.16 dan HIPERMAN. &lt;br /&gt;WiBro &lt;br /&gt;Industri telekomunikasi korea sudah mengembangkan standarnya sendiri: WiBro. Pada akhir 2004, Intel dan LG Electronics telah menyetujui interoperabilits antara Wibro dan WiMAX. &lt;br /&gt;WiBro didukung penuh oleh pemerintah Korea Selatan, dengan tiap carrier menghabiskan lebih dari US$1 miliar untuk pengembangan. Korea melihat bahwa pengembangan WiBro dapat digunakan sebagai sistem 3.5 - 4G regional alternatif. Tetapi karena kurangnya perkembangan yang dihasilkan, WiBro akhirnya bergabung dengan WiMAX dan setuju untuk menyesuaikan dengan dengan standar OFDM 802.16e. WiBro rencananya akan digulirkan pada April 2006, sebab dilakukannya test performansi WiMAX adalah sifatnya yang mobile sehingga dinilai baik untuk penyampaian layanan wireless broadband. Korea adalah pasar yang sangat mengagumkan, dimana pengguna banyak menggunakan layanan multimedia. WiBro bukan hanya sebagai solusi jaringan telekomunikasi di rural area, namun juga akan tumbuh menyaingi 3G dan layanan kabel kecepatan tinggi di lingkungan urban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wi-Fi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wi-Fi adalah teknologi Wireless LAN (WLAN) yang bekerja pada spektrum yang tidak memiliki lisensi (2.4 GHz dan 5GHz). Wi-Fi murah dan mudah untuk digunakan sebagai solusi konektivitas dengan kecepatan tinggi. WiMAX menggunakan spetrum yang lebih lebar dibanding Wi-Fi. Jika di terapkan bersama WiMAX dan Wi-Fi cenderung akan bersifat saling melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sistem komunikasi wireless telah umum dikenal kondisi LOS dan NLOS. Hal ini berkaitan dengan daerah pancar antara BS (Base Station) dan SS (Subscriber Station) yang lebih dikenal dengan Fresnel Zone clearence (fresnel zone bergantung pada frekuensi kerja dan jarak antara BS dan SS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi LOS, antara pengirim dan penerima tembus pandang secara langsung tanpa ada rintangan (first fresnel zone). Apabila kriteria ini tidak terpenuhi, maka penerimaan sintal akan menurun secara drastis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi NLOS, sinyal yang sampai pada penerima telah melalui pemantulan (reflections), pemencaran (scattering), dan pembiasan (diffractions). Sinyal yang akan diterima merupakan gabungan dari direct path, multiple reflected paths, scattered energy, dan diffracted propagation paths. Kondisi multipath ini akan memberikan perbedaan polarisasi, redaman, delay pancaran, dan ketidakstabilan dibandingkan dengan sinyal yang diterima secara langsung melalui direct path. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan NLOS pada WiMAX ditunjang oleh penerapan ebberapa inovasi teknologi antara lain: &lt;br /&gt;- teknologi OFDM dan sub-kanalisasi (Sub-Channelization) &lt;br /&gt;- antena direksional (directional antenna) &lt;br /&gt;- diversitas pada transmitter dan receiver (transmit and receive diversity) &lt;br /&gt;- modulasi adaptif (adaptive modulation) dan teknik error coretion techniques &lt;br /&gt;- pengendalian daya (power control) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OFDM merupakan teknologi yang terbukti dapat digunakan untuk mengatasi berbagai macam permasalahan propagasi (multipath), termasuk kondisi NLOS antara BS dan SS. OFDM juga dapat mengatasi permasalah delay spread dan inter symbol interference (ISI). Sinyal OFDM dibentuk oleh beberapa sinyal sempit yang dipancarkan secara paralel untuk setiap informasi yang dikirim. &lt;br /&gt;SUb kanalisasi diterapkan pada sinyal uplink dari SS dan bersifat optional pada sitem WiMAXff. Fasilitas ini secara konsep mengurangi pengiriman jumlah carrier dari SS tetapi dikompensasi dengan power level dari pengiriman. Tanpa menggunakan sub-channelization, sistem yang direncakan akan menjadi asimetris atau iplink limited. Tetapi pada umumnya justru membuat CPE menjadi cost effective. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Directional antenna bertujuan untk meningkatkan fade margin dengan penambahan penguatan (Gain) dibandingkan dengan antenna omni-directional. Bahkan dapat menurunkan delaya pancar, baik di BS maupun di SS, karena pola pancar antena ini dapat menekan sinyal-sinyal multipath yang direima di sisi samping (sidelobe) dan dari belakang (backlobe)...hayah istilah antena lg Penggunaan directional antenna untuk kondisi NLOS sudah terbukti sangat efektif dan sudah banyak digunakan oleh para operator. Inovasi lain untuk mengatasi kondis NLOS yang digunakan sebagai optional apda standar WiMAX adalah Adaptive Antenna System (AAS)--&gt; bukan SAA lho.. Antena ini memberikan pengarahan yang lebih fokus, seperti soptlight, baik pada saat memancarkan sinyal maupun sebagai penerima. AAS digunakan untuk mengingkatkan spectrum reuse dan kapasitas jaringan WiMAX karena mempunyai karekteristik yang dapat menekan interferensi co-channel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transmit and Receive diversity digunakan untuk memanfaatkan sinyal-sinyal multipath dan sinyal pantul yang terjadi pada kondisi NLOS. Diversitas juga menjadi fasilitas optional pada standar WiMAX. 7annya adalah untuk meningkatkan availability penerimaan dan pengiriman dari sistem yang dibangun. Transmit diversity menggunakan space time coding untuk memancarkan sinyal secara terpisah. Teknik ini dapat menekan kebutuhan fade margin dan juga megatasi interferensi. Pada receive diversity, beberapa teknik kombinasi diterapkan seperti misalnya maximum ratio combining (MRC...yang uda ngambil KomBer...pasi uda pada kenal., yaitu memanfaatkan dua atau lebih penerimaan untuk mengatasi fading dan menekan pathloss. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaptive modulation, secara efektif dapat mengatur keseimbangan kebutuhan bandwidth dan kualitas sambungan (link quality) atau biasanya diukur dengna Signal to Noise Ratio (SNR). APabila kualitas sinyal cukup baik, maka digunakan modulasi yang lebih tinggi untuk memberikan kepasitas bandwidth yang lebih besar. Apabila kualitas link menurun (kalo kata carok turun medun...jiakakakak) sistem modulasinya digeser menjadi lebih rendah untuk menjaga kestabilan dan kualitas sambungan. Perpindahan modulasi dapat diatur secara dinamis dari 64-QAM (SNR=22dB), 16-QAM(SNR=16dB), QPSK(SNR=9dB), dan BPSK(SNR=6dB). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Error correction techniques diterapkan pada sistem WiMAX untuk menurunkan kebutuhan minimum SNR dan meningkatkan throughput. Beberapa teknik coding yang digunakan adalah Reed Solomon Forward Error Correction (FEC), convolutional encoding, dan interleaving algorithms. Kemampuan Automatic Repeat Request (ARQ) digunakan untuk mengoreksi error yang tidak bisa dikoreksi oleh FEC. Teknik ini cukup berarti dalam meningkatkan performansi bit error rate (BER) pada batas level penerimaan yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Power control algoritms digunakan untuk meningkatkan performansi sistem secara berkala secara keseluruhan. BS mengirimkan informsi power control kepada semua SS untuk pengaturan level power transmit sedemikian rupa sehingga level sinyal yang diterima BS sama dengan level referensi yang telah ditentukan sebelumnya. Pengaturan ini dimaksudkan agar SS dapat secara dinamis memancarkan daya sesuai kondisi fading sehingga konsumsi power bisa lebih efisien. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nb: &lt;br /&gt;berdasarkan beberapa kemampuan opsional diatas, terdapat dua jenis BS yang diproduksi, yaitu standar BS dan full featured BS. Kalo standar BS punya kemampuan yang bersifar mandatory (ya...biasa aj..) dengan batasan keluaran RF (Radio Frequency) power yang telah ditentukan. Sedangkan full featured BS sudah dilengkapi dengan kemampuan opsional tadi... kayak Tx/Rx diversity, sub channelization, ama ARQ.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-3673272448344755394?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/3673272448344755394/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=3673272448344755394&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/3673272448344755394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/3673272448344755394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/konsep-wimax.html' title='Konsep WIMAX'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-6704132737207862330</id><published>2007-06-04T22:41:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:30:41.068-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Aplikasi Wideband CDMA pada Jaringan GSM</title><content type='html'>Abstraksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi akses UMTS (Universal Mobile Telecommunications System) yang digunakan saat ini masih dalam perencanaan. Salah satu teknologi akses yang diproposalkan adalah sistem Wideband CDMA (W-CDMA) yang saat ini masih dalam pengetesan yang dilakukan oleh CODIT (Code Division Testbed)  yang beranggotakan manufaktur–manufaktur di bidang telekomunikasi yang dipimpin oleh Ericsson. Salah satu sistem mobile yang paling banyak digunakan saat ini adalah GSM (Global System For Mobile Communication) yang berbasis TDMA dan langkah awal penerapan sistem UMTS pada jaringan eksis GSM &lt;br /&gt;adalah dengan &lt;span class="fullpost"&gt;digunakannya teknik dual mode pada struktur Abis interface BSS (Base Stasion Subsystem) dari jaringan GSM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evolusi GSM ke UMTS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UMTS(Universal Mobile Telecommunication Access)  adalah sistem mobile communication generasi ketiga yang diharapkan sistem ini telah mampu melayani servis – servis sampai 2 Mbps dan pada frekuensi sekitar 2 GHz. Sistem UMTS yang diproposalkan dibangun dari infrastruktur sistem – sistem mobile yang ada saat ini seperti GSM, AMPS, PDC, PCS dan lain – lain yang berevolusi menuju sistem UMTS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem akses yang diskenariokan pada sistem UMTS adalah W-CDMA karena mempunyai banyak kelebihan yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evolusi pada GSM diawali dengan GSM 900, GSM 1800, GSM 1900 kemudian yang dikenal sebagai GSM + dan GSM 2+ dan akhirnya menuju ke sistem universal akses (UMTS).&lt;br /&gt; Langkah awal penerapan UMTS pada infrastruktur GSM adalah menambah interface tertentu sebagai penghubung antara GSM BSS (Base stasion Subsystem) dengan jaringan W-CDMA sehingga pada jaringan UMTS akan terjadi dualmode W-CDMA/GSM terminal. Dengan sifat dualmode pada terminal ini dapat memberikan solusi yang fleksibel pada operator GSM dengan pembagian spektrum frekuensi yang baru yaitu GSM untuk voice dan data dengan laju yang rendah sedangkan UMTS untuk data dengan laju yang tinggi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Wideband CDMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem W-CDMA adalah teknologi multiple akses dengan menggunakan modulasi DS – SS yang dapat menyediakan fasilitas pengaksesan user ke jaringan PSTN (Public Switched Telephone Network) dan dapat mengirimkan servis – servis transport voice, data, facsmile dan servis multimedia. Teknologi ini berbeda dengan teknik akses radio konvensional yang menggunakan teknik pembagian bandwidth frekuensi yang tersedia ke kanal narrow atau ke dalam time slot. Teknologi W-CDMA dalam mengakses data dilakukan secara terus menerus selebar bandwidth tertentu (5 - 15 MHz). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membedakan masing–masing servis seperti telepon, facsmile, data atau multimedia maka digunakan kode– kode tertentu yang saling berkorelasi untuk masing – masing servis dan dipenerima akan digunakan kode–kode yang sama yang saling berkorelasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sistem W-CDMA ini merupakan pentransmisian pita lebar maka memiliki beberapa keuntungan yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tahan terhadap interferensi&lt;br /&gt;• Memiliki kondisi multipath propagasi&lt;br /&gt;• Mempunyai efisiensi tinggi dan kapasitas tinggi bila diterapkan dalam   konfigurasi multisel&lt;br /&gt;• Mempunyai kemampuan untuk melayani servis dengan laju data tinggi, servis ISDN, multimedia dan bandwidth on demand.&lt;br /&gt;• Mampu melayani servis dengan laju data yang tinggi sampai 384 Kbps untuk  area luas dan 2 Mbps untuk area indoor.&lt;br /&gt;• W-CDMA dapat melayani servis – servis yang berbeda pada frekuensi carrier yang sama sehingga dapat dimanfaatkan untuk komunikasi multimedia.&lt;br /&gt;• Optimal bila digunakan pada transfer paket data&lt;br /&gt;• Tidak memerlukan sinkronisasi antar BTS dan memiliki infrastruktur cost yang rendah&lt;br /&gt;• Mampu mendukung antena array adaptive, deteksi multiuser dan mempunyai hirarki struktur sel.&lt;br /&gt;• 100 voice panggilan per RF carrier dengan 8 Kbps codec&lt;br /&gt;• 50 paket data user per RF carrier pada 384 Kbps&lt;br /&gt;• Mempunyai frekuensi sesuai wideband RF carrier serta kontrol daya lebih akurat&lt;br /&gt;• Demodulasi koheren pada kanal uplink dan downlink.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem W-CDMA dapat mereduksi fading karena sinyal W-CDMA ditebar dalam bandwidth yang lebar (5-15 MHz). Pada range frekuensi 1800 – 2000 MHz akan menghasilkan fluktuasi sinyal fading selebar 1 –2 MHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandwidth fading ini disebut sebagai coherence bandwidth. Sehingga dalam sistem CDMA harus ada cadangan fading yang harus dilebihi. Dalam sinyal W-CDMA ini  terdapat sebagian sinyal yang terdegradasi akibat mutipath fading sehingga diperlukan teknik pemrosesan sinyal untuk mengantisipasi degradasi sinyal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi dari komunikasi spread spectrum adalah pada komunikasi militer dimana teknik ini tahan terhadap jamming dan tipis kemungkinan untuk dimasuki noise. Selain itu teknologi W-CDMA saat ini sudah diaplikasikan secara komersial pada sistem tertentu karena kelebihannya yang menahan frekuensi dari sistem lain dan dapat mereduksi interferensi dari sistem lain yang menggunakan frekuensi yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem W-CDMA mampu mengirimkan servis – servis dengan laju data yang tinggi seperti high speed data atau fax, multimedia dan bandwidth on demand. Adapun kapasitas maksimum dari base stasion W-CDMA adalah: &lt;br /&gt;dimana : &lt;br /&gt;Cmax =jumlahmaksimum panggilan &lt;br /&gt;RC  = chip rate &lt;br /&gt;Rb  = bit rate service &lt;br /&gt;Eb/No  = SNR total per bit &lt;br /&gt;b  = faktor interferensi inter sel       (antar sel) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membandingkan efisiensi sistem dalam menggunakan spektrum frekuensi untuk melayani servis – servis maka perlu diperhitungkan juga efisiensi trunking. Efisiensi trunking adalah perbandingan antara jumlah rata – rata panggilan terhadap jumlah maksimum panggilan (Jumlah panggilan yang memasuki sistem). Efisiensi trunking digunakan untuk mengukur keefisiensian dari sistem dan dapat mengetahui kapasitas relatif antara sistem wideband dan narrowband. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem W-CDMA merupakan sistem yang fleksibel terhadap operator jaringan. Karena pengaruh noise pada sistem W-CDMA akan mempengaruhi kapasitas, daya radiasi dan kualitas sinyal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diasumsikan terdapat model path loss pada daya transmisi, maka kapasitas dan range dari sistem W-CDMA diberikan dari hubungan  berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimana : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C/Cmax= perbandingan kapasitas terhadap kapasitas maksimum (kapasitas range 0) &lt;br /&gt;R/Rmax = perbandingan terhadap range maksimum (dalam satu user) &lt;br /&gt;g =konstantapropagasi eksponensial (= 3,5  untuk model hatta). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu operator sistem dapat mengatur kapasitas dan servis sesuai dengan source codingnya. Sebagai contoh untuk mengimplementasikan servis voice dengan menggunakan voice coding yang dioperasikan pada setengah dari laju pengkodean 32 Kbits/s ADPCM. Dalam sistem W-CDMA mempunyai kefleksibelan terhadap kapasitas dan servis – servis yang dibawa. Kapasitas yang dapat dibawa untuk standar voice adalah : 64 Kbps ISDN, 64 Kbps untuk laju data yang tinggi atau 32 Kbps dengan laju pengkodean yang rendah dan VAD (Voice Activity Detection) dapat digunakan untuk menambah kapasitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem W-CDMA menggunakan frekuensi reuse (N = 1) sehingga akan mengurangi kerumitan dalam perencanaan frekuensi dan penentuan cell site serta biaya yang lebih murah. Karena sifat kefleksibelannya maka W-CDMA dapat diimplementasikan pada daerah urban, suburban dan rural tergantung pada kepadatan user. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aplikasi Wideband CDMA Pada Jaringan GSM &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada aplikasi penerapan sistem akses WideBand CDMA (W-CDMA) pada Abis interface jaringan eksis GSM (antara BSC dengan BTS). Penambahan sistem W-CDMA pada jaringan GSM akan menambah perangkat transceiver W-CDMA pada struktur Abis interface jaringan GSM yang dapat dimanfaatkan untuk layanan data kecepatan tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi – asumsi yang digunakan : &lt;br /&gt;• Dual mode terjadi pada BSS (Base Stasion Sub Sistem) dan pada MS tidak terjadi dual mode&lt;br /&gt;• MSC telah mampu melayani 2 sistem (TDMA/W-CDMA)&lt;br /&gt;Gambar 2 adalah konfigurasi Abis interface pada jaringan GSM. &lt;br /&gt;BSS terdiri dari BSC yang mengontrol satu atau lebih BTS yang berisi beberapa TRX (Transmitter Receiver). Abis interface mempunyai kemampuan mendukung 3 konfigurasi BTS internal yang berbeda yaitu : &lt;br /&gt;• Satu TRX.&lt;br /&gt;• Beberapa TRX yang semuanya dilayani oleh satu kanal fisik secara bersama.&lt;br /&gt;• Beberapa TRX yang masing – masing mempunyai kanal fisik.&lt;br /&gt;Sedangkan BCF (Base Control Function) berfungsi mengatur fungsi common control antara transmitter dan receiver serta kanal fisik pada BTS. Dari gambar tersebut, penerapan dual mode W-CDMA pada Abis interface dilakukan dengan menambah perangkat TRX W-CDMA pada BSS yang proses transmisinya diatur oleh BSC. Sehingga secara umum diagram blok dual mode W-CDMA/TDMA seperti Gambar 4. &lt;br /&gt;Struktur kanal dual mode GSM/W-CDMA secara garis besar terdiri atas kanal kontrol, kanal data TDMA, kanal data W-CDMA. Kanal kontrol terdiri atas kanal kontrol sistem TDMA dan kanal kontrol sistem W-CDMA. &lt;br /&gt;Penerapan teknik dual mode W-CDMA pada jaringan GSM dilakukan dengan menambahkan addresing bit pada W-CDMA sebagai tanda frame W-CDMA, sehingga pada penerima MS atau BTS dapat mengidentifikasi frame–frame W-CDMA. Adanya field address akan diidentifikasi sebagai frame W-CDMA atau frame TDMA oleh BSC pada kanal uplink untuk pengolahan data serta mengirim ke MSC untuk keperluan routing, roaming dan lain-lain. &lt;br /&gt;Pada sistem TDMA (GSM) adanya field address akan mengubah algoritma pemrosesan data pada radio link. Dengan adanya penambahan addressing ini maka terjadi perubahan proses channel coding pada sistem GSM. &lt;br /&gt;Penambahan bit addressing adalah 3 bit sehingga output dari channel coding mempunyai bit rate (456+3)bit/20 ms = 22,95 kbps. &lt;br /&gt;Pada sistem W-CDMA terdapat field address sehingga akan mengubah algoritma channel coding dengan menambahkan field address setelah interleaving.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-6704132737207862330?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/6704132737207862330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=6704132737207862330&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/6704132737207862330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/6704132737207862330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/aplikasi-wideband-cdma-pada-jaringan.html' title='Aplikasi Wideband CDMA pada Jaringan GSM'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-4855463883024756105</id><published>2007-06-04T22:21:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:30:41.068-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION (GSM)</title><content type='html'>1. SEJARAH GSM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di awal 1980-an, telepon analog seluler sangat populer di Eropa, terutama di Scandinavia, Inggris, Prancis dan Jerman. Setiap negara membuat sistemnya sendiri-sendiri sehingga penggunaannya terbatas di negaranya saja. Keterbatasan ini bukan hanya dalam pemakainnya saja, tetapi juga dalam pemasarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kemudian tahun 1982 Konferensi Pos dan Telegraf Eropa (CEPT) membentuk study group yang dinamakan Droupe Special Mobile (GSM) untuk&lt;span class="fullpost"&gt;meneliti dan mengembangkan sebuah sistem pan-Eropa public land mobile. Sistem yang diajukan harus memenuhi kriteria di bawah ini :&lt;br /&gt;• Kualitas suaranya bagus&lt;br /&gt;• Biaya produksi dan perbaikan yang murah&lt;br /&gt;• Mendukung roaming internasional&lt;br /&gt;• Mampu mendukung handheld terminal&lt;br /&gt;• Mendukung daerah perbaikan dan fasilitas yang baru&lt;br /&gt;• Efisiensinya terspektrum&lt;br /&gt;• Berkemampuan ISDN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada tahun 1989, tanggung jawab GSM dialihkan ke European Telecomunication Standards Institute (ETSI). Sampai dengan 1993 terdapat 36 jaringan GSM di 22 negara. Walaupun dijadikan standar di Eropa, GSM tidak hanya standar Eropa. Lebih dari 200 jaringan GSM (termasuk DCS1800 dan PCS1900) beroperasi di 110 negara. Sistem GSM terdapat di setiap benua, dan akronim GSM beralih menjadi Global System for Mobile communication.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Para pengembang GSM memilih sistem digital ini, berlawanan dengan sistem seluler analog seperti AMPS dan TACS. Mereka percaya bahwa pengembangan dalam algoritma dan digital sinyal prosesor akan memenuhi kriteria yang mendasar dan perbaikan yang terus menerus dalam hal kualitas dan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PERBAIKAN YANG DILAKUKAN GSM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari mula, perintis GSM menginginkan fasilitas kemampuan ISDN. Walaupun begitu, katerbatasan transmisi radio, dalam hal biaya dan bandwidth-nya, tidak mengijinkan kecepatan saluran B standar ISDN mencapai 64 kbps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan menggunakan definisi ITU-T, perbaikan telekomunikasi dapat dibagi menjadi perbaikan beare, telesevices, dan supplementary teleservice. Sebagian besar teleservice yang didukung GSM adalah telepon. Seperti komunikasi lainnya, suara dikodekan secara digital dan ditransmisikan melalui jaringan GSM berupa penyebaran digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pengguna dapat mengirim dan menerima data samapi 9600 bps, ke pemakai POTS (Plain Old Telephone Service), ISDN, Packet Switching Public Data Networks yang menggunakan berbagai metoda akses dan protokol, seperti X.25 atau X.32. Karena GSM merupakan jaringan digital, modem tidak diperlukan di antara pemakai dan jaringan GSM, meskipun modem audio diperlukan di dalam jaringan GSM untuk berhubungan dengan POTS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ARSITEKTUR JARINGAN GSM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jaringan GSM terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi dan interface-nya. Gambar 1 menggambarkan jaringan GSM secara umum. Jaringan GSM dibagi menjadi tiga bagian besar.&lt;br /&gt;1. Mobile Station , dipegang oleh subscriber.&lt;br /&gt;2. Base Station, mengontrol hubungan radio dengan Mobile Station&lt;br /&gt;3. Network Subsystem, yang bagian terbesarnya adalah Mobile services Switching Center (MSC), melakukan switching hubungan antara pemakai mobile, dan antara pemakai mobile dengan pemakai telepon yang tetap (di rumah). MSC juga meng-handle operasi manajemen mobilitas telepon. Yang tidak digambarkan adalah Pusat Operasi dan Maintanance, yang mengawasi operasi dan setup jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mobile Station dan Base Station Subsystem berkomunikasi melalui Um Interface, juga dikenal sebagai interface udara atau hubungan radio. Base Station Subsystem berkomunikasi dengan Mobile services Switching Center melalui interface A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmTzuAXKbtI/AAAAAAAAAD4/KrHCscD9jWc/s1600-h/gambar1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmTzuAXKbtI/AAAAAAAAAD4/KrHCscD9jWc/s320/gambar1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072447052022705874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Arsitektur jaringan GSM secara umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1. Mobile Station&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mobile Station terdiri dari mobile equipment (terminalnya) dan kartu pintar yang disebut Subscriber Identity Module (SIM). Dengan memasukkan kartu SIM ke terminal GSM lainnya, pemakai dapat menerima panggilan, melakukan panggilan pada terminal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mobile Equipment secara unik diidentifikasikan oleh International Mobile Equipment Identity (IMEI). Kartu SIM berisi International Mobile Subscriber Identity (IMSI) yang digunakan untuk mengidentifikasi subscriber ke sistem, kartu rahasia pribadi, dan informasi lainnya. IMEI dan IMSI saling independen. Kartu SIM bisa diproteksi dari pencatut dengan adanya password.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2. Base Station Subsystem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Base Station terdiri dari dari 2 bagian, Base Transceiver Station (BTS) dan Base Station Controller (BSC). Mereka berkomunikasi melalui interface Abis yang sudah distandarkan, sehingga mengijinkan operasi antara komponen-komponen dari supplier yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; BTS memiliki transceiver radio yang mendefinisikan sel dan menghandle protokol hubungan radio dengan Mobile Station. Sedang BSC mengatur radio resources untyuk satu atau lebih BTS. Juga meng-handle setup saluran radio, frekuensi harapan dan handover, yang dijelaskan di bawah ini. BSC adalah hubungan antara mobile station dan MSC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3. Network Subsystem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Komponen utama dari Subsystem ini adalah MSC. Tugasnya seperti normal switching node dari PSTN atau ISDN, dan menyediakan semua fungsi yang diperlukan untuk meng-handle mobile subscriber seperti registrasi, keaslian, location updating, handover, dan memanggil routing untuk roaming subscriber. MSC menyediakan hubungan jaringan yang tetap (fixed network), seperti PSTN atau ISDN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Home Location Register (HLR) dan Visitor Location Register (VLR), bersama dengan MSC, menyediakan fasilitas call-routing dan roaming GSM. HLR berisi semua informasi administrasi dari setiap subscriber yang terdaftar dalam jaringan GSM yang bersangkutan. Setiap jaringan GSM memiliki satu HLR, meskipun ini dapat diimplementasikan berupa data base terdistribusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Visitor Location Register (VLR) berisi informasi administrasi tertentu dari HLR, terutama untuk call control dan provision dari subscriber service, untuk setiap mobile yang saat itu terdapat di daerah secara geografis dikontrol oleh VLR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. ASPEK HUBUNGAN RADIO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; International Telecomunication Union (ITU), yang mengatur alokasi spektrum radio, yang teralokasi pada 890-915 MHz untuk uplink (dari mobile station ke base station) dan 935-960 MHz untuk downlink (dari base station ke mobile station) untuk jaringan mobile di Eropa. Daerah frekuensi ini sudah dipakai di awal 1980-an oleh sistem analog. GSM akan dialokasikan di seluruh bandwidth 2x25 MHz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.1. Multiple Akses dan Struktur Saluran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Metoda yang dipilih GSM adalah kombinasi Time- dan Frequency-Division Multiple Acces (TDMA/FDMA). Bagian FDMA mencakup pemagian frekuensi dari (maksimum) bandwidth 25 MHz dengan 124 frekuensi carrier yang dispace-kan masing-masing 200 kHz. Setiap frekuensi tersebut kemuadian dibagi dalam waktu, menggunakan metoda TDMa. Satuan waktu dasar TDMA disebut burst period dan terakhir 15/26 ms (sekitar 0,577 ms). Delapan burst perod dikelompokkan ke satu frame TDMA (120/26 ms, atau 4,615 ms), yang menjadi satuan dasar untuk definisi saluran logika. Satu saluran fisik sama dengan  satu burst period per frame TDMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2. Traffic Channel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Traffic channel (TCH) berfungsi membawa lalu lintas suara dan data. TCH menggunakan 26-frame multiframe, atau grup dari 26 frame TDMA. Panjang dari 26-frame multiframe 120 ms, yang panjang burst period-nya didefinisikan (120 ms dibagi 26 frame dibagi 8 burst period per frame). Selain 26 frame, 24 juga digunakan untuk traffic, 1 untuk Slow Associated Control Channel (SACCH) dan 1 unused (lihat gambar 2). TCH untuk uplink dan downlink dipiosahkan dalam waktu oleh 3 burst period, sehingga mobile station tidak harus mengirim dan menerima secara serentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmT0wAXKbuI/AAAAAAAAAEA/JYL0GefYBv4/s1600-h/gambar2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmT0wAXKbuI/AAAAAAAAAEA/JYL0GefYBv4/s320/gambar2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072448185894072034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 2. Organisasi burst, frame TDMA, dan multiframe untuk suara dan data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ASPEK JARINGAN (NETWORK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menjamin transmisi suara atau data dengan kualitas hubungan radio adalah fungsi dari jaringan mobile seluler. Mobile GSM dapat menjelajah ditingkat nasional maupun internasional, yang membutuhkan registrasi, keaslian, call routing dan adanya fungsi location updating dan distandardisadi dalam jaringan GSM. Dalam kenyatannya daerah geografis ini dicakup oleh jaringan dibagi menjadi sel-sel yang mengharuskan implementasi mekanisme handover. Fungsi-fungsi ini dilakukan oleh Network Subsystem, terutama menggunakan Mobile Application Part (MAP) yang dibangun di atas protokol Signalling System No. 7.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmT1GAXKbvI/AAAAAAAAAEI/XjiCIOipuKU/s1600-h/gambar3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmT1GAXKbvI/AAAAAAAAAEI/XjiCIOipuKU/s320/gambar3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072448563851194098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 3. Stuktur protokol Pensinyalan pada GSM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protokol signalling ini dalam GSM distrukturisasi menjadi tiga layer umum, tergantung dari interface, yang digambarkan pada gambar 3. Layer 1 adalah physical layer, yang menggunakan struktur channel yang didiskusikan di atas pada interface udara. Layer 2 adalah data link layer. Melalui interface Um, data link layer merupakan versi yang dimodifikasi dari protokol LAPD yang digunakan dalam ISDN, yang disebut LAPDm. Melalui A interface, Message Transfer Part layer 2 dari Signalling System no. 7 dipakai. Layer 3 sendiri dibagi menjadi 3 sublayer.&lt;br /&gt;1. Radio Resource Management, mengontrol setup, pemeliharaan, terminasi radio dan saluran tetap, termasuk handover&lt;br /&gt;2. Mobility Management, mengatur locating updating dan prosedur registrasi, agar aman dan rahasia.&lt;br /&gt;3. Connection Management, menangani call control secara umum, saman dengan CCITT Recommendation Q.931, dan mengatur Supplementary Service dan Short Message Service (SMS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1. Manajemen Radio Resource&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Layer manajemen radio resource (RR) mengawasi pembentukan hubungan radio dan yang tetap (fixed), antara mobile station dan MSC. Komponen utama dari mobile station adalah mobile station dan Base Station Subsystem, seperti layaknya MSC. Layer RR digunakan dengan manajemen sesion RR, yang waktu sebuah mobile dalam mode dedikasi, sebagaimana konfigurasi saluran radio, termasuk alokasi saluran dedikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Handover&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam jaringan seluler, hubungan radio dan fixed (telepon yang tidak bergerak) yang dilakukan tidak permanen posisinya selama call. Handover, atau disebut handoff di Amerika Utara, adalah switching dari on-going call ke saluran atau sel yang berbeda. Eksekusi dan pengukuran yang diperlukan untuk handover memiliki satu dari fungsi dasar layer RR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Terdapat empat tpe handover dalam sistem GSM, yang mencakup mentransfer panggilan antara :&lt;br /&gt;• Channel (time slot) dalam sel yang sama&lt;br /&gt;• Sel (BTS) di bawah kontrol BSC&lt;br /&gt;• Sel di bawah kontrol BSC yang berbeda, tetapi selama MSC yang sama&lt;br /&gt;• Sel di bawah kontrol MSC yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;Dua tipe pertama, dinamakan handover internal, mencakup hanya BSC. Untuk menyimpan bandwidth pensinyalan, mereka diatur oleh BSC tanpa mencakup MSC, kecuali untuk memebritahu pada saat terpenuhnya handover. Dua tipe terakhir, dinamakan handover eksternal, ditangani oleh MSC. Aspek penting dari GSM adalah bahwa MSC yang orisinil, anchor MSC, bertanggung jawab untuk sebagian besar fungsi call-related, dengan pengecualian subsequent handover inter-BSC di bawah kontrol MSC yang baru, yang dinamakan relay MSC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2. Manajemen Mobilitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Layer Mobility Management (MM) dibangun di atas layer RR, dan menangani fungsi-fungsi yang diambil dari mobilitas subscriber, dan aspek rahasia dan keamanannya. Manajemen lokasi diperhatikan bersama prosedur yang memungkinkan sistem untuk mengetahui lokasi sekarang dari mobile station yang sedang aktif sehingga routing panggilan datang dapat sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Location Updating&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Prosedur locating updating, dan subsequent call routing, menggunakan MSC dan dua location register : HLR dan VLR. When mobile station diswitch on dalam lokasi barunya, atau bergerak ke lokasi yang baru atau PLMN operator yang berbeda, dia harus mendaftar dengan jaringannya untuk memberitahu lokasinya sekarang. Dalam kasus normal, pesan location update dikirim ke MSC/VLR yang baru, yang merekam informasi area lokasi, dan kemudia mengirimkannya ke HLR dari subscriber. Informasi tersebut biasanya alamat SS7 dari VLR yang baru, meskipun dia nomor routing. Nomor routing biasanya tidak bertanda, meskipun ini akan mereduksi pensinyalan, karena hanya terdapat nomor routing yang terbatas yang dapat diperoleh dalam MSC/VLR yang baru dan mereka dialokasikan pada permintaan untuk panggilan yang datang. Untuk perubahan, HLR mengirim subset dari informasi subscriber, yang diperlukan untuk kontrol panggil, ke MSC/VLR yang baru, dan mengirim pesan ke MSC/VLR yang lama untuk menghapus registrasi lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk alasan kehandalan, GSM secara periodik melakukan prosedur location updating. Jika HLR atau MSC/VLR gagal, memperlakukan setiap register mobile secara serentak membawa database yang baru yang menyebabkan overloading. Sehingga, database yang baru sebagai location updating yang terjadi. Memungkinkannya pembaruan secara periodik, periode waktu antara pembaruan yang periodik, dikontrol oleh operator, dan merupakan pertukaran lalu lintas pensinyalan dan kecepatan recovery. Jika mobile tidak mendaftar setelah periode updating, maka tidak terregister.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.3. Manajemen Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Layer Comunication Management (CM) berfungsi untuk call control (CC), suplementary service management, dan short message service management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rute Panggilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidak seperti jaringan yang fixed, dimana sudah terdapat kabel ke operator pusat, pemakai GSM dapat menjelajah secara nasional maupun internasional. Nomor direktori yang dipanggiluntuk mencapai mobile subscriber disebut Mobile sSubscriber ISDN (MSISDN). Nomor ini mencakup kode negara dan Kode tujuan negara yang mengidentifikasi operator subscriber-nya. Beberapa digit pertama sisanya menidentifikasikan HLR dalam PLMN dari subscriber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Panggilan diarahkan ke fungsi Gateway MSC (GMSC). GMSC pada dasarnya merupakan switch yang dapat menginterogasi HLR subscriber untuk memperoleh informasi routing, dan mengandung table linking MSISDN pada HLR-nya. Sederhananya memiliki satu GSMC menanganisatu PLMN tertentu. Perlu diketahui fungsi GMSC berbeda dengan fungsi MSC, hanya biasanya diimplementasikan dalam MSC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Informasi routing yang dikembalikan ke GMSC adalah Nomor Jelajah Mobile Station (MSRN). MSRN berhubungan dengan nomor geografi, dan tidak diberikan ke subscriber dan tidak visible bagi subscriber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Umumnya prosedur routing bersama GMSC meminta HLR subscriber yang dipanggil untuk sebuah MSRN. HLR umumnya hanya menyetor alamat SS7 dari VLR subscriber sekarang, dan tidak punya MSRN. Maka HLR harus meminta dari VLR sekarang, yang akan secara periodik mengalokasikan MSRN dari pool-nya untuk panggilan. MSRN dikembalikan ke HLR dan kembali ke GMSC, yang dapat kemudian merute panggilan untuk MSC yang baru. Pada MSC yang baru, IMSI dari MSRN diperoleh, dan mobile dibaca pada area lokasi yang sekarang.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmT1YAXKbwI/AAAAAAAAAEQ/YItihjRmFgA/s1600-h/gambar4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmT1YAXKbwI/AAAAAAAAAEQ/YItihjRmFgA/s320/gambar4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5072448873088839426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 4. Call routing&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-4855463883024756105?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/4855463883024756105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=4855463883024756105&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/4855463883024756105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/4855463883024756105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/global-system-for-mobile-communication.html' title='GLOBAL SYSTEM FOR MOBILE COMMUNICATION (GSM)'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/RmTzuAXKbtI/AAAAAAAAAD4/KrHCscD9jWc/s72-c/gambar1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-5532970123395810294</id><published>2007-06-04T22:19:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:30:41.069-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>APLIKASI TEKNOLOGI CDMA DALAM KOMUNIKASI DATA DAN SUARA</title><content type='html'>Beberapa negara di ASIA telah mengimplementasikan teknologi CDMA untuk mengambil beberapa keuntungan dari bermacam-macam atribut yang dimilikinya. &lt;br /&gt;CDMA (Code Division Multiple Access) menunjukkan harapan sebagai teknologi maju untuk memeneuhi kebutuhan komunikasi data dan suara tanpa kabel. Berlawanan dengan teknologi konvesional, yang mengimplementasikan selular dengan kapasitas channel yang tetap, maka CDMA mengoptimisasi&lt;span class="fullpost"&gt;penggunaan bandwith yang ada, menawarkan peningkatan dramatis didalam kapasitas traffic. CDMA mempunyai sifat operasi low-power membuatnya cocok khususnya untuk jaringan selular bergerak. Sebagai tambahan, ia dapat melayani aplikasi local loop tanpa kabel fixed-point yang sulit dengan kabel, dengan lokasi yang jaraknya jauh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga jenis teknologi telepon tanpa kabel&lt;br /&gt;Ada tiga teknologi telepon tanpa kabel yaitu diantaranya, CDMA menggunakan teknologi spread-spectrum untuk mengedarkan sinyal informasi yang melalui bandwith yang lebar (1,25 MHz). Teknologi ini asalnya dibuat untuk kepentingan militer, menggunakan kode digital yang unik, lebih baik daripada channel atau frekuensi RF, untuk membedakan diantara pemanggil. Tidak seperti teknologi lainnya, yang menetapkan fixed-channel terseleksi untuk mengakomodasi kondisi worst-case, CDMA secara dinamis mengoptimalkan kapsitas panggilan dengan merespon faktor-faktor seperti rasio signal-to-noise.   &lt;br /&gt;Teknologi yang kedua yaitu AMPS (Advanced Mobile Phone Service) merupakan teknologi analog yang menggunakan FDMA (Frequency Division Multiple Access) untuk membagi-bagi bandwith radio yang tersedia ke pada sejumlah channel diskrit yang tetap. Dengan AMPS, bandwith 1,25 MHz yang diberikan untuk penggunaan selular dibagi menjadi channel dengan lebar 30 KHz, masing-masing hanya dapat melayani satu subscriber pada satu waktu. Satu subscriber mengakses sebuah channel maka tidak satupun subscriber lainnya dapat mengakses channel tersebut sampai panggilan pertam,a itu berhenti atau handed-off ke base station lainnya. Total bandwith 1,25 MHz dibagi dengan 30 KHz per channel yang akan menghasilkan  kapasitas 42-channel, tetapi karena channel-channel tersebut tidak dapat digunakan juga oleh sel yang berdekatan, maka channel aktual yang digunakan per base-station dapat tereduksi sampai 6 atau lebih kecil.&lt;br /&gt;Teknologi yang ketiga adalah TDMA (Time Division Multiple Access), merupakan sebuah teknologi digital, sama halnya yaitu dengan membagi-bagi spektrum yang tersedia kepada sejumlah channel diskrit yang tetap, meskipun masing-masing channel merepresentasikan time slot yang tetap daripada band frekunesi yang tetap. Sebagai contoh yang mengimplementasikan teknologi TDMA adalah GSM, yang membagi carriers berlebar 2300 KHz menjadi delapan time-division channel. Masing-masing channel TDMA diperuntukkan pada satu pemanggil, seperti halnya frequency slice yang diperuntukkan satu pemanggil pada teknologi FDMA. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinjauan terhadap teknologi CDMA&lt;br /&gt;CDMA menawarkan sifat-sifat seperti berikut :&lt;br /&gt;• Kapsitas yang lebih tinggi untuk mengatasi lebih banyak panggilan yang simultan per channel dibanding sistem yang ada.&lt;br /&gt;Sistem CDMA menawarkan peningkatan kapasitas melebihi sistem AMPS analog sebaik teknologi selular digital lainnya. CDMA menghasilkan sebuah skema spread-spectrum yang secara acak menyediakan bandwith 1.250 KHz yang tersedia untuk masing-masing pemanggil 9600 bps bit rate.&lt;br /&gt;• Meningkatkan call security.&lt;br /&gt;Keamanan menjadi sifat dari pendekatan spread spectrum CDMA, dan kenytaannya teknologi ini pertama dibangun untuk menyediakan komunikasi yang aman bagi militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mereduksi derau dan interferensi lainnya.&lt;br /&gt;CDMA menaikkan rasio signal-to-noise, karena lebarnya bandwith yang tersedia untuk pesan.&lt;br /&gt;• Efisinsi daya dengan cara memperpanjang daya hidup baterai telepon&lt;br /&gt;Salah satu karakteristik CDMAadalah kontrol power sebuah usaha untuk memperbesar kapasitas panggilan dengan memepertahankan kekonstanan level daya yang diterima dari pemanggil bergerak pada base station.&lt;br /&gt;• Fasilitas kordinasi seluruh frekuensi melalui base-station base station.&lt;br /&gt;Sistem CDMA menyediakan soft hand-off dari satu base-station ke lainnya sebagai sebuah roaming telepon bergrak dari sel ke sel. Ini bisa dimungkinkan karena sel CDMA yang berdekatan menghasilkan frekuensi carrier yang sama, menjadikan dua base-station secara simultan melayani roaming telepon bergerak pada sel titik transisi. Soft hand off ini kenyataanya tidak terdeteksi oleh pengguna.&lt;br /&gt;• memungkinkan pengintegrasian layanan suara, data dan atau video&lt;br /&gt;Fungsi spread-spectrum dan power-control yang memperbesar kapasitas panggil CDMA mengakibatkan bandwith yang cukup untuk bermacam-macam layanan data multimedia, dan skema  soft hand-off menjamin tidak hilangnya data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Implementasi CDMA&lt;br /&gt;Beberapa negara ASIA sekarang telah memakai teknologi CDMA untuk mengambil beberapa keuntungan dari sifat-sifat yang dimilikinya. &lt;br /&gt;China sebagi contoh telah telah berpindah ke CDMA untuk aplikasi WLL (Wireless Local Loop). Kemudian Korea Selatan telah mengupgrade teknologi sistemnya dengan baik untuk mengimplementasikan Personal Communication Services (PCS). Korea Selatan telah menambah 2000 subscriber setiap hari dan sekarang telah mempunyai dua juta subscriber untuk jaringan CDMAnya. Hongkong meningkatkan dua kali subscriber base dalam enam bulan, dan sekarang telah mempunyai 80.000 subscriber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpindah dari AMPS ke CDMA   &lt;br /&gt;Indonesia juga sekarang telah mencoba untuk megupgrade sistem yang ada. P.T. Komunikasi Selular Indonesia (Komselindo) yaitu salah satu prusahaan jasa komunikasi di Indonesia telah membuat kontrak dengan Lucent Technology untuk mensuplay dan menginstall jaringan CDMA komersial di negara ini. Jaringan ini akan melayani Jakarta dan Bandung di Jawa Barat, Manado dan Ujung Pandang di Sulawesi, serta Medan, Padang dan Banda Aceh di Sumatra. &lt;br /&gt;Filipina juga telah mengupgrade sistem AMPSnya. Pilipino Telephone Corporation (PILTEL), provider selular di Filipina, telah mengkontrak Lucent Technology utnuk mensuplay dan menginstall sebuah jaringan tanpa kabel CDMA., untuk melayani bagian utara dan selatan pulau Luzon. &lt;br /&gt;Beberapa negara lainnya di ASIA juga telah berlih dari teknologi analog (AMPS) ke teknologi digital (CDMA) seperti Korea Selatan, China, Thailand dan India. &lt;br /&gt;Lucent Technology akan membuat kontrak dengan perusahaan komunikasi di Thailand yaitu Thailand Total Access Communication (Public) Company Limited (TAC) untuk mensuplay dan menginstall jaringan tanpa kabel CDMA untuk melayani jasa telekomunikasi yang meliputi Bangkok dan bagian tengah dari Thailand. Sistemnya mempunyai kemampuan untuk memenuhi kebutuhan sampai 150.000 subscriber. India seperti halnya Chinna telah menelti CDMA untuk WLL.    &lt;br /&gt;Dukungan vendor untuk perkembangan CDMA&lt;br /&gt;Untuk pengembangn dan pengimplementasian teknologi ini tentu diperlukan vendor yang mendukung. Samsung Electronic Co. (SEC) mengumumkan telah menjual lebih dari satu juta set phone CDMA dan meraih lebih dari 1,4 juta subscriber baru dalam satu tahun. Telah diperhitungkan bahwa penjualan handset CDMA akan memberikan keuntungan $2 Miliyar. Kontrak SCE diantaranya mengekspor sebanyak 200.000 handset selular CDMA ke Hongkong juga kontrak dengan Russia, Shanghai, dan Rio de Janeiro.&lt;br /&gt;Vendor CDMA lainnya seperti QUALCOMM telah mengumumkan perjanjian $300 juta dengan Tecom Great Wall Depelopment Company sebuah perusahaan telekomunikasi dari Beijing, Chinna, untuk penjualan telephone CDMA 800 MHz QUALCOMM.  Juga QUALCOMM telah menjual ke customer-costumer di USA, Korea Selatan, dan Hongkong.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-5532970123395810294?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/5532970123395810294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=5532970123395810294&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/5532970123395810294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/5532970123395810294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/aplikasi-teknologi-cdma-dalam.html' title='APLIKASI TEKNOLOGI CDMA DALAM KOMUNIKASI DATA DAN SUARA'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-4714905755523823454</id><published>2007-06-04T22:13:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:30:41.070-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Spread Spektrum : Teknologi  komunikasi digital di masa datang</title><content type='html'>Dewasa ini sistem komunikasi sudah menawarkan suatu kecepatan dan kapasitas, yaitu kecepatan yang tinggi dan kapasitas data yang besar. Infrastruktur  telekomunikasi yang dibangun harus menjanjikan kompatibilitas yang tinggi dengan suatu sistem komunikasi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah sistem komunikasi&lt;span class="fullpost"&gt;digital menjadi idola baru bagi industri telekomunikasi saat ini. Sistem digital disamping mempunyai kompatibilitas yang tinggi dalam integrasi dengan sistem lain, juga adanya kemudahan dalam implementasi secara perangkat keras. Oleh karenanya sistem komunikasi digital semakin dikembangkan untuk memperoleh kecepatan yang tinggi dan kapasitas data yang semakin besar. Sistem komunikasi digital juga memilliki kualitas data yang lebih baik, karena dapat dilakukan pengecekan kesalahan dalam transmisi datanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahirnya sistem komunikasi spread spectrum pada pertengahan tahun 1950 dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sistem komunikasi yang dapat mengatasi masalah interferensi, dapat menjamin kerahasiaan informasi yang dikirim dan dapat beroperasi  pada tingkat S/N (signal to noise ratio) yang rendah atau tahan terhadap derau yang besar. Dalam sistem komunkasi sekarang ini, dimana penggunaan frekuensi sudah cukup padat sehingga interferensi dan noise dari transceiver lain cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam komunikasi radio kita juga sering mendengar adanya penyadapan pembicaraan pada handphone oleh pesawat radio lain. Namun dengan sistem spread spektrum ketakutan yang dialami pada sistem komunikasi diatas akan dapat di atasi karena data yang ditransmit pada sistem spread spektrum adalah data acak yang dikenal sebagai noise. Jadi jika penerima tidak mengetahui code yang digunakan untuk melebarkan data maka penerima hanya akan menerima sinyal noise saja. Istilah spread spectrum digunakan karena pada sistem ini sinyal yang ditransmisikan memiliki bandwidth yang jauh lebih lebar dari bandwidth sinyal informasi (mencapai ribuan kali).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penebaran bandwidth sinyal informasi ini disebut spreading.&lt;br /&gt;Kelebihan lain yang dimiliki sistem spread spektrum adalah sistem ini dapat digunakan untuk multiple acces secara CDMA (Code Division Multiple Acces). Sistem CDMA  yaitu suatu sistem multiple akses yang dapat dilakukan pada frekuensi dan waktu yang sama, caranya dengan menggunakan kode yang berbeda. Jika dibanding sistem multiple akses yang lain seperti  FDMA (Frekuency Division Multiple Acces) dan TDMA (Time Division Multiple Acces), maka CDMA merupakan sistem yang sedang di minati oleh perusahaan komunikasi, karena dapat digunakan pada frekuensi yang sama secara bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia belum banyak yang mengunakan sistem CDMA untuk infrastruktur telekomunikasinya. Perusahaan telepon seluler sebagian besar menggunakan sistem TDMA yaitu untuk telepon seluler GSM. Sedangkan perusahaan telepon seluler yang sudah menggunakan sistem CDMA adalah Komselindo. Sistem yang sekarang sudah digunakan adalah narrow-band CDMA dan rencananya Komselindo akan membuat infrastruktur untuk wide-band CDMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spread sprectrum sendiri belum banyak digunakan , dalam bidang jaringan komputer kita sudah mengenal Wave LAN. Wave LAN ini menggunakan spread spectrum untuk mentransmisikan datanya. Sistem ini dibuat dalam bentuk card. Wave LAN sendiri mempunyai kecepatan yang cukup tinggi untuk teknologi radio pada frekuensi rendah, yaitu 1,5 Mbps. Dengan kecepatan sebesar itu Wave LAN sudah setara dengan komunikasi T1 pada VSAT yang sering digunakan untuk komunikasi-komunikasi di indonesia. Kecepatan ini juga jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan modem radio yang paling cepat yang pernah yang umum digunakan untuk komunikasi radio paket, yaitu hanya 64 Kbps, inipun harus menggunakan transceiver yang mempunyai bandwith yang lebar. Namun alat ini masih cukup mahal untuk pasaran di indonesia, satu card harnganya sekitar $ 5.000 USA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teknik spread spektrum sendiri di kenal beberapa cara modulasi yang digunakan untuk melebarkan dan mangacak datanya. Teknik spreading yang terkenal dan banyak dipilih para produsen dalam desain produk adalah Direct Sequence Spread Spektrum (DSSS). Sistem ini dipilih karena adanya kemudahan dalam mengacak data yang akan dispreading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam DSSS spreading hanya menggunakan sebuah generator noise yang periodik yang di sebut Pseudo Noise Generator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sistem spread-spectrum harus memenuhi kriteria sebagai  berikut : &lt;br /&gt;1. Sinyal yang dikirimkan menduduki bandwidth yang jauh lebih lebar daripada bandwidth minimum yang diperlukan untuk mengirimkan sinyal informasi&lt;br /&gt;2. Pada pengirim terjadi proses spreading yang menebarkan sinyal informasi dengan bantuan sinyal kode yang bersifat independen terhadap informasi&lt;br /&gt;3. Pada penerima terjadi proses despreading yang melibatkan korelasi antara sinyal yang diterima dan replika sinyal kode yang dibangkitkan sendiri oleh suatu generator lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kode yang digunakan pada sistem spread spectrum memiliki sifat acak tetapi periodik sehingga disebut sinyal acak semu (pseudo random). Kode tersebut bersifat sebagai noise tapi deterministik sehingga disebut juga noise semu (pseudo noise). Pembangkit sinyal kode ini disebut Pseudo Rando Generator (PRG) atau pseudo noise generator (PNG).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRG inilah yang akan melebarkan dan sekaligus mengacak sinyal data yang akan dikirimkan. Dalam komunikasi spread spectrum semakin lebar bandwidth akan semakin tahan terhadap jamming dan akan semakin terjamin tingkat kerahasiaannya. Disamping itu akan semakin banyak kanal yang bisa dipakai. Seperti yang di terangkan oleh Shanon , salah seorang ahli statistik telekomunikasi, dalam ilmu komunikasi dinyatakan bahwa kapasitas kanal akan sebanding dengan bandwidth transmisi dan logaritmik dari S/N-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi agar sistem komunikasi dapat bekerja dengan kapasitas kanal yang tetap pada level daya noise yang tinggi (S/N yang rendah), dapat dilakukan dengan jalan memperbesar bandwidth transmisi W. Disamping itu Shannon juga mengemukakan bahwa sebuah kanal dapat mentransmisikan  informasi dengan probabilitas salah yang kecil apabila terhadap infromasi tersebut dilakukan pengkodean yang tepat dan rate infromasi yang tidak melebihi kapasitas kanal meskipun kanal tersebut memuat derau acak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem komunikasi spread spectrum sebagai salah satu sistem komunikasi digital, memiliki beberapa kelebihan dibandingkan sistem komunikasi analog yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Lebih kebal terhadap jamming&lt;br /&gt;• Mampu menekan interferensi&lt;br /&gt;• Dapat dioperasikan pada level daya yang rendah&lt;br /&gt;• Kemampuan multiple access secara CDMA (Code Division Multiple Access)&lt;br /&gt;• Kerahasiaan lebih terjamin&lt;br /&gt;• Ranging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teknik spread spectrum sendiri ada beberapa macam cara yang digunakan, yaitu Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), Frequency Hopping Spread Spectrum (FSSS), Time Hopping Spread Spectrum (TSSS) dan Chirp atau Hybrid Spread Spectrum. Pada tiap-tiap metode mempunyai keunggulan sendiri-sendiri, namun secara umum DSSS mempunyai unjuk kerja terbaik untuk  gangguan noise dan anti jamming, serta paling susah untuk dideteksi. Namun ada kekurangan pada DSSS ini, yang sering menjadi kendala dalam implementasinya, yaitu pada proses sinkronisasi sinyal yang diterima dengan sinyal dari generator noise lokal pada penerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini teknik spread spectrum mulai diterapkan dalam berbagai bidang kebutuhan, PT Wijaya Karya sekarang sedang mengembangkan KWH meter digital yang mencatat daya kemudian ditransmisikan ke sentral yang dimiliki PLN. Proses transmisinya akan digunakan spread spectrum dengan pita sedang. Juga sistem lock pada mobil, yang juga menggunakan teknik spread spectrum dalam mentransmisikan sinyal untuk mengunci dan membukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-4714905755523823454?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/4714905755523823454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=4714905755523823454&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/4714905755523823454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/4714905755523823454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/06/spread-spektrum-teknologi-komunikasi.html' title='Spread Spektrum : Teknologi  komunikasi digital di masa datang'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-8863719508912830295</id><published>2007-04-24T05:41:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:30:41.071-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>PERAKITAN KABEL NULL MODEM DB9,DB25,RJ45</title><content type='html'>Suatu komunikasi data antar PC dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai macam&lt;br /&gt;interface I/O. Pada PC terdapat interface:&lt;br /&gt;1. serial&lt;br /&gt;2. parallel&lt;br /&gt;3. network, yang biasa disebut Ethernet PORT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. serial port&lt;br /&gt;Serial port bersifat asinkron dimana dapat mengirimkan data sebanyak 1 bit dalam tiap&lt;br /&gt;satu waktu. Port yang digunakan biasanya menggunakan konektor DB9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DB9 mempunyai 9 pin yaitu:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Ri4AdQ5a_bI/AAAAAAAAADQ/rrrEYKfhW-0/s1600-h/a.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Ri4AdQ5a_bI/AAAAAAAAADQ/rrrEYKfhW-0/s320/a.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056979934335663538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) DB9 male                           (b)DB9 female&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· pin 1 = Data Carrier Detect (DCD)&lt;br /&gt;· pin 2 = Received Data (RxD)&lt;br /&gt;· pin 3 = Transmitted Data (TxD)&lt;br /&gt;· pin 4 = Data Terminal Ready (DTR)&lt;br /&gt;· pin 5 = Signal Ground (common)&lt;br /&gt;· pin 6 = Data Set Ready (DSR)&lt;br /&gt;· pin 7 = Request To Send (RTS)&lt;br /&gt;· pin 8 = Clear To Send (CTS)&lt;br /&gt;· pin 9 = Ring Indicator (RI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. parallel port&lt;br /&gt;Paralel port dapat mengirimkan 8 bit data sekaligus dalam satu waktu. Paralel port ini&lt;br /&gt;menggunakan konektor DB25. Panjang kabel maksimum yang diperlukan / diperbolehkan&lt;br /&gt;adalah 15 feet.&lt;br /&gt;Contoh peralatan yang menggunakan parallel port adalah: printer, scanner, external driver&lt;br /&gt;dsb.&lt;br /&gt;DB25 memiliki 25 buah pin dengan gambaran sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Ri4Dyg5a_cI/AAAAAAAAADY/SNbGl0FMOaU/s1600-h/b.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Ri4Dyg5a_cI/AAAAAAAAADY/SNbGl0FMOaU/s320/b.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056983597942767042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Control pins&lt;br /&gt;o Pin 4 = Request To Send&lt;br /&gt;o Pin 5 = Clear to send&lt;br /&gt;o Pin 6 = DCE Ready&lt;br /&gt;o Pin 8 = received line signal detector&lt;br /&gt;o Pin 12 = secondary received line signal detector&lt;br /&gt;o Pin 13 = secondary clear to send&lt;br /&gt;o Pin 19 = secondary request to send&lt;br /&gt;o Pin 20 = DTE ready&lt;br /&gt;· Timing pins&lt;br /&gt;o Pin 15 = transmitter signal element timing (DCE-DTE)&lt;br /&gt;o Pin 17 = receiver signal element timing (DCE-DTE)&lt;br /&gt;o Pin 24 = transmitter signal element timing (DTE-DCT)&lt;br /&gt;· Other pins&lt;br /&gt;o Pin 1 = shield&lt;br /&gt;o Pin 7 = signal ground / common return&lt;br /&gt;o Pin 9 = reserved (testing)&lt;br /&gt;o Pin 10 = reserved (testing)&lt;br /&gt;o Pin 11 = unassigned&lt;br /&gt;o Pin 18 = local loopback&lt;br /&gt;o Pin 21 = remote loopback &amp; signal quality detector&lt;br /&gt;o Pin 22 = ring indicator&lt;br /&gt;o Pin 23 = data signal rate select&lt;br /&gt;o Pin 25 = test mode&lt;br /&gt;o Pin 2 = transmit data&lt;br /&gt;o Pin 3 = receive data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ETHERNET CABLE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghubungkan jaringan diperlukan kabel Ethernet yaitu kabel yang digunakan disebut kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dengan menggunakan konektor RJ45.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KabelUTP mempunyai delapan pin (4 pasang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Pin1 dengan warna hijau-putih (TD+)&lt;br /&gt;· Pin2 dengan warna hijau (TD-)&lt;br /&gt;· Pin3 dengan warna orange-putih (RD+)&lt;br /&gt;· Pin4 dengan warna biru (NC)&lt;br /&gt;· Pin5 dengan warna biru-putih (NC)&lt;br /&gt;· Pin6 dengan warna orange (RD-)&lt;br /&gt;· Pin7 dengan warna coklat-putih (NC)&lt;br /&gt;· Pin8 dengan warna coklat (NC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfigurasi pin kabel UTP adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Ri4EQg5a_dI/AAAAAAAAADg/-4bFm0SibCE/s1600-h/c.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Ri4EQg5a_dI/AAAAAAAAADg/-4bFm0SibCE/s320/c.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056984113338842578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga cara pemasangan kabel UTP:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Straigh Through&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkabelan jenis ini biasanya diperuntukkan untuk menghubungkan peralatan yang berbeda jenis. Misal untuk menghubungkan PC dengan hub, switch dan router, switch dan PC dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cross Over&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkabelan jenis ini biaanya digunakan untuk menghubungkan peralatan sejenis. Misal untuk menghubungkan PC dengan PC, hub dengan hub dan sebagainya. Pin up kabel cross over sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rollover&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkabelan jenis ini merupakan pengkabelan khusus. Misalnya untuk menghubungkan antar switch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skema dari tiga jenis kabel di atas adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Straigh Through ( Gmabar Atas )&lt;br /&gt;Cross Over ( Gambar Tengah)&lt;br /&gt;Rollover ( Gambar Bawah )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Ri4EnA5a_eI/AAAAAAAAADo/Z8-VU2V6qCM/s1600-h/d.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Ri4EnA5a_eI/AAAAAAAAADo/Z8-VU2V6qCM/s320/d.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056984499885899234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;PERALATAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;1. kabel UTP&lt;br /&gt;2. konektor : DB9, DB25, RJ45&lt;br /&gt;3. tang, crimping tool&lt;br /&gt;4. FLUKE&lt;br /&gt;5. AVOMETER&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;LANGKAH-LANGKAH PERCOBAAN&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;                        &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;1. Buat kabel serial dengan DB9 dan DB9.&lt;br /&gt;2. Buat kabel serial dengan DB9 dan DB25.&lt;br /&gt;3. Buat kabel serial dengan DB25 dan DB25.&lt;br /&gt;4. buat kabel serial dengan RJ45 dan DB9.&lt;br /&gt;5. Buat kabel Ethernt straight through, cross over dan rollover&lt;br /&gt;6. Catat langkah-langkah pembuatannya dan hasil pengukuran dengan alat ukurnya.&lt;br /&gt;7. Operasi fluke DSP 4000&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;    · &lt;/span&gt;Siapkan kabel yang akan dites&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;    · &lt;/span&gt;Hubungkan fluke ke remote (pasangan dari fluke) dengan kabel tersebut&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;    · &lt;/span&gt;Tekan test pada fluke&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;    · &lt;/span&gt;Untuk mengetahui parameter-parameter lain tekan tanda panah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Symbol;"&gt;    · &lt;/span&gt;Diagram fluke&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Ri4E0Q5a_fI/AAAAAAAAADw/P3jmYJS2Ues/s1600-h/e.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Ri4E0Q5a_fI/AAAAAAAAADw/P3jmYJS2Ues/s320/e.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5056984727519165938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;REFERENSI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;1. http://www.zytrax.com/tech/layer_1/cables/tech_rs232.htm&lt;br /&gt;2. h ttp://www.nullmodem.com/DB-25.htm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-8863719508912830295?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/8863719508912830295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=8863719508912830295&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/8863719508912830295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/8863719508912830295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/04/perakitan-kabel-null-modem-db9db25rj45.html' title='PERAKITAN KABEL NULL MODEM DB9,DB25,RJ45'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_DA3U90JnFaU/Ri4AdQ5a_bI/AAAAAAAAADQ/rrrEYKfhW-0/s72-c/a.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-8851061428280373592</id><published>2007-04-23T04:11:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:34:06.385-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><title type='text'>kumpulan website mp3</title><content type='html'>ini sebagian kecil kumpulan mp3 download :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://sixeyesmedia.com/musicfiles/&lt;br /&gt;http://71.32.43.199:8083/MP3/&lt;br /&gt;http://rapidshare.com/users/KI0SNR&lt;br /&gt;http://rapidshare.com/users/GXSW2P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kapan2 tak update... oke&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-8851061428280373592?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/8851061428280373592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=8851061428280373592&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/8851061428280373592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/8851061428280373592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/04/step-1-buka-template-pilih-template.html' title='kumpulan website mp3'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-1334610845118519028</id><published>2007-03-20T21:43:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:30:41.071-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='telco'/><title type='text'>Antena wireless mimo</title><content type='html'>Teknologi jaringan wireless kini merangkak naik kembali. Teknologi antenna wireless saat ini memungkinkan adanya transfer file dan data dalam skala besar. Kecepatan dan jangkauan dalam transfer data pun memenuhi standard yang sudah ditentukan standard jaringan nirkabel 802.11a, b, dan g. Teknologi antena terbaru ini dikenal dengan teknologi MIMO (Multiple In Multiple Out) karena produk yang berbasis teknologi MIMO ini meningkatkan kapasitas transmisi dan jangkauan dengan menggunakan smart antenna (antena pintar) yang secara signifikan meningkatkan transmisi data, tergantung di mana posisi dan lokasi client. Bandingkan dengan teknologi Wi-Fi yang lama, di mana antena memancarkan sinyal ke segala arah, tidak peduli di mana posisi client yang menerima sinyal tersebut. &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana mereka bekerja ? &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;p&gt;&lt;img src="http://azzam.files.wordpress.com/2006/11/mimo.jpg" alt="mimo" align="left" height="450" width="300" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimanakah teknologi MIMO bekerja ?  &lt;span class="fullpost"&gt; Berikut ini beberapa penjelasan singkat aplikasi MIMO dan penerapannya pada beberapa varian produk wireless :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Standard 802.11g Wi-Fi (teknologi lama / standard technology)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Antena dengan standard 802.11g mengirim dan menerima data dari dan ke segala arah pada salah satu dari sebelas channel pada frekuensi 2.4 GHz yang digunakan oleh 802.11b dan g Wi-Fi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Airgo Networks’ True MIMO &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Produk pengguna : Belkin Wireless Pre-N Router, Linksys Wireless- G Broadband Router with SRX, and Netgear Pre-N Wireless Router&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Performa : Teknologi ini merupakan teknologi dengan performa yang paling konsisten dari semua test performa yabg ada, dan untuk jarak yang lebih jauh merupakan teknologi dengan kapasitas transmisi data yang tercepat. Airgo’s Network mematenkan teknologi True MIMO yang memperkenalkan apa yang disebut dengan karakteristik spatial multipath pada gelombang radio.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Produk ini secara simultan menggunakan dua buah radio untuk mengirim dua buah stream data (aliran data) yang bersifat unik (yang satu berbeda dengan yang lainnya) pada channel tunggal 2,4 GHZ. Pada sisi penerima, tiga buah antena dan radio melakukan dekoding (penguraian kembali) stream data yang diterima dan menggabungkannya kembali menjadi sebuah susunan data yang utuh. Antena tambahan dan penyesuaian transmisi yang lain meningkatkan kecepatan dan cakupan untuk alat-alat non True MIMO yang tidak diuntungkan dengan adanya teknologi spatial multipath tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Atheros’s beamforming MIMO&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Produk pengguna :D-Link Super G MIMO Wireless Router&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Performa : hasil terbaik di capai pada jangkauan menengah. Produk yang menggunakan teknologi ini memiliki unit-unit transmisi yang mengarahkan stream data secara langsung ke antena penerima. Antena dapat mendeteksi keberadaan client, kemudian memfokuskan stream data ke antena penerima secara langsung.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Video54’s BeamFlex MIMO &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Produk pengguna : Netgear RangeMax Wireless Router&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Performa : menghasilkan kapasitas transmisi yang terbesar pada jarak menengah apabila dibandingkan dengan produk MIMO yang lainnya, akan tetapi hasil secara keseluruhan menunjukkan inkonsistensi. Produk router RangeMax yang mengimplementasikan teknologi ini menggunakan tujuh buah antena internal yang dapat disusun dengan kombinasi berbeda untuk menghasilkan transmisi data yang optimal berdasarkan lokasi client dan lingkungan di sekitarnya.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-1334610845118519028?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/1334610845118519028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=1334610845118519028&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/1334610845118519028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/1334610845118519028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/03/antena-wireless-mimo.html' title='Antena wireless mimo'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-5979105428775292236</id><published>2007-03-15T08:15:00.000-07:00</published><updated>2007-04-19T03:27:49.593-07:00</updated><title type='text'>Mempertajam FOKUS</title><content type='html'>Latihan berikut ini akan menajamkan fokus anda jika anda rutin melatihnya :&lt;br /&gt;1. Carilah posisi duduk yang nyaman (jika bisa dengan sandaran)&lt;br /&gt;2. Pejamkan mata dan rileks-kan bahu serta tengkuk anda&lt;br /&gt;3. Atur nafas panjang (tarif nafas panjang, tahan 2-detik, hembuskan)&lt;br /&gt;4. Bayangkan melalui gambaran&lt;span class="fullpost"&gt; di pikiran anda, hitungan mundur secara cepat mulai dari 100 hingga 1 (jadi anda akan melihat dalam pikiran anda, dimulai dari angka 100 yang berganti secara cepat menurun hingga 1)&lt;br /&gt;5. Jika telah selesai yang nomor 4, ulangi lagi prosesnya, setidaknya selama 5 menit (gunakan fasilitas timer atau alarm di handphone anda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana ? jika menurut anda sederhana, anda bisa menggantinya dengan yang berikut ini :&lt;br /&gt;1. Carilah posisi duduk yang nyaman (jika bisa dengan sandaran)&lt;br /&gt;2. Pejamkan mata dan rileks-kan bahu serta tengkuk anda&lt;br /&gt;3. Atur nafas panjang (tarif nafas panjang, tahan 2-detik, hembuskan)&lt;br /&gt;4. Bayangkan lima wajah yang anda kenali, berikan "Nomor" pada dahinya (1,2,3,4,5), kemudian bayangkan secara bergantian dan berurutan terbalik, wajah ke-5,ke-4,ke-3,ke-2,ke-1 , semuanya total sebanyak 20 kali&lt;br /&gt;5. Jika telah selesai yang nomor 4, ulangi lagi prosesnya, setidaknya selama 5 menit (gunakan fasilitas timer atau alarm di handphone anda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, sekarang jika anda dapat melakukan salah satu atau dua-duanya secara tepat tanpa kesalahan satupun, maka selamat, anda sudah memiliki fokus yang baik dan efektif. Namun jika masih terdapat kesalahan, hal itu wajar, dan tentu dapat anda perbaiki dengan berlatih secara rutin. Anda akan menemukan dan melihat bahwa melakukan latihan diatas tidaklah se-sederhana yang anda kira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik diatas telah diajarkan oleh rekan-rekan saya sesama pelatih fokus pada ribuan orang melalui personal training, buku, dan artikel. Dan disinilah saya menekankan pada anda bahwa Fokus adalah sebuah mindset dan kondisi pikiran yang terlatih untuk senantiasa tenang, konsentrasi dan tidak mudah ter-intervensi oleh pikiran lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika teknik-teknik diatas sudah dapat anda latih dengan lancar, anda akan melihat semakin hari Fokus anda semakin membaik. Dan berikutnya anda dapat mulai menggunakan teknik manajemen fokus populer dengan hasil yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ringkasan Cara Mempertajam Fokus Anda :&lt;br /&gt;1. Latihlah Fokus Pikiran seperti yang saya berikan diatas&lt;br /&gt;2. Lakukan Latihan, Latihan dan Latihan kapanpun anda ada waktu&lt;br /&gt;3. Setelah fokus pikiran anda semakin tajam...&lt;br /&gt;4. Lakukan teknik manajemen fokus populer seperti&lt;br /&gt;- Menetapkan Prioritas Tugas&lt;br /&gt;- Membuat Daftar Pekerjaan yang anda sukai&lt;br /&gt;- Menjadwalkan Waktu untuk Prioritas dan Daftar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-5979105428775292236?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/5979105428775292236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/5979105428775292236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/03/mempertajam-fokus.html' title='Mempertajam FOKUS'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-9128282745827927401</id><published>2007-03-15T08:10:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:34:06.385-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><title type='text'>PROSEDUR INSTALASI WIRELESS LAN</title><content type='html'>Peralatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kompas dan peta topografi&lt;br /&gt;2. Penggaris dan busur derajat&lt;br /&gt;3. Pensil, penghapus, alat tulis&lt;br /&gt;4. GPS, altimeter, klinometer&lt;br /&gt;5. Kaca pantul dan teropong&lt;br /&gt;6. Radio komunikasi (HT)&lt;br /&gt;7. Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter&lt;br /&gt;8. Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel&lt;br /&gt;9. Peralatan&lt;span class="fullpost"&gt; panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley&lt;br /&gt;10. Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator  gel, TBA, unibell&lt;br /&gt;11. Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45&lt;br /&gt;12. Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Survey Lokasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap  BTS dengan GPS dan kompas pada peta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemasangan Konektor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan POE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instalasi Antena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instalasi Perangkat Radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian Noise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perakitan Antena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pointing Antena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengujian Koneksi Radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-9128282745827927401?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/9128282745827927401/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=9128282745827927401&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/9128282745827927401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/9128282745827927401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/03/prosedur-instalasi-wireless-lan.html' title='PROSEDUR INSTALASI WIRELESS LAN'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-7091603497075687050</id><published>2007-03-15T08:03:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:34:06.386-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><title type='text'>Setting up MeshAP : Wireless Distribution System (WDS)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;WDS memungkinkan sebuah client wireless (client I) dapat terhubung dengan node tertentu (node B) tanpa harus terhubung langsung dengannya, tetapi cukup terhubung ke node lain (node A yang biasanya terdekat dengan client I) yang sudah bekerja sama dengan node tersebut (node B).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Node lain (node A) tersebut berfungsi sebagai relay yang akan meneruskan ke node tujuan kita (node B). Demikian juga sebaliknya, dimana jika ada client wireless lain ( Client II ) yang ingin berkomunikasi dengan node A, maka dia dapat terhubung dengan node tersebut melalui node B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WDS ini biasanya digunakan &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;untuk memperluas jaringan wireless yang umumnya terbatas dan memungkinkan kerja sama antara jaringan WLAN dengan adanya protocol routing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tutorial kali ini akan dibahas tahap mengimplementasikan WDS pada jaringan yang sederhana, berikut dengan beberapa percobaan dalam rangka menghitung kecepatan (bandwidth) yang dihasilkan baik setelah maupun sebelum WDS diimplementasikan. Penulis melakukan perhitungan perkiraan bandwidth karena “rasa penasaran” dengan pernyataan Kang Onno di Seminar Nasional tentang Wireless di Yogyakarta pada 9 Oktober 2004 lalu yang menyatakan bahwa pada jaringan mesh atau dimana wds diimplementasikan, bandwidth yang diperoleh hanya berkisar 1Mbps.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak sesuai percobaan yang telah penulis praktekkan. Penulis tidak tahu apakah masih relevan membandingkan maksud Kang Onno tersebut dengan jaringan sederhana yang penulis gunakan. Tapi setidaknya, penulis sudah mencoba membuktikan meskipun dengan resource yang sangat kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun peralatan peralatan atau hardware yang penulis gunakan dalam pembahasan dibawah ini adalah Laptop Dell Latitude C400 dengan OS Linux Mandrake 10.0 kernel 2.6.8, PCMCIA Card Wireless Samsung SWL-2100N chipset Intersil Prism2 nic 8002 firmware pri 0.3.0 sta 1.7.1 ( setelah saya upgrade dari sta 0.8.0 ), USB Wireless Senao NL-2511UB4 untuk client, Access Point Compex WP11B+, PC Desktop sebagai client, PC Router, dan PC server&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendesign hardware2 tersebut seperti gambar diatas, maka kita perlu mengkonfiguasi kedua Access Point (hostAP dan Compex ) untuk dapat berkomunikasi melalui wds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting WDS Access Point Compex WP11B+&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Access Point Compex WP11B+ sebenarnya tersedia 2 metode untuk konfigurasi/manajemen, yang pertama berbasis web ( yang penulis gunakan pada tutorial ini ) dan yang kedua dengan telnet (console).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut tahap tahap yang penulis lakukan untuk konfigurasi wds pada AP Compex WP11B+ :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akses Web Based administrasi AP compex melalui browser kesayangan :) , masukkan password “rahasia” klik Log On&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Default Access Point ini adalah mode AP Bridge.. klik bagian Mode Selection&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih Mode Access Point , Klik Apply&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengisi Essid “compex”, dan channel “6” , jangan lupa scrool kebagian bawah halaman AP setup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik bagian WDS Configuration&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defaultnya tidak memiliki WDS link, Klik Add&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masukkan BSSID / Mac Addres dari partner atau dalam kasus ini MAC PCMCIA yang berfungsi sebagai HostAP Bridge (linux), perhatikan format penulisannya menggunakan tanda “-“ setiap 2 bilangan hexa mac. Klik Apply&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan muncul seperti berikut, check kembali untuk memastikan bssid yang kita masukkan benar, jika terdapat kesilapan dapat di edit kembali. Atau dapat juga menambah bssid/partner lain (jika ada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya setup wds untuk AP compex ini sudah selesai, tapi untuk informasi tambahan, penulis menyertakan capture2 berikut sebagai tambahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting WDS Bridge HostAP Linux&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting WDS Bridge pada HostAP linux sangat mudah, jika Anda belum pernah menggunakan driver hostap, sebaiknya Anda membaca file presentasi penulis “Optimizing Wireless Client in Linux” yang pernah diseminarkan di jogja. Perlu dicatat bahwa wds dapat berfungsi jika firmware prism yang digunakan adalah versi 1.5.x atau diatasnya (terbaru ). Penulis menggunakan kartu PCMCIA SWL-2100N Samsung dengan firmware 1.7.1 yang tentu saja sudah support wds. Anda dapat mengupgrade firmware adapter Anda yang versinya masih dibawah 1.5.0 dengan mengikuti tutorial Mr Jun Sun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J Berikut tahap tahap konfigurasi wds yang penulis lakukan pada hostAP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi awal hostAP (tanpa wds) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti konfigurasi wds pada AP Compex, untuk setting wds pada HostAP ini juga dibutuhkan informasi BSSID partnernya ( MAC si AP Compex ) untuk ditambahkan sebagai partner hostAP tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Command line berikut harus di lakukan superuser (root) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menambahkan wds partner dengan memasukkan bssid partner ( MAC si AP compex )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# iwpriv wlan0 wds_add 00:80:48:2b:7a:1a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# ip link show wlan0wds0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27: wlan0wds0: mtu 1500 qdisc noqueue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;link/ether 00:02:78:e0:24:97 brd ff:ff:ff:ff:ff:ff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# cat /proc/net/hostap/wlan0/wds&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wlan0wds0 00:80:48:2b:7a:1a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat bridge link antara wlan0 dengan wlan0wds0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# ifconfig wlan0 0.0.0.0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# ifconfig wlan0wds0 0.0.0.0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# brctl addbr br0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# brctl addif br0 wlan0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# brctl addif br0 wlan0wds0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# ifconfig wlan0 up&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# ifconfig wlan0wds0 up&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# brctl showmacs br0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;port no mac addr is local? ageing timer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 00:02:78:e0:24:97 yes 0.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan IP address pada bridge (br0) yang baru saja di create.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# ifconfig br0 172.20.2.23 netmask 255.255.255.192 broadcast 172.20.2.63 up&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar bekerja sebagai partner wds maka channel yang digunakan oleh kedua AP tersebut harus sama, untuk itu kita pastikan dengan memberikan channel yang sama seperti pada AP compex channel “6”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# iwconfig wlan0 channel 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk performance yang lebih baik, kita bisa mengurangi interval beacon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# prism2_param wlan0 beacon_int 1000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi parameter parameter yang bisa digunakan pada HostAP ini. Just type ”prism2_param wlan0” untuk melihat parameter lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting wds di kedua AP sudah selesai.. sekarang testing... dan testing...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada beberapa percobaan yang penulis lakukan, berhubung karena ”malesnya ngetik” maka hanya sebagian yang akan di tulis pada tutorial ini :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Testing yang dilakukan adalah PC Client melakukan koneksi (assosiate) ke hostAP ( dengan SSID : DellC400 ), maka setelah terhubung (assosiated ), si client (IP 172.20.2.21/26 ) sudah bisa berkomunikasi ke semua komponen network pada gambar demo diatas termasuk PC server ( IP 172.16.0.1 ) yang tidak terhubung secara langsung dengan HostAP, melainkan harus melalui AP compex ( IP : 172.20.2.59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu di ketahui, AP Compex tetap bisa bertindak sebagai AP untuk client client yang lain. Hal ini berbeda dengan AP jenis lain seperti DLINK DWL900AP dimana jika di manage untuk WDS maka hanya dapat bertindak sebagai bridge untuk partnernya ( baca tutorial Jason's Web Thingy ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita (client) terhubung ke AP Compex ( SSID : compex ), maka kita tetap bisa berhubungan dengan client-client HostAP linux ( SSID : DellC400 ). Hal inilah yang disebut MeshAP dimana client-client kedua AP dapat saling berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya jika kedua AP tersebut merupakan HostAP maka untuk konfigurasi wdsnya bisa secara otomatis,&lt;br /&gt;baca parameter2 pada prism2_param. Disana disebutkan bahwa HostAP dapat dengan otomatis melakukan konfigurasi wds terhadap AP lain yang ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak resource buat nyoba 2 hostap, maka tidak dibahas pada tutorial ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya adalah testing Bandwidth ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis hanya iseng mencoba menghitung bandwidth/Kecepatan akses dengan tools sederhana seperti DAP ( setting without proxy ) pada PC Client. Percobaan ini dilakukan dengan cara, Client ( IP: 172.20.2.21 ) melakukan download file berukuran sedang ( sekitar 50Mbytes ) dari PC Server (IP:172.16.0.1). Percobaan ini dilakukan beberapa kali, yang pertama Si Client ( IP 172.20.2.21 ) melakukan download pada saat terhubung dengan HostAP WDS (essid : DellC400) dimana sudah menjadi partner AP compex ( seperti di gambar diatas ). Diperoleh hasil kecepatan sekitar 280-300kBytes/s , klo di convert ke kbps kira kira 280x8 – 300x8 =~ 2240kbps – 2400kbps&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan kedua yakni si Client (IP 172.20.2.21 ) langsung terhubung dengan ke AP compex ( SSID compex ),&lt;br /&gt;adi tidak menggunakan koneksi wds seperti percobaan pertama.Hasil yang di peroleh sekitar 600-620kBytes/s atau jika di konversikan ke kbps 600x8 – 620x8  =~ 4800-4960kbps&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-7091603497075687050?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/7091603497075687050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=7091603497075687050&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/7091603497075687050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/7091603497075687050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/03/setting-up-meshap-wireless-distribution.html' title='Setting up MeshAP : Wireless Distribution System (WDS)'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-7356171121883873664</id><published>2007-03-15T08:01:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:34:06.386-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><title type='text'>Network Address Translation (NAT): Cara lain menghemat IP Address</title><content type='html'>Kebutuhan besar akan IP address biasanya terjadi di jaringan komputer perusahaan dan LAN-LAN di lembaga pendidikan. IP address sebagai sarana pengalamatan di Internet semakin menjadi barang mewah dan ekslusif. Tidak sembarang orang sekarang ini bisa mendapatkan IP address yang valid dengan mudah. Oleh karena itulah dibutuhkan suatu mekanisme yang dapat menghemat IP address.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika sederhana untuk penghematan IP address ialah dengan meng-share suatu&lt;span class="fullpost"&gt; nomor IP address valid ke beberapa client IP lainnya. Atau dengan kata lain beberapa komputer bisa mengakses Internet walau kita hanya memiliki satu IP address yang valid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu Mekanisme itu disediakan oleh Network Address Translation (NAT) Beberapa Konsep Dasar Sebelum kita membahas lebih lanjut ada baiknya kita urai kembali konsep-konsep dasar yang harus dipahami sebelum masuk ke NAT. Diantaranya adalah TCP/IP, Gateway/Router, dan Firewall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TCP/IP Protokol yang menjadi standar dan dipakai hampir oleh seluruh komunitas Internet adalah TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Agar komputer bisa berkomunikasi dengan komputer lainnya, maka menurut aturan TCP/IP, komputer tersebut harus memiliki suatu address yang unik. Alamat tersebut dinamakan IP address.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP Address memiliki format sbb: aaa.bbb.ccc.ddd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya: 167.205.19.33&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting adalah bahwa untuk berkomunikasi di Internet, komputer harus memiliki IP address yang legal. Legal dalam hal ini artinya adalah bahwa alamat tersebut dikenali oleh semua router di dunia dan diketahui bahwa alamat tersebut tidak ada duplikatnya di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP address legal biasanya diperoleh dengan menghubungi InterNIC. Suatu jaringan internal bisa saja menggunakan IP address sembarang. Namun untuk tersambung ke Internet, jaringan itu tetap harus menggunakan IP address legal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika masalah routing tidak dibereskan (tidak menggunakan IP address legal), maka saat sistem kita mengirim paket data ke sistem lain, sistem tujuan itu tidak akan bisa mengembalikan paket data tersebut, sehingga komunikasi tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berkomunikasi di Internet/antar jaringan komputer dibutuhkan gateway/router sebagai jembatan yang menghubungkan simpul-simpul antar jaringan sehingga paket data bisa diantar sampai ke tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gateway/Router Gateway adalah komputer yang memiliki minimal 2 buah network interface untuk menghubungkan 2 buah jaringan atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Internet suatu alamat bisa ditempuh lewat gateway-gateway yang memberikan jalan/rute ke arah mana yang harus dilalui supaya paket data sampai ke tujuan. Kebanyakan gateway menjalankan routing daemon (program yang meng-update secara dinamis tabel routing). Karena itu gateway juga biasanya berfungsi sebagai router.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gateway/router bisa berbentuk Router box seperti yang di produksi Cisco, 3COM, dll atau bisa juga berupa komputer yang menjalankan Network Operating System plus routing daemon. Misalkan PC yang dipasang Unix FreeBSD dan menjalankan program Routed atau Gated. Namun dalam pemakaian Natd, routing daemon tidak perlu dijalankan, jadi cukup dipasang gateway saja. Karena gateway/router mengatur lalu lintas paket data antar jaringan, maka di dalamnya bisa dipasangi mekanisme pembatasan atau pengamanan (filtering) paket-paket data. Mekanisme ini disebut Firewall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firewall Sebenarnya Firewall adalah suatu program yang dijalankan di gateway/router yang bertugas memeriksa setiap paket data yang lewat kemudian membandingkannya dengan rule yang diterapkan dan akhirnya memutuskan apakah paket data tersebut boleh diteruskan atau ditolak. Tujuan dasarnya adalah sebagai security yang melindungi jaringan internal dari ancaman dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam tulisan ini Firewall digunakan sebagai basis untuk menjalankan Network Address Translation (NAT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam FreeBSD, program yang dijalankan sebagai Firewall adalah ipfw. Sebelum dapat menjalankan ipfw, kernel GENERIC harus dimodifikasi supaya mendukung fungsi firewall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ipfw mengatur lalu lintas paket data berdasarkan IP asal, IP tujuan, nomor port, dan jenis protocol. Untuk menjalankan NAT, option IPDIVERT harus diaktifkan dalam kernel. DIVERT (mekanisme diversi paket kernel) Socket divert sebenarnya sama saja dengan socket IP biasa, kecuali bahwa socket divert bisa di bind ke port divert khusus lewat bind system call. IP address dalam bind tidak diperhatikan, hanya nomor port-nya yang diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah socket divert yang dibind ke port divert akan menerima semua paket yang didiversikan pada port tersebut oleh mekanisme di kernel yang dijalankan oleh implementasi filtering dan program ipfw. Mekanisme ini yang dimanfaatkan nantinya oleh Network Address Translator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah beberapa bahasan awal yang akan mengantar kita ke pembahasan inti selanjutnya. Network Address Translation (NAT) Dalam FreeBSD, mekanisme Network Address Translation (NAT) dijalankan oleh program Natd yang bekerja sebagai daemon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Network Address Translation Daemon (Natd) menyediakan solusi untuk permasalahan penghematan ini dengan cara menyembunyikan IP address jaringan internal, dengan membuat paket yang di-generate di dalam terlihat seolah-olah dihasilkan dari mesin yang memiliki IP address legal. Natd memberikan konektivitas ke dunia luar tanpa harus menggunakan IP address legal dalam jaringan internal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nat menyediakan fasilitas Network Address Translation untuk digunakan dengan socket divert. Natd mengubah semua paket yang ditujukan ke host lain sedemikian sehingga source IP addressnya berasal dari mesin Natd. Untuk setiap paket yang diubah berdasarkan aturan ini, dibuat tabel translasi untuk mencatat transaksi ini. Dengan NAT, aturan bahwa untuk berkomunikasi harus menggunakan IP address legal, dilanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAT bekerja dengan jalan mengkonversikan IP-IP address ke satu atau lebih IP address lain. IP address yang dikonversi adalah IP address yang diberikan untuk tiap mesin dalam jaringan internal (bisa sembarang IP). IP address yang menjadi hasil konversi terletak di luar jaringan internal tersebut dan merupakan IP address legal yang valid/routable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme NAT Sebuah paket TCP terdiri dari header dan data. Header memiliki sejumlah field di dalamnya, salah satu field yang penting di sini adalah MAC (Media Access Control) address asal dan tujuan, IP address asal dan tujuan, dan nomor port asal dan tujuan. Saat mesin A menghubungi mesin B, header paket berisi IP A sebagai IP address asal dan IP B sebagai IP address tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Header ini juga berisi nomor port asal (biasanya dipilih oleh mesin pengirim dari sekumpulan nomor port) dan nomor port tujuan yang spesifik, misalnya port 80 (untuk web). Kemudian B menerima paket pada port 80 dan memilih nomor port balasan untuk digunakan sebagai nomor port asal menggantikan port 80 tadi. Mesin B lalu membalik IP address asal &amp; tujuan dan nomor port asal &amp;amp; tujuan dalam header paket. Sehingga keadaan sekarang IP B adalah IP address asal dan IP A adalah IP address tujuan. Kemudian B mengirim paket itu kembali ke A. Selama session terbuka, paket data hilir mudik menggunakan nomor port yang dipilih. Router (yang biasa – tanpa Natd) memodifikasi field MAC address asal &amp; tujuan dalam header ketika me-route paket yang melewatinya. IP address, nomor port, dan nomor sequence asal &amp;amp; tujuan tidak disentuh sama sekali. NAT juga bekerja atas dasar ini. Dimulai dengan membuat tabel translasi internal untuk semua IP address jaringan internal yang mengirim paket melewatinya. Lalu men-set tabel nomor port yang akan digunakan oleh IP address yang valid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika paket dari jaringan internal dikirim ke Natd untuk disampaikan keluar, Natd melakukan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mencatat IP address dan port asal dalam tabel translasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menggantikan nomor IP asal paket dengan nomor IP dirinya yang valid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menetapkan nomor port khusus untuk paket yang dikirim keluar, memasukkannya dalam tabel translasi dan menggantikan nomor port asal tersebut dengan nomor port khusus ini. Ketika paket balasan datang kembali, Natd mengecek nomor port tujuannya. Jika ini cocok dengan nomor port yang khusus telah ditetapkan sebelumnya, maka dia akan melihat tabel translasi dan mencari mesin mana di jaringan internal yang sesuai. Setelah ditemukan, ia akan menulis kembali nomor port dan IP address tujuan dengan IP address dan nomor port asal yang asli yang digunakan dulu untuk memulai koneksi. Lalu mengirim paket ini ke mesin di jaringan internal yang dituju. Natd memelihara isi tabel translasi selama koneksi masih terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar Contoh Mekanisme Natd Perbedaan dengan sistem Proxy Hampir mirip dengan NAT, suatu jaringan kecil dengan proxy bisa menempatkan beberapa mesin untuk mengakses web dibelakang sebuah mesin yang memiliki IP address valid. Ini juga merupakan langkah penghematan biaya dibanding harus menyewa beberapa account dari ISP dan memasang modem &amp;amp; sambungan telepon pada tiap mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, proxy server ini tidak sesuai untuk jaringan yang lebih besar. Bagaimanapun, menambah hard disk dan RAM pada server proxy supaya proxy berjalan efisien tidak selalu dapat dilakukan (karena constraint biaya). Lagi pula, persentase web page yang bisa dilayani oleh cache proxy akan makin menurun sejalan dengan semakin menipisnya ruang kosong di hard disk, sehingga penggunaan cache proxy menjadi tidak lebih baik dari pada sambungan langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan lagi, tiap koneksi bersamaan akan meng-generate proses tambahan dalam proxy. Tiap proses ini harus menggunakan disk I/O channel yang sama, dan saat disk I/O channel jenuh, maka terjadilah bottle neck.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAT menawarkan solusi yang lebih fleksibel dan scalable. NAT menghilangkan keharusan mengkonfigurasi proxy/sock dalam tiap client. NAT lebih cepat dan mampu menangani trafik network untuk beribu-ribu user secara simultan. Selain itu, translasi alamat yang diterapkan dalam NAT, membuat para cracker di Internet tidak mungkin menyerang langsung sistem-sistem di dalam jaringan internal. Intruder harus menyerang dan memperoleh akses ke mesin NAT dulu sebelum menyiapkan serangan ke mesin-mesin di jaringan internal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting di ketahui bahwa, sementara dengan NAT jaringan internal terproteksi, namun untuk masalah security, tetap saja diperlukan paket filtering dan metoda pengamanan lainnya dalam mesin NAT. Contoh Kasus Installasi Natd Sebuah perusahaan kecil memiliki sejumlah komputer dan sambungan ke Internet. Komputer-komputer itu saat ini telah membentuk suatu LAN. Sambungan Internet-nya diasumskan berupa dedicated T1 link&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang harus dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Installasi FreeBSD Sediakan satu komputer untuk dijadikan Gateway. Penulis menyarankan penggunaan FreeBSD RELEASE 2.2.6 (Natd hanya jalan di FreeBSD 2.2.1 ke atas), karena selain gratis juga requirement hardware-nya tidak terlalu boros. PC 486 dengan 16 MB memory dan HD 850 MB juga sudah cukup mewah. Untuk mengetahui proses installasi FreeBSD, silahkan baca kembali tulisan-tulisan di Infokomputer sebelumnya dan manual FreeBSD sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Installasi Gateway Pasang 2 network interface agar mesin ini menjadi gateway. Network Card (misal NE2000 atau 3COM) satu dihubungkan ke jaringan internal dan satu lagi untuk koneksi ke ISP. Misalnya dua-duanya NE2000 Compatible. maka nick untuk card yang menghadap ke dalam adalah ed0 dan untuk card yang menghadap keluar adalah ed1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan juga option gateway = ”YES” tertulis dengan benar dalam file rc.conf. Atau bisa juga dengan mengetik perintah: sysctl -w net.inet.ip.forwarding=1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Installasi Firewall Pasang IP firewall di mesin FreeBSD ini. Caranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Edit kernel source di /usr/src/sys/i386/conf Tambahkan option-option berikut ini pada file kernel. options IPFIREWALL options IPFIREWALL_VERBOSE options “IPFIREWALL_VERBOSE_LIMIT=100” options IPDIVERT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Compile kernel tersebut c. Aktifkan firewall di rc.conf dengan menambahkan firewall="YES" firewall_type="OPEN"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.instalasi langkah-langkahnya sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Download source nya di ftp://ftp.suutari.iki.fi/pub/natd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Unzip dan untar archive tersebut dengan perintah gzip -dc natd_1.12.tar.gz | tar -xvf -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Lakukan make dan make install di direktori yang dihasilkan. Ketikkan perintah berikut: cd natd_1.12 make make install&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Edit startup file supaya Natd berjalan secara otomatis Buat file natd.sh di /usr/local/etc/rc.d. Isi file tersebut adalah #!/bin/sh /sbin/ipfw -f flush /sbin/ipfw add divert 13494 ip from any to any via ed0 /sbin/ipfw add pass all from 127.0.0.1 to 127.0.0.1 /sbin/ipfw add pass ip from any to any /usr/local/sbin/natd -port 13494 -interface ed0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ati dari file ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Hapuskan semua rule firewall&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Tambahkan feature divert di port 13494 (Anda bisa mengganti ini dengan port yang Anda inginkan) untuk mendiversi paket dari dan ke gateway lewat interface ed0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# lehkan semua paket lewat di atas local host&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bolehkan semua paket IP lewat semua interface  Jalankan Natd dengan menjadi daemon yang menunggu di port 13494 via interface ed0.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Reboot mesin FreeBSD-nya supaya setting bisa diaktifkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Konfigurasikan TCP/IP Client. Jadikan nomor IP card ed0 di FreeBSD sebagai gateway dari tiap workstation, IP tiap-tiap work station harus berada dalam network yang sama dengan card ed0 yang ada di mesin gateway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal ed0 di-beri nomor IP 192.168.1.1 dan ed1 167.205.19.5, maka workstation diberi nomor IP 192.168.1.2 s/d 192.168.1.14 jika digunakan mask 16 atau 255.255.255.240. ed1 adalah interface yang memiliki IP address valid Setelah semuanya langkah-langkah di atas dijalankan dengan baik maka, applikasi Internet di client siap dijalankan via NAT. Untuk kasus lain misalnya sambungan ke Internet-nya menggunakan modem, maka mekanismenya sama saja, tinggal diganti interface di gateway yang menghadap keluar dengan interface modem (tun0) dan jalankan program ppp untuk men-dial ISP-nya. Khusus untuk dial-out, ppp sebenarnya memiliki mekanisme sendiri untuk kasus ini yaitu dengan option -alias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika kita menjalankan ppp dengan option -alias maka kita tidak perlu menjalankan Natd, karena option ini menyediakan fasilitas yang sama dengan Natd khusus untuk dial-out. Natd hanyalah salah satu cara untuk menghemat persediaan IP address yang semakin menipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya fakta bahwa untuk bergabung ke Internet, host pencari informasi (Client) sebenarnya tidak perlu memiliki IP address legal, maka IP address legal tersebut bisa dicadangkan untuk host-host penyedia informasi (Server). Penelitian untuk terus memperbaiki performansi Internet ini masih terus dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini juga sedang dikembangkan model IP versi baru yaitu IP versi 6 (IPv6), yang bisa menampung lebih banyak lagi komputer-komputer di Internet. Namun demikian untuk kondisi sekarang, Nat masih merupakan solusi ampuh sebelum IPv6 diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi Douba, Salim. Networking UNIX, The Complete Reference for UNIX networks. SAMS Publishing. 1995 Unix Integration to WAN: Applied Computer Internetworking. CNRG ITB FreeBSD Handbook. FreeBSD Inc.&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-7356171121883873664?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/7356171121883873664/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=7356171121883873664&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/7356171121883873664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/7356171121883873664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/03/network-address-translation-nat-cara.html' title='Network Address Translation (NAT): Cara lain menghemat IP Address'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-9028670335030298083</id><published>2007-03-15T08:00:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:34:06.386-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><title type='text'>MIKROTIK OS (untuk BW management)</title><content type='html'>MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi dan yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer manjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur lengkap untuk network dan wireless, salah satunya adalah bandwidth manajemen.&lt;br /&gt;Saya coba mengulas cara2 paling awal untuk setting mikrotik untuk BW manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Install Mikrotik OS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Siapkan PC, minimal Pentium II juga gak papa RAM 64,HD 500M atau pake flash memory 64&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Di server / PC kudu ada minimal 2 ethernet, 1 ke arah luar dan 1 lagi ke Network local yg akan di manage BWnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Burn Source CD Mikrotik OS masukan ke CDROM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Boot dari CDROM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ikuti petunjuk yang ada, gunakan syndrom next-next dan default&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Install paket2 utama, lebih baiknya semua packet dengan cara menandainya (mark)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Setelah semua paket ditandai maka untuk menginstallnya tekan "I"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Lama Install normalnya ga sampe 15menit, kalo lebih berarti gagal, ulangi ke step awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Setelah diinstall&lt;span class="fullpost"&gt;  beres, PC restart akan muncul tampilan login&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setting dasar mikrotik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah awal dari semua langkah konfigurasi mikrotik adalah setting ip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bertujuan agar mikrotik bisa di remote dan dengan winbox dan memudahkan kita untuk melakukan berbagai macam konfigurasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Login sebaga admin degan default password ga usah diisi langsung enter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Setelah masuk ke promt ketikkan command:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[ropix@GblSdd] &gt; ip address add address=222.124.21.26/29 interface=ether1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gantilah dengan ip address anda dan interface yg akan digunakan untuk meremote sementara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Lakukan ping ke dan dari komputer lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Setelah konek lanjutkan ke langkah berikutnya, kalo belum ulangi langkah 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Setting Lanjutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Akses ip mikrotik lewat browser, maka akan muncul halaman welcome dan login&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klik link Download it untuk download winbox yg digunakan untuk remote mikrotik secara GUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jalankan winbox, login sebagai admin password kosong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Masuklah ke menu paling atas (interface), tambahkan interface yg belum ada dengan mengklik tanda +&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tambahkan pula interface "bridge" untuk memfungsikan mikrotik sebagai bridge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Setting Bandwidth limiter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klik menu ip&gt;firewall&gt;magle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat rule (klik tanda + merah) dengan parameter sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tab General:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chain=forward,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Src.address=192.168.0.2 (atau ip yg ingin di limit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tab Action :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Action = mark connection,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New connection mark=ropix-con (atau nama dari mark conection yg kita buat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik Apply dan OK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat rule lagi dengan parameter sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tab General: Chain=forward,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Connection mark=ropix-con (pilih dari dropdown menu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tab Action:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Action=mark packet,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New pcket Mark=ropix (atau nama packet mark yg kita buat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik Apply dan OK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Klik menu Queues&gt;Queues Tree&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat rule (klik tanda + merah) dengan parameter sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tab General:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Name=ropix-downstrem (misal),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parent=ether2 (adalah interface yg arah keluar),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket Mark=ropix (pilih dari dropdown, sama yg kita buat pada magle),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Queue Type=default,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Priority=8,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limit At=8k (untuk bandwidth minimum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Max limit=64k (untuk seting bandwith brustable)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik aplly dan Ok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat rule lagi dengan parameter sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tab General:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Name=ropix-Upstrem (misal),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parent=ether1 (adalah interface yg arah kedalam),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket Mark=ropix (pilih dari dropdown, sama yg kita buat pada magle),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Queue Type=default,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Priority=8,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Limit At=8k (untuk bandwidth minimum upstrem)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Max limit=64k (untuk seting bandwith brustable)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik aplly dan Ok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Cobalah browsing dan download dari ip yg kita limit tadi, Rate pada Queues rule tadi harus mengcounter, kalo belum periksa lagi langkah- langkah tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Icon hijau menandakan bandwidth kurang dari batasan, Icon berubah kuning berarti bandwidth mendekali full dan merah berarti full.&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-9028670335030298083?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/9028670335030298083/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=9028670335030298083&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/9028670335030298083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/9028670335030298083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/03/mikrotik-os-untuk-bw-management.html' title='MIKROTIK OS (untuk BW management)'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-314797910606851675</id><published>2007-03-15T07:58:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:34:06.387-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><title type='text'>Proxy - Untuk Sharing Internet</title><content type='html'>Teknik proxy adalah teknik yang standar untuk akses Internet secara bersama-sama oleh beberapa komputer sekaligus dalam sebuah Local Area Network (LAN) melalui sebuah modem atau sebuah saluran komunikasi. Istilah Proxy sendiri banyak dikenal / digunakan terutama di dunia / kalangan diplomatik. Secara sederhana proxy adalah seseorang / lembaga yang bertindak sebagai perantara atau atas nama dari orang lain / lembaga / negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini dikenal dengan beberapa nama yang ada di pasaran, misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Internet Connection Sharing (ICS) - istilah ini digunakan oleh Microsoft pada Windows-nya.&lt;br /&gt;    * Proxy Server - ini biasanya berupa software tambahan yang dipasang di komputer yang bertindak sebagai perantara.&lt;br /&gt;    * Internet Sharing Server (ISS) - biasanya berupa hardware berdiri sendiri lengkap dengan modem, hub dan software proxy di dalamnya.&lt;br /&gt;    * Network Address Translation (NAT) - istilah lain yang digunakan untuk software proxy server.&lt;br /&gt;    * IP Masquerade - teknik yang digunakan di software NAT / Proxy server untuk melakukan proses proxy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa teknik proxy menjadi&lt;span class="fullpost"&gt; penting untuk share akses Internet dari sebuah LAN secara bersama-sama? Sebagai gambaran umum, dalam sebuah jaringan komputer - termasuk Internet, semua komponen jaringan di identifikasi dengan sebuah nomor (di Internet dikenal sebagai alamat Internet Protokol, alamat IP, IP address). Mengapa digunakan nomor? Karena penggunaan nomor IP akan memudahkan proses route &amp; penyampaian data - dibandingkan kalau menggunakan nama yang tidak ada aturannya. Kira-kira secara konsep mirip dengan pola yang dipakai di nomor telepon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sialnya, (1) nomor IP ini jumlah-nya terbatas dan (2) seringkali kita tidak menginginkan orang untuk mengetahui dari komputer mana / jaringan mana kita mengakses Internet agar tidak terbuka untuk serangan para cracker dari jaringan Internet yang sifatnya publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dua (2) alasan utama di atas, maka dikembangkan konsep private network, jaringan private atau kemudian dikenal dengan IntraNet (sebagai lawan dari Internet). Jaringan IntraNet ini yang kemudian menjadi basis bagi jaringan di kompleks perkantoran, pabrik, kampus, Warung Internet (WARNET) dsb. Secara teknologi tidak ada bedanya antara IntraNet &amp; Internet, beda yang significant adalah alamat IP yang digunakan. Dalam kesepakatan Internet, sebuah Intanet (jaringan private) dapat menggunakan alamat IP dalam daerah 192.168.x.x atau 10.x.x.x. IP 192.168 &amp; 10 sama sekali tidak digunakan oleh Internet karena memang dialokasikan untuk keperluan IntraNet saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengkaitan ke dua jenis jaringan yang berbeda ini dilakukan secara sederhana melalui sebuah komputer atau alat yang menjalankan software proxy di atas. Jadi pada komputer yang berfungsi sebagai perantara ini, selalu akan mempunyai dua (2) interface (antar muka), biasanya satu berupa modem untuk menyambung ke jaringan Internet, dan sebuah Ethernet card untuk menyambung ke jaringan IntraNet yang sifarnya private.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghubungkan ke dua jaringan yang berbeda ini, yaitu Internet &amp; IntraNet, perlu dilakukan translasi alamat / IP address. Teknik proxy / Network Address Translation sendiri sebetulnya sederhana dengan menggunakan tabel delapan (8) kolom, yang berisi informasi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Alamat IP workstation yang meminta hubungan.&lt;br /&gt;    * Port aplikasi workstation yang meminta hubungan.&lt;br /&gt;    * Alamat IP proxy server yang menerima permintaan proxy.&lt;br /&gt;    * Port aplikasi proxy server yang menerima permintaan proxy.&lt;br /&gt;    * Alamat IP proxy server yang meneruskan permintaan proxy&lt;br /&gt;    * Port aplikasi proxy server yang meneruskan permintaan proxy.&lt;br /&gt;    * Alamat IP server tujuan.&lt;br /&gt;    * Port aplikasi server tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara ini, paket dengan informasi pasangan alamat IP:port dari workstation user yang meminta servis pasangan alamat IP:port server tujuan bisa diganti agar server tujuan menyangka permintaan servis tersebut datangnya dari pasangan alamat IP:port proxy server yang meneruskan permintaan proxy. Server tujuan akan mengirimkan semua data yang diminta ke pasangan alamat IP:port proxy server yang meneruskan permintaan proxy - yang kemudian meneruskannya lagi ke pasangan alamat IP:port workstation pengguna yang menggunakan alamat IP 192.168.x.x.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita lihat secara sepintas, sebetulnya teknik proxy ini merupakan teknik paling sederhana dari sebuah firewall. Kenapa? Dengan teknik proxy, server tujuan tidak mengetahui bahwa alamat komputer yang meminta data tersebut sebetulnya berada di balik proxy server &amp; menggunakan alamat IP private 192.168.x.x.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8835643670541650680-314797910606851675?l=rodo-heweh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/feeds/314797910606851675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8835643670541650680&amp;postID=314797910606851675&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/314797910606851675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8835643670541650680/posts/default/314797910606851675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rodo-heweh.blogspot.com/2007/03/proxy-untuk-sharing-internet.html' title='Proxy - Untuk Sharing Internet'/><author><name>email saya ke :</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06045885492402360199</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8835643670541650680.post-8359391794144312833</id><published>2007-03-12T20:27:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:34:06.387-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT'/><title type='text'>EoIP Setting</title><content type='html'>General Information Summary&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ethernet over IP (EoIP) Tunneling is a MikroTik RouterOS protocol that creates an Ethernet tunnel between two routers on top of an IP connection. The EoIP interface appears as an Ethernet interface. When the bridging function of the router is enabled, all Ethernet traffic (all Ethernet protocols) will be bridged just as if there where a physical Ethernet interface and cable between the two routers (with bridging enabled). This protocol makes multiple network schemes possible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Network setups with EoIP interfaces:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Possibility to bridge LANs over the Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Possibility to bridge LANs over encrypted tunnels&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Possibility to bridge LANs over 802.11b 'ad-hoc' wireless networks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quick Setup Guide&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To make an EoIP tunnel between 2 routers which have IP addresses 10.5.8.1 and 10.1.0.1:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. On router with IP address 10.5.8.1, add an EoIP interface and set its MAC address:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/interface eoip add remote-address=10.1.0.1 tunnel-id=1 mac-address=00-00-5E-80-00-01 \&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;\... disabled=no&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. On router with IP address 10.1.0.1, add an EoIP interface and set its MAC address::&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/interface eoip add remote-address=10.5.8.1 tunnel-id=1 mac-address=00-00-5E-80-00-02 \&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;\... disabled=no&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now you can add IP addresses to the created EoIP interfaces from the same subnet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Specifications&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Packages required: system&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;License required: level1 (limited to 1 tunnel) , level3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Home menu level: /interface eoip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standards and Technologies: GRE (RFC1701)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hardware usage: Not significant&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Description&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An EoIP interface should be configured on&lt;span class="fullpost"&gt; two routers that have the possibility for an IP level connection. The EoIP tunnel may run over an IPIP tunnel, a PPTP 128bit encrypted tunnel, a PPPoE connection, or any connection that transports IP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Specific Properties:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Each EoIP tunnel interface can connect with one remote router which has a corresponding interface configured with the same 'Tunnel ID'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• The EoIP interface appears as an Ethernet interface under the interface list.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• This interface supports all features of an Ethernet interface. IP addresses and other tunnels may be run over the interface.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• The EoIP protocol encapsulates Ethernet frames in GRE (IP protocol number 47) packets (just like PPTP) and sends them to the remote side of the EoIP tunnel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Maximal count of EoIP 
